.:Maaf Iklan Dulu Sebentar "Kalau Menguntungkan, Kenapa Tidak?" [Close][Klik 2x]:.

Tentang Rai Utama | Free Ebooks | Free Ebooks | Bahan Kuliah Lengkap | Bahan Kuliah Manajemen | Jurnal dan Buku Tourism English Version



Gratis Bahan Kuliah: Judul dan Abstrak penelitian ekonomi dan manajemen

Gratis Bahan Kuliah

Ilmu Kepariwisataan,Bahan Kuliah, Ekonomi Pariwisata, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Strategik, Pengantar Bisnis




HOME | Skripsi Tesis | PULSA GRATISS | Bahan Kuliah Lengkap | Bahan Kuliah Manajemen | Jurnal dan Buku Tourism English Version



Judul dan Abstrak penelitian ekonomi dan manajemen

PENULIS

JUDUL

ABSTRAKSI

Agustinus Mahindra

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN JASA PENGIRIMAN BARANG PADA PT. LUDO MANGGAS DI JAKARTA

Penulisan skripsi ini berjudul "Pengukuran Kualitas Pelayanan Jasa Pengiriman Barang pada PT. Ludo Manggas di Jakarta" bertujuan untuk dapat mengetahui dan mengevaluasi pelaksanaan kualitas pelayanan jasa pengiriman barang pada PT. Ludo Manggas.
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif, dengan berdasarkan pada data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kualitas pelayanan jasa pengiriman barang pada PT. Ludo Manggas sudah berjalan dengan baik. Kesimpulan ini diperoleh dari total rata-rata kelima dimensi yang diteliti, yakni dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pada dimensi tangible, dan perusahaan harus tetap mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa dari seluruh dimensi sehingga dapat diperoleh konsumen yang loyal dan selalu menjadikan PT. Ludo Manggas sebagai pilihan utama.

Rizki Brilianta

PENERAPAN MODEL OBJECTIVE MATRIX (OMAX) SEBAGAI ALAT PENGUKURAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA "SIVA'S FLORIST AND SOUVENIR DI HOTEL KRISTAL JAKARTA

Pesatnya pertumbuhan usaha-usaha jasa sekarang ini akan membuat persaingan antar usaha-usaha yang sejenis sangat ketat dan kompetitif.Ketatnya persaingan, mendorong/menuntut setiap perusahaan mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain yang sejenis. Salah satu keunggulan yang sangat penting adalah produktivitas kerja. Keunggulan di dalam bidang produktivitas sangatlah penting dikarenakan jika diketahui tingkat produktivitasnya maka pihak perusahaan akan mengetahui apakah usaha yang sudah dijalankan sudah produktif atau belum, dan apakah terjadi pemborosan pada sektor input atau tidak. Sangatlah penting pihak perusahaan mengetahui seberapa besar tingkat produktivitas yang ada pada perusahaan. Dengan pentingnya produktivitas kerja ini maka penulis mengadakan penelitian tentang "Penerapan Model Objective Matrix (Omax) Sebagai Alat Pengukuran Produktivitas Kerja Pada "Siva's Florist And Souvenir Di Hotel Kristal Jakarta". Penelitian ini dilakukan pada Divisi divisi rangkai bunga interior pada "Siva's Florist And Souvenir di Hotel Kristal Jakarta untuk periode bulan Juni, Juli dan Agustus tahun 2002 pada Tower I dan Tower II. sedangklan metode analisis yang digunakan adalah metode analisis data The Objective Matrix (OMAX). Dalam penelitian ini analisis dilakukan per periode waktu yaitu dianalisis untuk setiap bulannya pada masing-masing Tower. Hasil analisis yang didapatkan dengan menggunakan metode analisis data The Objective Matrix (OMAX) adalah terdapatnay kenaikan produktivitas kerja untuk divisi rangkai bunga "Siva's" Florist And Souvenir di Hotel Kristal. Hal itu dapat dilihat dari terdapatnya angka produktifitas di atas kondisi normal untuk setiap bulannya. Dan terjadi prubahan peningkatan produktifitas yang paling baik pada bulan Agustus 2002.
Kata kunci : produktivitas kerja, analisis The Objective Matrix (OMAX)

Y. Berchmans. Balu

ANALISA PENGARUH PERUBAHAAN NILAI TUKAR DOLLAR AS- RUPIAH DAN PERUBAHAN TINGKAT SUKU BUNGA SBI TERHADAP PERUBAHAAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENJELANG PEMILU 2004

Pemilu adalah pesta demokrasi untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk dalam lembaga legislatif. Berbagai program perbaikan dijanjikan oleh peserta pemilu untuk mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya. Salah satu hal yang dapat diupayakan untuk memperoleh dukungan rakyat adalah dengan menunjukkan keberhasilan dalam memperbaiki kondisi perekonomian. Kondisi perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator. Dari sisi ekonomi mikro, salah satu indikator yang dapat dipakai untuk mengetahui kondisi perusahaan pemerintah maupun swasta adalah harga-harga saham yang diperdagangkan dilantai bursa. Namun untuk menentukan penilaian terhadap kondisi ekonomi mikro suatu perusahaan tidak hanya bergantung pada harga saham yang diterbitkan tetapi juga dipengaruhi oleh indikator makro ekonomi lain. Untuk itu penulis memberikan batasan pada dua indikator makro ekonomi yang mempengaruhi pergerakan harga saham yaitu perubahan nilai tukar dollar AS-rupiah dan perubahan tingkat suku bunga SBI. Dimana kedua indikator ini apakah berpengaruh terhadap perubahan Indeks harga Saham Gabungan. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis regresi berganda, dimana untuk mengetahui pengaruh perubahan kurs dollar AS-rupiah dan perubahan tingkat suku bunga SBI terhadap perubahan Indeks Harga Saham Gabungan. Hasil yang didapat dari alat analisis yang digunakan menunjukkan bahwa perubahan nilai tukar dollar AS-rupiah dan perubahan tingkat suku bunga baik uji parsial maupun uji secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap perubahan Indeks Harga Saham gabungan.

Charles de Rozary

INDEKS KEPUASAN PELANGGAN DAN PRIORITAS PERBAIKAN (PRIORITIES FOR IMPROVEMENT) TERHADAP KINERJA PELAYANAN KFC GALLERIA MALL DI YOGYAKARTA.

Persaingan diantara perusahaan makanan siap saji atau sering dikenal dengan fast food yang satu dengan yang lain semakin pesat, sehingga konsumen dihadapkan pada keputusan pembelian suatu produk tertentu diantaranya KFC Galeria Mall di Yogyakarta. KFC mampu bersaing dengan harga yang terjangkau dan spesialis untuk fast food di Yogjakarta. Untuk itu perusahaan berlomba-lomba untuk memperbaiki pelayanan dan kinerja agar konsumen merasa puas. Dengan latar belakang tersebut penulis mengadakan penelitian mengenai "Indeks Kepuasan Pelanggan dan Prioritas Perbaikan (priorities for improvement) Terhadap Kinerja Pelayanan KFC Galleria Mall di Yogyakarta.". Penelitian ini dilakukan pada orang yang pernah membeli dan mengkomsumsi di KFC Galleria Mall Yogyakarta sebanyak 100 responden. Para responden diberi kuesioner yang harus diisi mengenai identitas pribadi dan juga memberikan tangapan mengenai kepuasan pelanggan, prioritas perbaikan (priorities for improvement) dan kinerja pada KFC Galeria Mall di Yogyakarta. Sebelum menganalisis data dari responden terlebih dahulu dilakukan uji validitas
dan reliabilitas. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas diperoleh hasil yang bervariasi. Dari hasil tersebut semua item pertanyaan dinyatakan valid dan reliable (t hitung>t tabel (0.239)). Untuk membuktikan hipotesa yang ada, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis hasil kuesioner mengenai kepuasan pelanggan dengan menggunakan analisis indeks kepuasan pelanggan. Berdasarkan analisis Indeks kepuasan pelanggan, diperoleh nilai indeks kepuasan sebesar 72.8 %. yang mendekati nilai indeks kepuasan tertinggi sebesar 100%, ini berarti pelanggan sudah merasa puas terhadap kinerja pelayanan KFC Galeria Mall yang berarti hipotesis dalam penelitian ini terbukti.Untuk mengetahui prioritas perbaikan atribut di KFC Galeria Mall maka digunakan analisis prioritas perbaikan (Priorities for Improvement), dari ke enam atribut tersebut atribut pelayanan dan harga adalah atribut yang harus mendapat prioritas utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya, karena atribut ini memiliki tingkat kepentingan yang paling tinggi, tetapi tingkat kepuasannya masing sangat rendah. Kata kunci : Kepuasan Pelanggan. Priorities For Improvement.

Yuli Ismanto

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PRESTASI KERJA PADA PERAWAT

Dalam mempertahankan kualitas pelayanan di RS Bethesda, para perawat sangat memerlukan kerjasama yang baik antar komponen yang ada di dalam rumah sakit tersebut, karena perawat ini merupakan ujung tombak bagi rumah sakit karena perawat yang berhubungan langsung dengan pasien. Agar dapat memberikan pelayanan yang baik diperlukan sumber daya yang ramah, disiplin dan sabar sehingga dapat membantu tugas-tugas dokter agar pasien cepat sembuh, terutama perawat yang bertugas di bangsal yang harus berjaga siang dan malam yang terbagi dalam beberapa shif untuk memantau perkembangan kondisi pasien. Penelitian ini dilakukan pada perawat di ruang B, E, F, H, J, N dengan mengambil sampel secara acak sebanyak 30 orang responden di ruang tersebut. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner berisikan tentang pertanyaan yang diperlukan tentang hubungan motivasi kerja dengan prestasi kerja. Data prestasi kerja responden dilihat dari dokumen rumah sakit mengenai prestasi kerja karyawan. Hasil kuesioner dan dokumen rumah sakit mengenai prestasi responden kemudian dianalisis dengan korelasi kontingensi dengan pendekatan chi square. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Ada hubungan yang signifikan antara variabel gaji, kebijakan rumah sakit dan kesehatan dan keselamatan kerja yang diberikan rumah sakit terhadap prestasi kerja karyawan
2. Tidak ada hubungan antara variabel motivasi kondisi kerja dan keselamatan kerja dengan prestasi kerja karyawan. Dalam penelitian ini variabel kondisi kerja dan keselamatan kerja melalui analisis x2 menunjukkan tidak ada hubungan dengan prestasi kerja, maka dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi tersebut tidak memiliki hubungan dengan prestasi kerja.

Andriana Amado Maria De Jesus Cortereal

ANALISIS MINAT KONSUMEN UNTUK BERBELANJA KEMBALI DI PT. LION SUPER INDO YOGYAKARTA

Pusat perbelajaan khususnya kebutuhan sehari-hari di Yogyakarta telah berkembang dengan pesat, salah satunya adalah PT. Lion Super Indo Yogyakarta. Untuk menambah keunggulan bersaing PT. Lion Super Indo Yogyakarta menawarkan seperti harga barang yang terjangkau, pelayanan yang memuaskan, kelengkapan produk, tempat perkir luas, serta keamanan berbelanja demi terciptanya kepuasan konsumen. Dengan latar belakang tersebut penulis mengadakan penelitian tentang "Analisis Minat Konsumen Untuk Berbelanja Kembali Pada PT. Lion Super Indo Yogyakarta". Penelitian ini dilakukan pada responden minimal sudah berbelanja di PT. Lion Super Indo Yogyakarta sebanyak dua kali, Responden dalam peneltian ini sebanyak 80 orang. Para responden diberi kuisioner yang harus diisi mengenai identitas pribadi dan tanggapan mengenai minat berbelanja kembali di PT. Lion Super Indo Yogyakarta. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu diadakan pengujian tingkat validitas dan reliabilitas. Berdasarkan pengujian tersebut tingkat validitas dan reliabilitas diperoleh hasil yang bervariasi. Dari hasil yang bervariasi tersebut semua item pertanyaan dinyatakan valid dan reliabel karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel. Intuk membuktikan hipotesa yang ada, maka langkah selanjutnya kuisioner dianalisis menggunakan analisis fishbein extended dan chi-square. Hasil analisis fishbein extended dilihat dari sikap (Ab) menunjukkan minat berbelanja kembali di PT. Lion Super Indo Yogyakarta dipengaruhi oleh harga barang yang terjangkau kemudian rasa aman berbelanja. Ditinjau dari subjective norm konsumen bahwa keluarga lebih dominan untuk berbelanja kembali  di PT. Lion Super Indo Yogyakarta dari pada teman. Dari segi bobot (w) pribadi responden lebih menentukan daripadakelompok referensi, sedangkan perhitungan (Bi) responden memiliki sikap positif dan keinginan berbelanja kembali di PT. Lion Super Indo Yogyakarta. Dari analisis tersebut hipotesis pertama dalam penelitian bahwa minat berbelanja kembali PT. Lion Super Indo Yogyakartaadalah baik, terbukti sedangkan hipotesis kedua bahwa ada perbedaan minat konsumen untuk berbelanja kembali ditinjau dari profil responden tidak terbukti atau tidak ada perbedaan.

Daud Aji Fibrianto

PERBANDINGAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK KOPI 3 in 1 ANTARA INDOCAFE COFFEMIX DENGAN NESCAFE 3 in 1 DI KOTA YOGYAKARTA

Perubahan pada masa seperti sekarang ini begitu cepat yang membuat kita harus peka terhadap situasi bukan hanya melihat atau menjadi pemerhati saja terhadap perubahan itu, namun harus segera melakukan tindakan pada situasi yang dihadapkan sehingga kita dapat bertahan. Hal ini juga harus dihadapi produsen kopi tehadap perubahan pasar yang menginginkan ha-hal yang praktis. Produsen yang peka melirik peluang ini dengan mengeluarkan produk kombinasi kopi, gula dan krimer dalam satu kemasan yang biasa disebut dengan kopi 3 in 1. Tetapi tidak hanya cukup berhenti disini karena dengan melihat ketatnya persaingan antar produsen kopi 3 in 1, produsen kopi 3 in 1 harus menambahkan atributatribut yang diharapkan oleh konsumen yang mempengaruhi dalam membuat keputusan untuk membeli/mengkonsumsi produk kopi 3 in 1. Sehingga hal tersebut membuat penulis tertarik untuk mengadakan penelitian ini. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sikap konsumen terhadap dua merk produk kopi 3 in 1 yang cukup dikenal di Kota Yogyakarta, yaitu Indocafe Coffemix dan Nescafe 3 in 1 berdasarkan atribut-atribut yang ditawarkan. Sedangkan alat analisis yang digunakan dalam melakukan penelitian yaitu Analisis Validitas, Analisis Reliabilitas, Analisis Multiatribute Attitude Model (MAM), dan Uji Chi-Square. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang mengambil judul "Perbandingan Sikap Konsumen Terhadap Produk Kopi 3 in 1 Antara Indocafe Coffemix Dibandingkan Nescafe 3 in 1 di Kota Yogyakarta", bahwa sikap konsumen terhadap produk kopi 3 in 1 merk Nescafe 3 in 1 lebuh baik dibandingkan dengan produk merk Indocafe Coffemix.

Anita Rahmawati

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP SHAMPOO CLEAR DI KOTA YOGYAKARTA        

Dewasa ini tingkat kebutuhan manusia semakin meningkat seiring dengan semakin majunya perkembangan jaman dan teknologi. Orang tidak
lagi memikirkan kebutuhan akan sandang (pakaian), pangan (makan), dan papan (rumah), tetapi orang mulai memikirkan kebutuhan yang lain, seperti kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk lebih dihargai, serta kebutuhan terhadap masalah kesehatan dan kebersihan. Semakin tinggi kesadaran manusia akan masalah kesehatan dan kebersihan, maka semakin membuka lebar prospek pasar akan produk toilet (sabun mandi, pasta gigi, shampoo). Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Shampoo Clear di Kota Yogyakarta". Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kepuasan konsumen ditinjau profil pelanggan shampoo clear di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada pengguna shampoo Clear dengan sampel sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut kepentingan dan atribut kepuasan. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan realibilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan alat analisis indek kepuasan pelanggan. Dan dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa indek kepuasan pelanggan berada pada tingkat PUAS (IKP sebesar 144,29) terhadap atribut yang ada. Dengan kata lain PT. Unilever Indonesia telah mampu memberikan kepuasan yang terbaik bagi pelanggan atau konsumennya.
Kata Kunci : Kepuasan, konsumen.

Rossy Melyawati

HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA, INTERPERSONAL DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. BUMI REJO BANJARNEGARA

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, perampingan perusahaan, PHK, merger dan bangkrutnya beberapa perusahaan sebagai akibat dari krisis yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi ribuan karyawan. Mereka harus rela dipindahkan ke bagian yang sangat tidak mereka kuasai dan tidak tahu berapa lama lagi mereka akan dapat bertahan atau dipekerjakan. Selain itu mereka harus menghadapi pimpinan baru, pengawasan yang ketat, tunjangan kesejahteraan berkurang dari sebelumnya, dan harus bekerja lebih giat demi mempertahankan status sosial ekonomi keluarga. Para pekerja di setiap level mengalami tekanan dan ketidakpastian. Situasi nilah yang seringkali memicu terjadinya stres kerja pada karyawan. Bagi perorangan, tingkat stres bervariasi dari yang hanya stres ringan sampai stres berat yang dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan. Bagi suatu perusahaan stres mengakibatkan kecelakaan di tempat kerja, perputaran karyawan dan kemangkiran kerja meningkat, serta kinerja karyawan menurun. Dampak yang terjadi dan pengaruh dari stres terhadap karyawan tergantung dari keadaan daya pikir karyawan tersebut. Bagi karyawan yang berpikiran positif maka hasilnya akan positif juga tetapi jika karyawan menganggap stres sebagai hal negatif maka hasilnya juga akan negatif dan menjadikannya suatu beban kerja yang berat bagi karyawan tersebut. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Hubungan antara stres kerja, interpersonal dan kinerja karyawan pada PT. Bumi Rejo Banjarnegara". Adapun rumusan masalah adalah bagaimana hubungan antara stres kerja, interpersonal dan kinerja karyawan PT. Bumi Rejo Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan di PT. Bumi Rejo Banjarnegara dengan memilih
sampel secara acak pada bagian produksi sebanyak 46 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang identitas responden dan tanggapan mengenai variabel stres kerja, kepribadian dan kinerja. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu dilakukan analisis validitas dan reliabilitas. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa instrumen dinyatakan dapat dianalisis lebih lanjut dan reliabel. Kemudian setelah data reliabel selanjutnya dianalisis menggunakan Statistik Prametrik. Untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan analisis korelasi rank spearman. Dan dari hasil analisis diperoleh bahwa terdapat hubungan yang lemah dan kuat serta signifikant. Kata Kunci : stres kerja, interpersonal dan kinerja.

Yanti

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN BAMBOO RESTO & MUSIC YOGYAKARTA

Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan merupakan sumber daya yang paling banyak berperan dalam menggerakkan seluruh aktivitas perusahaan, dibandingkan dengan sumber daya lain seperti material, modal, mesin dan metode kerja. Hal ini disebabkan karena material, modal, mesin dan metode kerja tidak akan dapat dikelola tanpa adanya manusia yang handal. Tersedianya sumber daya (material, modal, mesin dan metode kerja) dalam perusahaan tentunya membutuhkan pengelolaan yang maksimal. Untuk memaksimalkan nilai sumber daya yang ada di butuhkan teknologi yang baik dan tepat serta tersedianya sumber daya manusia yang profesional dalam pengelolaan dan menghadapi persaingan yang ada. Dalam menghadapi persaingan dan tuntutan pengelolaan jasa, perusahaan harus membuat strategi dalam memaksimalkan sumber daya dan sumber daya manusianya, yaitu dengan melaksanakan budaya perusahaan dalam setiap aktivitas perusahaan. Budaya perusahaan sebagai salah satu alat untuk menyatukan langkah dan persepsi dalam mencapai kinerja perusahaan yang digariskan dalam program kerja. Disisi lain, perusahaan juga harus berusaha untuk mewujudkan tujuan pribadi karyawannya yaitu dengan menciptakan kepuasan kerja bagi  karyawannya. Salah satu kepuasan kerja bagi karyawan adalah dengan terciptanya suasana kerja nyaman dan rekan kerja yang kompak, baik sesama karyawan maupun dengan pihak manajemen perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sumber daya manusia yang ada, agar kedua tujuan tersebut dapat tercapai dengan optimal. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Hubungan Antara Budaya Perusahaan Dengan Kepuasan Kerja Karyawan Pada Karyawan Bamboo Resto & Music Yogyakarta". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah apakah ada hubungan budaya perusahaan dengan kepuasan kerja. Penelitian ini dilakukan pada karyawan Bamboo Resto & Music Yogyakarta dengan memilih sampel secara acak sebanyak 50 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang identitas karyawan dan tanggapan mengenai variabel budaya kerja dan kepuasan kerja. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan realibilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan alat analisis korelasi rank spearman. Dan dari hasil analisis terdapat hubungan yang kuat (erat) variabel budaya kerja dengan kepuasan kerja dengan demikian maka hipotesis terbukti. Kata Kunci : budaya perusahaan dan kepuasan kerja

Valentina Latumahina

ANALISIS PERAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 DI YOGYAKARTA

Seiring dengan perkembangan jaman, telah terjadi banyak perubahan terutama perkembangan pembangunan. Perkembangan pembangunan yang terjadi sekarang ini, menyebabkan perubahan yang cukup besar dalam segala bidang terutama di bidang teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi telah mempengaruhi kebutuhan dan keinginan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung,seperti berubahnya kebutuhan berpikir. Secara langsung ingin memiliki produk dengan kualitas yang bagus dan harga yang murah. Kemudian secara tidak langsung yaitu dilihat dari kebutuhan yang paling penting bagi konsumen selain membeli sepeda motor. Salah satu perubahan pola kehidupan adalah semakin dibutuhkannya sarana transportasi pribadi yaitu sepeda motor. Oleh sebagian orang,sepeda motor sudah di anggap sebagai kebutuhan pokok (primer). Industri sepeda motor di Indonesia,pada dewasa ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen akan kendaraan bermotor. Sikap konsumen terhadap suatu obyek yang di tawarkan berbedabeda penilaiannya. Dalam hal ini banyak perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya berpegang pada falsafah konsep pemasaran yang baru yaitu dengan berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dilain pihak kemampuan konsumen semakin kritis terhadap merek-merek tertentu,yang dapat memberikan kepuasaan dari kebutuhan dan keinginan yang di rasakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pengambil keputusan, untuk mengetahui pengaruh terbesar dan untuk mengetahui atribut mana yng paling dominan dalam dalam pengambilan keputusan pembelian sepeda motor honda Supra X 125. Berdasarkan hasil analisis, maka peran pengambil keputusan yang paling dominan adalah Ayah. Kemudian dilihat dari hasil analisis maka pengatuh terbesar juga dipengaruhi oleh Ayah serta atribut mana yng paling dominan dalam dalam pengambilan keputusan pembelian sepeda motor honda Supra X 125 adalah Model desain dengan total skor 845, Pemakaian Bahan bakar dengan total skor 790, dan atribut Kualitas dengan total skor 770. Kata Kunci : Peran, Pengambilan keputusan dan pembelian.

Meggy Rosalina Wattimena

PERBANDINGAN SIKAP NASABAH PADA BANK MANDIRI DAN BANK PAPUA DI SORONG

Perbankan adalah suatu lembaga yang di percayakan oleh masyarakat dalam hal keuangan. Adanya pemilihan tuntutan mutu produk jasa membuat perbankan secara tidak langsung harus bersaing dalam pelayanan, teknologi,   kemudahan, kecepatan, keefisienan, dan kenyamanan dari perbankan yang berkualitas. Suatu bank dapat bertahan karena adanya nasabah. Oleh karena itu, sikap nasabah terhadap suatu produk barang dan jasa perbankan tertentu sering mempengaruhi apakah nasabah akan memakai produk tersebut atau tidak. Dalam memilih suatu bank biasanya nasabah dipengaruhi oleh atribut- atribut yang terdapat dalam bank tersebut, antara lain : Citra, Suku Bunga, Pelayanan, Lokasi, Fasilitas, dan Kebersihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap nasabah pada Bank Mandiri dan Bank Papua berdasarkan atribut yang dimiliki, mengetahui atribut  pada Bank Mandiri dan Bank Papua yang memuaskan nasabah, dan untuk mengetahui keselarasan sikap nasabah Bank Mandiri dan Bank Papua berdasarkan profil nasabah. Alat yang dipakai dalam analisis data adalah Analisis Fishbein dan Semantic Differential yang digunakan untuk mengetahui sikap nasabah terhadap atribut Bank Mandiri dan Bank Papua, sedangkan Analisis Chi-Square digunakan untuk mengetahui keselarasan sikap nasabah berdasarkan profil nasabah. Dari hasil Analisis Fishbein didapatkan bahwa secara keseluruhan Ao Bank Mandiri adalah 92,92 sedangkan Ao Bank Papua adalah 87,8. Hasil Ao kedua Bank tersebut adalah Positif. Untuk Analisis Semantic Differential didapatkan hasil atribut Citra, Suku Bunga, Pelayanan, Fasilitas dan Kebersihan pada Bank Mandiri lebih baik dibandingkan Bank Papua, sedangkan untuk atribut Lokasi Bank Papua lebih unggul dibandingkan Bank Mandiri. Untuk hasil Analisis Chi-Square pada Bank Mandiri dan Bank Papua berdasarkan profil nasabah menurut Jenis Kelamin, Usia, Pendidikan, Pekerjaan, dan Pengeluaran hasilnya tidak terdapat perbedan sikap. Sehingga dari hasil Analisis Chi-Square ini berarti adanya keselarasan sikap nasabah pada Bank Mandiri dan Bank Papua berdasarkan profil nasabah. Kata Kunci : Fishbein, Semantic Differential, dan Sikap Nasabah

Ronald Satria Wirjawan

APLIKASI METODE TAGUCHI UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUKSI TAS PLASTIK (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PLASTIK HARAPAN)

Untuk dapat meningkatkan produktivitas dari suatu proses produksi, maka salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan mengurangi cacat produk. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan pengendalian kualitas yang memadai. Pada produksi tas plastik ini dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi cacat produk dan dilakukan percobaan dengan metode Taguchi dengan desain orthogonal untuk mendapatkan setting terbaik dari faktor-faktor itu. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tas plastik beserta kondisi optimumnya adalah : putaran mesin extruder 80 Rpm, temperatur mesin potong dan las 40 ºC, waktu peleburan material selama 70 menit, jeda pemasukan material 10 detik serta kecepatan speed roll 40 Rpm. Kata Kunci : cacat produk, pengendalian kualitas, metode Taguchi, desain orthogonal

Ruth Amelia Sunarko

ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN PADA SHAMPOO CLEAR ANTI KETOMBE DI KOTA YOGYAKARTA

Sekarang ini banyak perusahaan bersaing untuk mengatasi pasar agar memperoleh keuntungan semaksimal mungkin, serta mengadakan berbagai efisiensi-efisiensi biaya agar perusahaan dapat tetap eksis serta dapat berkembang dengan baik dalam dunia persaingan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk menghadapi persaingan tersebut banyak cara yang digunakan perusahaan shapo agar dapat merebut pangsa pasar yang luas. Salah satunya adalah dengan menggunakan iklan, seperti: memasang poster ditempat-tempat strategis, membuat iklan yang menarik serta penyampaian yang jelas lewat televisi, radio, majalah dan surat kabar. Tetapi adalah apakah iklan yang dipasang dan ditayangkan di berbagai media itu memiliki tingkat keefektifan yang tinggi terhadap respon dari konsumen atau tidak, serta bagaimana mempengaruhi konsumen dalam membeli shampo.Memang kita dituntut untuk selektif, disisi lain pihak produsen harus benar-benar jeli dalam melihat lingkungan bisnis, seperti: kecenderungan untuk lebih cepat memperkenalkan produk baru, perhatikan mutu yang lebih baik dan persaingan antara perusahaan dengan pasar yang jenuh. Pengembangan dan inovasi sebuah produk ikut menentukan berhasil atau tidaknya produk itu di pasar, tetapi bukannya hanya melihat faktor itu saja, ada faktor lain seperti penetapan harga yang menarik dan terjangkau oleh konsumen serta ada komunikasi dengan para konsumennya. Komunikasi yang baik dan efektif yang ditunjukkan oleh para komsumen atau pembeli dapat ditunjukkan lewat periklanan yaitu komunikasi non individu dengan sejumlah biaya melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan iklan shampoo clear Anti Ketombe yang digunakan mempengaruhi konsumen dalam membeli shampoo tersebut. Kemudian berdasarkan hasil analisis data dengan AIDA maka tanggapan konsumen terhadap iklan produk shampoo clear anti ketombe pada tahap attention sebesar 82%, pada tahap Interest sebesar 39%, pada tahap Desire sebesar 28% dan pada tahap Action sebesar 13%. Dari Hasil analisis AIDA di atas menunjukkan bahwa tahap Attention lebih besar dari pada Interest, Desire maupun Action tidak terbukti yaitu sebesar 13%, maka iklan produk shampoo clear anti ketombe untuk mempengaruhi konsumen agar membeli produk shampoo clear anti ketombe tidak efektif. Dengan demikian dari analisis persentase AIDA di atas dapat disimpulkan bahwa iklan yang digunakan perusahaan PT Unilever tidak berpengaruh pada konsumen untuk membeli produk shampoo clear. Kata Kunci : iklan, shampo clear dan produk.

Teysar Papilaya

ANALISIS MINAT BELI KONSUMEN SABUN CAIR BIORE DI KOTA YOGYAKARTA

Di tengah tuntutan zaman yang praktis dan efisien, maka kehadiran sabun cair seakan menjawab kebutuhan tersebut. beberapa konsumen mulai tertarik dan mencoba produk sabun cair mengingat kemasan yang praktis, isi yang higienis serta harga yang terjangkau, hal ini merupakan keunggulan tersendiri yang ditawarkan oleh produk sabun cair sehingga mempengaruhi minat konsumen dalam memilih sabun yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Promosi merupakan salah satu elemen dari marketing mix yang dipakai perusahaan untuk memasarkan produknya. Periklanan merupakan salah satu dari alat promosi yang paling umum digunakan perusahan untuk menginformasikan, membujuk dan mengingat pembeli sasaran atau masyarakat. Inti dariperiklanan adalah untuk memasukkan sesuatu ke dalam pikiran konsumen, mengubah persepsi konsumen dan mendorong konsumen untuk bertindakPemasaran modern memerlukan lebih dari sekedar pengembangan produk yang baik, menawarkannya dengan harga yang menarik, dan membuat saluran distribusi sehingga mudah didapat oleh pelanggan sasaran atau konsumen. Perusahaan juga harus mengembangkan suatu program komunikasi yang efektif dengan para pelanggan yang ada dan pelangan potensial, pengecer, pemasok, pihak-pihak yang memiliki kepentingan pada produk tersebut dan masyarakat umum. Karena adanya berbagai kepentingan terhadap produk atau jasa maka perusahaan harus siap bersaing. Agar perusahaan dapat bertahan menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan harus mampu memasarkan produknya dengan baik kepada konsumen. Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui minat beli konsumen terhadap sabun cair Biore. Penelitian ini dilakukan terhadap 100 responden pengguna sabun cair biore. Sebelum analisis data dilakukan, terlebih dahulu data dikumpulkan dari responden. Kemudian data tersebut diolah dengan uji instrumen penelitian (uji validitas dan uji reliabilita). Setelah kuesioner valid dan reliabel. Kemudian kuesioner kembali disebarkan sebanyak 70 kuesioner. Setelah data dikumpulkan kemudian dilakukan dengan analisis data dengan alat analisis Fishbein Extended. Berdasarkan perhitungan Fishbein Extended diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap produk sabun cair biore cukup berminat membeli. Kata Kunci : minat beli, fishbein extended dan konsumen.

Anita Eva Christina

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK GETUK ECO DI MAGELANG

Penelitian yang berjudul " Analisis Timgka Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Getuk Eco di Magelang" ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap atribut Getuk Eco, dan untuk mengetahui profil konsumen. Ini untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, persaingan ini menuntut para pengusaha getuk untuk dapat berkompetisi secara sehat, dalam menanggapi persaingan tersebut, pengusaha getuk harus mengetahui siapa pelanggannya dan mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, dan untuk mengetahui profil konsumen, maka atribut yang diteliti meliputi ukuran sebuah getuk, faktor warna sebuah getuk, kemasan getuk, citra merek sebuah getuk,harga, lokasi penjualan dan stok persediaan dari getuk. Dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan, penulis menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. .Menggunakan alat analisis prosentase untuk mengatahui profil konsumen, dan analisis indeks kepuasan konsumen untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Sebelum menggunakan alat analisis itu data yang diperoleh dari jawaban kuesioner tersebut, diolah dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan terhadap Getuk Eco berada pada tingkat yang memuaskan. Dan dalam hal ini tidak terdapat perbedaan pelanggan ditinjau dari jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan pelanggan.

Benny Santoso

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASIONAL KARYAWAN STUDI KASUS PT. TALAINDO INTERIOR YOGYAKARTA

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menguji secara empiris pengaruhgaya kepemimpinan transaksional dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kewargaan organisasional PT. Tala Indo Interior Yogyakarta. Jumlah subyek penelitian yang digunakan adalah 105 karyawan di perusahaan furniture PT. Tala Indo Interior Yogyakarta. Data penelitian diperoleh secara langsung dengan menggunakan kuesioner yang telah terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pengaruh gaya kepemimpinan transaksional dan gaya kepemimpinan transformasional keduanya sama-sama berpengaruh terhadap perilaku kewargaan organisasional. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hipotesis penelitian yang diajukan. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan Transaksional, Gaya Kepemimpinan Transformasional, Perilaku Kewargaan Organisasional.

Lenny Lado

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KEEFEKTIFAN PEMIMPIN DI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA

Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, merupakan ungkapan yang mendudukkan pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang penting Pemimpin transaksional mengklarifikasi persyaratan peran dan tugas bawahan, memprakarsai struktur, memberikan penghargaan yang tepat, dan mencoba mempertimbangkan dan memenuhi kebutuhan sosial bawahan. Pemimpin transformasional adalah seorang pemimpin yang dibedakan dalam kemampuan khususnya untuk membawa inovasi dan perubahan. Keefektifan pemimpin adalah semua kewajiban yang dilaksanakan pemimpin yang dapat dicapai dengan baik menurut karyawan. Semakin besar sebuah organisasi dengan anggota yang semakin banyak jumlahnya, maka semakin diperlukan seorang pemimpin untuk mengefektifkan pencapaian tujuan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kepemimpinan transaksional(X1) dan transformasional(X2) diterapkan di Fak. Ekonomi, Teknik dan Biologi, mengetahui hubungan antara variabel X1 dan X2 terhadap keefektifan pemimpin, serta mengetahui seberapa besar pengaruh X1 dan X2 terhadap keefektifan pemimpin di Fak. Ekonomi, Teknik dan Biologi Univesitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Metode analisis data yang digunakan adalah validitas, realibiltas, persentase dan regresi berganda. Dan hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh kepemimpinan transformasional sangat besar mempengaruhi keefektifan pemimpin yang terjadi di Fak. Ekonomi, Teknik dan Biologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

Samuel Bulu Mone

PERBEDAAN BUDAYA KERJA KARYAWAN SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI EMPLOYEE STOCK OWNERSHIP PLANS (ESOP)
PADA BRI CABANG CIK DITIRO YOGYAKARTA

Bank sebagai salah satu organisasi mempunyai fungsi menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan. Salah satu cara menghimpun dana dari masyarakat melalui mekanisme penawaran umum atau lebih populer disebut go public, dimana masyarakat ditawarkan untuk membeli saham sebagai bukti penyertan masyarakat terhadap perusahaan. Selain masyarakat, karyawan diberi hak untuk memiliki saham perusahaan melalui program Employee Stock Ownership Plans (ESOP), sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan. Dengan pembagian saham kepada karyawan akan memotivasi dalam bekerja dan akan meningkatkan budaya kerja kearah yang lebih baik. Dengan latar belakang tersebut penulis mengadakan penelitian dan mengangkat judul "perbedaan budaya kerja karyawan sebelum dan sesudah implementasi Employee Stock Ownership Plans (ESOP) pada BRI Cabang Cik Ditiro Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada karyawan bank BRI Cabang Cik Ditiro Yogyakarta melalui penyebaran kuesioner pada 54 karyawan organic (tetap). Para responden diberi kuesioner yang harus diisi mengenai identitas pribadi dan juga memberikan tangapan mengenai variable budaya kerja. Untuk mengukur perbedaan budaya kerja sebelum dan sesudah pembagian saham digunakan alat analisis uji beda (t-test). Hipotesa dari penelitian ini adalah ada perbedaan budaya kerja sesudah pembagian saham. Sebelum menganalisis uji beda (t-test) terlebih dahulu dilakukan analisis uji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan analisis validitas dan reliabilitas diperoleh hasil yang bervariasi kemudian akan diambil semua item pertanyaan budaya kerja yang dinyatakan valid dan reliable (t hitung>t tabel (0.228)). Untuk membuktikan hipotesa yang ada, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis hasil kuesioner dengan analisis uji beda (t-test). Dari analisis uji beda (t-test) diketahui bahwa variable budaya kerja sebelum dan sesudah implementasi Employee Stock Ownership Plans (ESOP) pada BRI Cabang Cik Ditiro Yogyakarta berdasarkan perbandingan nilai t hitung diketahui sebesar –1.850 lebih kecil nilai t tabel diketahui sebesar 2.0378, berarti Ho di terima maka tidak ada perbedaan budaya kerja sebelum dan sesudah implementasi Employee Stock Ownership Plans (ESOP). Sehingga hipotesis penelitian ini tidak terbukti. Kata kunci : Go public, ESOP, Budaya Kerja.

 Suryadi Kamto

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT TOKO SRI JAYA GYPSUM DI SLEMAN

Tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk mengetahui sikap konsumen terhadap atribut Toko Sri Jaya Gypsum, untuk mengetahui atribut yang paling berperan dalam hal lokasi, kualitas produk, display barang, harga, pelayanan karyawan, tempat parkir, faslitas, kelengkapan produk yang ditawarkan oleh Toko Sri jaya Gypsum dan mengetahui apakah ada perbedaan sikap konsumen dilihat dari profil konsumen. Berdasarkan tujuan diatas, maka alat analisis yang digunakan oleh penulis adalah analisis MAM, analisis Peringkat Perankingan Atribut, analisis Chi Square. Analisis MAM bertujuan untuk mengetahui sikap seseorang dicerminkan dari belief (kepercayaan) dan importance / kepentingan orang tersebut terhadap sekumpulan atribut dari suatu objek. Analisis Peringkat Perankingan Atribut bertujuan untuk mengetahui atribut apa yang paling berperan dalam pertimbangan konsumen untuk menjadi konsumen Toko Sri Jaya Gypsum. Sedangkan Chi Square  bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap konsumen terhadap atribut Toko Sri Jaya Gypsum dilihat dari karakteristik konsumen. Sesuai analisis diatas maka dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa dari perhitungan sikap konsumen didapatkan secara keseluruhan (Ab) adalah 17,48. Maka sikap konsumen terhadap atribut Toko Sri Jaya Gypsum adalah baik. Dari analisis Peringkat Perankingan Atribut bahwa atribut yang paling disukai konsumen adalah kualitas. Dari analisis Chi Square terlihat tidak ada perbedaan sikap konsumen jika dilihat dari jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan. Keyword: Sikap Konsumen, Atribut-Atribut, MAM

Nancy Ratna Juwita

ANALISIS HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PRESTASI KERJA PADA TOKO ROTI GANEP'S DI SURAKARTA

Dalam masa pembangunan dewasa ini, khususnya di bidang ekonomi, pembangunan dunia usaha bidang makanan berlangsung begitu cepat. Banyak perusahaan dengan bentuk dan jenis yang sama bermunculan. Toko Roti Ganep's sebagai perusahaan yang bergerak dibidang makanan menyadari akibat yang ditimbulkan dari munculnya perusahaan-perusahaan baru akan menambah ketatnya persaingan. Salah satu faktor penunjang untuk dapat menghadapi persaingan yang semakin ketat adalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Namun perlu disadari bahwa Sumber Daya utama suatu perusahaan adalah manusia, dalam hal ini adalah karyawan yang merupakan "asset yang sangat berharga". Perusahaan boleh memiliki peralatan yang mutakhir, modal yang banyak dan metode, tetapi tanpa didukung oleh Sumber Daya Manusia tidak ada artinya. Dengan kata lain faktor manusia punya peranan yang strategis dalam menentukan berhasil tidaknya perusahaan mencapai tujuan. SDM sebagai faktor strategis dalam pencapaian tujuan perusahaan, diperlukan pengelolaan SDM dengan memberikan dorongan atau motivasi yang dapat memacu peningkatan prestasi kerja karyawan. Pada akhirnya dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu prestasi perusahaan. Dalam memotivasi karyawan tidak hanya melalui materi saja sebagai bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan, tetapi lebih pada bagaimana karyawan tersebut merasa dihargai dan diperlakukan selayaknya manusia bukan sebagai mesin produksi. Disinilah diperlukan pemimpin yang mampu menyeimbangkan antara apa yang diinginkan karyawan dengan perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor motivasi kerja dengan prestasi kerja dan untuk mengetahui profil karyawan Toko Roti Ganep's di Surakarta. Hasil korelasi antara variabel motivasi kerja dengan variabel prestasi kerja mempunyai koefisien korelasi sebesar 0,592 dan tingkat signifikasi 0,000. Berdasarkan tafsiran koefisien hubungan atau arah hubungan ini menunjukkan kedua variabel mempunyai hubungan yang sedang dan signifikan. Kemudian hasil korelasi antara variabel prestasi kerja dengan variabel motivasi kerja mempunyai koefisien korelasi sebesar 0,592 dan tingkat signifikansi 0,000. Berdasarkan tafsiran koefisien hubungan atau arah hubungan ini menunjukkan kedua variabel mempunyai hubungan yang sedang dan signifikan. Berdasarkan analisis prosentase diperoleh hasil bahwa jenis kelamin yang paling dominan karyawan Toko Roti Ganep's di Surakarta adalah wanita yaitu sebanyak 72 orang (72%), jabatan yang paling dominan karyawan Toko Roti Ganep's di Surakarta adalah jabatan dibidang produksi yaitu sebanyak 36 orang (36%), usia responden yang paling dominan dalam penelitian adalah pada usia 15-25 tahun sebanyak 66 orang (66%) dan masa kerja responden yang paling dominan dalam penelitian ini adalah antara 1-5 tahun sebanyak 66 orang (66%). Kata Kunci : Motivasi, prestasi kerja dan variabel.

Elmi Tanggerahi

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM "SINAR KASIH" TENTENA KABUPATEN POSO

Rumah Sakit sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia, karena menyangkut pencegahan dan pengobatan penyakit seseorang. Rumah Sakit harus terus menerus menciptakan dan menyempurnakan program dan fasilitas-fasilitas medis untuk meningkatkan kesetiaan konsumen dan persaingan yang semakin ketat, selain itu Rumah Sakit harus menyediakan tenaga-tenaga medis yang terampil dan terlatih serta mempunyai kemampuan untuk menjalankan program dan tugasnya dengan baik. Bertitik tolak dari persaingan yang sangat ketat ini, maka didalam penelitian ini akan meneliti tingkat kepuasan konsumen setelah konsumen tersebut menggunakan jasa pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Umum Sinar Kasih Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Untuk itu diambil judul Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Pada Rumah Sakit Umum "Sinar Kasih" Tentena, Poso. Dari penjelasan diatas, maka permasalahannya adalah bagaimana profil konsumen rawat inap rumah sakit umum Sinar Kasih dan apakah pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Sinar Kasih sudah memberikan kepuasan terhadap konsumennya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana profil konsumen rawat inap Rumah Sakit Umum Sinar Kasih dan untuk mengetahui bagaimana kepuasan Pasien terhadap pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Umum Sinar Kasih. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Validitas dan Analisis Reliabilitas, Analisis Prosentase, Analisis Kepuasan Pelanggan, Analisis Chi-Square. Dari data yang ada maka kesimpulannya adalah kepuasan konsumen terhadap pelayanan rawat inap pada Rumah Sakit Umum "Sinar Kasih" Tentena, Poso adalah Netral

Rita Natalia Sihombing

Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Komitmen Profesional Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Perawat di Rumah Sakit Bethesda)

Perawat merupakan salah satu faktor penting bagi rumah sakit agar dapat bertumbuh, berkembang, dan mempertahankan kelangsungan hidupnya sehingga menciptakan organisasi yang sehat. Perawat bisa menjadi tolak ukur citra suatu lembaga rumah sakit. Mereka dituntut dalam hal kemampuan dan kualitasnya. Namun untuk menuntut hal itu sudah sewajarnya bagi pihak rumah sakit juga memberikan kepuasan kerja bagi mereka dalam menjalankan profesi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepuasan kerja dan motivasi yang diberikan pada para perawat di rumah sakit Bethesda. Langkah apa yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat rumah sakit Bethesda, apakah dengan komitmen organisasional, komitmen professional, atau motivasi. Dari data yang telah didapat, peneliti kemudian membuktikannya melalui alat analisis yang disebut SEM (Struktural Equation Modeling). Tujuannya adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh komitmen organisasional, komitmen professional, dan motivasi baik secara langsung maupun tidak langsung dan bagaimana komitmen organisasional dan komitmen professional terhadap motivasi. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara komitmen professional terhadap motivasi. Sedangkan pengaruh komitmen organisasional dan komitmen professional baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui motivasi) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Kata kunci : komitmen organisasional, komitmen professional, motivasi, kepuasan kerja, structural equation modeling.

Andi Umbu Sunga Samani

PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA  TERHADAP KINERJA KARYAWAN  PT JAMSOSTEK YOGYAKARTA

Peran serta tenaga kerja dalam pembangunan nasional semakin meningkat dengan disertai berbagai tantangan dan resiko yang dihadapinya. Oleh karena itu kepada tenaga kerja perlu diberikan perlindungan, pemeliharaan dan peningkatan kesejahtraannya, sehingga pada gilirannya akan dapat meningkatkan produktivitas nasional. Bentuk perlindungan, pemeliharaan, dan peningkataan kesejahteraan dimaksud diselenggarakan dalam bentuk program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang bersifat dasar, dengan berasaskan usaha bersama, kekeluargaan, dan gotong-royong sebagaimana terkandung dalam jiwa dan semangat Pancasila dan UUD 1945. Pada dasarnya program ini menekankan pada perlindungan bagi tenaga kerja yang relatif mempunyai kedudukan yang lebih lemah. Oleh karena itu pengusaha memikul tanggung jawab utama, dan secara moral pengusaha mempunyai kewajiban untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja. Disamping itu, sudah sewajarnya apabila tenaga kerja juga berperan aktif dan ikut bertanggung jawab atas pelaksanaan program Jaminan Sosial Tenaga Kerja demi terwujudnya perlindungan tenaga kerja dan keluarganya dengan baik."Tidak ada perdamaian abadi tanpa keadilan sosial, Tidak ada keadilan sosial tanpa jaminan sosial". Penelitian ini dilakukan pada 30 orang pegawai kantor cabang JAMSOSTEK Yogyakarta yang menjadi responden dalam penelitian ini. Para responden diberi kuesioner yang harus mereka isi mengenai identitas pribadi mereka, juga tanggapan mereka mengenai variabel motivasi dan kepuasan kerja pegawai. Untuk mengukur pengaruh motivasi dan kepuasan kerja pegawai terhadap kinerja digunakan alat analisis korelasi, analisis regresi linear berganda, uji t – test, uji f – test. Hipotesis dari penelitian ini adalah motivasi dan kepuasan kerja secara bersamasama mempunyai pengaruh yang kuat dan positif terhadap kinerja. Sebelum menganalisis kuesioner, terlebih dahulu analisis uji validitas dan uji reliabilitas. Berdasarkan analisis validitas dan relibilitas diperoleh hasil bahwa semua butir item pertanyaan yang ada dinyatakan valid dan reliabel. Untuk membuktikan hipotesa yang ada, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis hasil kuesioner dengan analisis regresi linear berganda. Diketahui bahwa variabel motivasi memiliki koefisien sebesar 0,005264 dengan tingkat signifikansi 0,743 ini menunjukan ada pengaruh tapi tidak signifikan terhadap variabel kinerja sedangkan variabel kepuasan kerja memiliki koefisien sebesar 0,481 dengan tingkat signifikansi 0,005 ini menunjukan tidak ada pengaruh terhadap variabel kinerja. Apabila diuji secara bersama-sama variabel motivasi dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang kuat dan positif terhadap kinerja dengan koefisien sebesar 7,222 dan tngkat signifikansi 0,003. Kata kunci : Motivasi, Kepuasan Kerja, Dan Kinerja.

Herman Yosep Silverius Dionyvan

PENGARUH PERATA LABA TERHADAP HARGA SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA

Keadaan perekonomian nasional yang kurang menguntungkan dewasa ini berawal dari adanya krisis moneter yang berkepanjangan yang membuat para investor harus cermat dan teliti dalam menanamkan dananya khususnya di pasar modal. Laporan keuangan dapat menjadi sesuatu yang sangat penting, karena jika kita ingin mengetahui mengenai suatu perusahaan, sumber terbaik yang dapat dilihat adalah laporan keuangan perusahaan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah laba. Perataan laba yang digunakan oleh pihak manajemen perusahaan membuat laba cenderung naik karena investor beranggapan bahwa nilai perusahaan tinggi. Penelitian yang diberi judul "Pengaruh Perata Laba Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta" ini membahas mengenai apakah perata laba berpengaruh terhadap harga saham. Dalam hal ini khususnya perusahaan perbankan dengan jumlah sampel 17 perusahaan yang akan menjadi sampel penelitian ini. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan model statistik deskriptif (Pooled Least Squares) untuk membandingkan perata laba berpengaruh terhadap harga saham atau tidak berpengaruh. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui apakah perata laba berpengaruh terhadap harga saham, maka dari analisis penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perata laba tidak berpengaruh terhadap harga saham tidak terbukti.

Fortuna Yuno Adji Setiawan

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP JASA PT MERPATI NUSANTARA AIRLINES DI YOGYAKARTA

Kepuasan konsumen merupakan orientasi pemasaran yang semakin penting untuk dilaksanakan, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan serta memelihara konsumen menjadi pelanggan yang setia. Dengan demikian kepuasan konsumen merupakan landasan utama untuk dapat memenangkan persaingan, khususnya pada era persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif serta perilaku konsumen yang semakin kritis dalam melakukan pembelian.Pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan konsumen adalah sesuatu yang sangat penting dan harus diperhatikan bagi semua perusahaan agar dapat mencapai keberhasilan dalam memasarkan jasa mereka, karena kegiatan pemasaran yang di lakukan perusahaan diarahkan untuk dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.Sekarang ini banyak muncul perusahaan-perusahaan jasa di bidang penerbangan yang menawarkan dan memasarkan produknya sangat bervariasi dan kompetitif untuk dapat menarik konsumen dan menghasilkan laba semaksimal mungkin, selain itu faktor keselamatan dan kepuasan konsumen mempunyai peranan penting di dalam perkembangan perusahaan di bidang penerbangan kedepan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : "Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Jasa PT. Merpati Nusantara Airlines Di Yogyakarta". Dalam Penelitian ini, penulis menentukan atribut yang akan diteliti yaitu, pelayanan, schedule, harga, promosi,dan fasilitas. Sedangkan profil konsumen yang diteliti meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut- atribut jasa pada PT. Merpati Nusantara Airlines serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kepuasan konsumen PT. Merpati Nusantara Airlines ditinjau dari profil konsumen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepuasan konsumen terhadap jasa PT. Merpati Nusantara Airlines di Yogyakarta adalah biasa- biasa saja.

Charly Reynhart Panjaitan

HUBUNGAN ANTARA TINDAKAN SUPERVISI (KEPEMIMPINAN DAN MENTORING, KONDISI KERJA, PENUGASAN) DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI CV SEMBADA PRIMA YOGYAKARTA

Manusia adalah salah satu faktor yang penting dalam perusahaan dan merupakan aset yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan seiring dengan perkembangan tekhnologi yang semakin maju dengan pesat. Hal ini menunjukkan bagaimana pentingnya keberadaan sumber daya manusia di suatu perusahaan atau organisasi. Dengan kemampuan untuk merumuskan visi dan misi perusahaan serta kemampuan untuk memperoleh dan mengerahkan sumber-sumber daya lainnya untuk menerapkan strategi perusahaan dan mewujudkannya manajemen SDM sekali lagi membuktikan bahwa MSDM merupakan faktor penting yang dapat bertahan dan terus berkembang dalam menghadapi persaingan global. Tantangan yang dihadapi perusahaan dan organisasi saat ini adalah bagaimana menciptakan suatu tindakan yang berhubungan dengan kepuasan kerja karyawannya. Tindakan Supervisi seperti Kepemimpinan dan Mentoring, Kondisi Kerja, Penugasan merupakan cara-cara yang dilakukan supervisor dalam mengidentifikasi atau tidaknya kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja menjadi hal yang begitu penting untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan. Dalam penelitian skripsi ini penulis mengankat masalah hubungan tindakan supervisi (kepemimpinan dan mentoring, kondisi kerja, penugasan) dengan kepuasan kerja karyawan bagian produksi CV Sembada Prima Yogyakarta. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tindakan supervisi (kepemimpinan dan mentoring, kondisi kerja, penugasan) dengan kepuasan kerja karyawan dan variabel tindakan supervisi yang mana yang paling berhubungan dengan kepuasan kerja karyawan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis korelasi rank spearman dengan menggunakan uji Z dalam pengujian hipotesanya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan supervisi (kepemimpinan dan mentoring, kondisi kerja, penugasan) mempunyai hubungan yang kuat dengan kepuasan kerja karyawan dan variabel tindakan supervisi penugasan merupakan variabel yang paling berhubungan positif dengan kepuasan kerja karyawan.

Ernest Zacharia Marisko

ANALISIS TARGET PASAR MAJALAH MUSIK BEAT CHORD DI YOGYAKARTA

Tantangan yang dihadapi oleh kebanyakan produsen pada masa – masa sekarang ini adalah mengenai bagaimana cara untuk membangun , mengelola , dan mempertahankan bisnis yang sehat dan kompetitif dalam pasar serta lingkungan yang terus berubah . persaingan yang sangat ketat membuat pihak manajemen produsen harus dengan tepat memilih dan menerapkan strategi – strategi yang berwawasan pasar , artinya setiap produsen harus mengevaluasi dan memilih pasar sasaran yang hendak dibidik . Pemasaran merupakan inti dari setiap produsen didalam usaha untuk memasarkan produk atau jasa yang akan ditawarkan . Produk yang beredar di pasar menjadi sangat kompleks dengan berbagai keistimewaan atribut yang melekat pada setiap produknya . Hal ini tentu saja semakin membuat konsumen memiliki banyak sekali alternatif dan variasi dalam mengkonsumsi produk maupun jasa . Maraknya persaingan bisnis majalah musik di Indonesia , menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk diteliti . Berbagai atribut seperti bonus serta fasilitas pendukung yang ditawarkan termasuk harga yang bersifat kompetitif , menjadikan bisnis ini membutuhkan strategi – strategi tertentu dari pihak manajemen untuk dapat bertahan , berkembang , maupun unggul di dalam persaingan . Salah satu dari banyaknya strategi yang dapat digunakan dan diterapkan oleh pihak manajemen adalah dengan melakukan analisis segmentasi pasar . Tujuan yang hendak dicapai melalui strategi ini adalah untuk mengidentifikasi segmen pasar manakah yang dapat dilayani secara efektif dan terus menerus . Dalam penelitian ini , penulis mencoba untuk meneliti target pasar dari majalah musik Beat Chord di Yogyakarta . Penelitian ini diharapkan dapat melihat secara tidak langsung siapakah pasar sasaran dari majalah musik Beat Chord di Yogyakarta , dan profil konsumen dari target market tersebut . Untuk mendukung penelitian tersebut , penulis menggunakan analisis persentase , cluster , dan crosstabs . Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa yang konsumen yang dijadikan pasar sasaran oleh majalah musik Beat Chord adalah responden yang berjenis kelamin pria , usia berkisar antara > 20 – 25 tahun , dengan status belum menikah , yang memiliki pendidikan terakhir atau sedang menjalani pendidikan perguruan tinggi , serta memiliki pendapatan per bulan > RP. 100.000,- - Rp. 125.000,- dan berprofesi sebagai mahasiswa

Adi Wibowo

PERBANDINGAN ASOSIASI MEREK ANTARA ROKOK SAMPOERNA A MILD DENGAN ROKOK DJARUM L.A. LIGHT DI KOTAMADYA YOGYAKARTA

Suatu yang baru muncul dalam produk dan jasa, maka unsur persaingan akan timbul dan tidak terelakkan. Seperti halnya antara produk rokok Sampoerna A Mild dengan rokok Djarum L.A. Light, keduanya saling bersaing untuk memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut pangsa pasar sebagai asset bagi perusahaannya. Keberhasilan merek adalah kemampuannya merebut tempat dalam pikiran memberikan jalan bagi merek untuk memenangkan hati. Sekali hati sudah dimenangkan, maka perusahaan memperoleh apa yang  dicari, yaitu penjualan dan keuntungan. Keberhasilan merek memenangkan pikiran dapat diukur dengan asosiasi merek. Jika merek dari produk atau jasa dari suatu perusahaan tersebut mendapatkan kesan yang baik di diri konsumen, maka konsumen dapat mengasosiasikan merek dari produk atau jasa tersebut. Asosiasi merek menjadi begitu penting bagi pelaku kompetisi.  Asosiasi merek sendiri adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Jadi asosiasi merek merupakan ringkasan persepsi. Karakteristik unik dari pemasaran modern bertumpu pada penciptaan merek yang bersifat membedakan. Riset pemasaran telah dilancarkan untuk membantu mengidentifikasi dan mengembangkan basis-basis pembeda merek. Keunggulan suatu merek dapat mengurangi nilai penting harga dalam keputusan pembelian dan dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap produk tersebut. Dengan loyalitas maka perusahaan telah merebut hati konsumen. Asosiasi merek dari produk tersebut sangat menentukan keberhasilan produk itu sendiri. Untuk mendapatkan asosiasi merek yang baik dari pasar, maka setiap perusahaan harus benar-benar sermat dan tepat dalam memilih strategi-strategi untuk bersaing.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui profil konsumen rokok Sampoerna A Mild dan rokok Djarum L.A.Light berdasarkan jenis kelamin, pekerkjaan, dan pendapatan dengan menggunakan metode prosentase. Kedua untuk mngetahui asosiasi konsumen terhadap produk roko Sampoerna A mild dan rokok Djarum L.A.Linght dengan menggunakan metode analisis Cochran dimana uji yang diugunakan untuk mengukur seberapa jauh konsumen mengaitkan sebuah merek dengan satu atau beberapa atribut sehingga nantinya akan membentuk suatu Brand Image. Uji Cochran digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal atau untuk informasi dalam bentuk terpisah dua (dikotomi), misal "ya" atau "tidak". Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada persamaan dan perbedaan dari atribut asosiasi antara Sampoerna A mild dengan Djarum L.A.Light. MAsing-masing atribut bisa dijadikan patoakan bagi perusahaan Sampoerna dan Djarum untuk mempertahankan dan menentukan strategi selanjutnya dalam melakukan kebijakan pemasaran.

Jeffry Lianto

KINERJA KEUANGAN PT. BRI, TBK SEBELUM DAN SETELAH GO-PUBLIC (DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL)

Penelitian ini tentang analisis kinerja keuangan PT. BRI, Tbk sebelum dan setelah go-public dengan menggunakan Metode CAMEL ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh go-public terhadap perkembangan kinerja keuangan BRI. Indikator-indikator CAMEL adalah Capital, Asset, Management, Earnings (Rentabilitas), Liquidity (Likuiditas). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa indikator-indikator CAMEL menunjukan kinerja keuangan BRI sebelum dan setelah go-public. Hal ini berarti bahwa terjadi perubahan kinerja keuangan BRI antara sebelum dan stelah go-public dan mengalami peningkatan setelah go-public.

Lusiana Sutedjo

ANALISIS EFISIENSI PASAR MODAL BENTUK SETENGAH KUAT DI BURSA EFEK JAKARTA BERDASARKAN KEBIJAKAN PEREKONOMIAN DALAM NEGERI (EVENT STUDY PADA KENAIKAN HARGA BBM PADA TANGGAL 1 OKTOBER 2005)

Peristiwa kenaikan harga BBM apakah berkaitan erat dengan stabilitas erat dengan stabilitas perekonomian suatu Negara. Dengan adanya kebijakan perekonomian yang mengancam stabilitas Negara, apakah akan berdampak buruk atau sebaliknya, seperti kenaikan BBM yang terjadi pada tanggal 1 oktober 2005, Peneliti mengambil data dengan mengumpulkan dari pojok Bursa Efek Jakarta Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta yaitu dicari data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dilihat secara harian antara tanggal 6 Mei 2005 sampai dengan 6 Oktober 2005. Pada penelitian ini obyek yang diteliti adalah Indeks Harga Saham Gabungan harian, diambil 103 hari sebelum hari peristiwa samapi 3 hari setelah hari peristiwa dengan alasan untuk mengcover informasi yang berhubungan dengan kenaikan harga BBM periode estimasi yang digunakan paling kecil. Hari peristiwa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah saat diumumkannya Kenaikan harga BBM pada tanggal 1 Oktober 2005. Periode estimasi dimulai 6 Mei 2005 sampai 27 September 2005, Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menguji apakah pada perisiwa kenaikan harga BBM pasar modal Indonesia efisien pada bentuk setengah kuat Hasil dari penelitian ini yaitu pada periode jendela -3, -2, 0, +1, +2, +3 hipotesis nol diterima, dan pada periode jendela -1 menyatakan abnormal return adalah sama dengan nol dipasar modal. Hal ini dapat dilihat pada BEJ yang efisien bentuk setengah kuat pada peristiwa kenaikan harga BBM. Kata Kunci : Pasar Modal Bentuk Setengah Kuat

 Ika Herawati

 Analisis Kesetiaan Konsumen Terhadap Merek Dagang Handphone Nokia Di Kota Yogyakarta

Era Globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas pasar produk dari perusahaan di Indonesia dan, di sisi lain, keadaaan tersebut memunculkan persaingan yang semakin ketat baik antar perusahaan domestik maupun perusahaan asing. Merek memegang peranan sangat penting, salah satunya adalah menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada konsumen. Membangun persepsi dapat dilakukan melalui jalur merek. Merek yang prestisius dapat disebut memiliki brand equity (ekuitas merek) yang kuat. Dengan semakin banyaknya jumlah pemain di pasar, meningkat pula ketajaman persaingan diantara merek-merek yang beroperasi di pasar dan hanya produk yang memiliki brand equity yang kuat yang akan tetap mampu bersaing, merebut dan menguasai pasar. Disini kita akan melihat bagaimana kesetian konsumen pada merek handphone Nokia. Hal inilah yang mendorong diadakannya penelitian ini yang berjudul " Analisis Kesetiaan Konsumen Terhadap Merek Dagang Handphone Nokia Di Kota Yogayakarta". Saya memberikan batasan atas penelitian yang saya lakukan. Ruang lingkupnya adalah konsumen yang tidak acuh terhadap  erek
yang satu dengan merek yang lainnya ( switcher ), kesetiaan yang terbagi ( habitual buyer ), kesetiaan beralih ( satisfied buyer ), peralihaan ewaktu-waktu ( liking the brand ) dan kesetiaan terhadap merek yang tidak terbagi (comitted buyer). Tujuannya untuk mengetahui kesetiaan konsumen terhadap merek produk handphone Nokia pada tahap kesetiaan yang tidak terbagi. Sedangkan untuk penelitiaan datanya saya menggunakan data primer berupa kuesioner dan data sekunder. Pengambilan samplingnya menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah skala likert, rata-rata, standar deviasi dan pengukuran loyalitas. Kesimpulan yang penulis peroleh dari analisis ini, responden yang memiliki prosentase terbesar yaitu tahap liking the brand yaitu 67,14 %, yang kemudian diikuti oleh tingkat satisfied buyer yaitu 64,28 %, kemudian habitual buyer yaitu 50 %, pada tingkatan committed buyer mengalami penurunan hingga mencapai tingkat prosentase 50 %, dan yang berada pada posisi prosentase terendah yaitu switcher senilai 15,71 %. Responden pada tingkat committed buyer disini belum mencapai sesuatu yang maksimal, kemungkinan hal ini didorong oleh adanya beberapa faktor kebutuhan konsumen yang belum dapat terpenuhi.

Budhi Sovianto

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP TRAVEL MAJU JAYA JURUSAN PURWOKERTO - YOGYAKARTA

Pada masa sekarang ini, persaingan bisnis antar perusahaan sejenis semakin ketat, untuk menghadapinya perusahaan harus selalu meningkatkan pelayanan dan memperbaiki kekurangan – kekurangan yang ada. Demikian juga dengan perusahaan jasa biro perjalanan Travel Maju Jaya. Salah satu usaha dalam menghadapi persaingan, perusahaan Travel Maju Jaya harus memperhatikan atribut – atribut yang ada, yaitu atribut kenyamanan, ketepatan waktu, harga, pelayanan, kondisi mobil, keterampilan sopir, AC, tempat duduk, tape cd dan bagasi. Karena itu sangat penting apabila konsumen merasa puas, maka tanggapan akan diperkuat dan konsumen akan cenderung menggunakan jasa angkutan travel lagi. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk meneliti mengenai atribut kenyamanan, ketepatan waktu, harga, pelayanan, kondisi mobil, keterampilan sopir, AC, tempat duduk, tape cd dan bagasi yang ada pada Travel Maju Jaya. Penulis melakukan penelitian ini dengan menggunakan beberapa alat analisis yaitu analisis validitas dan reliabilitas, analisis prosentase, analisis IKP serta Chi Square. Berdasarkan hasil dari analisis ini, maka dapat diketahui bahwa profil konsumen Travel Maju Jaya adalah konsumen dengan jenis kelamin wanita yang berusia antara 15 – 25 tahun, pendidikan terakhir SLTA, dengan tingkat pendapatan Rp.500.000 – Rp. 1.000.000 , berstatus pelajar atau mahasiswa. Berdasarkan hasil dan analisis Chi Square yang dilakukan pada Travel Maju Jaya adalah Ho diterima, hal ini menunjukan tidak adanya perbedaan kepuasan konsumen yang ditinjau dari jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pendapatan, dan pekerjaan. Kata Kunci : Kepuasan, Konsumen, dan Atribut.

Grace Candrawati

ANALISIS BRAND LOYALTY AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA

Setiap konsumen memiliki pertimbangan sendiri dalam memilih produk mana yang menjadi pilihannya. Beragamnya produk yang ditawarkan dalam berbagai merek oleh perusahaan dewasa ini telah meningkatkan keinginan konsumen untuk berpindah ke merek lain. Loyalitas pelanggan menjadi semakin penting sebab manusia menjadi lebih pemilih serta menyatakan haknya untuk memilih. Pelanggan yang loyal pada umumnya akan tetap melakukan pembelian produk merek yang telah lama dipakai walaupun dihadapkan pada banyak alternatif mereka produk pesaing yang menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dipandang dari berbagai sudut atributnya. AQUA adalah salah satu merek air minum dalam kemasan yang berdiri dibawah naungan PT Golden Mississipi. Air minum merek AQUA tetap bertahan di dunia usaha yang semakin ketat ini. Dari dulu orang mengartikan bahwa semua air minum dalam kemasan adalah AQUA. Tetapi sebenarnya dipasaran telah beredar produk air minum dalam kemasan yang berbeda merek, dan merek AQUA sendiri adalah nama sebuah merek bukan nama untuk mengartikan air minum dalam kemasan. Merek AQUA telah memenangkan suatu persepsi yang ditanamkan dibenak konsumen, dan untuk itu AQUA harus mengetahui posisinya di dalam benak konsumen tersebut. Berdasarkan alasan tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan mengambil judul "Analisis Brand Loyalty Air Minum Dalam Kemasan Merek AQUA". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana brand loyalty air minum dalam kemasan merek AQUA menurut pandangan mahasiswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan brand loyalty. Kuesioner tersebut diuji menggunakan Uji Reliabilitas dan Uji Validitas yang berfungsi untuk menguji instrument dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, apakah relevan dengan permasalahan yang diteliti. Sampel yang dipilih adalah metode sampling purposive sampling. Setelah itu, diukur skalanya menggunakan skala likert yang memperlihatkan tanggapan konsumen terhadap karakteristik suatu produk. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan variabel loyalitas merek yaitu pengukuran loyalitas merek duilakukan dengan memberikan bobot untuk setiap item pertanyaan. Perhitungan nilai responden untuk tiap item pertanyaan menunjukkan tingkat loyalitas merek. Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat bahwa tingkat loyalitas mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Kristen Duta Wacana terhadap air minum dalam kemasan merek AQUA berada pada tingkat liking the brand.

Edy Darmanto

ANALISIS ARTI PENTING DAN KINERJA ATRIBUT PELAYANAN TOKO TIME GALLERY YOGYAKARTA

Dewasa ini banyak bermunculan toko retail di Yogyakarta dan salah satu toko retail yang banyak diminati konsumen adalah Toko Time Gallery. Untuk memenangkan persaingan salah satunya perlu untuk mengetahui apakah banyak konsumen yang merasa tidak puas pada atribut pelayanan yang ditawarkan dan seberapa tingkat kepentingan suatu atribut serta untuk mengetahui apa yang sebaiknya pihak Toko Time Gallery yang buka belum ada 2 tahun ini lakukan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen berdasarkan arti penting dan kinerja atribut pelayanan perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada 100 responden yaitu mereka yang pernah berbelanja di Toko Time Gallery. Alat analisis yang digunakan antara lain : analisis prosentase, yaitu untuk mengetahui karakteristik/profil responden, sedangkan untuk menentukan arti penting dan kinerja artibut pelayanan perusahaan menggunakan alat analisis Importance Performance Analysis. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa :
1. Atribut yang mempunyai arti penting bagi konsumen, namun belum dilaksanakan dengan memuaskan oleh pihak Toko Time Gallery : keramahan pramuniaga dan kecepatan karyawan.
2. Atribut yang mempunyai arti penting bagi konsumen dan sudah dilaksanakan dengan memuaskan oleh pihak Toko Time Gallery : keanekaragaman produk yang dijual, kualitas produk yang dijual, pengetahuan akan barang oleh pramuniaga, harga, dan kenyamanan tata letak ruang.
3. Atribut yang dianggap tidak penting bagi konsumen dan pihak Toko Time Gallery juga melaksanakannya dengan tidak memuaskan pula adalah promosi.
4. Atribut yang dianggap tidak penting bagi konsumen namun dalam pelaksanaannya pihak Toko Time Gallery telah melakukan dengan memuaskan : lahan parkir dan kecekatan karyawan

Deibby Hellen Lina Manitik

FENOMENA METROSEKSUAL TERHADAP PERUBAHAN TREND GAYA HIDUP PRIA MASA KINI (Dalam Life Style Fashion di Kota Yogyakarta)

Evolusi trend gaya pria dari tahun 1970-an sampai sekarang berubah sangat drastis. Perubahan itu dapat dilihat dari fenomena pria metroseksual yang tiba-tiba menjadi gelombang buzzword diseluruh dunia dan dalam waktu singkat setiap pria akan menjadi bagian dari dari fenomena yang terjadi saat ini. Dengan adanya fenomena ini memberikan inspirasi yang baru bagi pemasar produk dalam hal fashion untuk merancang jenis pakaian yang bagaimana yang diinginkan oleh para pria metroseksual. Dan hal-hal apa sajakah yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Skripsi yang berjudul "Fenomena Metroseksual Terhadap Perubahan Trend Gaya Hidup Pria Masa Kini" (Dalam life style fashion di Kota Yogyakarta) dengan pendekatan Theory of Reasoned Action ini mencoba meneliti faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan sejauh mana pengaruh sikap terhadap fashion (attitude toward product), sikap terhadap pemilihan fashion (attitude toward behavior) serta rekomendasi (subjective norm) dalam hal memutuskan untuk membeli (behavior). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan program komputer AMOS. Dasar permodelan yang digunakan adalah Teori Tindakan Beralasan (Theory of Reasoned Action). Dari hasil penelitian, ternyata pengaruh sikap terhadap fashion (attitude toward product) dan sikap terhadap pemilihan fashion (attitude toward behavior) lebih besar dibanding rekomendasi (subjective norm) terhadap keputusan membeli (behavior). Keywoord: fenomena, pria metroseksual, gaya hidup dan fashion.

Andriyanto

ANALISIS ASOSIASI MEREK DALAM MEMBENTUK KESAN MEREK PADA PRODUK TEH BOTOL SOSRO DI KOTA YOGYAKARTA

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asosiasi merek yang membentuk kesan yang kuat pada produk teh botol Sosro. Brand equity (ekuitas merek) merupakan salah satu aset yang perlu dikelola secara baik. Ekuitas merek melibatkan berbagai program pemasaran dan brand strategy (strategi merek) untuk mencapai merek yang memiliki brand value (nilai merek) yang dapat menciptakan kepuasan pelanggan. Merek ini mampu memberikan pedoman, jaminan, kekuatan, keyakinan, dan harapan kepada pelanggan bahwa ia akan terpuaskan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling. Sampel penelitian ini adalah orang yang pernah mengkonsumsi teh botol Sosro di wilayah Kota Yogyakarta. Penentuan besarnya sampel sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan analisis persentase dan analisis Cochran Q Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin responden terbanyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 70%. Responden terbanyak mempunyai usia berkisar antara 36 -40 tahun yaitu sebanyak 36%. Responden terbanyak mempunyai tingkat pendidikan SLTA yaitu sebanyak 40%. Pekerjaan responden terbanyak adalah yang bekerja sebagai wiraswasta/pengusaha yaitu sebanyak 38%. Sedangkan pendapatan per bulan responden kebanyakan Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 yaitu sebanyak 31%. Hasil pengujian Cochran Q test menunjukkan bahwa asosiasi-asosiasi yang terdiri dari teh botol Sosro mudah disajikan, teh botol Sosro mempunyai rasa teh asli, dan merek teh botol Sosro sudah terkenal memiliki kemungkinan jawaban "ya" yang sama untuk setiap asosiasi, artinya terdapat hubungan yang signifikan antar asosiasi tersebut. Sehingga atribut-atribut yang membentuk kesan merek (brand image) yang kuat pada produk teh botol Sosro adalah teh botol Sosro mudah disajikan, teh botol Sosro mempunyai rasa teh asli, dan merek teh botol Sosro sudah terkenal.

Kristian Arianto Dharma

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP TOKO ROTI MUTIARA DI KOTA KUDUS JAWA TENGAH

Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap konsumen terhadap Toko Roti Mutiara. Sebagaimana kita lihat dan ketahui bahwa saat ini bermunculan toko roti sehingga mengakibatkan perlu adanya sikap yang dapat membuat konsumen menjadi tertarik untuk berbelanja. Dimana atribut yang ditawarkan adalah harga, produk, tempat, pelayanan dan kenyamanan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang merupakan data yang didapat langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang identitas responden dan atribut-atribut yang ditawarkan oleh Toko Roti Mutiara. Kuesioner tersebut diujji dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan relevan dengan permasalahan yang diteliti. Metode sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang merupakan konsumen Toko Roti Mutiara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis prosentase untuk mengetahui karakteristik responden yang paling banyak jumlahnya atau nilai prosentase tertinggi. Analisis selanjutnya menggunakan analisis Indeks Kepuasan Konsumen yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling banyak adalah berjenis kelamin wanita sebesar 60 %, kebanyakan berusia antara 21-29 tahun sebesar 26 %, dengan pekerjaan terbanyak adalah pegawai negeri/swasta sebesar 37 % dan kebanyakan berpenghasilan kurang dari 500.000 sebesar 44 %. Sikap konsumen terhadap Toko Roti Mutiara adalah netral/biasa-biasa saja. Hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai Indeks Kepuasan Konsumen secara keseluruhan terhadap Tokio Roti Mutiara sebesar 15,34 yang termasuk dala kategori netral berdasarkan skala likert.

Septiani Sri Asih

PENGARUH "CHILDREN SELF-BRAND CONNECTION" TERHADAP PEMILIHAN MEREK (Study pada SD Kanisius Kotabaru Jogyakarta)

Setiap orang dapat menggunakan merek untuk berkreasi dan mengkomunikasikan dirinya mengenai self-concept. Dengan adanya kreasi inilah maka muncul self-brand connection. Munculnya self-brand connection membuat banyak orang melakukan penelitian self-brand connection untuk orang dewasa, tapi hanya sedikit penelitian mengenai self-brand connection bagi anak-anak usia 6sampai dengan12 tahun. Secara teoritis anak-anak pada usia ini mengalami 3 fase perkembangan self- concept yang mempengaruhi pembelian merek. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teori self-brand connection pada anak-anak. Populasi penelitian adalah anak-anak usia 6 sampai dengan 12 tahun yang berada di Yogjakarta. Sedangkan Sampel Penelitian adalah siswa SD Kanisius Kota baru I studi eksperimen digunakan dalam penelitian ini . Peneliti mengunakan dua metode dalam pengumpulan data yang pertama responden memberikan jawaban pada kusioner. Metode yang kedua mengunakan alat bantu bendera dengan empat warna yang berbeda masing-masing warna mewakili satu variabel jawaban. Kedua, hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak pada usia 6 sampai dengan 12 tahun mengalami 3 fase perkembangan. Pertama, pada usia 6 sampai dengan 7 tahun anak-anak masih sederhana dalam mengkonsep dirinya. Hal ini berpengaruh terhadap perilaku mereka dalam pemilihan merek. Bagi anak-anak tersebut dalam memilih suatu merek yang mereka perhatikan hanya pada tampilan luarnya saja, yaitu pada kemasannya. Terutama pada gambar, warna serta tawaran hadiah yang berada didalam. Kedua, bagi anak-anak usia 8 sampai dengan 9 tahun memiliki self-brand connection yang lebih abstrak. Hal ini terlihat pada hasil jawaban responden, selain kemasan yang mereka lihat juga faktor rasa sudah menjadi bahan pertimbangan mereka. Ketiga, bagi anak-anak usia 10sampai dengan 12 tahun memiliki self-brand connection yang lebih komplek. Kemasan tidak lagi dominan dalam pemilihan merek yang terpenting adalah rasanya. Pada usia ini mereka juga sudah mempertimbangkan faktor lingkungan pada makanan yang mereka konsumsi. Uji One-Way ANOVA, diperoleh hasil bahwa rata-rata jawaban antar kelompok usia pada setiap situasi berbeda secara signifikan.

Henny Puspawati

PERBANDINGAN ASOSIASI MEREK ANTARA ROKOK SAMPOERNA A MILD DENGAN ROKOK DJARUM L.A. LIGHT DI KOTA YOGYAKARTA

Semakin meningkatnya persaingan yang ada akan semakin mengarahkan sistem perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut pangsa pasar salah satu asset untuk mencapai keadaan tersebut adalah Brand (merek), merek merupakan nama, istilah, simbol, disain, ataupun kombinasinya yang mengidentifikasikan suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Identifikasi tersebut juga berfungsi untuk membedakannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Lebih jauh, sebenarnya merek merupakan nilai tangible dan itangible yang terwakili dalam sebuah trademark (merek dagang) yang  mampu menciptakan nilai dan pengaruh tersendiri di pasar bila diatur dengan tepat saat ini merek sudah menjadi konsep yang komplek dengan sejumlah ratifikasi teknis dan psikologis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui profil konsumen rokok Gudang Garam Filter berdasarkan jenis kelamin, pendapatan, status, pekerjaan dengan menggunakan metode prosentase. Kedua untuk mengetahui asosiasi konsumen terhadap produk rokok Gudang garam Filter dengan menggunakan metode analisis Cochran dimana uji yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh konsumen mengkaitkan sebuah merek dengan satu atau beberapa atribut sehingga nantinya akan membentuk suatu Brand Image. Uji Cochran digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal atau untuk informasi dalam bentuk terpisah dua (dikotomi), misalnya "ya" atau "tidak". Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kesembilan atribut mengena di benak konsumen dan secara bersama-sama mampu membenuk brand image bagi produk rokok Gudang Garam Filter, sehingga hal ini bisa menjadi patokan bagi perusahaan Gudang Garam untuk mempertahankan dan menentukan strategi selanjutnya dalam melakukan kebijakan pemasaran.

Abednego Jimmy Irawan

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KLUB ADE RAI DI YOGYAKARTA

Penelitian yang berjudul "Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Klub Ade Rai di Yogyakarta" ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap atribut Klub Ade Rai, dan untuk mengetahui profil konsumen. Ini untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, persaingan ini menuntut para pengusaha fitness centre untuk dapat berkompetisi secara sehat, dalam menanggapi persaingan tersebut, pengusaha fitness centre harus tahu siapa pelanggannya dan mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, dan untuk mengetahui profil konsumen, maka atribut yang diteliti meliputi keramahan resepsionis, pelayanan instruktur, kenyamanan suasana fitness, fasilitas air minum, fasilitas sauna, fasilitas musik, fasilitas tempat duduk, food supplement yang lengkap, fasilitas kafe, fasilitas ac, harga yang terjangkau, potongan harga / diskon, kelengkapan peralatan fitness, kualitas peralatan fitness, tata letak peralatan fitness, lokasi yang strategis. Dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan, penulis menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Menggunakan alat analisis prosentase untuk mengetahui profil konsumen, dan analisis indeks kepuasan pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan. Sebelum menggunakan alat analisis ini data yang diperoleh dari jawaban kuesioner tersebut, diolah dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan terhadap Klub Ade Rai berada pada tingkat yang memuaskan. Dan dalam hal ini tidak terdapat perbedaan kepuasan pelanggan ditinjau dari jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan pelanggan. Kata Kunci : Kepuasan Konsumen, Metode Indeks Kepuasan Pelanggan

Daniel Chandra. W

VARIABEL YANG MEMBENTUK ASOSIASI MEREK HANDPHONE SIEMENS BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN (STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA)

Brand association adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Kesan-kesan yang terkait akan merek akan meningkat dengan semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan semakin seringnya penampakan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Suatu merek yang telah mapan akan memiliki posisi menonjol dalam persaingan apabila didukung oleh berbagai asosiasi yang kuat. Berbagai beberapa asosiasi merek yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut brand image. Pada umumnya asosiasi merek (terutama yang berbentuk brand image) dijadikan pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan loyalitasnya pada merek yang bersangkutan. Dalam prakteknya, didapati banyak sekali kemungkinan asosiasi dan variasi dari brand association yang dapat memberikan nilai bagi suatu merek. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap asosiasi merek handphone Siemens menunjukkan bahwa, variabel yang membentuk brand assosiasi handphone Siemens terdiri dari : sinyal yang kuat, fasilitas menu yang lengkap, mudah untuk digunakan, model handphone yang menarik, tahan lama (awet), serta harga yang sesuai dengan kualitas produk. Hasil uji Chi Square dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan persepsi konsumen terhadap variabel fasilitas menu yang lengkap ditinjau dari perbedaan uang sakuS dalam satu bulan. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
terutama bagi manajemen PT. Dian Graha Elektronik (PT. DGE) untuk dapat merancang strategi produk yang baik agar lebih banyak lagi asosiasi merek handphone Siemens serta strategi pemasaran yang tepat bagi perusahaan. Kata kunci : Brand image dan Brand assosiasi

Nanie Wijaya

PENGARUH PERSEPSI KUALITAS TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA

Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta pada saat ini merupakan peluang sekaligus lahan untuk bersaing, berlomba, mencetak dan mempersiapkan generasi bangsa yang unggul dalam segala bidang. Adanya persaingan tersebut menuntut manajemen perguruan tinggi untuk lebih giat aktif memajukan perguruan tingginya masing-masing. Dalam hal ini perguruan tinggi harus mampu memberikan kualitas layanan yang tinggi bagi mahasiswanya supaya mahasiswa merasa nyaman dalam mengikuti sistem perkuliahan di perguruan tinggi tersebut dan juga supaya perguruan tinggi tersebut dapat terus berkembang. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Pengaruh Persepsi Kualitas Terhadap Kepuasan Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah: Apakah persepsi kualitas mempengaruhi kepuasan mahasiswa UKDW. Penelitian ini merupakan replikasi penelitian dari parasurahman,et.al(1988) yang membahas tentang SERVQUAL. Dimana didalam SERVQUAL terdapat 5 dimensi yaitu: dimensi tangible, dimensi reliability, dimensi responsiveness, dimensiassurance dan dimensi empaty. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 responden dengan ketentuan: responden adalah mahasiswa angkatan 2004 keatas. Uji instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis dan cronbach alpha. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi berganda karena jumlah variabel bebas yang digunakan lebih dari satu. Setelah dianalisis, maka dapat diketahui bahwa dimensi tangible, dimensi reliability, dimensi empaty dan persepsi kualitas secara signifikan mempengaruhi kepuasan mahasiswa UKDW (terbukti). Sedangkan dimensi responsiveness dan dimensi assurance ternyata secara signifikan tidak mempengaruhi kepuasan mahasiswa UKDW (tidak terbukti).

Debby Sulistiawati

PERBANDINGAN ASOSIASI KONSUMEN ANTARA HANDPHONE MEREK NOKIA DAN HANDPHONE MEREK SONY ERICSSON (STUDI KASUS MAHASISWA FALKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA)

Brand association adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Kesan-kesan yang terkait akan merek akan meningkat dengan semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan semakin seringnya penampakan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Suatu merek yang telah mapan akan memiliki posisi menonjol dalam persaingan apabila didukung oleh berbagai asosiasi yang kuat. Berbagai beberapa asosiasi merek yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut brand image. Pada umumnya asosiasi merek (terutama yang berbentuk brand image) dijadikan pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan loyalitasnya pada merek yang bersangkutan. Dalam prakteknya, didapati banyak sekali kemungkinan asosiasi dan variasi dari brand association yang dapat memberikan nilai bagi suatu merek. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap Asosiasi Konsumen Antara Handphone Merek Nokia Dan Handphone Merek Sony Ericsson. menunjukkan bahwa, ada sedikit perbedaan Asosiasi Konsumen terhadap Handphone Merek Nokia Dan Handphone Merek Sony Ericsson yaitu chover / cashing dapat di ganti
dan baterray kuat.Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan terutama bagi manajemen Hanphone Sony Erricsson untuk dapat mengembangkan produknya dengan kualitas yang lebih baik. Dan handphone nokia harus lebih berhati- hati dalam menghadapi pesaing. Kata kunci : Brand image dan Brand assosiasi.

Shanty Gunawan

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT-ATRIBUT RITEL VALU$ DI YOGYAKARTA

Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk megetahui kepuasan konsumen dari atribut-atribut yang ditawarkan dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut Ritel Valu$ Yogyakarta ditinjau dari profil konsumen, yaitu usia, status, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Penelitian ini dilakukan pada konsumen Ritel Valu$ di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan sampel sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut kepentingan dan atribut kepuasan Ritel Valu$. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan reliabilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa indek kepuasan konsumen berada pada tingkat PUAS (IKK sebesar 130,9) terhadap atribut yang ada dan tidak terdapat perbedaan kepuasan konsumen ditinjau dari usia, status, tinkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan pekerjaan. Dengan kata lain pihak pengelola Ritel Valu$ telah mampu memberikan kepuasan yang terbaik bagi pelanggan atau konsumennya dan tidak ada perbedaan kepuasan bagi konsumen dari segi profilnya. Kata Kunci : Kepuasan, konsumen.

Fredy Nugroho Singgih

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA WAROENG STEAK & SHAKE DI YOGYAKARTA

Penelitian ini berjudul pengaruh Faktor-Faktor Kepuasan Konsumen terhadap Loyalitas Konsumen Waroeng Steak & Shake di Yogyakarta. Dimana kepuasan konsumen akan diukur melalui atribut produk, atribut pelayanan dan atribut pembelian, lalu untuk loyalitas konsumen akan diukur melalui keseringan, rekomendasi dan nyaman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepuasan konsumen di Waroeng Steak & Shake mendapat penilaian yang cenderung baik, beberapa atribut masih mempunyai variasi penilaian yang tinggi dan terdapat hubungan pengaruh positif yang signifikan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas konsumen, demikian hasil penelitian mendukung konsep-konsep teori tentang kesetiaan merek. Kata kunci : Kepuasan, Loyalitas konsumen

Marchel Pattinama

 HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN PRESTASI KERJA PADA KARYAWAN PT. BANK MALUKU

Perusahaan sekarang ini membutuhakan sumber daya manusia yang bukan hanya terampil dan potensial saja tetapi dibutuhkan karyawan yang bersedia untuk berusaha demi kepentingan perusahaan dan terlibat secara penuh dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Kekuatan sumber daya manusia dibentuk oleh sifat dan karakter dari masing-masing individu yang dituangkan dalam bentuk penyatuan pandangan untuk tujuan organisasi. Untuk itulah prestasi kerja yang tinggi diperlukan oleh perusahaan, semakin banyak karyawan yang berprestasi tinggi maka kinerjaan
produktifitas perusahaan secara keseluruhan akan semakin meningkat dan perusahaan dapat bertahan dalam persaingan. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi kerja seorang karyawan adalah hubungan kerja dengan orang lain, dalam membangun hubungan dengan orang lain seorang karyawan melibatkan suasana emosi yang memberi dorongan untuk bertindak. Oleh sebab itu penulis melakukan penelitian tentang : Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Prestasi Kerja Karyawan PT. Bank Maluku. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang terdiri dari karyawan laki-laki sebanyak 20 orang dan perempuan sebanyak 20 orang. Karyawan usia 20-30 tahun sebanyak 10 orang, usia 31-40 sebanyak 26 orang, usia diatas41 tahun 4 orang. Karyawan berpendidikan SLTA sebanyak 24 orang, Diploma sebanyak 2 orang, Sarjana sebanyak 14 orang. Faktor-faktor kecerdasan emosi yang diukur dengan prestasi kerja adalah kesadaran emosi, kebugaran emosi, kedalaman emosi dan alkimia emosi. Keempat faktor tersebut mempunyai hubungan yang signifikan dan positif dengan prestasi kerja ini dilihat dari nilai koefisien masing-masing faktor antara lain kesadaran emosi sebesar 0,373, kebugaran emosi sebesar 0,467, kedalaman emosi sebesar 0,432, dan alkimia emosi sebesar 0,384. Dengan demikian hasil ini menunjukan bahwa kebugaran emosi memiliki hubungan yang cukup kuat dengan prestasi kerja. Masing-masing karyawan memiliki kecerdasan emosi yang berbeda-beda dilihat dari umur, artinya semakin tua umur karyawan tersebut maka semakin tinggi kecerdasan emosinya. Dilihat dari tingkat pendidikan juga ada perbedaan, semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi juga kecerdasan emosi karyawan tersebut. Dilihat dari jenis kelamin antara karyawan laki-laki dan perempuan mempunyai kecerdasan emosi yang berbeda. Kata kunci : kecerdasan emosi, prestasi kerja

Iwan Hardiyanto

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP TELEVISI MEREK TCL DI YOGYAKARTA

Skripsi ini dibuat untuk mengetahui apakah konsumen puas terhadap produk dari televisi merek TCL. Televisi TCL merupakan perusahaan elektronik yang dalam usahanya ingin bertahan hidup diera persaingan yang ketat. Dalam aktifitasnya, perusahaan elektronik TCL ini juga mengalami hambatan dan tantangan dalam menghadapi persaingan didunia usaha sekarang ini. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul " Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Televisi Merek TCL Di Yogyakarta ". Penelitian ini dilakukan pada konsumen televisi TCL Kota Yogyakarta dengan sample sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut-atribut yang ada pada televisi TCL. Alat analisis yang digunakan untuk mengukur seberapa besar kepuasan terhadap atribut-atribut yang ada pada televisi merek TCL dengan menggunakan indeks kepuasan pelanggan. Adapun atribut-atribut yang dijadikan obyek penelitian adalah : Atribut gambar, suara, suku cadang, tipe-tipe televisi, harga, saluran distribusi dan promosi.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa konsumen merasa puas terhadap atribut-atribut yang ditawarkan oleh televisi TCL, dalam hal ini
perusahaan TCL sudah memberikan yang terbaik untuk konsumennya dan diharapkan lebih meningkatkan kualitas atribut-atribut yang sudah ada.

Agung Kurnia Kartikasari

" HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN dan MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN di PERUSAHAAN CV. HANA PRATAMA SUKOHARJO ".

Kurnia Kartika Sari, 2006. HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN CV. HANA PRATAMA SUKOHARJO. Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen. Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. CV. Hana Pratama Sukoharjo adalah sebuah perusahaan perdagangan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum, distribusi dan pendidikan yang berhubungan dengan komputer hardware dan software. Dalam beroperasi CV. Hana Pratma membagijam kerja bagi karyawan yaitu 8 jam bagi karyawan bagian kantor dan produksi dan 8 jam kerja bagi bagian keamanan yang terdiri dari 3 shif setiap harinya. CV. Hana Pratama merupakan salah satu perusahaan distribusi penjualan dan pembelian komputer harus senanrtiasa memberikan motivasi kepada karyawan agar target penjualan dapat senantiasa terpenuhi oleh karena itu perusahaan perlu melihat perilaku gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin CV. Hana Pratama dalam mempengaruhi dan mengarahkan para karyawan untuk bisa memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gaya kepemimpinan transformasional mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui apakah motivasi kerja mempunyai hubungan terhadap kinerja karyawan, selain itu untuk mengetahui diantara variabel gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja, manakah yang paling dominant terhadap kinerja karyawan. Dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu; data yang diperoleh langsung di lapangan yang berupa keterangan fakta data primer yaitu karyawan CV. Hana Pratama menyangkut pendapat jawaban mereka dalam kuesioner, selain itu ada data sekunder yang bersumber pada bahan bacaan. Analisis data manggunakan analisis uji validitas, uji reliabilitas, dan metode analisis data korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari analisis data gaya transformasional mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Sedangkan motivasi juga mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Kata Kunci: gaya kepemimpinan, motivasi dan kinerja

Hoo.Listianingsih

"ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT-ATRIBUT PELAYANAN JASA PADA KRIS SALON DI YOGYAKARTA"

Tadinya bisnis salon menjanjikan margin atau laba yang cukup besar bagi produsennya. Namun keadaan perekonomian negara menjadi tidak stabil, harga BBM melambung tinggi dan jumlah rakyat miskin menjadi semakin banyak. Mau tidak mau konsumen harus berpikir dua kali untuk anggaran ini. Gambaran fenomena inilah yang kemudian mendorong para pengusaha untuk membuka bisnis pelayanan jasa yang bergerak dalam bidang salon kecantikan dengan membidik masyarakat kelas menengah kebawah. Salah satunya adalah KRIS Salon. KRIS Salon adalah sebuah perusahaan penyedia pelayanan jasa salon kecantikan di Yogyakarta. Meskipun membuka bisnisnya pada tempat yang kecil dan sangat sederhana, namun bisnisnya berkembang sangat maju. Hal itu tentunya tak lepas dari kemampuannya untuk mengelola pemasaran jasa dengan baik. Dengan pemasaran jasa yang baik KRIS Salon mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Dalam penelitian ini dirumuskan satu pokok permasalahan, yaitu apakah konsumen puas terhadap atribut-atribut pelayanan jasa pada KRIS Salon. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan konsumen terhadap atributatribut yang ditawarkan oleh KRIS Salon secara keseluruhan, atribut apa yang paling memuaskan konsumennya, atribut apa yang paling tidak memuaskan konsumennya, dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tanggapan konsumen terhadap atribut-atribut tersebut ditinjau dari usia, pendidikan, pekerjaan, serta penghasilan dengan mempergunakan pendapat dari 100 orang responden. Adapun penulisan skripsi ini menggunakan metode analisis validitas, reliabilitas, indeks kepuasan konsumen, dan chi square. Validitas – reabilitas digunakan untuk mengukur tingkat valid dan reliabel tidaknya suatu kuesioner, indeks kepuasan konsumen digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen baik per atribut maupun secara keseluruhan, dan analisis chi square digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sikap konsumen terhadap KRIS Salon. Dan dari hasil analisis diketahui bahwa, konsumen yang menggunakan pelayanan jasa KRIS Salon sebagian besar berpendidikan terakhir SLTA sederajat dan berusia lima belas hingga sembilan belas tahun. Kata kunci: pemasaran jasa, kepuasan konsumen.

Imanuel Kristian Kafiar

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS AYAM POTONG (BROILER) PADA UNIT USAHA PETERNAKAN YAYASAN JAYASAKTI MANDIRI DI SP 9 DAN SP 12 TIMIKA-PAPUA

Pengendalian kualitas memegang peranan penting dalam menjaga agar produk-produk yang dihasilkan pada akhirnya memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pengendalian kualitas bagi unit usaha Peternakan Yayasan Jayasakti Mandiri (YJM) sangat penting dalam mencegah kematian ayam potong (broiler). Pengendalian kualitas yang baik, efektif dan tepat, serta didukung oleh tenaga kerja yang cakap sangat berguna dalam menjamin kelancaran produksi dan keberhasilan produk yang dihasilkan. Untuk memastikan pelaksanaan pengendalian kualitas dalam perusahaan telah berjalan baik, maka perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produksi yaitu kualitas bahan baku, kualitas alat proses produksi dan kualitas tenaga kerja (sumber daya manusia). Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ayam potong (broiler) yang dihasilkan telah sesuai dengan standar kualitas. Proporsi kematian ayam potong dianalisis menggunakan metode control chart yakni p-chart, dengan data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data pemeliharaan/pembesaran ayam potong dari bulan Mei – Oktober tahun 2005. Melalui analisis data diketahui bahwa hipotesis penulis tidak sepenuhnya terbukti, karena terdapat delapan titik proporsi kematian yang melebihi batas kendali atas (UCL), serta ditemukan jumlah proporsi kematian yang ekstrim yaitu pada kandang 20, tanggal pembesaran 17 Mei – 22 Juni tahun 2005, disebabkan oleh ayam yang sakit pada minggu kedua (hari ke-8−14), sehingga mengakibatkan penularan penyakit/virus secara langsung kepada ayam sehat. Kata Kunci : pengendalian kualitas, ayam potong (broiler), control chart, hipotesis, proporsi kematian, batas kendali atas (UCL).

Airin Previe

ANALISIS PENGARUH JOB INSECURITY TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DENGAN PEMBERIAN KOMPENSASI SEBAGAI MODERATOR DI INNA GARUDA, YOGYAKARTA

Sumber daya manusia diyakini oleh banyak kalangan sebagai asset terpenting perusahaan karena keberhasilan perusahaan tergantung pada bagaimana perusahaan mengelola karyawannya.Oleh karenanya, pihak manajemen perlu mengutamakan konsistensi melaui pengembangan suatu system yang dapat mendukung kinerja para karyawannya. Salah satu cara yang sering digunakan oleh pihak manajemen untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawannya adalah dengan menaikkan tingkat gaji (kompensasi). Menurut pendapat mereka, kompensasi merupakan factor utama untuk mencapai kepuasan kerja. Pendapat ini tidak seluruhnya salah, sebab dengan mendapatkan gaji yang memadai, karyawan dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-sehari. Telah banyak perusahaan yang memberikan kompensasi cukup tinggi, tetapi pada kenyataannya masih banyak karyawan yang merasa tidak puas dan tidak senang pada pekerjaannya. Job insecurity yang merupakan perasaan tegang, gelisah, khawatir, setress dan merasa tidak pasti dalam kaitannya dengan sifat dan keberadaan pekerjaan selanjutnya yang dirasakan karyawan, juga menjadi factor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Job insecurity merupakan fenomena subyektivitas yang didasarkan pada penilaian secara individu tentang ketidakpastian dalam lingkungan kerja yang mempengaruhi perasaan tentang job insecurity, hal ini mungkin berbeda bagi satu orang dengan yang lain meski menghadapi situasi yang sama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job insecurity dan pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan di bagian House keeping dan Food & Beverage Service, hotel Inna Garuda, Yogyakarta. Penelitian dilakukan terhadap karyawan sebanyak 45 orang sebagai sample. Hasil uji validitas dengan menggunakan analisis faktor menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan yang berjumlah 12 adalah valid. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Cronbach alpha, menunjukkan bahwa variabel job insecurity, kompensasi, dan kepuasan kerja mempunyai reliabilitas baik. Sedangkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negative antara job insecurity terhadap kepuasan kerja, dan juga terdapat pengaruh negative antara pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja. Untuk variabel moderasi menunjukkan adanya pengaruh positif antara kompensasi terhadap relasi antara job insecurity dan kepuasan kerja. Sedangkan hasil uji F menunjukkan bahwa job insecurity dan kompensasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
Kata kunci: Job insecurity, kompensasi dan kepuasan kerja

Christine Natalia

ENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN KARISMATIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANGKINANG CRUMB
RUBBER FACTORY PEKANBARU (RIAU)

Perubahan yang begitu cepat terjadi menyebabkan semakin kompleksnya permasalahan yang harus dihadapi oleh organisasi. Keadaan ini menyebabkan organisasi harus mampu mengelola sumber daya, sebagai unsure yang terpenting didalam suatu organisasi. Untuk mengarahkan sumber daya manusia mencapai tujuan organisasi maka dibutuhkan seorang pemimpin. Dengan gaya kepemimpinan transaksional dan karismatik diharapkan dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan pola kepemimpinan transaksional (transactional leadership) dan karismatik (transformasional leadership) dapat membuat karyawan meningkatkan kinerja agar dapat mencapai tujuan organisasi dan tujuan pribadi dengan melihat contoh dan teladan pimpinan perusahaan. Bertitik tolak dari pemikiran ini, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang " Pengaruh Kepemimpinan Transaksional dan Karismatik Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bangkinang Crumb Rubber Factory Pekanbaru (Riau)". Penelitian ini dilakukan pada karyawan PT. Bangkinang Crumb Rubber Factory Pekanbaru pada bagian non produksi. Para responden diberi kuesioner untuk diisi mengenai identitas pribadi dan juga memberikan tanggapan mengenai variable kepemimpinan transaksional, karismatik dan kinerja. Untuk mengukur pengaruh kepemimpinan transaksional dan kepemimpinan karismatik terhadap kinerja karyawan maka digunakan analisis regresi linear berganda. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada pengatuh yang kuat dan positif. Sebelum menganalisis regresi linear berganda dan Uji Hipotesis maka terlebih dahulu diadakan pengujian validitas dan reliabilitas. Berdasarkan analisis valid dan reliabel (t hitung > t tabel (0.228) ). Untuk membuktikan hipotesis penelitian, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis hasil kuesioner dengan analisis regresi linear berganda. Dari pengolahan data regresi linear berganda dapat diketahui besarnya nilai regresi kepemimpinan transaksional (X1) sebesar 0.772 dan nilai regresi kepemimpinan karismatik (X2) sebesar 0.306. dari angka tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan transaksional dan karismatik berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja atau karyawan lebih menyetujui dengan kepemimpinan transaksional dan karismatik akan meningkatkan kinerja di PT. Bangkinang Crumb Rubber Factory Pekanbaru. Kata kunci : kepemimpinan transakional dan kepemimpinan karismatik

Triyogo Budi Adriyanto

PERBANDINGAN KINERJA PORTOFOLIO BENTUKAN MANAJER INVESTASI DENGAN KINERJA PORTOFOLIO MENGGUNAKAN MODEL INDEK TUNGGAL

Salah satu harapan orang melakukan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan. Untuk menentukan strategi investasi yang efisien, dengan hasil atau return yang tinggi namun risiko yang kecil merupakan hal yang sulit ditemukan. Preferensi investor terhadap berbagai alternatif investasi berbeda-beda. Bagi investor yang tidak menyukai risiko (risk aversion) akan lebih menyukai berinvestasi pada obligasi/ surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan maupun pemerintah. Sedangkan bagi investor yang lebih menyukai risiko (risk tolerant) akan lebih menyukai berinvestasi pada saham dengan harapan mendapatkan keuntungan yang tinggi walaupun dengan risiko yang juga tinggi. Bagi investor yang ingin berinvestasi pada saham (dengan membentuk portofolio) tetapi tidak memiliki kemampuan analisis dan informasi yang baik kemudian juga akan dihadapkan oleh penentuan pemilihan strategi investasi dari dua alternatif investasi yang berbeda. Alternatif pertama adalah Reksa Dana. Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi yang portofolionya dikelola secara profesional oleh manajer investasi, sehingga diharapkan mampu memberikan return optimal dan risiko minimal bagi investor. Alternatif kedua adalah membentuk portofolio dengan menggunakan Model Indek Tunggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah yang lebih efisien, portofolio yang dibentuk oleh manajer investasi atau portofolio yang dibentuk menggunakan Model Indek Tunggal? Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data bulanan, periode Januari 2004 sampai dengan Juni 2005. Untuk Reksa Dana menggunakan data NAB/ unit bulanan, sedangkan untuk menentukan portofolio menggunakan Model Indek Tunggal data yang digunakan adalah harga saham penutupan (closing price) bulanan seluruh emiten yang masuk dalam kategori Indek LQ-45 selama 4 periode pengamatan secara berturut-turut. Seluruh data yang ada kemudian diolah mengggunakan bantuan software Microsoft Excel. Penentuan portofolio yang efisien dilakukan dengan cara membandingkan tingkat return dan risiko/ Beta yang didapat oleh Reksa Dana dengan tingkat return dan risiko/ Beta yang didapat portofolio menggunakan Model Indek Tunggal. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa, kinerja portofolio yang dibentuk oleh manajer investasi lebih efisien dibandingkan dengan kinerja portofolio menggunakan Model Indek Tunggal, karena pada tingkat return yang sama Reksa Dana memiliki tingkat risiko lebih kecil dibandingkan kinerja portofolio dengan menggunakan Model Indek Tunggal. Kata kunci: portofolio, return, risiko, Reksa Dana, Indek Tunggal

Dhalia

ANALISIS PENGARUH PERSONALISASI KONSUMEN TERHADAP EXCHANGE UTILITY DAN ACQUISITION UTILITY DI TOKO AMIGO KLATEN

Perkembangan dunia usaha telah mengalami kemajuan yang sangat pesat terlebih tingkat persaingan. Untuk dapat bersaing, saat ini banyak perusahaan telah menempatkan fokus pelayanan pelanggan sebagai suatu cara untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Saat ini kemampuan sebuah organisasi untuk tetap berada dalam bisnis merupakan sebuah fungsi dari daya saing dan kemampuan organisasi untuk mendapatkan pelanggan dari persaingan. Pelanggan merupakan fondasi bisnis dan merekalah yang membuat bisnis tetap ada. Untuk mempertahankan pelanggan agar pelanggan tidak pindah ke tempat lain salah satunya yaitu dengan mengukur kepuasan konsumen. Penelitian ini mencoba mengukur pengaruh personalisasi konsumen (personalizing shopper) terhadap kepuasan terhadap transaksi langsung saat berbelanja (Exchange Utility) dan terhadap kepuasan terhadap produk dan atribut dari produk yang dibeli (Acquisition Utility). Yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada pelanggan dan dampak dari pelayanan itu sendiri. Dalam penelitian ini, dengan menggunakan uji regresi dan crostabulasi sebagai alat analisis. Dari hasil penelitian menyimpulkan ada pengaruh secara positif dan signifikan antara personalisasi konsumen terhadap exchange utility sedangkan personalisasi konsumen terhadap acquisition utility berpengaruh negatif dan tidak singnifikan. Dan dapat ditarik kesimpulan secara garis besar konsumen sangat senang dipersonalisasikan secara pribadi oleh penjual, sehingga konsumen puas saat berbelanja dan merasa sebagai sosok individu yang dihargai seutuhnya. Kata Kunci : Personalisasi Konsumen (Personalizing Shopper),  exchange Utility, dan Acquisition Utility

Merry Tisna Maita

PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN BUKU PADA CV. ANDI OFFSET YOGYAKARTA

Dalam menghadapi persaingan ini, perusahaan memusatkan perhatian kepada peningkatan hasil penjualan, yang pada akhirnya dapat mencapai laba yang maksimal. Perusahaan menyadari bahwa salah satu kunci keberhasilannya ada pada komunikasi pemasaran yang dapat dilakukan melalui kegiatan promosi. Dalam perkembangannya, CV. Andi Offset sebagai perusahaan percetakan dan penerbitan menggunakan strategi promosi untuk mencapai target penjualannya. Alat promosi yang digunakan CV. Andi Offset adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan dan publisitas, dimana keempatnya mempunyai sarana/media masing-masing agar produknya (dalam hal ini bukubuku percetakan Andi Offset) dapat dikenal/diketahui masyarakat luas khususnya DIY yang merupakan kota pelajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui "Pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan buku pada CV. Andi Offset Yogyakarta". Tujuan dari rumusan masalah diatas untuk mengetahui bagaimana pengaruh biaya promosi dalam meningkatkan volume penjualan buku pada CV. Andi Offset. Penelitian ini juga menggunakan data penjualan dan data biaya promosi antara tahun 2003-2005 (data bulanan dari januari 2003-oktober 2005) yang diperoleh dari perusahaan percetakan dan penerbitan CV. Andi Offset Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa biaya promosi berpengaruh positif dan signifikant terhadap penjualan Kata Kunci : Regresi berganda, periklanan, personal selling, promosi penjualan dan publisitas

Amilia Novianti

ANALISIS HUBUNGAN MEREK ATAU KOMUNIKASI DARI MULUT KE MULUT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK PUTERI

Merek merupakan asset yang penting bagi perusahaan, karena merek dapat mengidentifikasi produk atau jasa dan membedakannya dari produk atau jasa pesaing. Komunikasi dari mulut ke mulut merupakan salah satu bentuk promosi yang efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk, karena informasi yang disampaikan dapat diterima secara lebih baik atas adanya rasa percaya dari penerima informasi terhadap sumber informasi. Namun bagaimanakah hubungan merek dan komunikasi dari mulut ke mulut terhadap keputusan pembelian produk?. Pertanyaan tersebut merupakan masalah dalam penelitian ini. Responden penelitian adalah Mahasiswi Universitas Kristen Duta Wacana yang pernah menggunakan salah satu kosmetik produk Puteri yang terdaftar pada semester gasal tahun akademik 2005/2006. Pengujian kuesioner dilakukan dengan menguji validitas dan reliabilitas yang menunjukan bahwa dari ke 17 item pertanyaan yang diajukan hanya 16 item yang dinyatakan valid. Setelah melakukan pengujian kuesioner, langkah selanjutnya adalah analisis data dengan menggunakan korelasi Product Moment dan uji-t untuk mengetahui hubungan merek ataus komunikasi dari mulut ke mulut terhadap keputusan pembelian produk Puteri.
Dapat disimpulkan bahwa variabel merek mempunyai hubungan yang rendah terhadap keputusan pembelian yang ditunjukan dengan koefisien kolerasi sebesar 0,341. Sedangkan variabel komunikasi dari mulut ke mulut mempunyai hubungan yang sedang terhadap keputusan pembelian ditunjukan dengan koefisien korelasi sebesar 0,486. Kata kunci: Merek, Komunikasi dari mulut ke mulut, Keputusan pembelian.

Yudi Gunawan

ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN EXTRA JOSS DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TINGKAT ATTENTION, INTEREST, DESIRE, ACTION DI KAMPUNG JOGOYUDAN, KELURAHAN GOWONGAN, KECAMATAN JETIS YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas Iklan Extra Joss dalam mempengaruhi keputusan pembelian pada tingkat AIDA. Sampel yang digunakan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan penyebaran kuesioner. Objek penelitian yang digunakan adalah produk minuman kesehatan yaitu Extra Joss. Responden yang digunakan untuk sampel adalah penduduk laki-laki yang tinggal di Kampung Jogoyudan Kecamatan Jetis Kelurahan Gowongan. Metode analisis data yang dugunakan adalah analisis Persentase, rata-rata dan uji proporsi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden yang diteliti berusia antara 26-35 tahun, dan mayoritas mereka bekerja sebagai pegawai swasta dengan gaji dibawah Rp 500.000. Hal ini cukup  empengaruhi responden dalam keputusannya untuk membeli dan mengkonsumsi Extra joss. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan uji proporsi dan analisis prosentase daidapat bahwa Iklan Extra Joss yang ditayangkan di televisi sudah cukup efektif karena responden sudah sangat memperhatikan, tertarik, ingin mencoba dan pada akhirnya melakukan pembelian terhadap produk Extra Joss. Kata Kunci: efektivitas, efektif, Extra Joss, iklan, laki-laki.

Margaretha C.I.Lamunde

ANALISIS STRATEGI BERSAING PADA BENGKEL MOBIL "MEGATREND" DI YOGYAKARTA

ANALISIS STRATEGI BERSAING PADA BENGKEL MOBIL "MEGATREND" DI YOGYAKARTA, Margaretha C.I.Lamunde, No. Mhs. 1101.3788, Tahun 2006, Program Studi Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Persaingan dalam dunia bisnis sudah semakin keras dan berat. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu mengantisipasi adanya ancaman dari para pesaingnya, berusaha menutupi kelemahan dalam perusahaan, dan memanfaatkan peluang dengan kekuatan yang ada. Selain itu juga harus dapat menganalisis perusahaan sebagai suatu keseluruhan, memahami para pesaing dan posisinya, kemudian dapat menterjemahkannya kedalam strategi bersaing yang tepat, agar dapat mengatasi dan memenangkan persaingan. "Megatrend" merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam bidang bengkel mobil di Yogyakarta, tidak terlepas dari persaingan tersebut. Agar bengkel "Megatrend" dapat mempertahankan usahanya dan dapat memenangkan persaingan dengan usaha serupa lainnya, maka "Megatrend" perlu mengetahui strategi bersaing yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam memasarkan jasa "Megatrend" menentukan posisi dan strategi – strategi yang tepat untuk produk dan jasa dalam pemasaran jasa "Megatrend" agar dapat memenangkan persaingan dengan usaha serupa lainnya, serta untuk mempertahankan bahkan untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan jasa "Megatrend". Untuk membantu kelancaran penelitian diajukan hipotesis, yaitu strategi yang tepat diterapkan pada bengkel mobil "Megatrend" berdasarkan matrik I – E adalah strategi pertumbuhan melalui konsentrasi integrasi horizontal, sedangkan berdasarkan matrik General Elektrik adalah strategi pertumbuhan dan Investasi. Dalan hasil analisi SWOT ( Matirk Internal – Eksternal ) diperoleh bahwa posisi bengkel mobil "Megatrend" berada pada posisi menengah yang berarti bahwa perlu dilakukan strategi konsentrasi integrasi horizontal. Dengan demikian adanya hipotesis penelitian yang telah dinyatakan sebelumnya, yakni strategi pertumbuhan konsentrasi integrasi horizontal, adalah terbukti kebenarannya. Strategi ini dapat ditempuh dengan melakukan perluasan usaha dengan cara pembukaan bengkel cabang baru, jual beli spare part lengkap, kerja sama dengan pihak lain, serta peningkatan teknologi. Sedangkan berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dengan alat analisis matrik General Elektrik adalah bahwa kekuatan bisnis dan daya tarik industri perusahaan berada pada tahap menengah, dimana perusahaan dapat melakukan strategi pertumbuhan selaktif, investasi agresif dan memelihara posisi ditempat lain serta dapat memimpin pasar berdasarkan segmen dan memperbaiki kelemahan serta membangun keunggulan.Kata kunci : analisis SWOT, matrtik general elektrik, strategi bersaing, kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, strategi integrasi horizontal.

Andy Budiarto Lugina

PENGARUH SERVICE QUALITY PERCEPTION DAN SATISFACTION TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA TOKO BUKU GRAMEDIA SEMARANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention secara simultan dan parsial pada Toko Buku Gramedia Semarang. Penelitian ini mengadopsi model penelitian Taylor dan Baker, dimana variabel satisfaction sebagai faktor moderasi. Penelitian ini juga pernah dilakukan oleh Setyawan dan Ihwan (2004), yang mana variabel satisfaction sebagai variabel imdependen. Pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention dianalisis dengan menggunakan model regresi berganda, diuji dengan t-test dan f-test. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention secara simultan. Tetapi tidak membuktikan pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention secara parsial. Kata kunci : service quality perception, satisfaction, purchase intention

Trisa Damayanti Santoso

ANALISIS EFEKTIFITAS IKLAN DEODORANT REXONA PRO BALANCE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUKNYA DI KOTA YOGYAKARTA

Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengkomunikasikan produknya dengan menggunakan iklan sebagai medianya, karena iklan merupakan salah satu instrumen yang dapat membantu konsumen dalam menentukan tindakan pembelian produk. Hal ini disebabkan karena di dalam iklan terdapat informasi-informasi yang diperlukan konsumen, walaupun tidak semua iklan mampu menarik minat. Ada macam-macam saluran pesan, antara lain melalui media pers, radio, televisi, dan lain-lain. Salah satu media yang paling diminati oleh perusahaan dalam mengiklankan produknya yaitu melalui media audio visual atau televisi. Walaupun biaya yang dikeluarkan relatif besar, media televisi dianggap memiliki keunggulan yaitu bersifat audio, visual, emotion, prestisius dan kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi khalayak. Oleh karena itu penulis meneliti tentang efektifitas iklan melalui media televisi. Pada kesempatan ini penulis memfokuskan pada salah satu merek dagang yang terkenal yang diiklankan di televisi yaitu Rexona Pro Balance. Sedangkan atribut yang mempengaruhi adalah alur cerita, jingle, endoser, dan slogan. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan keusioner yang diberikan kepada para konsumen dengan jumlah 100 responden. Setelah data diperoleh, penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan alat analisis validitas, reliabilitas, prosentase dan analisis AIDA. Dari hasil kuesioner diperoleh jumlah konsumen terbanyak adalah wanita dengan jumlah prosentase 73 %, usia konsumen terbanyak adalah kurang dari 26 tahun sebanyak 75 %. Berdasarkan pendapatan yang terbesar adalah lebih dari Rp.500.000,00 hingga Rp.700.000,00 sebesar 39 %, berdasarkan pendidikan teakhir yang paling tinggi prosentasenya adalah SLTA sebesar 46 % dan berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalah sebagai mahasiswa atau pelajar sebesar 65 %. Melalui analisis AIDA dengan sampel keseluruhan, dapat diketahui pada tahap Attention sebesar 87,50 %, tahap Interest sebesar 81,75 %, tahap Desire sebesar 75,55 %, dan tahap Action sebesar 67,40 %. Sedangkan dengan menggunakan proporsi sampel, pada tahap Attention sebesar 87,50 %, pada tahap Interest sebesar 93,43 %, tahap Desire sebesar 92,41 %, tahap Action sebesar 89,21 %. Dari analisis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa iklan deodorant Rexona Pro Balance efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian produknya oleh konsumen karena lebih dari 60 % konsumen melakukan tindakan pembelian (Action) terhadap produk deodorant Rexona jenis Pro Balance.

Sinta Maretha

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM

Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal terhadap pasar modal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). Semakin tepat dan cepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham, maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien. Dilihat dari kepentingan investor yang akan membeli saham perusahaan, maka informasi yang paling dibutuhkan dari laporan keuangan suatu perusahaan adalah informasi mengenai harga saham, laba per saham, total aktiva, laba setelah pajak, penjualan bersih, total hutang dan total ekuitas perusahaan yang digunakan sebagai sumber pendanaan perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pengaruh perubahan Price Earning Ratio (PER), Perubahan Return on Assets (ROA), perubahan Net Profit Margin (NPM), dan perubahan Debt Equity Ratio (DER) terhadap perubahan harga saham baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian membuktikan bahwa perubahan Price Earning Ratio (PER), perubahan Return On Assets (ROA), perubahan Net Profit Margin (NPM), dan perubahan Debt Equity Ratio (DER) berpengaruh secara parsial terhadap perubahan harga saham, kemudian secara simultan ke-empat variabel tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para investor, emiten, dan pihak lainnya sebagai tambahan bahan evaluasi dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan investasi saham dalam keadaan harga saham yang berfluktuasi, bermanfaat bagi emiten dalam mengambil kebijaksanaan menyangkut PER, ROA, NPM, dan DER, dan dapat memberikan pengetahuan tambahan dan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan referensi serta literatur dalam bidang manajemen keuangan.
Kata Kunci: Harga saham penutupan (closing price), laba bersih setelah pajak, total aktiva, Price Earning Ratio (PER), Debt Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA)

Jessy Napitupulu

ASPEK KOGNITIF DAN AFEKTIF DALAM KEPUTUSAN MENGGUNAKAN JASA PADA PT. EXCELCOMINDO PRATAMA, TBK

Berbagai macam operator telepon seluler yang semakin berkembang pesat saat ini menimbulkan persaingan yang semakin ketat, mulai dari jasa operator telepon seluler GSM sampai CDMA berlomba-lomba untuk mendapatkan pangsa pasar dengan berbagai macam keunggulan dan kualitas jasanya. Oleh karena itu pemasar harus senantiasa menerapkan strategi yang lebih tepat agar dapat bertahan dalam persaingan. Strategi ini berkaitan dengan penggunaan peluang oleh produsen untuk mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin dan mampu memenuhi keinginan konsumen dengan inovasi yang berkelanjutan. Dalam menghadapi lingkungan pasar yang semakin ketat, perusahaan harus dapat menemukan suatu hal yang akan menjadi keunggulan kompetitifnya. Keunggulan kompetitif yang dapat menjadi aset perusahaan untuk meningkatkan kinerja pasarnya adalah promosi media iklan dan menjadikan konsumen yang loyal sebagai salah satu media untuk mempromosikan apa yang sudah dirasakannya kepada orang-orang disekitarnya atau sering disebut dengan Word of Mouth (WOM). Dengan meningkatkan kualitas pelayanan jasa melalui iklan di berbagai media dan terus berusaha menghasilkan jasa yang dibutuhkan konsumen maka hal tersebut akan membantu konsumen untuk loyal dan hal ini menjadi salah satu media untuk memasarkan jasa ke konsumen lainnya. Skripsi yang berjudul Aspek Kognitif & Afektif Dalam Keputusan Menggunakan Jasa Pada PT. Excelcomindo Pratama, TBK ini mencoba meneliti seberapa besar pengaruh iklan & WOM ini terhadap keputusan konsumen di Yogyakarta untuk mau menggunakan jasa PT. Excelcomindo Pratama, TBK sebagai operator seluler GSMnya. Dasar pemodelan yang digunakan adalah Teori Tindakan Beralasan (Theory of Reasoned Action) yang dikembangkan dalam pemodelan Structural Equation Model ( SEM ) dengan program komputer AMOS. Hasil penelitian menyatakan bahwa WOM lebih berpengaruh dibandingkan dengan iklan di berbagai media, sehingga mempengaruhi keinginan untuk menggunakan jasa PRO. XL dan akhirnya mengambil keputusan untuk menggunakan jasa tersebut

Erdiana Santi

POSITIONING PANADOL CAPLET TERHADAP PRODUK ANALGESIC SEJENIS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Studi Kasus Komparatif terhadap Paramex, Bodrex, dan Oskadon)

Beberapa produk analgesic pereda sakit kepala yang dijual bebas di pasar antara lain Panadol Caplet, Paramex, Bodrex, dan Oskadon. Di dalam persaingan produk analgesic yang cukup ketat ini, setiap perusahaan dapat sesuatu yang lebih baik dari usaha yang dapat dilakukan oleh para pesaingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil konsumen, posisi kemiripan antara Panadol Caplet, Paramex, Bodrex, dan Oskadon, serta posisi keempat produk analgesic ini berdasarkan atribut-atribut yang dimiliki masing-masing. Analisis Prosentase digunakan untuk mengetahui profil konsumen produk analgesic sejenis Panadol Caplet. Multidimensonal Scalling digunakan untuk mengetahui posisi kemiripan di benak konsumen. Correspondence Analysis digunakan untuk mengetahui posisi berdasarkan atribut-atribut yang dimiliki masing-masing. Hasil Analisis Prosentase menunjukkan bahwa profil konsumen produk analgesic sejenis Panadol Caplet adalah wanita yang berusia 21 - <26tahun, pendidikan terakhir SMA, pendapatan perbulan Rp500.000,00 - <Rp1.000.000,00, pekerjaan sebagai mahasiswa/pelajar, dan produk yang sering dikonsumsi adalah Paramex. Hasil Analisis Multidimensional Scalling menunjukkan bahwa Panadol Caplet tidak memiliki kemiripan baik dengan Paramex, Bodrex, maupun Oskadon. Paramex dengan Bodrex relatif mirip, namun kedua produk ini tidak memiliki kemiripan dengan Panadol Caplet dan Oskadon. Oskadon tidak memiliki kemiripan baik dengan Panadol Caplet, Paramex, maupun dengan Bodrex. Hasil Correspondence Analysis menunjukkan bahwa Panadol Caplet, Paramex, Bodrex, dan Oskadon tidak memiliki kemiripan berdasarkan atribut yang dimilikinya. Keempat produk analgesic ini memiliki keunggulan dan kelemahan masingmasing. Panadol Caplet memiliki keunggulan di dalam komposisi obat, juga kemasan dan label. Paramex memiliki keunggulan di dalam fungsi obat, persediaan di supermarket, frekuensi promosi, dan dampak promosi terhadap keputusan pembelian. Bodrex memiliki keunggulan di dalam harga terjangkau. Oskadon memiliki keunggulan di dalam kesesuaian harga terhadap kualitas, persediaan di minimarket, dan persediaan di toko obat. Kata kunci: Positioning, Multidimensional Scalling, Correspondence Analysis.

 Nico Yopida

PENGARUH VOLUME PERDAGANGAN DAN RETURN TERHADAP BID-ASK SPREAD

Bid-ask spread merupakan selisih antara bid price dengan ask price. Bid price adalah harga tertinggi yang ditawarkan oleh dealer atau harga dimana spesialis atau dealer menawar untuk membeli saham-saham. Sedangkan ask price adalah harga terendah dimana dealer bersedia untuk menjual atau harga dimana spesialis dealer menawar untuk menjual saham-saham. Bid-ask spread merupakan fungsi dari tiga komponen yang berasal dari : 1. Pemrosesan pesanan (order processing)
2. Pemilikan saham (inventory holding)
3. Asimetri informasi.
Dari ketiga biaya yang melahirkan bid-ask spread di atas, biaya pemrosesan yang mempunyai penyebab paling jelas dan paling mudah diobservasi (Abdul Halim dan Nasuhi Hidayat; 2000). Biaya pemilikan dan asimetri informasi kurang dapat diobservasi secara langsung sehingga memerlukan proksi untuk mengukurnya. Oleh karena itu kedua biaya tersebut yang paling menarik untuk diteliti. Dengan demikian studi ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai perilaku bid-ask spread yang dipengaruhi oleh volume perdagangan dan return sebagai proksi biaya pemilikan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan LQ 45 yang ada di BEJ pada periode tahun 2004. Penerapan ECM terhadap hubungan antar runtun volume perdagangan, return, bid-ask spread, baik dalam bentuk absolut maupun relatif, untuk saham-saham LQ 45 menunjukkan tidak adanya ekuilibrium jangka panjang antar variabel tersebut, selain itu penelitian ini tidak memberikan simpulan yang memuaskan juga untuk jangka pendeknya. Kata kunci : Bid-ask spread, return, volume, stasioneritas, kointegrasi.

Hernawaty

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KARTU TELEPON SELULER AS DI KOTA YOGYAKARTA

Dalam penelitian ini penulis mengangkat masalah Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kartu Telepon Seluler As di Kota Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil konsumen pengguna kartu telepon seluler As, mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kartu telepom seluler kartu As, dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap konsumen terhadap kartu telepon seluler As dengan profil konsumen. Alat analisis yang dipakai oleh penulis dalam penelitian ini adalah alat analisis reliabilitas, analisis validitas, analisis prosentase, indeks kepuasan konsumen (IKK), dan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna kartu As dilihat dari jenis kelamin cukup berimbang antara pria dan wanita, usia antara >20-25 thn, pendidikan sampai dengan SMA, jenis pekerjaan sebagai pelajar atau  mahasiswa, dan pendapatan per bulan antara Rp 500.000 – Rp 750.000. Analisis chi square ditinjau dari jenis kelamin, pendidikan, dan pendapatan tidak ada perbedaan sikap konsumen sedangkan ditinjau dari usia dan pekerjaan terdapat perbedaan sikap konsumen. Analisis IKK menunjukkan indeks kepuasan konsumen sebesar 214,64 yang berarti konsumen puas terhadap kartu As.

Erni Tamalia

ANALISIS TARGET PASAR HANDPHONE NOKIA SERI 6600 DI PHONE MARKET

Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah bagaimana membangun dan mepertahankan bisnis yang sehat dalam pasar dan lingkungan yang terus berubah. Persaingan yang ketat membut manajemen perusahaan harus menerapkan strategi-strategi yang berwawasan pasar, artinya perusahaan harus mengevaluasi dan memilih pasar sasaran. Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu perusahaan didalam memasarkan produk atau jasa yang dihasilkan. Produk yang beredar menjadi begitu kompleks dengan berbagai keistimewaan atribut yang ditawarkan. Hal ini membuat konsumen memiliki banyak alternative dalam konsumsi barang dan jasa. Banyaknya persaingan bisnis telepon seluler atan handphone di Indonesia menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. Berbagai kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan oleh penyedia handphone menjadikan bisnis ini perlu strategi khusus dari pihak manajemen untuk untuk dapat memenangkan persaingan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah dengan analisis segmen pasar. Tujuan dilakukan segmentasi pasar adalah untuk mengidentifikasikan segmen pasar yang dapat dilayani secara efektif. Dalam penelitian ini penulis mengangkat masalah target pasar hanphone
Nokia seri 6600 di Phone Market. Penelitian ini ditujukan untuk menge tahui pasar sasaran (target market) dari handphone Nokia seri 6600 di Phone Market dan profil konsumen dari target market tersebut. Penulis menggunakan Analisis Prosentase, Analisis Cluster dan Analisis Crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi pasar sasaran handphone Nokia seri 6600 di Phone Market adalah responden yang relatif lebih puas terhadap atribut-atribut yang dimiliki handphone Nokia seri 6600. Atau cluster 1 adalah responden yang mempehatikan atribut produk, harga, saluran distribusi dan citra sedangkan cluster 2 adalah responden yang memperhatikan atributpromosi dan servis. Sedangkan profil konsumen dari pasar sasaran handphone Nokia seri 6600 di Phone Market adalah pria usia 15-25 tahun, belum menikah, pendidikan terakhir SMU, dengan pendapatan >Rp.500.000,00- Rp.1.000.000,00/bulan dan pekerjaan pelajar atau mahasiswa. Kata kunci: Segmentasi, Target Pasar, Analisis cluster.

Anita Puspitasari

HUBUNGAN BRAND EQUITY DAN MINAT KONSUMEN (STUDI KASUS PERUBAHAN MEREK PRODUK ELEKTRONIK NATIONAL-ANASONIC MENJADI PANASONIC)

Sebuah merek (brand) memiliki kekuatan untuk memikat hati konsumen agar membeli produk maupun jasa yang diwakilinya. Merek juga berperan dalam pemasaran suatu produk dan mencapai target penjualan yang ingin dicapai suatu perusahaan. Merek yang dibangun dengan baik akan dapat memiliki kekuatan untuk bersaing dan tidaklah heran jika merek menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan pembelian sebuah produk atau jasa tertentu. Hal inilah yang terjadi pada merek National-Panasonic. Namun akhir-akhir ini merek National-Panasonic sudah tidak lagi dijumpai di pasar elektronik sebab merek ini telah berubah menjadi Panasonic. Perubahan merek yang dilakukan pada saat merek lama sedang berada diposisi atas dapat menimbulkan berbagai resiko dan juga dapat mengubahpersepsi konsumen terhadap merek dan produk elektronik Panasonic. Tidak hanya persepsi yang akan berubah tetapi brand equity dan minat konsumen untuk membeli produk Panasonic ini pun juga akan mengalami perubahan bahkan ada kemungkinan untuk berpindah ke merek yang lain. Oleh karena itu, maka judul penelitian ini adalah Hubungan Brand Equity Dan Minat Konsumen (Studi Kasus Perubahan Merek Produk Elektronik National-Panasonic Menjadi Panasonic). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty dan minat konsumen. Selain itu juga untuk menganalisis hubungan antara brand equity dan minat konsumen. Sebanyak seratus data dari masyarakat di kota Surakarta-Jawa Tengah digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty dan brand equity memiliki korelasi terhadap minat konsumen.

Ferryk Wijaya

PENGARUH INVESTMENT OPPORTUNITY SET (IOS) TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN DIVIDEN PER SHARE SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

Investor ketika ingin membeli saham akan melihat besarnya dividen saham yang dibagikan. Hal ini terkait dengan set peluang investasi perusahaan (IOS). IOS merupakan prospek pertumbuhan perusahaan yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan di pasar. Pengukuran IOS menggunakan proksi seperti yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya, proksi yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Market Value Assets To Book Value Assets (MVABVA), Market Value Equity To Book Value Equity (MVEBVE), Firm Value To book Value Of Property, Plant And Equipment (VPPE), Price Earning Ratio (PER), Capital Expenditure To Market Value Of Assets (CAPMVA) dan Capital Expenditure To Book Value Assets (CAPBVA). Dengan menggunakan common factor analysis, sampel yang berjumlah 67 perusahaan dipilih sebanyak 30% sebagai perusahaan yang memiliki IOS tinggi dan 30% sebagai perusahaan yang memiliki IOS rendah. Model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model regresi dengan variabel moderasi (Ghozali, 2005). Dalam penelitian ini tidak hanya digunakan data saat ini, tetapi juga digunakan nilai masa lalu (lagged), maka model analisis yang digunakan adalah model lag yang didistribusikan (distributed-lag-model) (Gujarati, 1978). Pengujian 1 dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh IOS terhadap harga saham dengan DPS sebagai variabel pemoderasi atas kelompok IOS keseluruhan, rendah, dan tinggi, menunjukkan bahwa dividend per share bukan sebagai variabel pemoderasi yang bersama-sama IOS mempengaruhi harga saham. Pengujian 2 dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh IOS terhadap harga saham dengan DPS sebagai variabel pemoderasi setelah ditambahkan uji White. Hasilnya menunjukkan adanya perbaikan probabilitas sehingga hasilnya untuk kelompok IOS keseluruhan tanpa intercept (none) dan kelompok IOS rendah yang menggunakan common menunjukkan dividend per share adalah variabel pemoderasi yang bersama-sama IOS mempengaruhi harga saham sedangkan pengujian kelompok IOS tinggi sama seperti pada pengujian I. Keyword: Investment Opportunity Set (IOS), Dividend Per Share, Proksi IOS

Santa Mariana

PERHITUNGAN ABNORMAL RETURN PADA SAHAM LQ45 DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS TEKNIKAL THE CRISMA TRADING SYSTEM DI BURSA EFEK JAKARTA

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan dan menjelaskan secara empiris bahwa ada abnormal return saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan menggunakan analisa teknikal the CRISMA (Cumulative volume, RelatIve Strength index, dan Moving Average) trading system.Penelitian ini menggunakan data saham harian dimulai sejak tanggal 4 Januari 2000 sampai dengan 30 Juni 2005. Data tersebut kemudian diproses dan dijelaskan menggunakan CRISMA trading system yang diolah dengan MetaStock Profesional 8.0 untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Metodologi ini dipilih dengan tujuan untuk memberi penjelasan yang sistematis, nyata, dan akurat yang berasal dari data ataupun informasi yang tersedia. Pemilihan sample dilakukan dengan purposive random sampling, yaitu dengan kriteria yang telah ditetapkan yang diwakili oleh indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Pemilihan terhadap indeks LQ45 dilakukan dengan tujuan untuk menghindari penelitian ini menjadi bias karena banyaknya saham yang tidak aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta yang terkenal dengan sebutan saham-saham tidur. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ada abnormal return pada saham LQ45 dengan menggunakan analisa teknikal the CRISMA trading system di Bursa Efek Jakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji statistik dimana1,9807 lebih besar dari 1,753 dengan average abnormal return sebesar 0,0221. Kata kunci : Analisa teknikal, Cumulative Volume, Relative Strength Index, Moving Average, dan abnormal return

Ana

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI MC. CLELLAND TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. GARDENA GRAHA DI GARDENA DEPARTEMENT STORE & SUPERMARKET

Motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi/perusahaan mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam bentuk keahlian & keterampilan, tenaga & waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya serta menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi/perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu bentuk motivasi adalah motivasi dari McClelland yang berupa kebutuhan achievement, kebutuhan afilisi, dan kebutuhan power. Dengan
memberikan motivasi kerja tersebut berarti memberikan dorongan kepada karyawan untuk menggerakkan kemampuan, keahlian dan keterampilan dalam melaksanakan tugas-tugas yang secara langsung akan meningkatkan kinerja karyawan tersebut. Dari latar belakang tersebut, penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Hubungan Antara Motivasi dari McClelland Terhadap Kinerja karyawan Pada PT. Gardena Graha di Gardena Departement Store & Supermarket". Adapun teori dari McClellnd adalah kebutuhan akan achievement, kebutuhan akan afiliasi, dan kebutuhan akan power. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui hubungan dari motivasi McClelland terhadap kinerja karyawan pada PT. Gardena Graha di Gardena Departement Store & Supermarket dan untuk mengetahui jenis kebutuhan dari teori McClelland yang mana yang paling kuat mempengaruhi kinerja karyawan PT. Gardena Graha di Gardena Departemen Store dan Supermarket. Metode untuk menganalisis penelitian ini menggunakan analisis validitas dan reliabilitas, analisis prosentase, analisis korelasi, analisis regresi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori dari McClelland yaitu kebutuhan achievement, kebutuhan afiliasi, dan kebutuhan power memiliki hubungan terhadap kinerja pada karyawan PT. Gardena Graha di Gardena Departement Store & Supermarket. Namun, diantara teori McClelland tersebut yang paling kuat mempengaruhi kinerja karyawan PT Gardena Graha di Gardena Departement Store & Supermarket adalah kebutuhan akan prestasi yang diikuti oleh kebutuhan akan kekuasaan.

Fitra Jaya

 PENGARUH INSIDER DAN BLOCKHOLDER OWNERSHIP TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN

Dalam penelitian ini peneliti mengangkat masalah insider dan blockholder ownership terhadap struktur modal perusahaan yang listing di BEJ dari tahun 1998-2003. Peneliti menggunakan leverage sebagai proksi dari struktur modal perusahaan. Dan beberapa variabel kontrol yaitu firm size dan profitability, untuk melihat apakah ada perubahan pada insider dan blockholder dalam mempengaruhi struktur modal jika variabel kontrol tersebut dimasukkan. Penelitian ini menggunakan metode panel data yang digunakan untuk meregresikan variabel adalah metode Generalized Least Square (cross-section weight) dan model yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi sederhana untuk menjawab hipotesis 1 dan 2, dan multiple regression untuk menjawab hipotesis 3. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa insider secara individu tidak berpengaruh terhadap leverage sedangkan blockholder secara individu dan bersama-sama berpengaruh terhadap leverage. Keyword: Insider Ownership, Blockholder Ownership, Leverage.

Susilawati

PENGARUH TRUST, SATISFACTION, DAN BRAND EQUITY TERHADAP BEHAVIORAL LOYALTY DAN ATTITUDINAL LOYALTY

Pada skripsi yang berjudul "Pengaruh Trust, Satisfaction, dan Brand Equity Terhadap Behavioral Loyalty dan Attitudinal Loyalty" akan menguji apakah ada pengaruh kepercayaan, kepuasan, dan ekuitas merek terhadap behavioral loyalty dan attitudinal loyalty? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah kepercayaan, kepuasan, dan ekuitas merek mempengaruhi behavioral loyalty dan attitudinal loyalty secara signifikan dan positif. Penulis menggunakan metode analisis Struktural Equation Model (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 200 responden secara purposive random sampling. Namun setelah melakukan data screening hanya 175 sampel yang layak diproses lebih lanjut. Dari hasil analisis SEM dapat disimpulkan bahwa dari ketiga variabel yang diuji yaitu kepercayaan, kepuasan, dan ekuitas merek, hanya ekuitas merek yang mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap behavioral loyalty dan attitudinal loyalty. Sedangkan kepercayaan, dan kepuasan mempengaruhi behavioral loyalty dan attitudinal loyalty namun tidak signifikan. Dari ketiga variabel yang diukur, yang paling mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah ekuitas merek. Untuk itu dalam kegiatan pemasaran yang perlu ditonjolkan adalah lebih pada ekuitas merek perusahaan dibandingkan kepercayaan dan kepuasan. Kata Kunci: kepercayaan (trust), kepuasan (satisfaction), ekuitas merek (brand equity), loyalitas keperilakuan (behavioral loyalty), loyalitas kesikapan (attitudinal loyalty), Loyalitas.

Hemina M Silalahi

ANALISIS PERKEMBANGAN KINERJA KEUANGAN PT. BANK CENTRAL ASIA, Tbk SEBELUM DAN SESUDAH DIVESTASI (Dengan Menggunakan Metode CAMEL)

Penelitian tentang analisis perkembangan kinerja keuangan PT. Bank Central Asia, Tbk Sebelum dan Sesudah Divestasi bertujuan untuk menganalisis pengaruh divestasi terhadap perkembangan kinerja keuangan BCA. Metode CAMEL digunakan untuk mengukur perkembangan kinerja keuangan BCA sebelum dan sesudah divestasi. Indikator-indikator CAMEL adalah: CAR (Capital Adequacy Ratio), BDR (Bad Debt Ratio), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return On Assets), BOPO (Biaya Operasional) dan LDR (Loan to Deposit Ratio). Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari laporan keuangan BCA dua tahun sebelum divestasi dan dua tahun setelah divestasi. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: bahwa indikator-indikator CAMEL menunjukkan kinerja keuangan sedikit menurun setelah divestasi daripada sebelum divestasi. Hal ini berarti bahwa terjadi perubahan kinerja keuangan BCA antara sebelum dan sesudah divestasi. Kata kunci : Kinerja keuangan, Capital, Assets, Management, Earning, liquidity.

Lia Elastika

ANALISIS ABNORMAL RETURN SEBELUM DAN SESUDAH PERISTIWA PEMECAHAN SAHAM (STOCK SPLIT) PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK JAKARTA

Perkembangan pasar modal sebagai lembaga sarana investasi memiliki fungsi ekonomi dan keuangan yang semakin diperlukan oleh masyarakat
sebagai media alternatif investasi dan penghimpun dana. Kebijakan pemecahan saham (stock split) merupakan bagian dari peristiwa ekonomi alam lingkup mikro, yang pada akhirnya menuntut reaksi dari pelaku pasar akibat fluktuasi harga dan volume perdagangan di pasar modal. Pemecahan saham merupakan aksi emiten yang dilakukan dengan cara memecah nilai nominal saham menjadi nominal yang lebih kecil sesuai dengan rasio stock split yang ditentukan. Stock split memberikan dampak yang positif bagi perusahaan yang melakukannya, karena dapat meningkatkan nilai dari perusahaan tersebut. Studi mengenai ada tidaknya abnormal return yang diperoleh investor akibat peristiwa pemecahan saham ini menggunakan pendekatan dalam studi peristiwa (event study). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan informasi abnormal return yang diterima investor akibat peristiwa pemecahan saham dan mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwa pemecahan saham. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan uji t. Variabel independen (variabel yang mempengaruhi), dalam penelitian ini adalah peristiwa pemecahan saham. Variabel dependen (variabel yang dipengaruhi), dalam penelitian ini adalah abnormal return. Hail penelitian ini menunjukkan stock split menghasilkan abnormal return yang signifikan dan terdapat perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwa pemecahan saham.

 Dessy Ratna Juwita

ANALISIS PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEINGINAN PEMBELIAN DI GARDENA DEPT. STORE DAN SUPERMARKET YOGYAKARTA

 Dalam kondisi persaingan bisnis yang cukup ketat ini, perusahaan diharuskan lebih unggul dibandingkan para pesaingnya. Demikian juga perusahaan jasa seperti Gardena dept. store dan supermarket. Mengapa demikian, dikarenakan pada saat ini semakin pesat persaingan didalam pangsa pasar dimana salah satu faktor dari konsumen memilih suatu retail adalah karena kualitas pelayanan yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap keinginan pembelian konsumen. Pada penelitian ini dipilih perusahaan retail Gardena dept. store dan supermarket. Adapun dimensi yang akan diukur diambil dari model penelitian yang dikembangkan oleh Parasuraman, et. Al., (1988). Lima dimensi yang diukur adalah dimensi tangible, dimensi responsiveness, dimensi assurance, dimensi emphaty dan dimensi reliability. Penelitian ini mengambil 100 responden yang pernah berbelanja di Gardena. Pada penelitian ini dikemukakan 6 hipotesis yang harus dijawab. Alat analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah Regresi Berganda. Berdasarkan hasil uji regresi berganda, maka di dapat hasil bahwa dimensi reliability, dimensi emphaty, dimensi tangible dan kualitas pembelian mempunyai pengaruh positif terhadap keinginan pembelian. Sedangkan dimensi responsiveness dan dimensi assurance tidak berpengaruh terhadap keinginan pembelian. Skripsi ini memberikan saran bagi perusahaan dan juga bagi penelitian selanjutnya. Bagi perusahaan saran yang diberikan penulis adalah supaya perusahaan jasa retail untuk lebih memfokuskan mengenai tata letak, fasilitas yang diberikan, perlengkapan yang digunakan dan kualitas dari personel juga performance-nya dan pengaturan dalam setiap ruangan di Gardena dept. store dan supermarket, sedangkan saran bagi penelitian selanjutnya adalah agar dapat menambah variabel yang belum ada pada penelitian ini, misalnya promosi, harga, dan brand image.
Kata kunci: kualitas pelayanan dan keinginan pembelian.

Cristinawati

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS HARGA SAHAM DI INDONESIA

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar, tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Penelitian ini menggunakan data jumlah uang beredar, tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah terhadap dolar, inflasi dan Indeks Harga Saham Gabungan yang diambil dari laporan bulanan Bank Indonesia dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2004. Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan jumlah uang beredar, tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah terhadap dolar/kurs dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan pada α sebesar 5%. Secara parsial tingkat suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan pada α sebesar 5%. Sedangkan jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah terhadap dolar/kurs dan inflasi berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan pada α sebesar 5%.

Fredy Mesack CH

HUBUNGAN DISIPLIN KERJA, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN MONICA BAKERY JL SUKOWATI 450 SRAGEN JAWA TENGAH

Dalam skripsi ini peneliti akan membahas mengenai hubungan disiplin kerja, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan Monica Bakery. Untuk sementara peneliti berkesimpulan bahwa disiplin tidak mempunyai hubungan dengan kinerja karyawan, sedangkan kompensasi dan lingkungan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara disiplin kerja, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah regresi yang dipakai untuk mengetahui hubungan antara disiplin kerja, kompensasi dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan. Setelah dilakukan penelitian, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa disiplin kerja mempunyai hubungan dengan kinerja karyawan akan tetapi tidak terlalu signifikan, sedangkan kompensasi dan lingkungan kerja mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

Philip junianto

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (YAMAHA MOTOR & DEALER CICADAS BANDUNG)

Tujuan yg hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap produktivitas kerja karyawan pada Yamaha Motor & Dealer Cicadas Bandung. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah arithmatic mean dan regresi linier sederhana. Berdasarkan pengumpulan data dan analisis diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Kompensasi karyawan pada Yamaha Motor & Dealer Cicadas Bandung adalah 75,37% sehingga masuk pada kategori cukup; (2) produktivitas kerja karyawan pada Yamaha Motor & Dealer Cicadas Bandung adalah 78,59% sehingga masuk pada kategori baik; (3) sekitar 39,4 % produktivitas karyawan dipengaruhi oleh variabel kompensasi, sedangkan sisanya (100% - 39,4% = 61,6%) dipengaruhi oleh faktor lain, nilai F = 63,071 dengan tingkat signifikan 0,000 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kompensasi dengan produktivitas karyawan, berdasarkan uji t, diperoleh thitung (7,942) > ttabel (2,00), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi dengan produktivitas karyawan, dengan demikian kompensasi mempengaruhi produktivitas kerja karyawan pada Yamaha Motor & Dealer Cicadas Bandung. Kata Kunci: Pengaruh, Kompensasi, Produktivitas Kerja Karyawan.

Yenny Gunawan

ANALISIS PENGARUH KREATIVITAS IKLAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PRODUK SHAMPOO DOVE MOISTURE CREAM PADA MAHASISWA/I UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, karena semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan para konsumen. Hal ini menyebabkan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur maupun jasa, berlomba untuk menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Agar dapat bertahan dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan harus mampu memasarkan produknya dengan baik kepada konsumen. Dalam menghadapi persaingan, semua pelaku bisnis yang ingin tetap konsisten di pasar, dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Tuntutan ini memaksa para pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan pemasaran yang salah satunya merupakan kegiatan promosi yang gencar, kreatif dan inovatif. Tercapainya kepuasan konsumen merupakan orientasi pemasaran yang semakin penting untuk dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan serta memelihara konsumen menjadi pelanggan yang setia. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Pengaruh Kreativitas Iklan Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Shampoo Dove Moisture Cream Pada Mahasiswa/i Universitas Kristen Duta Wacana". Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: Apakah terdapat pengaruh kreativitas iklan terhadap loyalitas konsumen produk shampoo Dove moisture cream pada Mahasiswa/i Universitas Kristen Duta Wacana. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa/i Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta dengan memilih sampel secara acak pada Keempat Fakultas sebanyak 100 responden. Kuesioner berisikan tentang identitas responden dan tanggapan mengenai variabel kreativitas iklan dan loyalitas konsumen. Data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut terlebih dahulu dilakukan analisis faktor dan reliabilitas. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa instrumen dinyatakan dapat dianalisis lebih lanjut dan reliabel.
Untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan analisis regresi sederhana. Dan dari analisis diperoleh hasil bawah ada pengaruh yang kuat dan signifikant secara bersama-sama atau simultan (berdasarkan hasil uji F-test) antara variabel kreativitas iklan terhadap variabel loyalitas konsumen dan ada pengaruh yang kuat dan signifikant secara individu (berdasarkan t-test) antara variabel kreativitas iklan terhadap loyalitas konsumen. Dengan demikian dengan adanya kreativitas iklan yang inovatif dalam mengiklankan atau mengkomunikasikan kepada konsumen tentang produk shampo Dove moisture cream maka dapat meningkatkan loyalitas konsumen. Kata Kunci : Kreativitas iklan dan loyalitas konsumen.

Anton Subagio

ANALISIS ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK DETERJEN MEREK RINSO DAN SO KLIN DI KOTA JOGJAKARTA

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi saat ini banyak membawa pengaruh terhadap perekonomian, gaya hidup, strategi pemasaran dan bisnis lainnya. Perbedaan pada konsumen dapat diklarifikasi dalam keinginan sumber daya, lokasi, perilaku maupun praktek-praktek membelinya. Penulis memilih judul "Analisis Asosiasi Konsumen Terhadap Produk Deterjen Merek RINSO dan SO KLIN Di Kota Jogjakarta" karena setiap orang dalam benaknya sering muncul kesan-kesan terhadap suatu merek. Kesan-kesan yang terkait merek akan semakin meningkat dengan seringnya konsumen mengkonsumsi suatu merek dan penampakan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Berbagai asosiasi merek yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut brand image. Semakin banyak asosiasi yang saling berhubungan, semakin kuat brand image yang dimiliki oleh merek tersebut. Untuk metode penelitian ini, penulis membagikan kuesioner dengan memakai metode Purposive sampling dengan jumlah responden 50 orang. Untuk analisis datanya, penulis memakai analisis Prosentase untuk mengetahui profil konsumen, dan analisis COHRAN untuk mengetahui asosiasi-asosiasi yang terdapat pada deterjen merek RINSO dan SO KLIN. Adapun kesimpulan yang dipereoleh setelah melakukan penelitian profil konsumen ialah responden yang dominan adalah wanita, usia antara > 18 tahun – 25 tahun, belum menikah, dan pendidikan Universitas. Sedangkan untuk produk deterjen merek RINSO yang mempunyai asosiasi kuat dibenak konsumen adalah kualitas tinggi (mencuci lebih bersih dibanding merek lain), banyak pilihan dalam bentuk kemasan (2kg, 1kg, 500g, 93g, 32g), ada variasi produk (RINSO Anti Noda dan RINSO Warna), aroma yang harum dan tahan lama, harga RINSO terjangkau oleh konsumen dan sesuai kualitas produk, kemudahan memperoleh produk RINSO (di supermarket, warung dan toko), ketersediaan RINSO di supermarket, warung dan toko (waktu di butuhkan selalu ada), iklan RINSO sering muncul di TV, radio, majalah dan koran, adanya pemberian hadiah (gelas) dari RINSO untuk waktu tertentu. Untuk penelitian pada analisis COHRAN untuk produk deterjen merek SO KLIN yang mempunyai asosiasi kuat dibenak konsumen adalah kualitas tinggi (mencuci lebih bersih dibanding merek lain), banyak pilihan dalam bentuk kemasan
(2kg,1kg, 380g, 90g, 30g), ada variasi produk (SO KLIN Power dan SO KLIN Hieginis), desain kemasan yang khas (warna dan label), harga SO KLIN terjangkau oleh konsumen dan sesuai kualitas produk, kemudahan memperoleh produk SO KLIN (di supermarket, warung dan toko), ketersediaan SO KLIN di supermarket, warung dan toko (waktu dibutuhkan selalu ada), iklan SO KLIN sering muncul di TV, radio, majalah dan koran. Key words: brand, brand association

Kadung Suksmo Legowo

 HUBUNGAN TRUST DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (STUDI PADA CV. INTI SARI ALAM KLATEN)

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menguji secara empiris hubungan antara hubungan antara variabel kepemimpinan transformasional dan trust terhadap organizational citizenship behaviour dalam hubungan antar karyawan dengan atasan di CV. Inti Sari Alam Klaten Subyek penelitian yang digunakan adalah karyawan di perusahaan CV. Inti Sari Alam Klaten yang berjumlah 56 orang. Data penelitian diperoleh secara langsung dengan menggunakan kuesioner yang telah terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Spearman. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa antara hubungan antara variabel kepemimpinan transformasional dan trust terhadap organizational citizenship behaviour dalam hubungan antar karyawan dengan atasan di CV. Inti Sari Alam Klaten menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi yang diperoleh antara variabel kepemimpinan transformasional terhadap variabel organizational citizenship behaviour sebesar r = 0,478, sedangkan antara variabel trust dan variabel organizational citizenship behaviour sebesar r = 0,462. Hal tersebut dapat diartikan bahwa karyawan yang dipimpin dengan kepemimpinan transformasional akan lebih berperan dalam organizational citizenship behaviour perusahaan. Sedangkan variabel trust memiliki hubungan yang lebih rendah terhadap variabel organizational citizenship behaviour. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hipotesis penelitian yang diajukan.
Kata Kunci : Kepemimpinan transformasional, organizational citizenship behaviour, trust, korelasi spearman.

Adhy Prasetya Listiono

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PERUSAHAAN ROTI LUWES SURAKARTA

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan oleh Perusahaan Roti Luwes yang berada di kota Surakarta. Subjek penelitian adalah persediaan bahan baku di Perusahaan Roti Luwes Surakarta, khususnya pada bahan baku terigu, mentega, dan gula. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi langsung di Perusahaan Roti Luwes. Metode analisi data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode EOQ. Hasil analisis dengan menggunakan metode EOQ menunjukkan bahwa pengendalian persediaan bahan baku di Perusahaan Roti Luwes tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari total biaya persediaan yang dilakukan oleh Perusahaan Roti Luwes sebesar Rp. 1.342.972,22 setiap bulan, sedangkan total biaya persediaan yang diperoleh jika menggunakan metode EOQ sebesar Rp. 807.618,25 tiap bulan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa jika Perusahaan Roti Luwes menggunakan metode EOQ untuk melakukan pengendalian persediaan bahan bakunya maka perusahaan tersebut mampu menghemat biaya persediaan sebesar Rp. 535.353,97 tiap bulan. Hasil analisis tersebut sesuai dengan hipotesis penelitian yang diajukan. Kata kunci : Pengendalian Persediaan, EOQ

Fajar Srinanto Priyono

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT JASA KARTU PRABAYAR SIMPATI DI YOGYAKARTA

Persaingan antar perusahaan merupakan hal yang tidak dapat dihindari di mana setiap perusahaan harus mampu bertahan hidup dengan berbagai bentuk persaingan yang ada. Banyak cara yang ditempuh sebuah perusahaan untuk tetap bertahan dengan cara menetapkan suatu kebijakan perusahaan dalam melihat peluang pasar dan menciptakan image yang baik di kalangan konsumen. Tingkat persaingan khususnya di sektor jasa lebih diutamakan akan jenis pelayanan dan kualitas produk yang ditawarkan ke konsumen, terutama jasa yang diberikan apakah mempunyai nilai positif di benak konsumen, sehingga konsumen merasa puas setelah memakai jasa tersebut. Dalam suatu perusahaan salah satu tujuan utamanya untuk menciptakan keuntungan (profit) bagi perusahaan dan berupaya untuk menjual produk atau jasa guna meningkatkan omset penjualan. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Atribut Jasa Kartu Prabayar simPATI Di Yogyakarta". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana tingkat kepuasan konsumen Kartu Prabayar simPATI dan sekaligus mencari perbedaan tingkat kepuasannya. Penelitian ini dilakukan pada konsumen atau pemakai kartu parabayar simPATI dengan sampel sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan anggapan mengenai atribut indek kepuasan konsumen. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan realibilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan alat analisis indek kepuasan konsumen dan chi-square. Dan dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa indek kepuasan konsumen berada pada tingkat MEMUASKAN (IKP sebesar 195,27) terhadap atribut jasa kartu prabayar simPATI yang ada. Ini berarti kinerja yang ada perlu dipertahankan agar kegiatan jasa PT. Telkomsel berjalan optimal sehingga indek kepuasan yang telah ada dapat meningkat dari tahun ke tahun.
Kata Kunci : Kepuasan dan konsumen

Iin Herawati

PREDIKSI KEBANGKRUTAN PADA PERBANKAN DENGAN Z-SCORE TAHUN 2002-2004

Krisis Moneter yang dimulai dengan merosotnya nilai rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat telah menghancurkan sendi-sendi ekonomi termasuk perbankan. Krisis Moneter yang terus menerus mengakibatkan krisis kepercayaan, akibatnya banyak bank mengalami penurunan Kinerja. Tingkat kesehatan perusahaan penting artinya bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam menjalankan usahanya, sehingga  kemampuan untuk memperoleh keuntungan dapat ditingkatkan dan untuk menghindari adanya potensi kebangkrutan. Penelitian ini mencoba membuktikan secara empiris salah satu model yang dibangun oleh Altman (1986). Dia mengusulkan sebuah metode yang kemudian disebut dengan Z-Score untuk memprediksi kebangkrutan pada suatu perusahaan dengan melihat laporan keuangannya. Adapun metode analisis yang digunakan adalah analisis terhadap lima Rasio,yaitu : Working Capital/Total Asset, Retained Earnings/Total Asset, Earning Before Interest and Taxes/Total Asset, Market Value of Equity/Total Liabilities, Sales/Total Asset. Rasio – rasio tersebut dimasukkan kedalam perhitungan Z-Score sehingga akan diketahui rasio keuangan tersebut berada pada posisi yang mana.

Ongky Setiawan

PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN KONSUMEN BERDASARKAN ATRIBUT PEMASARAN PADA RUMAH MAKAN (STUDI KASUS PADA RUMAH MAKAN BANYUMAS DI BANYUMAS)

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui indeks kepuasan pelanggan terhadap rumah makan Banyumas; (2) untuk mengetahui aktorfaktor/ atribut-atribut yang masih memerlukan perhatian untuk dilakukan perbaikan. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Adapun metode analisis yang digunakan adalah: (1) analisis persentase, (2) analisis pengukuran indeks kepuasan, (3) analisis prioritas perbaikan (Priorities For Improvement ). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) indeks kepuasan konsumen Rumah Makan Banyumas di Banyumas adalah sebesar 81,83%, dan mendekati nilai indeks kepuasan tertinggi 100 %, sehingga konsumen sudah merasa puas terhadap pemasaran Rumah Makan Banyumas di Banyumas; (2) hasil pemetaan atribut berdasarkan diagram priorities for improvement diperoleh hasil sebagai berikut: atribut lokasi berada di kuadran satu dengan skor kepentingan sebesar 4.10 dan untuk skor kepuasan sebesar 3.84, atribut harga telah sesuai dengan  kebutuhan (kepentingan: 4,34 kepuasan: 4,30) berada di kuadran dua, atribut pelayanan (kepentingan: 4,04 kepuasan: 4,03) dan fasilitas (kepentingan: 3,92 kepuasan: 4,09) berada di kuadran tiga, atribut cita rasa dengan skor kepentingan sebesar 3,88 dan skor kepuasan sebesar 4.19 berada di kuadran empat.

Setiawan

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP SEPEDA MOTOR HONDA 125cc TYPE BEBEK DI YOGYAKARTA

Pesatnya perkembangan teknologi otomotif membuat persaingan industri ini semakin ketat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya jenis sepeda motor yang terus bermunculan. Salah satu trend sepeda motor sekarang ini adalah sepeda motor type bebek dengan kekuatan mesin (cc) besar, yaitu 125cc keatas. Penelitian yang berjudul "Analisis Sikap Konsumen Terhadap Sepeda Motor Honda 125cc Type Bebek di Yogyakarta" ini bertujuan untuk mengetahui sikap konsumen terhadap sepeda motor Honda 125cc type bebek di Yogyakarta, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sikap konsumen terhadap atribut merek, harga, mesin motor (cc), desain motor, fitur, suku cadang, tempat service, keiritan bahan bakar dan harga jual kembali tinggi berdasarkan profil konsumen, dan untuk mengetahui atribut apa yang paling berpengaruh terhadap pembelian produk sepeda motor Honda 125cc type bebek di Yogyakarta. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebar kuesioner yang diberikan kepada 100 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan memilih orang–orang yang terseleksi dengan ciri–ciri dan sifat populasi tertentu. Setelah data diperoleh, penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan alat analisis prosentase, multiatribute attitude model (MAM), dan chi square. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa sikap konsumen terhadap sepeda motor Honda 125cc di Yogyakarta adalah sangat baik. Berdasarkan hasil analisis chi square yang telah dilakukan, hasilnya adalah tidak ada perbedaan sikap konsumen terhadap produk sepeda motor Honda 125cc berdasarkan profil konsumen, yaitu jenis kelamin, usia, pendapatan, dan pekerjaan (X 2 hitung < X2 tabel, maka Ho diterima). Ada perbedaan sikap konsumen dalam menanggapi produk sepeda motor Honda 125cc ditinjau dari pendapatan konsumen, X 2 hitung = 17,197 > X2 tabel = 15, 5073 maka Ho ditolak). Sedangkan atribut yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda adalah atribut merek.

Dibyo Pradipto Saputro

ANALISIS PERBANDINGAN ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SEPEDA MOTOR HONDA DAN SEPEDA MOTOR YAMAHA DI KOTA YOGYAKARTA

Sekarang banyak sekali beredar sepeda motor dipasaran dengan berbagai kecanggihan teknologi, model yang sangat menarik dan harga yang ditawarkan sangat bervariasi. Untuk bersaing dalam industri sepeda motor maka perusahaan harus memberikan yang terbaik untuk konsumen dan mengerti apa yang konsumen butuhkan. Dalam penelitian ini penulis mengambil judul " Analisis Perbandingan Asosiasi Konsumen Terhadap Produk Sepeda Motor Honda Dan Sepeda Motor Yamaha Di Kota Yogyakarta ". Tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan asosiasi konsumen terhadap produk sepeda motor Honda dan Yamaha di kota Yogyakarta. Hal ini disebabkan karena sering munculnya kesan-kesan dalam benak konsumen terhadap suatu merek. Kesan-kesan terhadap suatu merek akan semakin meningkat dengan banyaknya pengalaman konsumen akan merek tersebut dan akan membentuk asosiasi merek terhadap merek tersebut.
Untuk analisis datanya, penulis memakai alat analisis, yaitu analisis prosentase, analisis uji Cuchran dan analsis Chi Square. Analisis Prosentase berguna untuk mengetahui profit konsumen pada produk Honda dan Yamaha. Analsis uji Cochran berguna untuk mengetahui asosiasi-asosiasi yang terdapat pada produk Honda dan Yamaha. Sedangkan dengan analisis Chi Square berguna untuk mengetahui apakah ada perbedaan asosiasi konsumen berdasarkan profit konsumen.Sesuai dengan analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa konsumen yang memakai Sepeda Motor Honda dan Yamaha sebagian besar berjenis kelamin Pria, berusia 20-25 tahun, berpendidikan perguruan tinggi, dengan pekerjaan adalah pelajar/mahasiswa, dan berpendapatan Rp. 1.000.000. – Rp. 1.500.000. Sedang penelitian analisis Cochran diperoleh perbedaan asosiasi konsumen terhadap produk sepda motor Honda dan Yamaha. Dengan analisis Chi Square diketahui bahwa untuk sepeda motor Honda terdapat perbedaan asosiasi konsumen berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan tetapi tidak terdapat perbedaan asosiasi konsumen berdasarkan tingkat pendapatan. Sedangkan sepeda motor Yamaha terdapat perbedaan asosiasi konsumen berdasarkan jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan tetapi tidak terdapat perbedaan asosiasi konsumen berdasarkan profit pekerjaan dan tingkat pendapatan.

Diana

 ANALISIS ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SHAMPO MEREK DOVE DI KOTA YOGYAKARTA             

Tidak ada abstraksi

Wahyu Santoso

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA DI JOGJAKARTA

Pertumbuhan penjualan sepeda motor yang semakin pesat menyebabkan semakin tajam persaingan dalam pangsa pasar penjualan sepeda motor. Jumlah merk sepeda motor yang cukup banyak ini juga semakin ketat dalam memperebutkan pasar sepeda motor. Diantara merk-merk motor yang ada di Jogjakarta, terdapat merk yang sangat terkenal, yaitu Honda. Motor-motor Merk Honda memiliki atribut-atribut yang mempengaruhi konsumen untuk membeli sepeda motor Merk Honda. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahu profil responden yang memakai sepeda motor Honda di Jogjakarta, dan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor Honda di Jogjakarta. Dalam penelitian ini metodologi yang dihunakan penulis adalah data dikumpulkan langsung dari sumbernya melalui riset lapangan dalam membagi kuisioner Metode Sampling yang digunakan adalah metode Accidental Sampling dimana pengambilan sampel dilakukan pada responden yang mudah ditemukan secara acak. Dengan catatan bahwa sampel tersebut repsentative atau mewakili populasi. Setelah melakukan penelitian terhadap 100 responden kemudian menganalisa data yang diperoleh, maka ditarik kesimpulan: Analisis Persentase
Pengguna sepeda motor Merk Honda berjenis kelamin pria, usia antara 25-30 tahun, berstatus belum menikah, pendidikan Akademi, dengan pekerjaan pelajar/mahasiswa dan tingkat pendapatan perbulan Rp 1.250.000 – Rp 1.500.000. Dari hasil korelasi,menunjukaan bahwa 4,6 % variasi dari faktor-faktor keputusan pembelian yang bisa dijelaskan oleh variasi dari ke-empat belas variabel independent. Sedangkan sisanya 95,4 % dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Hal ini membuat model regresi tidak bisa dipakai untuk memprediksi keputusan pembelian, karena dari uji anova atau F-Test, di dapat F hitung 1,344 dengan tingkat signifikasi lebih besar dari 0,05. Sedangkan untuk analisis Chisquare dapat disimpulkan bahwa hanya ada perbedaan keputusan pembelian berdasarkan kecepatan motor, kenyamanan motor, dan harga motor, sedangkan ke-sebelas
variabel lainnya tidak ada perbedaan terhadap keputusan pembelian.

David Hartono

ANALISIS KEPENTINGAN KONSUMEN DAN KINERJA CV.SUMBER BARU MOTOR YAMAHA YOGYAKARTA

Dewasa ini persaingan antar pemasar dalam dunia otomotif semakin tajam, demikian juga dengan persaingan bisnis perbengkelan dan aksesoris kendaraan bermotor salah satu diantaranya adalah CV.Sumber Baru Motor Yamaha. Untuk memenangkan persaingan salah satunya perlu untuk mengetahui apakah banyak konsumen yang merasa tidak puas pada atribut pelayanan yang ditawarkan dan seberapa tingkat kepentingan suatu atribut serta untuk mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan oleh pihak CV.Sumber Baru Motor Yamaha ini. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen berdasarkan arti penting dan kinerja atribut pelayanan perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada 100 responden yaitu mereka yang pernah melakukan service motor di CV.Sumber Baru Motor Yamaha. Sebelum kuesioner dibagikan kepada 100 orang responden, terlebih dahulu dibagikan kepada 30 orang responden untuk mengukur tingkat  validitas dan reliabilitas. Alat analisis yang digunakan antara lain : analisis uji validitas dan reliabilitas kuesioner, yaitu untuk mengetahui apakah alat pengukur tersebut dikatakan valid (sahih) atau tidak valid sedangkan pengukuran reliabilitas dimaksudkan untuk menguji tingkat keandalan kuesioner. Analisis (prosentase)karakteristik responden, digunakan untuk mengetahui profil responden yang paling banyak jumlahnya atau mempunyai prosentase yang paling tinggi. Sedangkan untuk menentukan arti penting dan kinerja artibut pelayanan perusahaan menggunakan alat analisis Importance Performance Analysis. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa : Atribut yang mempunyai arti penting bagi konsumen, namun belum dilaksanakan dengan memuaskan oleh pihak CV.Sumber Baru Motor Yamaha : kelengkapan peralatan service, ketrampilan karyawan, serta kenyamanan dan kepercayaan dalam memberikan service. Atribut yang mempunyai arti penting bagi konsumen dan sudah dilaksanakan dengan memuaskan oleh pihak CV.Sumber Baru Motor Yamaha : kelengkapan spare part yang di jual, keramahan karyawan, kecepatan karyawan dalam melayani konsumen, dan lahan parkir. Atribut yang dianggap tidak penting bagi konsumen dan pihak CV.Sumber Baru Motor Yamaha juga melaksanakannya dengan tidak memuaskan pula adalah kualitas spare part yang dijual, jaminan service, ketersediaan ruang
tunggu, harga, dan promosi. Atribut yang dianggap tidak penting bagi konsumen namun dalam pelaksanaannya pihak CV.Sumber Baru Motor Yamaha telah melakukan dengan memuaskan : pengetahuan akan barang oleh karyawan, dan kenyamanan tata letak ruang.

Linawaty. Y

ANALISIS POSISI PRODUK HANDPHONE MERK MOTOROLA, NOKIA, SAMSUNG DAN SONY ERICSSON DI KOTA YOGYAKARTA

Persaingan merupakan salah satu bagian dari ungkapan mikro yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Oleh karena itu masalah  persaingan perlu diperhatikan secara terus bila perusahaan ingin berhasil seperti kita lihat bidang komunikasi, adanya berbagai inovasi teknologi yang muncul dan berkembang secara pesat menyebabkan banyak sekali handphone antara lain merek Motorola, Nokia, Samsung dan Sony Ericsson dengan keunggulan masing-masing. Dengan adanya keanekaragaman merek handphone menyebabkan konsumen akan semakin banyak pilihan produk, sehingga menjadi selektif dalam menentukan pembeliannya, oleh sebab itu perusahaan harus dapat memperhatikan strategi pemasaran yang penting adalah bagaimana suatu badan usaha mempromosikan produknya di pasar. Untuk itu perusahaan harus dapat
mengetahui dan memahami konsep pemasaran. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Posisi produk Hanphone Merek Motorola, Nokia, Samsung dan Sony Ericsson di Kota Yogyakarta". Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil konsumen, tingkat kemiripan dari produk handphone dan posisi dari produk handphone merek Motorola seri V3i, Nokia seri 7610, Samsung seri D500, Sony Erricson seri K750. Berdasarkan hasil analisis profil responden diketahui hipotesis yang pertama (1) yang menyatakan profil responden yang paling dominan sebagian besar adalah berjenis kelamin Wanita, berusia >12–21 tahun, tingkat pendidikan SMU (SLTA), tingkat dengan pendapatan Rp.500.000–<Rp.1.000.000 serta pekerjaan sebagai mahasiswa/pelajar dapat disimpulkan secara umum, tidak terbukti, dan berdasarkan analisis multidimensional scalling (MDS) diketahui bahwa hipotesis yang kedua (2) yang menyatakan Produk handphone merek Motorola seri V3i, Nokia seri 7610, Samsung seri D500, Sony Erricson seri K750 tidak ada kemiripan, terbukti serta berdasarkan hasil analisis correspondence analysis diketahui bahwa hipotesis yang ketiga (3) yang menyatakan Produk handphone merek Motorola seri V3i, Nokia seri 7610, Samsung seri D500, Sony Erricson seri K750 sangat berlainan dilihat dari atribut-atribut yang ada dalam pikiran konsumen, terbukti. Kata Kunci : Multidimensional Scaling, Correspondence Analysis.

Bobby Irawan

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP TOKO BAJU FAIRY TALES DI SEMARANG JAWA TENGAH

Dalam sebuah perusahaan, pemasaran merupakan sarana bagi perusahaan untuk memperoleh pangsa pasar seluas-luasnya dan mencukupi kebutuhan maupun keinginan dari para konsumennya. Penelitian terhadap atribut-atribut yang ditawarkan sebuah perusahaan penting untuk dilakukan agar perusahaan dapat membangun kepuasan konsumen melalui atribut yang ditawarkannya tersebut. Penelitian ini juga akan mempermudah perusahaan untuk dapat memenuhi keinginan konsumen. Toko baju fairy tales berusaha mengetahui sikap konsumen terhadap atribut yang ada. Dengan menggunakan sumber data yang diperoleh dari kusisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang identitas konsumen maupun atribut-atribut yang ditawarkan oleh toko fairy tales. Dari data kusisioner tersebut akan diuji dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis indeks kepuasan konsumen yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Dari hasilpenelitian menunjukkan bahwa responden yang paling banyak adalah berjenis kelamin wanita sebesar 61%, berusia antara 21-29 tahun, dengan pekerjaan terbanyak adalah pelajar/mahasiswa sebesar 30%, dan berpenghasilan <500.000 sebesar 43% yang dikarenakan harga-harga produk yang dijual ditoko tersebut dapat dijangkau oleh semua kalangan dan tidak hanya dapat dibeli oleh kalangan tertentu saja. Hasil dari indeks kepuasan konsumen sendiri menunjukkan pada angka 242,63 yang terletak pada skala netral yang berarti konsumen telah
merasa puas dengan atribut-atribut yang diberikan toko baju Fairy Tales.

Candra

ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP ATRIBUT KUALITAS JASA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Apakah ada perbedaan tingkat kepuasan mahasiwa berdasarkan profil responden, dan 2) Apakah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Duta Wacana sudah merasa puas dengan atribut kualitas jasa yang ditawarkan. Pengumpulan data lewat metode kuesioner. Data tersebut diolah dan diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan metode statistik korelasi product moment. Kemudian untuk menganalisis data tersebut digunakan Analisis Kepuasan Konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana merasa puas terhadap atribut kualitas jasa Universitas Kristen Duta Wacana dan Dari hasil analisis chi-square dapat disimpulkan bahwa tidak ada tingkat perbedaan kepuasan mahasiswa terhadap atribut kualitas jasa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Duta Wacana. Hal ini dapat dilihat dari hasil Indek Kepuasan Konsumen sebesar 288, tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar jenis kelamin t hitung (0,422) lebih kecil dari t tabel (7,815), tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar jurusan t hitung (0,867 ) lebih kecil dari t tabel (7,815), tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar angkatan t hitung (0,00) lebih kecil dari t tabel (21,026), dan tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar asal t hitung (0,059) lebih kecil dari t tabel (7,815). Kata Kunci : Kualitas Jasa, Kepuasan Mahasiswa, Atribut Kualitas Jasa, Index Kepuasan Konsumen.

Candra Edward P. Sinaga

PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PEMBELIAN DI TOKO BUKU SOCIAL AGENCY YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pembelian di Toko Buku Social Agency Yogyakarta. Sampel yang digunakan diplih dengan menggunakan metode non random sampling. Metode pengumpulan yang digunkan adalah dengan penyebaran kuesioner. Objek penelitian yang digunakan adalah Toko Buku Social Agency Yogyakarta. Responden yang digunakan untuk sampel adalah orang yang pernah membeli buku di Toko Buku Social Agency Yogyakarta. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase, regresi sederhana, korelasi Karl Pearson, Uji F, Koefisien Determinasi, uji Normalitas, dan Multikoliniearitas. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden yang diteliti berjenis kelamin laki-laki yang berusia antara <20 tahun dan mayoritas tingkat pendidikannya S1 dan S2 yang bekerja sebagai Pelajar/Mahasiswa dengan tingkat pendapatan Rp 100.000-400.000. Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pembelian di Toko Buku Social Agency Yogyakarta. Kata Kunci : Kepuasan pelanggan, Loyalitas Pembelian, berpengaruh secara signifikan.

Lie Yuni Andreany

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP SHAMPOO PANTENE DI KOTA TEGAL

Saat ini persaingan dunia bisnis berkembang dengan pesat. Banyak perusahaan baru bermunculan seiring dengan kebutuhan manusia yang beraneka ragam. Selain kebutuhan pokok manusia (sandang, pangan dan papan), manusia juga memiliki kebutuhan lainnya. Hal inilah yang mendorong para pelaku bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar. Inovasi terhadap produk atau jasa perlu dilakukan secara terus-menerus, agar produk atau jasa yang kita tawarkan mampu bersaing dengan produk atau jasa sejenis yang ditawarkan oleh pihak pesaing. Tujuannya adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Apabila konsumen merasa puas atas produk atau jasa, maka akan menimbulkan loyalitas. Persaingan yang ketat juga terjadi pada produk shampoo di Indonesia. Banyak perusahaan yang melakukan inovasi terhadap produk shampoo-nya untuk dapat menguasai pangsa pasar. Hal ini juga dilakukan oleh perusahaan P&G dalam melakukan inovasi ecara
terus-menerus terhadap produk shampoo Pantene dan memperhatikan atribut-atribut yang dianggap penting oleh konsumen.. Tujuannya adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan latar belakang tersebut, penulis mengangkat judul "Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Shampoo Pantene di Kota Tegal. Penelitian dilakukan dengan sample sebanyak 100 responden. Adapun penulisan skripsi ini  menggunakan metode analisis validitas, reliabilitas, indeks kepuasan konsumen, dan chi-square. Validitas-Realibilitas digunakan untuk mengukur tingkat valid dan reliable tidaknya suatu kuesioner, indeks kepuasan konsumen digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen baik per
atribut maupun secara keseluruhan dan analisis chi square digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan. Dari hasil analisis ini diketahui bahwa konsumen yang menggunkan shampoo Pantene, sebagian besar berpendidikan terakhir perguruan tinggi dan berusia dua puluh sampai dua puluh empat tahun. Kata Kunci : pemasaran, kepuasan konsumen

Yosef Hendriyanto

ASOSIASI MEREK TERHADAP PRODUK TEH TONG TJI DI KOTA PURWOKERTO

Semakin meningkatnya persaingan yang ada akan semakin mengarahkan sistem perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang  memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut pangsa pasar salah satu asset untuk mencapai keadaan tersebut adalah Brand (merek), merek merupakan nama, istilah, simbol, disain, ataupun kombinasinya yang mengidentifikasikan suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Identifikasi tersebut juga berfungsi untuk membedakannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Lebih jauh, sebenarnya merek merupakan nilai tangible dan itangible yang terwakili dalam sebuah trademark (merek dagang) yang mampu menciptakan nilai dan pengaruh tersendiri di pasar bila diatur dengan tepat saat ini merek sudah menjadi konsep yang komplek dengan sejumlah ratifikasi teknis dan psikologis. Merek yang dapat mempengaruhi konsumen menjadi loyal terhadap suatu produk atau jasa, secara tidak langsung sudah menciptakan asosiasi bagi merek tersebut. Asosiasi merek adalah kesan yang timbul dalam benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Untuk mendapatkan asosiasi merek yang baik dari pasar, maka setiap perusahaan harus benar-benar cermat dan tepat dalam memilih strategi-strategi untuk bersaing. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui profil konsumen teh Tong Tji berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan, status, dengan menggunakan metode prosentase. Kedua untuk mengetahui asosiasi konsumen terhadap produk teh Tong Tji dengan menggunakan metode analisis Cochran dimana uji yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh konsumen mengkaitkan sebuah merek dengan satu atau beberapa atribut sehingga nantinya akan membentuk suatu Brand Image. Uji Cochran digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal atau untuk informasi dalam bentuk terpisah dua (dikotomi), misalnya "ya" atau "tidak". Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari kesembilan atribut (rasa, kualitas teh, kemasan yang khas, popularitas teh Tong Tji, produk mudah diperoleh, harga bersaing, promosi gencar, variasi produk, aroma) ada dua atribut (kemasan yang khas dan popularitas) yang tidak mengena di benak konsumen. Sedangkan ketujuh atribut lainnya secara bersama-sama mampu membenuk brand image bagi produk teh Tong Tji, sehingga hal ini bisa menjadi patokan bagi perusahaan teh Tong Tji untuk mempertahankan dan menentukan strategi selanjutnya dalam melakukan kebijakan pemasaran. Kata Kunci : pemasaran, konsep pemasaran, manajemen pemasaran, merek, ejuitas merek, asosiasi merek

Christ Bintara Sahetapy

PERANAN KEPERCAYAAN, KEPUASAN KONSUMEN, PERCEIVED VALUE TERHADAP KOMITMEN DAN LOYALITAS

Skripsi yang berjudul "Peranan Kepercayaan, Kepuasan Konsumen, Perceived Value, terhadap Komitmen dan Loyalitas mendeskripsikan model teoritis untuk meneliti ketiga pengaruh utama terhadap loyalitas (loyalty) yaitu kepercayaan (trust), kepuasan konsumen (customer satisfaction) dan nilai/manfaat yang dirasakan (perceived value). Berdasarkan model teoritis, suatu susunan hipotesis secara menyeluruh diformulasikan dan suatu metodologi untuk mengujinya/membuktikan kemampuan dapat diterimanya model tersebut. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan program komputer AMOS. Hasilnya menunjukkan bahwa trust, customer satisfaction, perceived value, dan commitment merupakan kesatuan yang terpisah yang bersatu untuk menentukan loyalty, dan komitmenlah yang memiliki pengaruh lebih kuat dibandingkan kepercayaan, kepuasan konsumen, dan nilai yang dirasakan juga tidak secara langsung berhubungan dengan loyalitas melalui komitmen. Akhirnya, penulis membahas implikasi manajerial dan teoritikal dari hasil tersebut.Keyword: Trust, customer satisfaction, perceived value, commitment, loyalty.

 Dalety Liana L.W

KETERKAITAN KINERJA KEUANGAN DENGAN PERUBAHAN HARGA SAHAM (study pada usia 25 emiten 4 rasio keungan di BEJ)

Perkembangan industri manufaktur yang semakin pesat dewasa ini baik dalam segi kualitas maupun kuntitas dapat tercermin dari produk-produk yang dihasilkan dapat diterima oleh masyarakat. Perkembangan perusahaan manufaktur adalah rasional dan tidak terelakkan karena sebagian besar pengusaha dan masyarakat memiliki kecenderungan untuk menghindari resiko kerugian atau mengalihkan resiko kerugian keuangan. Perbedaan karakteristik perusahaan manufaktur adalah dalam hal struktur modalnya berbeda dengan perusahaan dalam kategori lembaga keuangan. Dengan menggunakan 4 rasio keuangan yaitu EPS, ROA, NPM, dan DER kita dapat menganalisis dan menilai keadaan keuangan perusahaan manufaktur, juga untuk menentukan rasio mana yang lebih berpengaruh terhadap naik turunnya harga saham. Metode analisis data yang digunakan adalah metode panel data. Panel data digunakan karena data yang digunakan data cross section dan data time series. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa 4 rasio keuangan yaitu EPS,ROA, NPM, dan DER secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham tetapi secara individu tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Lucas Budi Prasetyo

ANALISIS PRODUK CACAT KAIN POLYSTER PADA PT. TEKSTIL UNGGUL REJO WASONO PURWOREJO

Perkembangan dunia industri akhir-akhir ini sudah tidak terbendung lagi. Dilihat dari jumlahnya baik industri kecil maupun besar sudah bertebaran dimanamana. Hal ini oleh banyak kalangan kerap disebut jaman industrialisasi. Pada zaman industrialisasi disadari atau tidak, hasil-hasil produksi dari industri baik skala kecil maupun skala besar dikonsumsi oleh berbagai kalangan konsumen. Industri di Indonesia yang memasuki jaman era globalisasi dan era persaingan pasar bebas perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan suatu produk yang berkualitas. PT. Tekstil Unggul Rejo Wasono Purworejo merupakan perusahaan manufaktur karena masih ditemukan hasil produksi cacat terutama pada produk kain polymer sehingga perlu pengendalian mutu. Pengendalian mutu pada PT. Tekstil Unggul Rejo Wasono Purworejo sangat ditekankan pada semua staf-staf dan karyawan-karyawannya karena sangat mempengaruhi kredibilitas perusahaan. Dengan tidak adanya kredibilitas perusahaan. Dengan tidak adanya kredibilitas yang jelek pada perusahaan PT. Tekstil Unggul Rejo Wasono Purworejo maka perusahaan akan semakin berkembang dan maju dengan pesat, sedangkan jika ada kredibilitas yang jelek maka perushaan harus memperbaharuinya supaya tidak merosot dalam berproduksinya. Adanya perkembangan dunia industri yang begitu pesat khususnya dalam bidang perusahaan manufaktur mka akhirnya penulis memilih PT. Tekstil Unggul Rejo Wasono Purworejo sebagai tempat penelitian dan tertarik untuk mengajukan skripsi dengan judul "Analisis Produk Cacat Kain Polyster Pada PT. Tekstil Unggul Rejo Wasono Purworejo".

Rudi Riyanto

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PAKAN IKAN TETRABITS DI KOTA YOGYAKARTA

Pemasaran perusahaan merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usaha untuk  mempertahankan kelangsungan hidup, berkembang dan mendapatkan laba. Pemasaran merupakan suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang di tujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada konsumen yang ada maupun konsumen potensial. Seperti diketahui, untuk mencapai keberhasilan pemasaran suatu produk tidaklah mudah. Dalam pemasaran suatu produk, perusahaan tidak sekedar menjual, tetapi harus dapat memenuhi kehendak dan kebutuhan konsumen, sehingga tercipta kepuasan pada kedua belah pihak. Konsumen mempunyai kebebasan untuk memutuskan alokasi uangnya, dalam memilih barang yang akan dibeli. Semakin banyak penjual yang menawarkan produk yang serupa, makin terbuka pula kesempatan bagi konsumen untuk memilih. Banyak faktor yang dipakai konsumen sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan produk apa yang akan dibeli, kapan pembelian dilakukan, dimana tempat membeli dan berbagai keputusan-keputusan lain yang mempengaruhi pembelian.
Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pakan Ikan TetraBits DiYogyakarta". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana profil konsumen yang menggunakan produk pakan ikan TetraBits, apakah konsumen sudah merasa puas dengan atribut yang ada pada produk pakan ikan TetraBits dan apakah ada perbedaan kepuasan konsumen ditinjau dari profilnya. Berdasarkan hasil analisis profil responden bahwa konsumen pada pakan ikan TetraBits di Yogyakarta, meliputi : didominasi jenis kelamin Laki-laki sebanyak 71 orang (71%), usia antara 19-25 tahun yaitu sebanyak 43 orang (43%), profil tingkat Pendidikan (educate) didominasi SLTA sebanyak 41 orang (41%), tingkat pendapatan Rp.500.001-Rp.1.000.000/bulan sebanyak 39 orang (39%) dan profesi didominasi Pelajar/mahasiswa, yaitu sebanyak 37 orang (37%), kemudian dari hasil pengolahan pada bagian IKP diperoleh hasil sebesar 92,17,
letak posisi indek kepuasan pada skala terletak pada range antara interval Netral. Kemudian berdasarkan hasil analisis chi-square menyatakan tidak ada perbedaan kepuasan pelanggan terhadap atribut TetraBits di Yogyakarta ditinjau dari profil pelanggan, hal ini karena tingkat kepuasan (kinerja) konsumen terhadap sebagian atribut memiliki perbedaan yaitu dilihat dari jenis kelaminnya. Kata kunci : Kepuasan, konsumen.

Inosensius Guido Rotorua Haloho

 KECENDERUNGAN PENENTUAN STRUKTUR MODAL DALAM KETERKAITAN INTERDEPENDENSI STATIC TRADE-OFF, PECKING ORDER DAN AGENCY

Penelitian ini menguji tentang bagaimana pengaruh simultan debt to assets, debt to equity dan insider ownership pada industri manufaktur di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2000 – 2004. Penelitian ini menggunakan 28 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menjelaskan bahwa debt to aset dan debt to equity saling mempengaruhi dan berpengaruh terhadap tingkat kepemilikan manajerial, sedangkan kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap penentuan debt to aset dan debt to equity. Penggunaan debt to aset dan debt to equity dalam mencapai struktur modal yang optimal mempengaruhi kepemilikan manajerial, sehingga melalui bonding mechanism menciptakan adanya asimetri informasi antara manajer dengan investor. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penentuan struktur modal, perusahaan lebih cenderung untuk menggunakan pecking order yang diwakili oleh debt to equity. Penggunaan debt to equity bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat hutang terhadap ekuitas dalam memaksimalkan penggunaan dana. Hal itu mempengaruhi minat manajer dalam meningkatkan kepemilikan, sedangkan static trade-off yang diwakili oleh debt to Assets mempengaruhi minat manajer untuk mengurangi kepemilikannya. Hal ini membuktikan bahwa secara keseluruhan penelitian ini menemukan adanya keterkaitan antara debt to aset, debt to equity dan kepemilikan manajerial... Kata kunci: Debt to equity, debt to asset, insider ownership.

Nicshon M. F Rieuwpassa

EARNING PER SHARE, PRICE TO BOOK VALUE, RETURN ON EQUITY YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ-45 DI PT. BURSA EFEK JAKARTA

Dalam penelitian ini penulis mencoba menganalisis variabel-variabel independent yang diduga mempengaruhi harga saham pada perusahaan LQ-45 di PT. Bursa Efek Jakarta, yaitu : Earning Per Share, Price To Book Value, Return On Equity. Populasi dalam penelitian ini adalah data seluruh perusahaanperusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, periode penelitian 3 tahun yaitu mulai dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory. Penulis menggunakan analisis panel data untuk menguji model empiris, pada penelitian ini. Model panel data yang ada ialah model Fixed Effect (FE), Random Effect (RE), OLS. Diantara model panel data yang ada, maka dilakukan pengujian pada pemilikan model panel data yang tepat pada jenis permasalahan. Berdasarkan prosedur pemilihan model panel data, maka model yang dipilih adalah Fixed Effect (FE). Hasil analisis panel data untuk model Fixed Effect (FE) menunjukan bahwa Price to Book Value berpengaruh signifikant terhadap harga saham dengan tanda negatif. Jadi semakin menurun nilai PBV, maka nilai saham akan meningkat. Keywords: Closing price, Erning Per Share, Price To Book Value, Return On Equity.

Franky Richard Kodoatie

ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT-ATRIBUT FITNESS PADA CAKRA KEMBANG SPORT CENTRE YOGYAKARTA BERDASARKAN ARTI PENTING DAN KINERJANYA

Di Yogyakarta terdapat banyak usaha tempat fitness yang dalam kurun waktu lima tahun ini bermunculan, maka persaingan di bidang pemasaran jasa ini semakin ketat. Dalam rangka memenangkan persaingan, maka pengusaha tempattempat fitness harus mampu memperbaiki dan meningkatkan pelayanan tehadap konsumen agar persepsi konsumen baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi
konsumen terhadap atribut-atribut fitness pada Cakra Kembang Sport Centre Yogyakarta berdasarkan arti penting dan kinerja perusahaan dan untuk mengetahui profil konsumen yang menggunakan jasa fitness pada Cakra Kembang Sport Centre Yogyakarta. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan alat analisis prosentase, yaitu untuk mengetahui karakteristik atau profil responden dan Importance Performance Analysis untuk menentukan peringkat jasa berdasarkan kepentingan dan kinerja perusahaan. Dalam mendapatkan data, penulis menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden, dan 30 dari kuesioner itu diuji dengan analisis validitas dan reliabilitas, untuk mengetahui apakah data tersebut valid atau tidak dan reliabel atau tidak. Dengan menggunakan alat analisis tersebut diatas, diperoleh hasil analisis prosentase terhadap 100 orang responden Cakra Kembang Sport Centre di Yogyakarta, berdasarkan jenis kelamin 78% pria dan wanita 22%, berdasarkan usia >21-30 tahun sebesar 53%, berdasarkan status 73% belum menikah dan 27% menikah, jenjang pendidikan s/d SMU/sederajat, dengan pekerjaan pelajar sebesar 72%, yang berpendapatan >Rp500.000-Rp1.000.000 dan >Rp1.000.000- Rp1.500.000. Hasil Importance Performance Analysis terdapat 1 atribut pada kuadran A, 6 atribut dikuadran B, dan 2 atribut dikuadran C. Masih terdapat atribut pada kuadran A dimana lokasi yang strategis penting bagi konsumen, namun pelaksanaan oleh Cakra Kembang Sport Centre kurang memuaskan dan atribut pada kuadran C dimana kelengkapan peralatan yang kurang baik pelaksanaannya namun kurang mendapat perhatian dari Cakra Kembang Sport Centre, karena kelengkapan perlatan tidak terlalu penting dan kenyamanan tempat parkir yang kurang penting bagi konsumen namun kurang mendapat perhatian
dari Cakra Kembang Sport Centre, sebaiknya Cakra Kembang Sport Centre memperhatikan hal ini, agar tidak menimbulkan masalah di masa mendatang. Kata kunci: persepsi, importance performance analysis, dan konsumen.

Anton Aryo Angkasa

ANALISIS MINAT BELI KONSUMEN PRIA TERHADAP SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO DI KOTA MAGELANG

Recently, the effects rapidly development at entirely field especially in the field of technology is very obvious. Therefore it has change people's need and behavior, toward many aspects of their lives. Simplicity, speedy, and handy has become the way of people's life. This fact, results on the increasing demand on simple and "easy to use" products, in which the producers must be aware. The development of motorcycle industry now, appears to meet this need by producing a more handy and simple products. With several high-tech innovations they are increasingly create a greater extent of easy to use products, which result in a tight competition among companies within this industry. For that reason, before motorcycle company enters the market, they should comprehend customer's purchasing behavior in order to provide a products which suitable with customer's needs and arrange the best strategies to win the competition. In the case of Yamaha Mio, where the product is proposed to be a " motorcycle to women", the strategy indeed is not so interested by the women. On the contrary, most of it user is men. This phenomenom has a tendency to be happened especially at Magelang city. Based on this fact, the goal of this research is to examine the level of men's behavior intention to buy on Yamaha Mio at Magelang city. The 100 respondent for this research are derived from men who ever use Yamaha Mio at Magelang. After doing a validity and reliability test for the questionnaire, the data are analyzed using the Fishbein Extended analysis. The result shows that dominant user Yamaha Mio is student or college student with the ranging 17-25 years old and the average take-home pay is Rp.500.000,-. The result shows that men in Magelang City are interested enough to buy Yamaha Mio. Key Word : Behavior Intention to Buy, Yamaha Mio.

Adhitya Putranto Ardhani

PENGARUH SWITCHING COST SEBAGAI VARIABEL MODERATOR TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN DENGAN LOYALITAS KONSUMEN (Studi Empiris Pada Industri Jasa Layanan Telekomunikasi di Yogyakarta)

The development of mobile phone industry around the world, which is also followed by the fast growing telecommunication service provider industry, results on the rigid competition amongst firms in this sector. The phenomenon is also happened in Indonesia, which is indicated by the increasing firms on service provider industry dominated by Telkomsel, Indosat and Satelindo. Recognizing the situation, many service providers trying to create some means and strategies to prevent the switching of their customer into another service provider. In other words, they try to build customer loyalty. With numerous strategies and means available, switching cost is believed as the most effective strategy to build the loyalty. This strategy is not a direct mean prepared by the firms, but it is merely an indirect effect of other preceding strategy ranging from area wide strategy until local and international tariff strategy. Once customers experience a satisfaction with those strategies, it is costly for them to
switch into another service provider. This research is aimed to examine the effect of switching cost on moderating the relationship between customer satisfaction and customer loyalty. The sample is taken using the purposive random sampling method, and resulted on 150 respondent located at the definite district of Jogjakarta. The result shows that switching cost failed to demonstrate its moderating effect on customer satisfaction-loyalty relationship, which is indicated that customer loyalty is strongly shaped with or without the switching cost. Keyword: customer loyalty, customer satisfaction, and switching cost

Iwan Kurniawan

KEPUASAN MAHASISWA, LOYALITAS DAN REKOMENDASI PADA LAYANAN JASA PENDIDIKAN

Kualitas jasa (service quality) didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan (perceived service) dan harapan (expected service) pelanggan atas layanan yang mereka terima atau peroleh (Parasuraman, 1994). Harapan dan kenyatan yang dirasakan dapat dilihat sebagai gap jasa. Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan (perceived < Expected) maka pelanggan tidak puas, tapi jika sebaliknya (perceived > expected) maka pelanggan menjadi puas atas layanan yang diterima. Faktor dimensi yang digunakan dalam mengukur kualitas pelayanan jasa pendidikan Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta adalah model SERVQUAL (Service Quality) yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Levelock (1958) ciri-ciri kualitas jasa (Service Quality) dapat dievaluasi ke dalam lima dimensi besar antara lain: Responsiveness (ketanggapan), Reliability (keandalan), Emphaty (empati), Assurance (jaminan), dan Tangibles (bukti langsung). Selanjutnya dibuat sebuah model konseptual mengenai hubungan antara komunikasi universitas, kepuasan pelanggan, loyalitas, dan rekomendasi. Dari model tersebut dapat diambil beberapa masalah antara lain apakah komunikasi eksternal universitas dapat mempengaruhi terhadap kepuasan mahasiswa, apakah kepuasan mahasiswa dapat mempengaruhi loyalitas mahasiswa, Apakah kepuasan mahasiswa secara langsung mempengaruhi rekomendasi, dan Apakah kepuasan mahasiswa secara tidak langsung mempengaruhi rekomendasi melalui loyalitas.
Dalam penelitian ini, penulis mengunakan SEM (Structural Equation Modeling) sebagai alat analisis. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Komunikasi pihak UKDW terhadap mahasiwa secara signifikan dan positif mempengaruhi kepuasan mahasiswa, Kepuasan mahasiswa secara signifikan dan positif mempengaruhi loyalitas mahasiswa, Kepuasan mahasiswa secara signifikan dan positif dapat mempengaruhi rekomendasi,
dan Kepuasan mahasiswa secara signifikan dan positif terhadap rekomendasi melalui loyalitas pelanggan.

Yoseph Marselino Ndanu

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK SEPEDA MOTOR VESPA DI YOGYAKARTA

Adapun yang melatar belakangi tujuan penulisan ini, yaitu banyaknya persaingan bisnis sepeda motor yang muncul sebagai akibat meningkatnya
kebutuhan manusia akan sepeda motor. Agar dapat bersaing perusahaan harus mengetahui profil konsumen serta mampu memahami kebutuhan dan keinginan konsumennya. Penelitian ini berguna untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen dan atribut dari sepeda motor vespa yang paling memuaskan bagi konsumen, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi pesaing. Dalam penelitian ini analisis yang dipakai adalah Analisis Prosentase, Indek Kepuasan Pelanggan, dan Analisis Chi-Square. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diketahui bahwa tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut sepeda motor vespa adalah memuaskan dan tidak terdapat perbedaan antara profil konsumen dengan atribut yang ada. Kata kunci : Kepuasan konsumen dan atribut produk.

Etnan Elasa Suwondo

ASOSIASI KONSUMEN PONSEL MERK NOKIA SERI N-GAGE DI YOGYAKARTA

Asosiasi merek adalah segala hal yang berkaitan tentang merek dalam ingatan seseorang. Asosiasi tidak hanya eksis, namun juga mempunyai tingkat kekuatan. Keterkaitan asosiasi dengan merek akan lebih kuat jika dilandaskan pada banyak pengalaman dengan produk. Berbagai asosiasi yang diingat konsumen dapat dirangkai, sehingga membentuk brand image di dalam benak konsumen. Singkatnya, brand image adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk pada benak konsumen. Untuk mengetahui asosiasi-asosiasi tersebut diperlukan alat analisis yang untuk menentukan mana sumber asosiasi yang valid. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui asosiasi-asosiasi merek yang ada pada ponsel Nokia seri N-Gage. Untuk membentuk asosiasi konsumen, kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenal atribut-atribut yang dimiliki sebagai kekuatan perusahaan, dimana atribut-atribut terpilih tersebut merupakan hasil penyebaran kuesioner. Untuk mempermudah analisis data yang diperoleh dari jawaban responden terhadap pertanyaan, maka digunakan alat analisis Persentase dan Uji Cochran. Berdasarkan analisis persentase dapat disimpulkan bahwa konsumen ponsel Nokia seri N-Gage mayoritas berjenis kelamin pria 68%, berusia 18-25 tahun sebesar 58%, berstatus belum menikah 68%, berpendidikan sampai dengan perguruan tinggi sebesar 48%, berpendapatan Rp 500.000,00 – Rp 1000.000,00 sebesar 68% pekerjaan sebagai pegawai swasta sebesar 40%. Dan berdasarkan hasil Uji Cochran diperoleh Dari hasil akhir analisis uji cochran, terdapat 10 asosiasi konsumen terhadap ponsel Nokia seri N-Gage. Dan asosiasi tersebut adalah adanya menu tambahan dalam phonsel N-Gage, spare parts mudah didapat, Garansi yang diberikan bermanfaat, battery tahan lama, desain menarik dengan kombinasi warna, harga kompetitif, adanya memory tambahan atau external memory, dealer Nokia mudah dicari atau berada di tempat yang strategis, promosi melalui iklan gencar dilakukan, dan adanya bonus dalam setiap pembelian.

Helus YanwariDianto

KINERJA REKSADANA MENGGUNAKAN METODA TREYNOR

Salah satu sekuritas sebagai instrument investasi yang diperdagangkan di pasar modal adalah Reksadana ( mutual fund ) Reksadana mempunyai kelebihan dalam hal penghimpunan dana. Jumlah dana yang dikelola nilainya relatif lebih besar dibandingkan dengan dana yang dikelola secara perorangan. Selain itu, pengelolaan dilakukan oleh tim manajemen yang professional, yaitu Manajer Investasi, sehingga diharapkan mampu memberikan return optimal dan risiko minimal bagi investor. Berdasar latar belakang tersebut, permasalahannya adalah, apakah kinerja  ReksaDana berbeda dengan kinerja pasar ?. Penelitian ini memiliki populasi seluruh reksadana berbentuk hukum Kontrak Investasi Kolektif (KIK), dengan sifat reksadana terbuka (open-end fund) selama periode 1 Januari-31 Desember 2005 dan aktif (memberikan laporan NAB) dalam periode tersebut. Kriteria perusahaan Reksadana dalam penelitian ini adalah semua perusahaan Reksadana yang terdaftar di Bapepam dan memiliki laporan NAB selama periode tahun 2005 (12 bulan). Terdapat 106 perusahaan Reksadana sesuai kriteria yang terbagi sesuai jenis Reksadananya : 21 perusahaan Reksadana Saham, 25 perusahaan Reksadana Pasar Uang, 60 perusahaan Reksadana Pendapatan Tetap. Pengujian hipotesis menggunakan uji beda dua rata-rata (independent sample t test) menggunakan SPSS 12 dan metode Treynor dengan program Microsoft Excell untuk menentukan peringkat Reksadana terbaik. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, ada perbedaan antara return Reksadana dengan return pasarnya, ini dikarenakan terjadinya perbedaan rata-rata return yang cukup signifikan antara Reksadana dan pasar. Hasil hipotesis yang diperoleh dari pengukuran kinerja Reksadana dan pasar menggunakan indeks Treynor, bahwa tidak ada perbedaan antara indeks Treynor Reksadana dengan indeks Treynor pasarnya

Bima Setyawan

EFEKTIVITAS IKLAN SEPEDA MOTOR JUPITER MX DI TELEVISI YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN MASYARAKAT DI KOTA SURAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas Iklan sepeda motor Jupiter MX Di Televisi yang mempengaruhi pembelian masyarakat di kota Surakarta. Sample yang dipilih dengan mengunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengunakan penyebaran kuesioner. Objek penelitian yang digunakan adalah sepeda motor yaitu Jupiter MX. Responden yang digunakan untuk sample adalah masyarakat kota Surakarta yang pernah melihat iklan Jupiter MX dan mengunakanya. Metode analisis data yang digunakan adalah Persentase dan Uji Proporsi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden yang diteliti berjenis kelamin laki-laki,berusia antara 25-35 tahun, dan mayoritas mereka bekerja sebagai wiraswasta dengan gaji diatas Rp 1.500.000,-. Hal ini cukup mempengaruhi responden dalam keputusanya untuk membeli dan mengunakan Jupiter MX. Dari hasil pengolahan data dengan mengunakan uji proporsi dan analisis prosentase dapat dilihat bahwa iklan Jupiter MX yang ditayangkan ditelevisi sudah cukup efektif karena responden sudah sangat memperhatikan, tertarik, ingin mencoba dan pada akhirnya melakukan pembelian. Kata Kunci : Efektivitas, Efektif, Iklan, Jupiter MX.

Dewi Puji Wahyuni

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SELAMA MASA KRISIS MONETER (Studi Kasus : Perusahaan BUMN Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta)

Kinerja merupakan prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut. Dalam mengukur keberhasilan suatu perusahaan, kebanyakan menggunakan laporan keuangan karena dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan, dapat mencerminkan kondisi perusahaan tersebut. Penelitian ini berjudul "ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SELAMA MASA KRISIS MONETER". Perusahaan yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN yang terdaftar di BEJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan sebelum dan selama masa krisis moneter. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t-Paried dengan
terlebih dahulu menghitung rasio-rasio keuangan seperti CR, WCTAR, TAT, FAT, RT, WCT, ACP, DR, DER, LDER, NPM, OPM, ROI dan ROE, maka hasil pengujian hipotesis yang diukur dengan rasio keuangan seperti CR, WCTAR, TAT, FAT, RT, WCT, ACP, DR, DER, LDER, NPM, ROI dan ROE menunjukkan tidak ada perbedaan antara kinerja perusahaan sebelum dan sesudah masa krisis moneter. Sedangkan OPM menunjukkan ada perbedaan antara kinerja perusahaan sebelum dan sesudah masa krisis moneter.

Budi Setia Raharjo, Teng

ANALISIS HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN LOCUS OF CONTROL (LoC) TERHADAP KINERJA INDIVIDU
      Study Kasus Pada PT. Bank Buana Indonesia Tbk. Di Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan gaya kepemimpinan transformasional dan Locus of Control (LoC) terhadap Kinerja Individu pada PT. Bank Buana Indonesia Tbk. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Bank Buana Indonesia Tbk. di Yogyakarta. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 41 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase untuk mengetahui karakteristik dari responden analisis korelasi ranking Spearman untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan transformasional dan locus of control dengan kinerja individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin yang terbanyak dari responden adalah pria, usia responden yang terbanyak adalah >24 - 29 tahun, pendidikan terakhir terbanyak dari responden adalah S1, dan lama bekerja dari responden yang terbanyak adalah 5–10 tahun. Gaya kepemimpinan transformasional tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja individu, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,080 (< r tabel 0,199) dan signifikasi 0,618 (>5%). Selain itu locus of control juga tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja individu, yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar – 0,017 (< r tabel 0,199) dan signifikasi 0,917(>5%). Kata kunci: Kepemimpinan, transformasional, locus of control dan pemimpin

Dhany Kristanto

PERBANDINGAN ASOSIASI KONSUMEN ANTARA FOTOCOPY METRO DENGAN FOTOCOPY DUTA DI KOTA YOGYAKARTA

Dewasa ini perkembangan usaha fotocopy cukup pesat. Jadi tidak mengherankan jika sekarang ini banyak bermunculan fotocopy di berbagai tempat, terutama disekitar sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. Karena begitu banyak fotocopy yang bermunculan, maka akan menimbulkan berbagai asosiasi terhadap merek tersebut pada konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui profil konsumen fotocopy Metro dan fotocopy Duta. Kedua untuk mengetahui asosiasi konsumen terhadap fotocopy Metro. Ketiga untuk mengetahui asosiasi konsumen terhadap fotocopy Duta. Dan terakhir Untuk mengetahui apakah asosiasi konsumen terhadap fotocopy Metro sama dengan asosiasi terhadap fotocopy Duta. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan Analisis Persentase (mengetahui karakteristik pelanggan), Pengujian Validitas dan Reliabilitas (untuk menguji kuisener yang akan disebarkan), serta Analisis Cochran Q Test (untuk mengetahui keberadaan hubungan antara beberapa variabel yang membentuk asosiasi dari suatu merek dimata konsumen hingga akan  membentuk brand image suatu merek). Hasil penelitian ini menunjukkan Dari analisis presentase, dapat disimpulakan bahwa konsumen fotocopy Metro dan fotocopy Duta mayoritas berjenis kelamin wanita, berusia antara lebih dari 20 tahun sampai 25 tahun, berpendidikan perguruan tinggi, mempunyai pendapatan lebih dari Rp.500.000 sampai dengan Rp.1.000.000, memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa. Dari hasil akhir uji Cochran, terdapat tiga asosiasi terkuat yang ada di benak konsumen terhadap fotocopy Metro. Asosiasi tersebut antara lain Kualitas hasil copyan, Hasil copyan diserahkan sesuai dengan waktu yang telah disepakati, dan Harga copyan relatif terjangkau dan kompetitif dibanding pesaing. Dari hasil akhir uji Cochran, terdapat tiga asosiasi terkuat yang ada di benak konsumen terhadap fotocopy Duta. Asosiasi tersebut antara lain Kualitas hasil copyan baik, Hasil copyan diserahkan sesuai dengan waktu yang telah disepakati sebelumnya, dan Harga copyan relatif terjangkau dan kompetitif dibanding pesaing serta Waktu antrian tidak lama. Dari hasil analisis yang dilakukan, maka dapat dilihat bahwa hanya terdapat 1(satu) perbedaan asosiasi konsumen terhadap fotocopy Metro dan fotocopy Duta. Karena asosiasi konsumen antara fotocopy Metro dan fotocopy Duta hampir sama, maka dapat disimpulkan bahwa antara fotocopy Metro dan fotocopy Duta berkompetisi secara langsung karena target market dari fotocopy cukup sempit dan masing-masing fotocopy memiliki target market yang hamper sama

 Mulyadi

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT ATRIBUT BAURAN PEMASARAN P.T. NUSANTARA TOUR AND TRAVEL CABANG YOGYAKARTA

Dalam situasi perekonomian sekarang ini, bauran pemasaran dianggap sebagai suatu kunci dalam memahami serta melakukan pemasaran. Defenisi bauran pemasaran adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan. Bauran pemasaran atau marketing mix yang dalam pelaksanaannya berkaitan erat dengan perencanaan product (produk), price (harga), promotion (promosi), dan place (distribusi). Persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran merupakan hasil yang bisa diidentifikasi dari penilaian konsumen terhadap atribut-atribut bauran pemasaran sebagai tolak ukur untuk mengetahui sikap konsumen. Oleh karena itu perusahaan harus meneliti kinerjanya melalui sikap konsumen terhadap setiap atribut-atribut bauran pemasaran yang dipakai, sehingga perusahaan mengetahui apakah yang dilakukan perusahaan telah memenuhi harapan konsumen. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka penulis menganalisa sikap konsumen terhadap atribut-atribut bauran pemasaran pada PT. Nusantara Tour and Travel Cabang Yogyakarta. Adapun hal yang akan dianalisa antara lain yaitu bagaimana sikap konsumen terhadap atribut-atribut bauran pemasaran pada PT. Nusantara Tour and Travel Cabang Yogyakarta, dan juga apakah ada perbedaan sikap konsumen terhadap atribut-atribut bauran pemasaran pada PT. Nusantara Tour and Travel cabang Yogyakarta ditinjau dari jenis kelamin, usia dan pekerjaan. Obyek penelitian adalah konsumen yang menggunakan jasa PT. Nusantara Tour and Travel cabang Yogyakarta. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang dengan metode purposive sampling. Adapun alat analisis yang digunakan adalah mean aritmatika yang berfungsi untuk mengetahui rata-rata penilaian konsumen terhadap atribut-atribut bauran pemasaran pada PT. Nusantara Tour and Travel Cabang Yogyakarta. Alat analisis lainnya adalah Chi Square yang berfungsi untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang berarti atau signifikan dari sikap konsumen dalam menilai atribut-atribut bauran pemasaran pada PT. Nusantara Tour and Travel cabang Yogyakarta ditinjau dari jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Dan dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Sikap konsumen terhadap atribut-atribut bauran pemasaran pada PT. Nusantara Tour and Travel Cabang Yogyakarta adalah puas. Hal ini dibuktikan dengan nilai ratarata masing-masing atribut yang berada diantara nilai 3 dan 4. Tidak ada perbedaan sikap konsumen terhadap atribut-atribut bauran pemasaran pada PT. Nusantara Tour and Travel Cabang Yogyakarta berdasarkan jenis kelamin, usia dan profesi. Kata kunci: Sikap Konsumen, Atribut-atribut Bauran Pemasaran, Analisis Chi Square, Analisis Mean Aritmatika.

Sinta Maretha

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM

Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal terhadap pasar modal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas  (saham). Semakin tepat dan cepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham, maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien. Dilihat dari kepentingan investor yang akan membeli saham perusahaan, maka informasi yang paling dibutuhkan dari laporan keuangan suatu perusahaan adalah informasi mengenai harga saham, laba per saham, total aktiva, laba setelah pajak, penjualan bersih, total hutang dan total ekuitas perusahaan yang digunakan sebagai sumber pendanaan perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pengaruh perubahan Price Earning Ratio (PER), Perubahan Return on Assets (ROA), perubahan Net Profit Margin (NPM), dan perubahan Debt Equity Ratio (DER) terhadap perubahan harga saham baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian membuktikan bahwa perubahan Price Earning Ratio (PER), perubahan Return On Assets (ROA), perubahan Net Profit Margin (NPM), dan perubahan Debt Equity Ratio (DER) berpengaruh secara parsial terhadap perubahan harga saham, kemudian secara simultan ke-empat variabel tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para investor, emiten, dan pihak lainnya sebagai tambahan bahan evaluasi dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan investasi saham dalam keadaan harga saham yang berfluktuasi, bermanfaat bagi emiten dalam mengambil kebijaksanaan menyangkut PER, ROA, NPM, dan DER, dan dapat memberikan pengetahuan tambahan dan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan referensi serta literatur dalam bidang manajemen keuangan. Kata Kunci: Harga saham penutupan (closing price), laba bersih setelah pajak, total aktiva, Price Earning Ratio (PER), Debt Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA)

Anita

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN ROTI DAN KUE LEGITZ DI KLATEN

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis yakni untuk mengetahui profil konsumen Toko Roti dan Kue Le Gitz', serta mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian Roti dan Kue Le Gitz' di Klaten. Penelitian ini menggunakan analisis faktor (factor analysis) untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang paling mempengaruhi pembelian Roti dan Kue Le Gitz', dengan menggunakan 50 responden. Penelitian ini juga menggunakan analisis prosentase untuk mengetahui profil konsumen yang membeli Roti dan Kue Le Gitz'. Sebelum dianalisis lebih lanjut, kuesioner terlebih dahulu diuji dengan analisis validitas dan reliabilitas. Setelah dilakukan pengolahan data, ternyata hanya ada 1 faktor yang paling mempengaruhi pembelian Roti dan Kue LeGitz' yaitu faktor produk dan kenyamanan konsumen. Sedangkan dari analisis prosentase dapat diketahui bahwa profil konsumen Toko Roti dan kue Le Gitz' yakni wanita yang belum menikah maupun yang sudah menikah dengan usia > 20-25 tahun, berpendidikan sampai dengan SMU, mempunyai pekerjaan sebagai pegawai swasta/negeri, dan dengan tingkat penghasilan per bulan < Rp 750000,00.

Andrian Nobella

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TOBACCO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) (Studi Kasus pada PT. GUDANG GARAM Tbk)

Dalam mengukur suatu kinerja keuangan, selama ini banyak perusahaan yang masih menggunakan alat ukur kinerja seperti ROI, ROA dan ROE. Namun metode ini dirasakan masih memiliki kekurangan, dimana alat ukur tersebut mengabaikan adanya biaya modal. Hal ini mengakibatkan sulit untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah benar-benar mampu menciptakan nilai untuk meningkatkan kekayaan pemegang saham. Dalam rangka mengatasi kelemahan indikator pengukuran kinerja tersebut, di Amerika Serikat telah diperkenalkan suatu metode baru yang disebut EVA (Economic Value Added). EVA merupakan suatu tolok ukur yang berbasis nilai. Penilaian kinerja dengan menggunakan metode EVA akan dapat melihat kondisi perusahaan apakah mampu menciptakan nilai atau tidak. Jika perusahaan mampu menghasilkan EVA positif, maka hal ini berarti bahwa manajemen perusahaan mampu menciptakan nilai sehingga mampu meningkatkan kekayaan bagi perusahaan maupun pemilik modal. Jika EVA sama dengan nol, maka perusahaan dalam kondisi impas karena semua laba digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham. Hal ini berarti perusahaan belum mampu menciptakan nilai. Sedangkan jika nilai EVA negatif, maka perusahaan dikatakan tidak mampu menciptakan nilai karena laba yang tersedia tidak bisa memenuhi harapan penyandang dana terutama pemegang saham. Dari penjelasan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian kinerja keuangan terhadap perusahaan PT. Gudang Garam Tbk dengan menggunakan metode EVA. Data yang digunakan adalah data dokumentasi yang berupa laporan keuangan perusahaan yang diperoleh dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Kinerja perusahaan dihitung dari tahun 2002 sampai tahun 2004. Dari hasil penelitian perhitungan EVA, menunjukkan bahwa kinerja perusahaan belum mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Hal ini ditunjukkan melalui nilai EVA yang diperoleh perusahaan dari tahun ketahun mengalami negatif.

Novita Anggraeni

ANALISIS EFEKTIFITAS PENAYANGAN IKLAN SOFTENER MOLTO DI TELEVISI TERHADAP FAKTOR KEPUTUSAN PEMBELIAN  KONSUMEN DI KOTA YOGYAKARTA

Dewasa ini perkembangan zaman semakin maju pesat, informasi dan teknologi semakin canggih, dan masyarakat bereaksi cepat dalam menerimanya. Perkembangan dan penyebarannya yang kian melebar melalui berbagai sarana di media massa, membuat banyak perusahaan semakin berlomba- lomba memanfaatkan media periklanan. Yang mana setiap perusahaan memiliki tujuan untuk menawarkan dan mempromosikan suatu produknya. Akan tetapi yang menjadi masalahnya adalah efektifitas dilakukan, sehingga penelitian yang dilakukan ini berjudul : " Analisis Efektifitas Penayangan Iklan Softener Molto di Televisi Terhadap Faktor Keputusan Pembelian Konsumen Di Kota Yogyakarta". Pengukuran efektifitas iklan Softener Molto dilakukan dengan analisis prosentase pada setiap tahapan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Selain itu analisis prosentase juga digunakan untuk mengetahui karakteristik responden. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada 50 orang responden. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu purposive random sampling. Setelah dilakukan analisis, terdapat hasil pada setiap tahapan AIDA, pada tahap Attention sebesar 76.4 %, tahap Interest sebesar 74.5 %, tahap Desire sebesar 74.3 %, dan pada tahap Action sebesar 73.9 % dari 50 responden. Dan  untuk mengetahui apakah iklan tersebut efektif atau tidak, digunakan uji proporsi dan diketahui bahwa ternyata iklan Softener Molto tersebut efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian pada tingkat AIDA. Kata Kunci : Efektifitas Iklan, AIDA, Keputusan Pembelian, Konsumen

Kiki Maria Pamungkas

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMILIH SUDIO FOTO ROI DI GOMBONG

Bidang fotografi merupakan bidang yang cukup diminati oleh banyak orang. Kebutuhan konsumen akan jasa studio foto yang cukup tinggi berdampak pada persaingan dalam bidang fotografi yang semakin tajam, terutama pada masyarakat perkotaan. Studio foto yang baik akan dapat membidik segmen tertentu yang akan dicapai. Skripsi ini dibuat untuk mengetahui apakah yang mempengaruhi konsumen dalam memilih studio foto ROI di Gombong dan atribut apa yang mempengaruhinya. Oleh karena itu penulis memilih judul "Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih sudio foto ROI di Gombong." Skripsi ini dapat membantu memecahkan masalah khususnya bagi studio foto ROI dengan menggunakan alat analisis faktor (factor analysis). Alat analisis ini digunakan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi konsumen dalam memilih dan membeli produk dan jasa studio foto ROI dengan menggunakan 50 responden. Adapun atribut-atribut yang akan dijadikan subjek penelitian meliputi: kelengkapan produk, kualitas jasa foto, ketepatan saat pengambilan foto, kualitas pelayanan pemilik dan karyawan, kenyamanan dan kebersihan studio foto, citra sudio foto dan lokasi. Penelitian ini juga menggunakan analisis prosentase untuk mengetahui profil konsumen yang menggunakan jasa studio foto ROI. Sebelum dianalisis lebih lanjut, kuesioner terlebih dahulu diuji dengan analisis validitas dan reliabilitas. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa konsumen studio foto ROI  merasa puas. Setelah dilakukan pengolahan data, ternyata ada dua faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memilih studio foto ROI yaitu faktor pelayanan kepada konsumen kemudian citra dan lokasi. Sedangkan dari analisis prosentase dapat diketahui bahwa profil konsumen studio foto ROI adalah pria dengan usia
> 41 tahun, mempunyai pekerjaan sebagai wiraswasta, dan dengan tingkat penghasilan > Rp 200.000,00 – Rp 700.000,00.

 Yusuf Karya

 

Ga ada laporan

Hendri

PENGARUH KEADILAN INTERAKSIONAL, KEADILAN PROSEDURAL, KEADILAN DISTRIBUTIF TERHADAP TRUST DAN KOMITMEN DENGAN MEDIATOR KEPUASAN KONSUMEN (JOGJA MEDIA NET)

Pada skripsi yang berjudul " Pengaruh Keadilan interaksional, keadilan prosedural, keadilan distributif, terhadap trust dan komitmen dengan mediator kepuasan konsumen. Akan menguji apakah ada pengaruh keadilan interaksional, keadilan prosedural, keadilan distributif terhadap kepuasan konsumen dan dimplikasikan terhadap trust dan komitmen. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah keadilan interaksional, keadilan prosedural dan keadilan distributif mempengaruhi kepuasan secara positif dan signifikan dan bagaimana implikasinya terhadap trust dan komitmen. Penulis menggunakan metode analisis Struktural Equation Model (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 180 responden secara purposive random sampling. Namun setelah melakukan data screening hanya 132 sampel yang layak diproses lebih lanjut. Dari hasil SEM dapat disimpulakan bahwa dari ketiga variabel yang diuji yaitu keadilan interaksional, keadilan prosedural, keadilan distributif, hanya variabel keadilan interaksional dan prosedural yang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sedangkan implikasinya kepuasan pelanggan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel trust dan komitmen. Dari ketiga variabel yang diukur, yang paling mempengaruhi kepuasan adalah variabel keadilan interaksional. Untuk itu dalam solusi penanganan komplain lebih memperhatikan aspek keadilan interksional, dibandingkan dengan aspek keadilan distributif dan keadilan prosedural.
Kata kunci : keadilan interaksional, keadilan prosedural, keadilan distributif, kepuasan, trust, komitmen.

Sugiharto Budi Joyo

ANALISIS HUBUNGAN BRAND IMAGE PADA PRODUK AMDK MEREK AQUA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN BRAND LOYALTY AMDK MEREK AQUA OLEH KONSUMEN DI KOTAMADYA YOGYAKARTA

Dewasa ini studi atau penelitian tentang perilaku keputusan pembelian dan loyalitas merek sedang menjadi kajian yang popular. Apalagi seiring dengan kemajuan teknologi dan jaman yang mendorong semakin banyaknya produkproduk yang dijual dipasaran. Bahkan dalam satu kategori produk saja sudah berkembang beberapa jenis merek, oleh karena itu disinilah pentingnya arti sebuah merek. Pertempuran merek tidak bisa dihindari lagi dalam pemasaran, karena kenyataannya sekarang orang atau konsumen lebih mementingkan merek dalam keputusan pembeliannya. Dan terlepas dari faktor-faktor lain, dari merek tersebut pula konsumen juga bisa setia dan tidak ingin berganti merek yang lain. Dari semua hal itu mengidentifikasikan bahwa kehadiran sebuah merek tidak bisa dianggap hanya sebuah slogan atau tanda saja, tapi lebih daripada itu sebetulnya nilai merek lebih penting daripada nilai produk itu sendiri. Oleh karena itu, perusahan dituntut harus konsisten untuk dapat membentuk merek yang kuat demi memenangkan dalam persaingan dipasaran. Merek yang kuat disini berarti bahwa merek tersebut mempunyai asosiasi-asosiasi yang kuat dan terpercaya dimana semua asosiasi-asosiasi yang terkumpul itu yang nantinya dapat membentuk brand image, semakin baik asosiasi yang terbentuk dalam benak setiap konsumen maka brand image yang terbentuk dalam penilaian seseorang pada suatu produk itu adalah baik pula. Berangkat dari latar belakang diatas maka penulis ingin meneliti tentang "Analisis Hubungan Brand Image AMDK Terhadap Keputusan Pembelian dan Brand Loyalty Oleh Konsumen di Kotamadya Yogyakarta". Pada kesempatan ini penulis memfokuskan pada salah satu merek dagang yang terkenal yaitu produk (AMDK) merek Aqua. Untuk memperoleh data pada penelitian ini, maka penulis  menyebarkan kuesioner kepada sebanyak 50 responden yang pernah membeli AMDK merek Aqua. Pengolahan datanya dilakukan dengan menggunakan alat analisis validitas, reliabilitas, arithmatic mean dan analisis korelasi spearman rank. Dari hasil validitas dan reliabilitas kuesioner sebanyak 30 responden didapati bahwa instrumen kuesioner adalah layak untuk dilanjutkan. Sedangkan pada analisis arithmatic mean diperoleh hasil bahwa penilaian responden terhadap tingkat brand image AMDK ada pada point 3,99 yang berarti masuk pada kategori baik. Analisis yang terakhir adalah korelasi spearman rank. Pada pengujian hubungan antara brand image (X) terhadap keputusan beli (Y1) didapat hasil bahwa sebenarnya tidak ada hubungan yang signifikan antara brand image pada produk AMDK merek Aqua terhadap keputusan pembeliannya. Sedangkan pada pengujian hubungan antara brand image (X) terhadap brand loyalty (Y2), menghasilkan kesimpulan tentang adanya hubungan positip yang signifikan antara brand image AMDK merek Aqua terhadap brand loyalty AMDK merek Aqua yang tingkat korelasi spearman rank-nya sebesar 0,433. ** keyword: Brand Image, Brand Loyalty, Keputusan Pembelian.

Freddy

ANALISIS HUBUNGAN CITRA TOKO "RASA WANGI" TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI KECAMATAN COMAL, KABUPATEN PEMALANG, PROPINSI JAWA TENGAH

Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan barang – barang kebutuhan semakin tinggi, hal ini dapat dipahami sebagai sebuah peluang sekaligus tantangan dalam dunia bisnis, terutama dalam dunia bisnis ritel di tanah air. Perkembangan bisnis ritel ini diiringi dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang semakin banyak dan beragam. Semakin banyak bisnis ritel yang berkembang, maka konsumen semakin selektif dalam memilih atau memutuskan tempat untuk memenuhi kebutuhan. Salah satu tipe dalam bisnis ritel adalah toko, dimana toko menarik para konsumen pada basis kelengkapan , kualitas, harga, dan pelayanan. Tetapi dalam perkembangannya dewasa ini, salah satu bisnis yaitu pasar swalayan merupakan media yang menyediakan barang kebutuhan secara komplek dalam penjualan barang, baik kelontong maupun produk lainnya. Kondisi ini memberikan dampak tersendiri bagi kalangan toko – toko retail, oleh karena itu pedagang retail dituntut untuk mampu dalam mengantisipasi perubahan image atau citra retail mereka. Perubahan dan perkembangan image ini juga terjadi pada masyarakat di kecamatan Comal, kabupaten Pemalang. Dari penjelasan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra toko retail terhadap keputusan pembelian konsumen. Peneliti memilih toko "Rasa Wangi" sebagai objek penelitian dikarenakan toko retail ini merupakan toko besar dan terlengkap di kecamatan Comal. Data diperoleh dengan cara observasi dan dengan menyebarkan 50 kuesioner kepada 50 responden yang menjadi konsumen di toko "Rasa Wangi". Metode analisis yang yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis prosentase untuk mengetahui karakteristik konsumen toko "Rasa Wangi" dan analisis Korelasi Spearman Rank untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengaruh citra (image) toko "Rasa Wangi" terhadap keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan hasil analisis data, maka kesimpulannya adalah bahwa ada pengaruh yang signifikan dan ada hubungan (korelasi) positif 'sedang' antara pengaruh citra toko terhadap keputusan pembelian konsumen. Jika diteliti secara terpisah pada masing masing atribut citra tokonya, yaitu lingkungan fisik, pelayanan, harga, dan kualitas produk, maka yang memiliki pengaruh korelasi yang cukup kuat adalah citra kualitas produk yang ditawarkan oleh toko "Rasa Wangi" yang paling mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, sedangkan yang paling lemah korelasinya terhadap keputusan pembelian adalah citra pelayanan. Kata Kunci: Citra toko retail, keputusan pembelian, prosentase, korelasi Spearman Rank.

Laura Christiani Sukendro

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK PIZZA HUT PADA CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

Persaingan dapat terjadi antar rumah makan pizza. Agar dapat bersaing, rumah makan tersebut harus mengetahui profil dan keinginan konsumen. Dalam situasi ini, rumah makan pizza perlu untuk meningkatkan kualitas produk makanan yang ditawarkan. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui profil konsumen pizza. Selain itu, penulis juga ingin mengetahui faktor yang paling penting yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian pizza di Pizza Hut. Penelitian ini dilakukan di civika akademika Universitas Kristen Duta Wacana dengan menggunakan 100 responden. Alat analisis yang digunakan dalam menganalisis profil konsumen adalah analisis prosentase. Sedangkan untuk mengetahui faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian pizza, penulis menggunakan analisi Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP adalah metode pengambilan keputusan yang peralatan utamanya adalah sebuah struktur hirarki. Dalam metode ini, seorang pengambil keputusan membentuk model dari suatu permasalahan yang kompleks ke dalam sebuah stuktur hirarki yang menunjukkan hubungan dari sebuah tujuan, faktor (kriteria), sub faktor (sub kriteria) dan alternatif yang ada. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa profil
konsumen pizza di rumah makan Pizza Hut adalah pria berusia 18-25 tahun yang mempunyai pekerjaan sebagai mahasiswa dengan penghasilan rata-rata perbulan Rp 500.001,00–Rp 1.000.000,00. Sedangkan dari analisis AHP dapat disimpulkan bahwa faktor paling penting yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian pizza adalah faktor harga. Kata kunci: Analytic Hierarchy Process, faktor penting pemilihan produk pizza.

Dewi

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUTATRIBUT YANG DITAWARKAN CV WARTEL WARNA ABADI DI YOGYAKARTA

Tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah untuk mengetahui kepuasan konsumen pada CV Wartel Warna Abadi Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut maka metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase untuk mengetahui profil pelanggan dan analisis IKP (indeks kepuasan konsumen) untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Kesimpulan yang didapat bahwa konsumen wartel Warna Abadi ialah laki-laki dan wanita dengan usia 25-30 tahun, berpendidikan SD s/d SMU, pekerjaan sebagai pegawai atau karyawan dengan pendapatan per bulan Rp500.000 – Rp1.000.000. Hasil dari perhitungan analisis IKK adalah 196,3 dari skala 9 – 225 dari hasil tersebut dapat  dilihat bahwa sikap konsumen adalah puas. Kata Kunci : Kepuasan konsumen.

Wenny Dwiyanti

PENGARUH TIGA ELEMEN JASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN NIAT UNTUK SETIA ATAU BERGANTI PENYEDIA JASA PADA SALON JOHNNY ANDREAN

Permintaan dan penawaran pada industri jasa terjadi peningkatan dewasa ini. Meningkatnya permintaan dan penawaran berakibat pada mengingkatnya persaingan pada industri tersebut. Persaingan di dalam industri memberikan dampak kepada konsumen. Konsumen berpeluang untuk memilih alternatif pilihan jasa dan memperoleh kualitas jasa yang meningkat serta dapat memperbesar nilai uang mereka. Namun banyak penyedia jasa tidak memberikan jaminan kepada konsumen bahwa konsumen akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan hal tersebut menimbulkan ketidaksetiaan konsumen, sehingga dengan mudahnya pindah ke penyedia jasa lain. Penelitian ini menguji pengaruh tiga elemen jasa terhadap kepuasan konsumen dan niat untuk setia atau berganti penyedia jasa. Adapun tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh langsung kualitas inti terhadap kepuasan konsumen, menguji pengaruh langsung kualitas relasional terhadap kepuasan konsumen, menguji pengaruh persepsi nilai terhadap kepuasan konsumen, dan menguji pengaruh langsung kepuasan konsumen terhadap niat untuk berganti penyedia jasa atau niat untuk setia. Obyek penelitian dalam penelitian ini Johnny Andrean Salon yang berada di Galeria Mall Lantai 1, Yogyakarta, penelitian ini mengambil sampel sebanyak 210 responden secara purposive sampling. Namun setelah melakukan data screening hanya 204 yang layak untuk diproses lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil dari analisis SEM dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang menguji pengaruh langsung core quality terhadap customer satisfaction terbukti, hipotesis 3 yang menguji pengaruh langsung perceived value terhadap customer satisfaction terbukti, hipotesis 4 dan 5 yang menguji pengaruh langsung customer satisfaction terhadap switching intention atau loyalty intention terbukti. Hanya ada 1 hipotesis yang tidak terbukti yaitu hipotesis 2 yang mengukur pengaruh langsung relational quality terhadap customer satisfaction. Kata kunci: kualitas inti (core quality), kualitas relasional (relational quality), persepsi nilai (perceived value), niat berganti penyedia jasa (switching intention), niat setia (loyalty intention), SEM

Yusuf Agung Pratama

HUBUNGAN ASOSIASI MEREK TERHADAP LOYALITAS MEREK SEPEDA MOTOR HONDA DI KOTA YOGYAKARTA

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) profil responden pengguna sepeda motor merek Honda di kotamadya Yogyakarta, (2) hubungan antara asosiasi merek kualitas mesin dengan loyalitas merek, (3) hubungan antara asosiasi merek variasi produk dengan loyalitas merek, (4) hubungan antara asosiasi merek kemudahan perawatan dengan loyalitas merek, (5) hubungan antara asosiasi merek bentuk / model dengan loyalitas merek, (6) hubungan antara asosiasi merek kenyamanan pemakaian dengan loyalitas merek, (7) hubungan antara asosiasi merek keiritan bahan bakar dengan loyalitas merek, (8) hubungan antara asosiasi merek harga dengan loyalitas merek, (9) hubungan antara asosiasi merek kredit dengan loyalitas merek, (10) hubungan antara asosiasi merek dealer dengan loyalitas merek, dan (11) hubungan antara asosiasi merek promosi / iklan dengan loyalitas merek. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah : kuesioner, wawancara, dan observasi. Metode sampling yang digunakan adalah metode accidental sampling, sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis prosentase, analisis korelasi Rank Spearman, uji signifikansi. Hasil penalitian dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) dari hasil analisis prosentase, dapat disimpulkan bahwa profil responden terbanyak adalah adalah berjenis kelamin pria sebanyak 62%, berusia antara 15-25 tahun sebanyak 80%, sampai dengan SMU sebanyak 48%, pekerjaan pelajar / mahasiswa sebanyak 76%, dan pendapatan perbulan Rp500.000 - Rp1000.000 sebanyak 66%. (2) Dari analisis korelasi Rank Spearman dapat disimpulkan bahwa variabel asosiasi merek kualitas mesin (X1), variasi produk (X2), kemudahan perawatan (X3), bentuk / model (X4), kenyamanan pemakaian (X5), keiritan bahan bakar (X6), Harga (X7), kredit (X8), dan dealer (X9) mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap loyalitas merek (Y), (3) Variabel asosiasi merek promosi / iklan (X10) tidak signifikan terhadap loyalitas merek (Y), hal ini mungkin disebabkan promosi / iklan yang dilakukan oleh sepeda motor Honda hanya dianggap oleh konsumen sebagai media pengingat dan pemberitahuan seputar sepeda motor Honda, sehingga konsumen tidak tertarik dan tidak ada keingginan untuk membeli setelah melihat promosi / iklan yang dilakukan sepeda motor Honda. (4) Variabel asosiasi merek Harga (X7) memiliki hubungan yang paling "kuat" dibandingkan dengan variabel asosiasi merek yang lain, hal ini mungkin disebabkan konsumen selalu membandingkan harga dengan kualitas secara utuh dari sepeda motor Honda. ** keyword: Asosiasi merek, Loyalitas merek.

Lilie Oktavia

HUBUNGAN DIMENSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA HOTEL DI YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan dimensi kepemimpinan transformasional (yang terdiri dari charisma, inspirational, Intellectual Stimulation, dan Individualized Consideration) terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan juga dimensi manakah dari kepemimpinan transformasional yang paling memiliki hubungan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dari Hotel Di Yogyakarta. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Hotel Di Yogyakarta. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase untuk mengetahui karakteristik dari responden analisis korelasi ranking Spearman untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan transformasional dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin yang terbanyak dari responden adalah pria, usia responden yang terbanyak adalah 20-≤29 tahun, pendidikan terakhir terbanyak dari responden adalah D3, dan lama bekerja dari responden yang terbanyak adalah 5–10 tahun. Dimensi kepemimpinan transformasional charisma mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,362 (> r tabel 0,183) dan signifikasi 0,010 (<5%). Dimensi kepemimpinan transformasional inspirational mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,291 (> r tabel 0,183) dan signifikasi 0,041 (<5%). Dimensi kepemimpinan transformasional Intellectual Stimulation mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,325 (> r tabel 0,183) dan signifikasi 0,021 (<5%). Dimensi kepemimpinan transformasional Individualized consideration tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,154 (< r tabel 0,183) dan signifikasi 0,285 (>5%). Dengan demikian dimensi kepemimpinan charisma merupakan dimensi yang paling memiliki hubungan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi
sebesar 0,362 (> r tabel 0,183) dan signifikasi 0,010(<5%). Kata kunci: Kepemimpinan, transformasional, Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan pemimpin

Yoky Adi Saputra

ANALISIS HUBUNGAN RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI RAMAI FAMILY MALL YOGYAKARTA

Pemasaran merupakan ujung tombak dari sebuah perusahaan di dalam memasarkan produk atau jasa yang di hasilkannya. Pemikiran yang berorientasi pada pasar atau konsumen dewasa ini sudah merupakan persaingan global, dimana perusahaan tidak hanya sekedar memasarkan produk atau jasanya yang bagus, menetapkan harga yang menarik dan membuat produk atau jasa tersebut terjangkau oleh konsumen sasaran, tetapi perusahaan juga harus membangun relasi atau hubungan dengan konsumennya. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih dalam lagi mengenai hubungan pemasaran atau relationship marketing di kota Yogyakarta khususnya di Ramai Family Mall dengan mengabil judul : "ANALISIS HUBUNGAN RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI RAMAI FAMILY MALL YOGYAKARTA". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profile konsumen ramai family mall Yogyakarta serta untuk melihat ada tidaknya pengaruh antara program relationship marketing yang dijalankan oleh ramai family mall Yogyakarta terhadap tingkat loyalitas konsumennya. Sehubungan dengan hal diatas, maka penulis menggunakan alat analisis Prosentase dan alat analisis Korelasi Rank Spearman yang datanya diambil dari 50 orang responden. Analisis prosentase digunakan untuk melihat variabel – variabel mana yang paling dominan yaitu dengan cara membagi variabel yang dituju dengan jumlah keseluruhan variabel dalam kelompok. Analisis Korelasi Rank Spearman yaitu alat analisis yang digunakan untuk mengukur kuat atau keeratan suatu relasi antara dua variabel ordinal. Tetapi sebelum kedua alat analisis tersebut digunakan, terlebih dulu data dari 30 orang responden diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya. Setelah dilakukan pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwa antara relationship marketing dengan loyalitas konsumen tidak memiliki hubungan yang signifikan. Sedangkan dari hasil analisis prosentase dapat diketahui bahwa dominasi konsumen Ramai Family Mall adalah pria berstatus menikah dengan usia 25 tahun sampai dengan 32 tahun pendidikan akademi yang bekerja sebagai pegawai negri sipil atau pegawai swasta dengan penghasilan di atas Rp 2.000.000 per bulan.

Nugroho Budi Wijaya

ANALISIS TANGGAPAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CUSTOMER SERVICE DI PT. TELKOM KANCATEL SLEMAN

Pada saat ini dunia bisnis dihadapkan pada persaingan global dengan salah satu ciri yang menonjol adalah dengan dengan berkembangnya teknologi informasi yang sangat cepat. Hal ini menjadikan setiap pelaku bisnis dapat dengan mudah mendapatkan setiap informasi bisnis tanpa dibatasi ruang dan waktu. Maka dari itu dapat dikatakan setiap perusahaan yang ingin mencapai keberhasilan harus dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggannya terlebih lagi untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa telekomunikasi adalah PT. Telkom. Oleh karena persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia sangat besar dan persaingan tersebut tidak hanya melibatkan pesaing dari domestik saja, melainkan juga dari perusahaan asing, maka dari itu PT. Telkom harus dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelangganya. Salah satu bagian yang paling penting dalam pelayanan para pelanggan di PT. Telkom dilakukan oleh bagian customer service. Customer service di PT. Telkom adalah bagian yang dapat langsung berhubungan dengan para pelanggannya, baik dalam hal permintaan pemasangan sambungan baru, menangani keluhan para pelanggan, melayani pembayaran rekening telepon dan lain-lain. PT. Telkom Kancatel (Kantor Cabang Telekomunikasi) Sleman sebagai kantor
cabang dari PT. Telkom di wilayah Sleman tentunya juga harus dapat mendukung PT. Telkom dalam melakukan persaingan dengan para perusahaan jasa telekomunikasi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tanggapan konsumen terhadap kualitas pelayanan customer service di PT. Telkom Kancatel Sleman dan apakah ada perbedaan tanggapan konsumen terhadap kualitas pelayanan customer service di PT. Telkom Sleman menurut golongan pelanggan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis prosentase, analisis Fishbein dan analisis Chi-Square. Alat analisis Prosentase digunakan untuk mengetahui karakteristik/profil dari pelanggan PT. Telkom Kancatel Sleman menurut jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan dan golongan pelanggan. Analisis Fishbein digunakan untuk mengetahui bagaimana tanggapan konsumen terhadap kualitas pelayanan di PT. Telkom Kancatel Sleman. Sedangkan analisis
Chi-Square digunakan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan tanggapan konsumen terhadap kualitas pelayanan di PT. Telkom Kancatel Sleman menurut golongan pelanggan. Dari hasil analisis, dapat diketahui bahwa pelanggan dari PT. Telkom Kancatel Sleman rata-rata berjenis kelamin pria, berumur antara 36 sampai dengan 45 tahun, mempunyai pendapatan rata-rata per bulan sebesar lebih dari Rp 500.000 sampai dengan Rp. 1.000.000., bekerja sebagai pegawai swasta dan sebagian besar adalah pelanggan perumahan. Tanggapan pelanggan terhadap pelayanan customer service di PT. Telkom Kancatel Sleman adalah netral dan perbedaan tanggapan konsumen terhadap kualitas pelayanan customer service di PT. Telkom Kancatel Sleman menurut golongan pelanggan hanya terjadi pada dimensi responsiveness/perhatian (tidak melakukan pekerjaan dalam waktu bersamaan) dan dimensi assurance/jaminan (aman dalam melakukan transaksi). Kata kunci: Tanggapan, Kualitas pelayanan, Customer Service.

Novi Indriani

PENGARUH KREATIVITAS IKLAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PASTA GIGI PEPSODENT PERLINDUNGAN 12 JAM

Penelitian ini berjudul " Pengaruh Kreativitas Iklan Terhadap Loyalitas Konsumen Pasta Gigi Pepsodent Perlindungan 12 Jam". Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen kreativitas iklan: perhatian (attention), minat (interest), keinginan (desire), rasa percaya (conviction) dan tindakan (action) secara parsial terhadap loyalitas dan perhatian (attention), minat (interst), keinginan (desire), rasa percaya (conviction) dan tindakan (action) secara bersama-sama terhadap loyalitas. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (a) ada pengaruh perhatian (attention), minat (interest), keinginan (desire), rasa percaya (conviction) dan tindakan (action) secara parsial terhadap loyalitas, (b) ada pengaruh perhatian (attention), minat (interest), keinginan (desire), rasa percaya (conviction) dan tindakan (action) secara bersama-sama terhadap loyalitas. Subyek (sampel) dalam penelitian ini adalah ibu-ibu di Kelurahan Mintaragen Kota Tegal berjumlah 100 responden. Metode penarikan sampel secara non probabilitas dengan purposive sampling. Data diperoleh melalui data primer dengan cara membagikan pertanyaan untuk ditanggapi dan melalui wawancara, data sekunder melalui catatancatatan dan buku referensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan: (a) secara parsial (uji t) perhatian (attention) X1, minat (interest) X2. rasa percaya (conviction) X4, dan tindakan (action) X5, tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas, sedangkan keinginan (desire) X3, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas. (b) perhatian (attention), minat (interest), keinginan (desire), rasa percaya (conviction), dan tindakan (action) mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap loyalitas.
Kata kunci: kreativitas iklan, loyalitas konsumen.

Hendy Setiawan

HUBUNGAN PERIKLANAN DI SURAT KABAR DENGAN PENDAPAT UMUM

Periklanan merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang penting bagi produsen untuk mendapatkan konsumen bagi produknya. Manfaat iklan yang terbesar adalah membawa pesan yang ingin disampaikan oleh produsen kepada khalayak ramai. Iklan dapat disampaikan melalui televisi, radio, majalah, surat kabar dan masih banyak lagi. Di Indonesia, media iklan utama masih berupa surat kabar. Hal ini berhubungan dengan mudahnya untuk mendapat izin dan selain itu biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dibandingkan dengan iklan di televisi. Adapun tujuan penelitian disini adalah menganalisis hubungan antara informasi tentang pasar (marketplace information) terhadap iklan di surat kabar, menganalisis hubungan antara nilai hiburan (entertainment value) terhadap iklan di surat kabar, menganalisis hubungan antara materialisme (materialism) terhadap iklan di surat kabar, menganalisis hubungan antara pengaruh ekonomi (economic effect) terhadap iklan di surat kabar, dan menganalisis hubungan antara manipulasi pembaca (manipulation) terhadap iklan di surat kabar. Disini obyek penelitian adalah periklanan di surat kabar dan daerah penelitiannya adalah pembaca surat kabar di Yogyakarta. Jumlah sampel yang di teliti dalam penelitian ini sebanyak 100 orang, dengan menggunakan alat analisis korelasi berganda. Dari penelitian berdasarkan alat analisis diperoleh hasil bahwa analisis antara variabel marketplace information dengan pendapat umum ada hubungan yang signifikan tetapi hubungan yang rendah, analisis antara variabel entertainment value dengan pendapat umum ada hubungan yang signifikan tetapi hubungan yang rendah, analisis antara variabel materialism dengan pendapat umum ada hubungan yang signifikan tetapi hubungan yang rendah, analisis antara variabel economic effect dengan pendapat umum ada hubungan yang signifikan tetapi hubungan yang rendah, dan analisis antara variabel manipulation dengan pendapat umum ada hubungan yang signifikan tetapi hubungan yang rendah. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari hasil analisis korelasi berganda dapat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel periklanan terhadap pendapat umum, tetapi hubungan yang rendah.

Novidia Sidharta

Pengaruh Internal Cash Flows, Insider Ownership, Investment Opportunity Pada Capital Expenditures : Pengujian Terhadap Packing Order Hypothesis dan Managerial Hypothesis

Penelitian ini menyelidiki tentang pengaruh internal cash flow, insider ownership, investment opportunity terhadap capital expenditures pada perusahaan:pengujian pada packing order hypothesis dan managerial hypothesis yang terjadi di Bursa Efek Jakarta. Packing order hypotesis menjelaskan manajer memilih tingkat pengeluaran modal yang mampu memaximalkan kekayaan para pemegang saham saat ini tanpa mempertimbangkan kepentingannya dalam perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan managerial hypothesis mengatakan bahwa para manajer memiliki tingkat kepemilikan kecil dalam perusahaan, menggunakan internal cash flow untuk capital expenditures dalam tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkatan yang bisa memaksimalkan kekayaan para pemegang saham saat ini. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Griner and Gordon's (1995) dan memfokuskan pada industri manufaktur yang terdaftar di BEJ. Tahun penelitian sebanyak 4 tahun dan terdiri dari 34 perusahaan manufaktur yang terdapat di BEJ dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa internal cash flow berpengaruh positif dan signifikan, investment opportunity dan insider ownership tidak berpengaruh signifikan tetapi hal ini dapat menunjukkan bahwa telah terjadi managerial hypothesis di Indonesia. Kata kunci: Packing order hypothesis, managerial hypothesis, internal cash flow, insider ownership, investment opportunity, capital expenditures.

Henny Yuniarti

KEPUASAN NASABAH TERHADAP KUALITAS LAYANAN ATM BCA DI YOGYAKARTA

Meningkatnya tuntutan nasabah terhadap pelayanan yang ditawarkan dan adanya persaingan antar bank, membuat upaya – upaya untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan tujuan memberikan kepuasan kepada nasabahnya. Dalam hal ini penulis memantau kepuasan nasabah dengan menggunakan layanan ATM BCA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan nasabah BCA terhadap kualitas layanan ATM di Yogyakarta. Dan penelitian ini penulis menggunakan alat analisis Profil Konsumen dan Pengukuran Kepuasan Pelanggan. Untuk memperoleh data yang di maksud. penulis telah melakukan penyebaran kuesioner. Dari hasil analisis ini penulis dapat mengetahui Profil Konsumen berdasarkan jenis kelamin sebagian besar adalah perempuan dengan prosentase 59 % , usia antara 21 – 25 tahun dengan prosentase 74 %, pekerjaan mahasiswa 78 %, dengan pendapatan di bawah 1 juta 60 %, frekuensi penggunaan ATM sering 49 %, dan ATM yang sering digunakan adalah ATM multifungsi 97 %. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Purposive Sampling dan sampel yang diambil sebanyak 100 responden Hasil alat analisis Pengukuran Kepuasan Pelanggan menggunakan 4 teknik yaitu Satisfaction Only, Gap Analysis, Importance – Satisfaction, dan Multiplicative Approach. Dari masing – masing teknik mempunyai rating yang berbeda – beda dalam setiap atributnya. Dari hasil analisis Satisfaction Only menunjukkan bahwa atribut banyaknya fasilitas yang ada dan jumlah mesin ATM yang dipunyai BCA sudah dapat membuat nasabah puas dengan keberadaannya, Gap analysis rating tertinggi adalah lama waktu transaksi dan keakuratan hasil transaksi, dalam Importance – Satisfaction lama waktu transaksi dan banyaknya fasilitas yang ada mempunyai nilai yang tinggi, sedangkan Multiplicative Approach nilai tertinggi diduduki oleh keakuratan hasil transaksi dan bukti transaksi ( struk )

Willianto

STUDY EKSPLORATIF IKLAN CETAK PRODUK TELEVISI di AMERIKA  SERIKAT PERIODE TAHUN 1930an -1980an

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perkembangan iklan cetak produk televisi di Amerika Serikat periode 1930an – 1980an. Selain itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perwujudan aspek kognisi (cognitve) dan aspek afeksi (affective) didalam sebuah iklan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (qualitative method research) berbentuk study eksploratif. Dimana peneliti mengeksploratif dan mengumpulkan data gambar-gambar iklan produk televisi negara Amerika Serikat melalui media internet yaitu http://www.tvhistory.tv. Datadata ini dikategorikan menjadi data sekunder. Dan didukung oleh data-data sejarah teknologi televisi yang diperoleh dari http://www.fcc.com dan http://www.wikipedia.com. Metode pengumpulan yang dilakukan adalah dengan observasi. Untuk metode pengumpulan sampel peneliti menggunakan judgement sampling, dimana pemilihan sampel didasarkan penilaian terhadap beberapa karakteristik anggota sampel yang disesuaikan dengan maksud penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi mempunyai pengaruh yang besar didalam pembuatan iklan produk televisi. Setiap ada perubahan teknologi baru maka iklan juga akan ikut berubah, mengingat televisi adalah merupakan produk elektronik. Aspek kognisi didalam iklan produk televisi, diwujudkan dalam bentuk tulisan, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi mengenai televisi. Sedangkan aspek afeksi lebih banyak diwujudkan kedalam bentuk gambar untuk mempengaruhi persepsi konsumen. Tujuan utama dari aspek afeksi adalah untuk mempermainkan dan mempengaruhi emosi dan perasaan manusia. Selain ketiga hal diatas, budaya (culture) juga mempunyai pengaruh didalam pembuatan sebuah iklan produk televisi. Keyword: Technology, Cognitive, Affective, Culture.

Luci Paonganan

APLIKASI WIPO (WITHDRAWN INITIAL PUBLIC OFFERING) MODEL TERHADAP ANOMALI SAHAM PADA PASAR PERDANA

Studi tentang penawaran saham perdana (IPO) menunjukkan terjadinya fenomena anomali saham IPO yakni secara rata-rata saham IPO mengalami underpricing dan memiliki kinerja jangka panjang yang underperformed. Ada beberapa penjelasan terhadap fenomena tersebut, antara lain: Informasi Asimetris, winner curse, traditional, signaling equilibrium phenomenon tetapi semuanya belum memuaskan karena berdasarkan pada harga yang ada di pasar sekunder. Teori withdrawn IPO mencoba menjelaskan fenomena anomali IPO dengan cara yang berbeda sehingga fenomena anomali IPO dapat dijelaskan secara tuntas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris pengaruh uncertainty terhadap underpricing, untuk mengetahui kinerja jangka panjang saham dan menguji anomali IPO dengan withdrawn IPO model. Untuk mengukur hal tersebut, digunakan enam proxy untuk uncertainty yakni offer price, age, sales, size, book equity dan risk; initial return saham, return harian hingga 3 tahun setelah IPO dan jumlah perusahaan yang mengalami penundaan IPO. Berdasarkan sampel dari 89 perusahaan di Indonesia yang melakukan IPO pada tahun 2000 hingga 2004 menunjukkan hasil penelitian bahwa telah terjadi undepricing pada saham-saham tersebut yakni 83,15% perusahaan mengalami underpricing. Hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa secara signifikan uncertainty berpengaruh terhadap underpricing pada proxy: offer price, sales, size, risk dan book equity, kinerja jangka panjang saham secara empiris terbukti underperformed dan model WIPO mampu menjelaskan secara keseluruhan terjadinya anomali saham IPO. Kata Kunci: Initial Public Offering, initial return, under pricing, long term under performance, withdrawn IPO Model.

Sri Mulyani

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KASUR PEGAS MEREK ELITE DI KOTA YOGYAKARTA

Dalam penelitian ini penulis mengangkat masalah Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kasur Pegas Merek Elite di Kota Yogyakarta. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pelanggan yang membeli dan menggunakan Elite spring bed di Yogyakarta, mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap Elite spring bed di Yogyakarta dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepuasan pelanggan Elite spring bed di Yogyakarta dilihat dari profil pelanggan. Alat yang dipakai dalam analisis data adalah analisis prosentase, yang bertujuan untuk mengetahui jumlah karakteristik responden. Analisis kepuasan pelanggan yang digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan terhadap atribut-atribut pada Elite spring bed di Yogyakarta. Sedangkan analisis chi square dipakai untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepuasan pelanggan berdasarkan profil pelanggan. Dari hasil analisis prosentase menunjukkan bahwa profil pelanggan Elite spring bed di Yogyakarta berimbang antara pria dan wanita dan status belum menikah dan berusia lebih dari 20 – 30 tahun dan berpendidikan Perguruan Tinggi (S1, S2, S3) dan pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa, dengan memiliki pendapatan per bulan Rp 750.000 – Rp 1.500.000. Hasil dari  analisis kepuasan pelanggan, IKP (Indeks Kepuasan Pelanggan) Elite spring bed di Yogyakarta adalah 110,26. Sedangkan hasil analisis chi square terlihat bahwa kepuasan pelanggan Elite spring bed di Yogyakarta tidak ada perbedaan kepuasan pelanggan berdasarkan jenis kelamin, status, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan pelanggan.

Donny Sugianto

HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA GLONDONG MOTOR YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa: (1) hubungan kualitas pelayanan dalam hubungannya dengan kepuasan konsumen pada Glondong motor Yogyakarta, (2) dimensi kualitas pelayanan yang paling dominan memiliki hubungan dengan kepuasan konsumen dalam pelayanan Glondong motor Yogyakarta, (3) apakah terdapat perbedaan antara kepuasan konsumen ditinjau dari profil konsumen. Metode pengambilan sampel digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen Glondong motor Yogyakarta. Sampel yang diambil dalam penelitian ini diambil sebanyak 30 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen dan analisis chi square untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kepuasan konsumen ditinjau dari profil responden. Di dalam penelitian ini ada beberapa dimensi kualitas pelayanan yang dianalisis yaitu: dimensi bukti langsung (tangibles), dimensi kehandalan (reliability), dimensi daya tanggap (responsiveness), dimensi jaminan (assurance), dimensi empati (emphaty) yang mana kelima dimensi kualitas pelayanan ini menjadi acuan penelitian bagi penulis terhadap kepuasan konsumen di Glondong motor Yogyakarta. Dari hasil penelitian ini ternyata kelima dimensi kualitas pelayanan di Glondong motor memiliki hubungan yang sedang dengan kepuasan konsumen yang ditunjukkan dari koefisien korelasi (r hitung) bukti langsung sebesar .490 > (r tabel 1,33), koefisien korelasi (r hitung) kehandalan sebesar 0.552 > (r tabel 1,33), koefisien korelasi (r hitung) daya tanggap sebesar 0.596 > (r tabel 1,33), koefisien korelasi (r hitung) jaminan sebesar 0.618 > (r tabel 1,33), dan koefisien korelasi (r hitung) empati sebesar 0.480 > (r tabel 1,33)., dan diantara kelima dimensi kualitas pelayanan yang paling dominan mempengaruhi kepuasan konsumen adalah jaminan (assurance) dilihat dari koefisien korelasi (r hitung) jaminan sebesar 0.618 > (r tabel 1,33). Berdasarkan hasil analisis Chi Square, menunjukkan bahwa ada perbedaan kepuasan konsumen berdasarkan jenis kelamin dilihat dari bukti langsung karena X 2 hitung (4.762) > X 2 tabel (3.841). Dengan adanya hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen maka diharapkan bagi perusahaan untuk menperhatikan dan meningkatkan lagi kualitas pelayanan yang ada. Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, pelayanan.

Astu Nuryandaru

PENGARUH BRAND REINFORCEMENT, EMOTIONAL BRANDING, INOVASI DAN PENGALAMAN PANCA INDERA TERHADAP BRAND LOYALITY

Dalam setiap bulan seorang wanita tidak bisa luput dari penggunaan produk-produk pembalut wanita. Jenis produk yang ditawarkanpun bervariasi mulai pembalut wanita untuk jenis pantiliner maupun khusus datang bulan. Untuk pembalut wanita yang khusus untuk datang bulan produsen banyak melakukan inovasi pada produknya yakni berdasarkan bentuk dan daya serap. Berdasarkan bentuk inovasi yang dilakukan berupa non wings dan wings sedangkan yang berdasarkan daya serap; regular, maxi dan double safequare. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dunia usaha menyebabkan persaingan untuk produk yang sejenispun makin tinggi, ini terbukti dengan banyaknya merek-merek pembalut wanita yang menawarkan produknya kepasar. Misalnya saja (Charm, Kotek, Hers Protek, Whisper dan lain-lain). Disini kita akan mengkhususkan diri dengan mengamati produk pembalut wanita khusus haid, dimana sasaran konsumennya adalah wanita, karena para produsen beranggapan bahwa : "perempuan cenderung punya tradisi konsumtif yang tinggi, yang menentukan arus uang ke luar dalam rumah tangga." Dari itu perempuan dijadikan objek bulan-bulanan penawaran produk (Lusiana A. Lubis, MA, 2005: 1). Banyaknya persaingan usaha sejenis, menyebabkan produsen pembalut wanita selalu mencoba mengaet konsumennya dengan berbagai cara agar tercipta komunitas brand loyality. Berdasarkan latar belakang diatas, maka pokok permasalahan yang dirumuskan yaitu upaya meningkatkan brand loyality dengan pengaruh brand reinforcement terhadap emotional branding melalui inovasi dan pengalaman panca indera. Dalam penelitian ini jumlah sample yang digunakan adalah 100 responden, dimana pengambilan elemen-elemen yang dimasukkan dalam sample dilakukan dengan segaja dengan catatan bahwa sample tersebut resprentatif atau mewakili konsumen. Untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda, Uji t, Uji F, Koefisien Determinasi( R² ), Uji Asumsi Klasik. Analisis pada penelitian ini menunjukan bahwa brand reinforcement, emotional branding, inovasi dan pengalaman panca indera pembalut wanita Laurier berpengaruh signifikan terhadap brand loyality. Berdasarkan Uji Asumsi Klasik tidak terdapat multikolinearitas dan Autokorelasi namun didapati terjadinya heterokedasitas untuk X3: Inovasi serta X4 : Pengalaman panca indera

Melky Anin

ANALISIS PENGARUH NILAI PELAYANAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI ANTARA VARIABEL KUALITAS PELAYANAN DAN NIAT MEMBELI PADA PT. KHARISMA MATARAM JAYA GEMILANG YOGYAKARTA

Dalam era globalisasi sekarang ini perusahaan jasa yang ingin tetap bertahan dan sukses, haruslah berusaha agar dapat selalu berkembang dan memilih strategi yang tepat untuk menghadapi pesaing. Perusahaan jasa yang ingin tetap bertahan dan bersaing dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan yang sesuai atau lebih dari harapan pelanggan. Pelayanan jasa oleh perusahaan mungkin dapat mengalami kegagalan apabila perusahaan tidak mengetahui bentuk layanan yang sebenarnya diinginkan pelanggan. Penelitian ini untuk menguji dampak dari kualitas pelayanan terhadap niat membeli yang dimediasi oleh nilai pelayanan. Penelitian ini dilakukan kepada 200 responden dan tempat penelitian di PT. Kharisma Mataram Jaya Gemilang pada bulan Maret 2005. Obyek dari penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan jasa pada perusahaan PT. Kharisma Mataram Jaya Gemilang Yogyakarta. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM. Dari hasil analisis diketahui bahwa tidak ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap nilai pelayanan sedangkan nilai pelayanan berpengaruh terhadap niat membeli. Peningkatan kualitas pelayanan sangat penting untuk menciptakan persepsi bagi pelanggan, bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan sesuai atau bahkan lebih besar dari apa yang diberikan pelanggan kepada perusahaan. Kata kunci: kualitas pelayanan, nilai pelayanan, niat membeli, variabel mediasi

Oktavianus

PENGARUH FAKTOR LOKASI DAN ATRIBUT PELAYANAN TERHADAP KESUKSESAN BISNIS WARNET DI YOGYAKARTA-SLEMAN

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, kebutuhan untuk mendapatkan informasi semakin hari semakin mengalami suatu peningkatan yang pesat. Dalam hal ini yang menjadi media untuk mendapatkan sebuah informasi adalah internet, internet diperkirakan mulai masuk ke indonesia pada tahun 90-an yang kemudian mendapat respon yang positif dari masyarakat Indonesia. Belakangan ini di Yogyakarta mulai banyak bermunculan bisnis warnet. Hal tersebut dilakukan sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat Yogyakarta yang sebagian besarnya adalah mahasiswa dan mahasiswi untuk mendapatkan informasi, mengerjakan tugas kuliah, dan sebagainya. Berdasar pada data AWARI (Asosiasi Warung Internet Indonesia) menjelaskan bahwa jumlah warnet yang ada di Yogyakarta sekitar 412 unit, sehingga hal ini nantinya akan memberi dampak terhadap tingkat persaingan yang ketat untuk bisnis warnet di Yogyakarta, pada keadaan seperti inilah penentuan lokasi bisnis serta bentuk pelayanan yang nantinya akan diberikan mempunyai andil terhadap kesuksesan bisnis yang dijalankan. Dan dalam hal ini adalah bisnis warung internet (warnet). Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini, yakni (1) Menganalisis pemilihan lokasi yang mempengaruhi kesuksesan bisnis warnet di Yogyakarta, (2) Menganalisis atribut pelayanan yang mempengaruhi kesuksesan bisnis warnet di Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2006. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah warnet yang ada di D.I.Yogyakarta. Sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah warnet di Yogyakarta dan Sleman yang telah beroperasi selama 6 bulan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 91 responden. Alat analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linear berganda.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, secara bersamaan lokasi dan pelayanan mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan sebuah bisnis warnet. Secara partial faktor lokasi yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesuksesan bisnis warnet, yakni kedekatan dengan perumahan. Sedangkan atribut pelayanan yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesuksesan bisnis warnet, yakni kualitas komputer,
dan layanan 24 jam.

Gerson Priya Dwi Andi

ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN RESTAURANT THAI EXPRESS DI KOTA YOGYAKARTA

Dunia usaha saat ini sangatlah luas, banyak bermunculan perusahaanperusahaan pada saat ini yang bersaing secara ketat untuk memberikan kepuasan kepada konsumennya. Banyak sekali produk-produk yang ditawarkan pada setiap konsumennya dengan berbagai macam atribut-atribut. Produk dan jasa sangatlah erat kaitannya, karena produk adalah barang yang diberikan atau ditawarkan pada konsumen sehingga konsumen tertarik untuk mencobanya, sedangkan jasa adalah alat penyalur atau pembantu untuk mempromosikan produk agar produk dikenal di pasaran. Pelayanan merupakan salah satu jasa pendukung produk untuk tempat penyampaian harapan pelanggan. Restaurant merupakan tempat di mana orang menggunakan atau memakai barang dan jasa yang berupa produk makanan yang ditawarkan oleh pihak yang bersangkutan. Konsumen akan setia terhadap produk atau jasa apabila produk tersebut dapat memberikan kepuasan yang sesuai dengan keinginan atau harapan konsumen. Dengan melihat di atas, maka penulis meneliti analisis kepuasan pelanggan Thai Express di kota Yogyakarta. Penulis ingin mengetahui bagaimana profil konsumen terhadap produk dan jasa yang diberikan oleh Restaurant Thai Express di Yogyakarta. Bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk Restaurant Thai Express menurut atribut-atribut yang ada dan apakah ada perbedaan tingkat kepuasan konsumen berdasarkan profil responden. Ada beberapa alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis validitas, analisis reliabilitas, analisis prosentase, analisis IKP (Indeks Kepuasan Pelanggan) serta analisis Chi Square. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat diketahui bahwa profil Restaurant Thai Express adalah wanita yang berusia antara 20 –35 tahun dengan pekerjaan pegawai swasta serta tingkat pendapatan Rp. 500.000,- - 1.500.000,-/bulan, dengan tingkat kedatangan lebih dari lima kali. Konsumen merasa cukup puas dengan produk dan jasa yang diberikan Restaurant Thai Express. Berdasarkan hasil dari analisis Chi Square yang dilakukan pada Restaurant Thai Express, maka kesimpulannya adalah Ho diterima. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kepuasan konsumen terhadap kualitas produk Restaurant Thai Express baik dilihat dari jenis kelamin, usia, pekerjaan, tingkat pendapatan dan banyaknya kunjungan ke Restaurant Thai Express.

 Riyan Halim Saputra

ANALISIS ASOSIASI MEREK HANDPHONE NOKIA, SAMSUNG, DAN MOTOROLA DI KOTAMADIA YOGYAKARTA

Dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat saat ini perusahaan perlu memanfaatkan sumber dayanya dengan optimal, termasuk berusaha menciptakan atau melakukan rekayasa yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen, misalnya melalui citra merek produknya. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli, dan karena itu keahlian paling utama dari pemasar adalah kemampuanya untuk menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merek. Perusahaan yang mempunyai citra merek yang kuat mempunyai alternatif untuk bersaing pada tingkat harga dan spesifikasi produk. Dengan memiliki citra merek yang kuat perusahaan dapat tetap bersaing, merebut dan bahkan memenangkan persaingan pasar. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui semua asosiasi merek handphone Nokia, Samsung, dan Motorola mempunyai proporsi jawaban "Ya" yang sama. Kemudian berdasarkan hasil analisis disimpulkan ada asosiasi merek untuk masing-masing handphone merek Nokia, Samsung, atau Motorola ini adalah semua asosiasi merek handphone (Nokia, Samsung, atau Motorola) mempunyai proporsi jawaban "Ya yang sama. Asosiasi merek merupakan dasar untuk kualitas pembentukan citra merek dan ekuitas merek Bagi pemasar, asosiasi merek berguna dalam banyak hal,terutama untuk pengambilan keputusan dan perluasan merek produknya, sedangkan bagi konsumen bisa dijadikan untuk dasar dalam pemilihan merek yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanya,.dengan menggunakan 100 responden di kotamadia yogyakarta, penelitian ini mencoba mengidentifikasikan asosiasi merek dari handphone merek nokia, Samsung, dan Motorola melalui metode Cochran Q test. Hasil penelitian menunjukan 11 asosiasi untuk nokia dan untuk Samsung dan Motorola masing-masing 9 asosiasi Kata kunci : ekuitas merek, citra merek, asosiasi merek

Sylvia Christiana

PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA YANG DIBERIKAN OLEH TEMPAT KARAOKE KELUARGA NAV DAN HAPPY PUPPY di YOGYAKARTA

Penulis tertarik mengambil obyek tempat keluarga NAV dan Happy Puppy untuk dijadikan tugas akhir. Tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy ini bukan merupakan tempat karaoke keluarga pertama di Yogyakarta, sebelumnya telah banyak tempat karaoke yang ada di Yogyakarta. Tetapi yang ditawarkan oleh tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy ini beda dengan tempat karaoke lainnya. Kedua tempat keluarga ini lebih mengunggulkan kualitas lagu dan suara yang tidak dimiliki oleh tempat karaoke lainnya. Tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy ini ingin membuktikan bahwa tempat karaoke tidak selalu identik dengan tempat karaoke yang biasa dipandang orang negatif. Dalam kegiatannya sehari-hari tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy ini selalu mempunyai inovasi-inovasi agar perusahaan mereka maju dan tidak kalahbersaing dengan tempat karaoke lainnya. Salah satu yang membuktikan jika perusahaan itu eksis dan tidak kalah bersaing dengan tempat lain adalah melalui pengukuran kepuasan konsumen. Tidak cukup hanya mengukur kepuasan konsumen pada tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy, karena kedua ini merupakan tempat karaoke yang paling diminati oleh masyarkat Yogyakarta, maka dari itu penulis ingin membandingkan diantara kedua tempat karaoke keluarga ini.Maka dari itu penulis mengambil judul " PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA YANG DIBERIKAN OLEH TEMPAT KARAOKE KELUARGA NAV DAN HAPPY PUPPY di YOGYAKARTA "
Penelitian ini dilakukan pada konsumen tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy di Kota Yogyakarta dengan sample sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut-atribut yang ada pada tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy. Alat analisis yang digunakan untuk mengukur perbandingan kepuasan konsumen terhadap pelayanan jasa NAV dan Happy Puppy ini yaitu pendekatan multiplikatif, ANOVA dan chi square. Adapun atribut-atribut yang dijadikan obyek penelitian adalah : product, price, place, dan promotion. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak adanya perbedaan kepuasan yang dirasakan oleh konsumen terhadap tempat karaoke keluarga NAV dan Happy Puppy. Dalam hal ini kedua tempat karaoke ini telah memberikan pelayanan yang terbaik sehingga konsumennya merasa puas dan diharapkan lebih meningkatkan dan memperbaiki kualitas atribut-atribut yang ada.

Jhon Hermanto Samosir

PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA

Penelitian ini menguji pengaruh kemampuan dan motivasi kerja perawat terhadap pelaksanaan kualitas pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kemampuan dan motivasi kerja perawat secara simultan (bersama – sama) dan parsial (masing – masing) terhadap pelaksanaan kualitas pelayanan kesehatan. Setiap rumah sakit ingin berhasil mewujudkan tujuannya, antara lain menginginkan agar usahanya dapat bertahan dan berkembang, dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan rumah sakit ini dapat dicapai dengan adanya peran serta sumber daya manusia (perawat) didalamnya. Masalah kemampuan an motivasi kerja perawat adalah alasan utama bagi rumah sakit untuk dapat meningkatakan kualitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu para pimpinan rumah sakit harus memberikan perhatian kepada perawatnya agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Bethesda Jl. Jendral Sudirman No 70 Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 50 orang perawat sebagai responden. Kuesioner yang dibagikan berisi tentang profil responden, tanggapan mengenai variabel kemampuan, variabel motivasi kerja, dan variabel pelaksanaan kualitas pelayanan kesehatan. Untuk menganalisis pengaruh kemampuan dan motivasi kerja terhadap pelaksanaan kualitas pelayanan kesehatan digunakan analisis regresi berganda, uji t, uji F. Sebelum menganalisis kuesioner terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas, setelah kuesioner dinyatan valid dan reliabel maka dilakukan analisis selanjutnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kemampuan (X1) dan motivasi kerja (X2) perawat secara bersama-sama terhadap pelaksanaan kualitas pelayanan kesehatan (Y). Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung (3,20 ) > F tabel (3,19). Sedangkan secara parsial pengaruh variabel kemampuan (X1) terhadap variabel pelaksanaan kualitas pelayanan ada pengaruh signifikan, dapat dilihat nilai t hitung (2,024) > t tabel (2,021). Pada variabel motivasi kerja (X2) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pelaksanaan kualitas pelayanan kesehatan, karena nilai t hitung (1,094) < t tabel (2,021).

Viany Kristiana Setiadi

PERILAKU BERALIH MEREK KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK MOTOR di KALANGAN MAHASISWA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Di dunia modern sekarang ini persaingan dalam industri otomotif yaitu motor semakin ketat. Banyak sekali produk motor yang dipasarkan di Indonesia dalam berbagai jenis merek. Dengan adanya berbagai macam jenis merek yang ditawarkan kepada konsumen akan mempengaruhi pikiran konsumen untuk mencoba membeli atau beralih ke merek yang lain. Merek memegang peranan yang sangat penting karena dengan adanya merek itu nantinya akan menciptakan image dalam benak konsumen terhadap produk yang akan dibelinya.Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor pengalaman sebelumnya, pengetahuan produk, dan pencarian media terhadap pembentukan ukuran himpunan pertimbangan konsumen dalam pembelian produk motor, menganalisis pengaruh kepuasan konsumen terhadap perilaku beralih merek konsumen alam pembelian produk motor, menganalisis pengaruh ukuran himpunan pertimbangan pada perilaku beralih merek konsumen dalam pembelian produk motor, dan menganalisis pengaruh pencarian pengecer pada perilaku beralih merek konsumen dalam pembelian produk motor.
Dalam penelitian ini jumlah data yang berhasil dikumpulkan melalui kuesioner adalah sebanyak 248 data. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, uji hipotesis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh faktor pengalaman sebelumnya, pengetahuan produk, dan pencarian media terbukti berpengaruh positif terhadap pembentukan ukuran himpunan pertimbangan konsumen dalam pembelian produk motor, pengaruh kepuasan konsumen terbukti berpengaruh negatif terhadap perilaku beralih merek konsumen dalam pembelian produk motor, pengaruh ukuran himpunan pertimbangan terbukti berpengaruh positif pada perilaku beralih merek konsumen dalam pembelian produk motor, dan pengaruh pencarian pengecer tidak terbukti berpengaruh negatif pada perilaku beralih merek konsumen dalam pembelian produk motor. Keywords: Perilaku beralih merek (brand switching)

 Primarthasiwi

BRAND AWARENESS DAN LOYALITAS KONSUMEN PRODUK LOW INVOLVEMENT DI YOGYAKARTA

Kesadaran merek merupakan salah satu keputusan pemasaran yang penting, merek yang telah memiliki brand yang baik dimata konsumen akan menjadi daya tarik yang kuat bagi konsumen untuk mengkonsumsi suatu produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Brand Awareness (kesadaran merek) terhadap loyalitas konsumen pada tiga produk Low Involvement yaitu pada produk mie instant "INDOMIE", produk air minum kemasan "AQUA", dan produk pasta gigi "PEPSODENT. Pengumpulan data dengan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden, yang kemudian setelah melalui pengujian validitas, reliabilitas dilakukan analisis. Statistik deskriptif untuk mengukur tingkat kesadaran konsumen terhadap produk Low Involvement yang didasarkan level yang terdapat pada Brand Awareness dari level Recognition, Recall, sampai Top of Mind, dan pada loyalitas konsumen dari level Afektif, Konatif, sampai Tindakan. Manova dengan analisis korelasi kanonikal untuk melihat hubungan kesadaran merek terhadap loyalitas konsumen. Hasil dari analisis statistik tersebut adalah sebagai berikut: pertama, analisis deskriptif membuktikan bahwa produk yang diteliti memiliki brand dan loyalitas yang baik karena konsumen sudah menyadari dan menggunakan merek produk tersebut. Kedua, analisis korelasi kanonikal membuktikan adanya hubungan yang erat antara kesadaran merek dan loyalitas konsumen pada produk Indomie. Sedangkan pada produk Aqua dan Pepsodent ternyata tidak menunjukkan hubungan yang kuat karena hasilnya bernilai negatif. Mengacu pada hasil analisis tersebut membuktikan bahwa sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga brand produknya
sehingga hubungan loyalitas konsumen terjalin semakin erat. Kata Kunci ; Brand Awareness, Loyalitas Konsumen, Kanonikal korelasi.

Eni

HUBUNGAN PRAKTIK DIVERSITAS TERHADAP KESUKSESAN KARIER WANITA BEKERJA

Diversitas adalah keanekaragaman. Dalam penelitian ini, praktik diversitas terdapat beberapa variabel yaitu praktik manajemen, kebijaksanaan, administrasi dan pelatihan & pengembangan. Keempat variabel tersebut diperkirakan memiliki hubungan dengan mempengaruhi kesuksesan karier wanita bekerja. Praktik diversitas dalam perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas pegawai dan efektifitas karier pegawai. Perkembangan jaman membuat perubahan dalam dunia kerja, yang menjadikan semakin banyaknya wanita yang memasuki dunia kerja dan kebutuhan sumber daya yang berubah dalam perusahaan. Untuk itu manajemen berbijaksana mengadakan praktik diversitas dalam organisasi untuk menghadapi perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan praktik diversitas terhadap kesuksesan karier wanita. Penelitian ini dilakukan kepada pegawai wanita Universitas Kristen Duta Wacana dan CV.Computa. Kriteria yang digunakan adalah pegawai wanita yang bekerja di organisasi dan perusahaan lebih dari satu tahun, dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Sebelum melakukan pengukuran hubungan variabel, dilakukan analisis prosentase terlebih dahulu dan dilajutkan dengan uji validitas berdasarkan Correlationi Spearman Brown dan uji reliabilitas berdasarkan Cronbach Alpha (α) dengan jumlah sampel 30 responden. Setelah itu pengukuran dilakukan dengan uji hipotesis berdasarkan Rank Correlation (Spearman Rank Correlation). Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari keempat variabel tersebut yang hubungannya mempengaruhi kesuksesan karier wanita adalah variabel administrasi. Keyword: praktik diversitas, praktik manajemen, kebijaksanaan, administrasi, pelatihan dan pengembangan, kesuksesan karier.

Liong Icuk Megawati

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN OBAT DI APOTEK MELIA YOGYAKARTA

Bidang Apotek merupakan salah satu bidang yang paling menonjolkan kesehatan disamping aspek-aspek lainnya. Kebutuhan konsumen akan kesehatan semakin tinggi berdampak pada persaingan dalam industri kesehatan yang semakin tajam. Terutama masyarakat perkotaan, sebuah Apotek sangatlah penting. Apotek merupakan sarana dimana orang dapat membeli obat maupun suplemen baik itu dari dokter maupun tidak.
Apotek Melia merupakan salah satunya Apotek yang ada di kota Yogyakarta. Apotek ini menyediakan berbagai macam obat baik itu obat dalam (resep), maupun obat luar (bebas). Dilihat dari banyaknya atribut yang digunakan oleh Apotek-apotek yang ada di kota Yogyakarta, menyebabkan kondisi persaingan yang tinggi dalam menarik konsumen. Oleh karena itu penulis mengambil judul "Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Pembelian Obat di Apotek Melia Yogyakarta". Penelitian ini menggunakan Factor Analysis untuk mengetahui faktor-faktor
apakah yang paling mempengaruhi konsumen dalam pembelian obat di Apotek Melia Yogyakarta, dengan menggunakan 100 responden. Sebelum dianalisis lebih lanjut, terlebih dahulu diuji Analisis Validitas dan Reliabilitas. Penelitian ini juga menggunakan Analisis Prosentase untuk mengetahui profil konsumen yang membeli obat di Apotek Melia Yogyakarta. Setelah dianalisis, ada tiga faktor yang paling mempengaruhi pembelian obat di Apotek Melia Yogyakarta yaitu Faktor Service (pelayanan) dan eksternal (luar). Faktor Harga dan Kelengkapan, serta Faktor Delivery system. Sedangkan hasil analisis prosentase dapat diketahui bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Melia Yogyakarta adalah wanita belum menikah dengan usia < 20-25 tahun, status pendidikan sarjana, pekerjaan pelajar atau mahasiswa, dan dengan pendapatan sebesar < Rp 1.000.000,00 per bulan.

 Melita Wijaya

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN JASA KIRANA HEALTH CLUB JOGJAKARTA PLAZA HOTEL BERDASARKAN MULTIATRIBUTE ATTITUDE MODEL

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap konsumen terhadap jasa Kirana Health Club Jogjakarta Plaza Hotel beserta profilnya dan apakah ada perbedaan sikap konsumen berdasarkan karakteristiknya. Disamping itu, dengan persaingan yang semakin ketat di dunia bisnis, membuat setiap perusahaan yang ada di tuntut untuk mampu menetapkan strategi yang tepat dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya agar tercapai suatu kepuasan. Di sini perusahaan Kirana Health Club Jogjakarta Plaza Hotel menyediakan suatu penawaran atribut- atribut kepada konsumennya agar mereka dapat merasa puas. Untuk mengetahui apakah tiap-tiap atribut itu dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka perusahaan dapat menganilisis sikap konsumen terhadap tiap-tiap atribut yang ditawarkan. Salah satu strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk mempertahankan konsumen dan meningkatkan penjualan, adalah dengan alat strategi pemasaran  marketing Mix atau bauran pemasaran. Sesuai dengan perusahaan yang penulis teliti yaitu pada bidang perusahaan jasa maka di sini akan dibahas marketing mix jasa, yang terdiri dari: produk, harga, place (lokasi), promosi, people, process, customer service. Menganalisis sikap konsumen merupakan salah satu prinsip utama yang mendukung pengembangan strategi pemasaran suatu perusahaan. Adapun metode atau alat analisis yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dengan menggunakan uji Validitas dan Reliabilitas, analisis Multiatribute Attitude Model (MAM). Melalui analisis tersebut diketahui bahwa sikap konsumen terhadap atribut-atribut yang ditawarkan oleh Kirana Health Club Jogjakarta Plaza Hotel baik/ puas. Dari hasil analisis diperoleh bahwa konsumen pria lebih banyak dari pada wanita, jumlah pria 54 %, dan jumlah untuk wanita 46 %, umur konsumen lebih banyak pada umur 21-30 tahun dengan jumlah 62 %, dengan pekerjaan terbanyak pelajar/ mahasiswa
dengan jumlah 48 %, tingkat pendapatan yang terbanyak di bawah Rp 1.000.000,00 dengan jumlah 41 %, pendidikan terbanyak tamatan SLTA dengan jumlah 57 %, sedangkan status yang terbanyak belum menikah dengan jumlah 70 %. Hasil kepentingan dari tiap-tiap atribut yaitu dengan memperoleh urutan pertama adalah promosi, kemudian disusul oleh atribut keramahan dan kesopanan karyawan, kebersihan, area fasilitas yang memadai, instruktur yang ahli, kelengkapan peralatan, lokasi yang strategis dan mudah di jangkau, harga yang sesuai dengan kualitas jasa yang diberikan, dan urutan yang terakhir adalah atribut fasilitas. Dari semua data yang telah diperoleh maka sikap konsumen dapat dihitung menggunakan analisis Multiatribute Attitude Model (MAM), yang hasilnya adalah puas dan mendekati skala sangat puas atau dengan kata lain mendekati apa yang diharapkan. Bila dilihat dalam skala sikap, hal ini menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap Kirana Health Club Jogjakarta Plaza Hotel adalah cenderung baik. Kata Kunci: Multiatribute Attitude Model (MAM), Fitness Centre, Chi Square

Veronica Wahyu Ferryani

RISIKO TIDAK SISTEMATIS, RISIKO SISTEMATIS DAN KEBIJAKAN PENDANAAN : ANALISIS PERSAMAAN SIMULTAN

This research is based on many previous researches, which try to examine the interdependence relationship between firm's financial policies and firm's risk. To be specific, this research examined the interdependence relationship amongst unsystematic risk, systematic risk, debt policy and dividend policy. With the research framework explained, the research model is orderly made using four endogenous variables, which are: unsystematic risk, systematic risk, debt policy and dividend policy, and two firm characteristic as control variables which are : return on assets (ROA) and fixed effect ratio (FASSETS). Using the purposive random sampling method, the data was taken from companies listed on the Jakarta Stock Exchange between 2000-2004. The data, subsequently analyzed using the Two Stage Least Square (2SLS) Method. The results show that the interdependence relationship obviously emerges from the three variables, which are: unsystematic risk, debt policy and dividend policy, while systematic risk doesn't demonstrate any interdependence relationship with unsystematic risk, debt policy and dividend policy. These results also indicate the existing of investor's rationalism in Indonesia during the economic crisis. Keyword: unsystematic risk, systematic risk, debt policy and dividend policy

Daniel Wicaksono Agung Nugroho

PENGARUH PENGELUARAN MODAL DAN ALIRAN KAS BEBAS TERHADAP EARNINGS RESPONSE COEFFICIENTS (ERC) (DENGAN VARIABEL PEMODERASI)

Salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pemodal terhadap pasar modal adalah persepsi mereka akan kewajaran harga sekuritas (saham). Semakin tepat dan cepat informasi sampai kepada calon pemodal dan dicerminkan pada harga saham, maka pasar modal yang bersangkutan semakin efisien. Pengeluaran modal yang akan dilakukan oleh perusahaan memberikan signal positif bagi investor, karena pengeluaran modal yang dilakukan dengan menggunakan aliran kas bebas akan memberikan respon yang bervariasi bagi investor. Bagi investor mendapatkan dividen sangat diharapkan dari suatu investasi, sedangkan bagi manajemen melakukan investasi baru guna memaksimumkan nilai perusahaan akan meningkatkan nilai dari perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti Pengaruh Pengeluaran Modal dan
Aliran Kas Bebas Terhadap Earnings Response Coefficients (ERC) secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian membuktikan bahwa perubahan Pengeluaran Modal (PPM), dan perubahan Aliran Kas Bebas (PAKB), dan Moderasi Aliran Kas Bebas (MAKB) terhadap pengeluaran modal tidak berpengaruh secara parsial terhadap Earnings Response Coefficients (ERC), sedangkan secara simultan ke-tiga variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap Earnings Response Coefficients (ERC). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para investor,
emiten, dan pihak lainnya sebagai tambahan bahan evaluasi dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan investasi dan dalam pengeluaran modal yang menggunakan aliran kas bebas, serta dapat memberikan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan referensi serta literatur dalam bidang manajemen keuangan. Kata Kunci: Harga saham penutupan (closing price), Abnormal Return, aliran kas operasi, total aktiva,Beta Koreksi.

Johana Octavia Timisela

ANALISIS SIKAP KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP KONDOM MEREK SUTRA FIESTA DI YOGYAKARTA

Penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kondom merek Sutra Fiesta di Yogyakarta. Peneliti ingin meneliti judul tersebut dengan alasan ingin melihat bagaimana tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kondom khususnya kondom merek Sutra Fiesta. Kepuasan konsumen (mahasiswa) dapat membawa dua dampak yaitu dampak yang baik bagi perusahaan di mana, perusahaan dapat lebih meningkatkan kualitas dan menambah inovasi produknya guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dan dampak yang buruk di mana jika perusahaan tidak dapat melihat sejauh mana kepuasan konsumen terhadap produk yang di produksi maka, perusahaan dapat kehilangan konsumen bahkan bangkrut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kondom merek Sutra Fiesta dan juga apakah atribut (kenyamanan, harga, lokasi, jenis dan kemasan) memiliki peranan dalam memilih kondom merek Sutra Fiesta.
Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengetahui sejauh mana atribut-atribut mempengaruhi konsumen dalam memilih kondom merek SutraFiesta, analisis prosentase, dan juga analisis chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan konsumen ada pada skala
netral baik itu untuk profil responden (jenis kelamin, usia, status, dan pendapatan per bulan) dan atribut-atribut kondom (kenyamanan, mudah, variasi, bungkus, dan harga) serta tidak terdapat perbedaan kepuasan berdasarkan profil responden (jenis kelamin, usia, status, dan pendapatan per bulan)

Chalasina Violend Tiven

"ANALISIS DAMPAK KURS MATA UANG, INFLASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP RETURN SAHAM" STUDI PADA MULTINATIONAL COORPORATIONS YANG TERDAFTAR DI BEJ

The main objective of this paper is to provide empirical evidence of the effect of macro economic factors on stock returns in multinational corporations. This study is focused on multinational corporations because of their specific characteristics which always reluctant to macro economic factors, especially foreign currency changes. This reluctantly, therefore trigerred stock price changes. The sample was taken by using non-probability random sampling in 2000-2004 year and resulted 35 companies which are consequent with categories. The data were analyzed sing pooled least squares. The independent variables for the model were inflation, grossdomestic product and currency exchange rates.  Dependent variable for the model was daily abnormal returns accumulated during a year (CAR). The paper provides evidence that inflation factor positively correlated to returns, gross domestic product negatively affect to returns and exchange rates failed to prove it's correlation to stock returns. Key words: inflation, gross domestic product, exchange rates and stock returns

Christian Hardy

ANALISIS TANGGAPAN KONSUMEN TERHADAP IKLAN PRODUK NESCAFE CLASSIC PADA MEDIA TELEVISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL AIDA

Dewasa ini persaingan dunia usaha sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya produk-produk yang dipasarkan guna memenuhi kebutuhan konsumen. Karena semakin banyak produk yang dipasarkan, ini mempermudah bagi konsumen untuk memilih produk yang mereka inginkan. Ada macam-macam saluran pesan, antara lain melalui media pers, radio, televisi, dan lain-lain. Salah satu media yang paling diminati oleh perusahaan dalam mengiklankan produknya yaitu melalui media audio visual atau televisi. Walaupun biaya yang dikeluarkan relatif besar, media televisi dianggap memiliki keunggulan yaitu bersifat audio, visual, emotion, prestisius dan kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi khalayak. Oleh karena itu penulis meneliti tentang tanggapan konsumen pada iklan di media televisi. Pada kesempatan ini penulis memfokuskan pada salah satu merek dagang yang terkenal yang diiklankan di televisi yaitu Nescafe Classic. Sedangkan atribut yang mempengaruhi adalah endoser, alur cerita, kemasan, slogan,dan jingles. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan keusioner yang diberikan kepada para konsumen dengan jumlah 80 responden. Setelah data diperoleh, penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan alat
analisis validitas, reliabilitas, prosentase, analisis AIDA. Dari hasil kuesioner diperoleh jumlah konsumen terbanyak adalah pria dengan jumlah prosentase 53,8 %, usia konsumen terbanyak berusia 20 hingga 25 tahun sebanyak 88,8 %. Berdasarkan pendapatan yang terbanyak adalah lebih dari Rp.300.001,00 hingga Rp.500.001,00 per bulan sebesar 46,3 %, berdasarkan pendidikan teakhir yang paling tinggi prosentasenya adalah SLTA sebesar 86,3 % dan berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalah sebagai mahasiswa atau pelajar sebesar 90%. Melalui analisis AIDA dengan sampel keseluruhan, dapat diketahui pada tahap Attention sebesar 65,30 %, tahap Interest sebesar 51,20 %, tahap Desire sebesar 41,85 %, dan tahap Action sebesar 35,95 %. Sedangkan dengan menggunakan proporsi sampel, pada tahap Attention sebesar 65,30 %, pada tahap Interest sebesar 78,40 %, tahap Desire sebesar 81,73 %, tahap Action sebesar 85,90 %. Dari analisis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa iklan Nescafe Classic efektif dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian karena lebih dari 60 % konsumen melakukan tindakan pembelian (Action) terhadap produk Nescafe Classic.Key word : Advertising, Minat Konsumen, Keputusan Pembelian.

Christy Arumsari

PENGUKURAN BRAND KNOWLEDGE VCO MEREK KLENO DI PURWOREJO

Virgin Coconut Oil (VCO) is one of healthy food which are many home industries produced it. One of the kind brand is VCO KLENO. VCO KLENO is a new product that was produced by small factory in Purworejo., Central Java. Consumer association is one of importance factor for people to know KLENO as a VCO branding. I interest to test the brand knowledge through various attribute of KLENO as a new brand of VCO. The brand knowledge have an important role because it's differentiating a product with the other product. Product is easy imitated, but brand knowledge which record in consumers morrow could not be imitated. Without positive and strong brand knowledge, it is very difficult for company to draw the newly, maintaining costumers and also to set a high price. Brand knowledge is conceptualized as consisting of a brand node in memory to which a variety association are linked. The relevant dimensions that distinguish brand knowledge an effect consumer response are the brand recall; brand recognition; the type, favourability, strength, and uniqueness of the brand association in consumer memory. In this research the writer use Structural Equation Modelling (SEM) which is a multivariate techniques combining aspect of multiple regression and factor analysis to estimate a series of interrelated dependecies relationship simultanously. Using 300 samples chosen randomly, this result shown that brand knowledge consist of type of brand association, favourability of brand association, strength of brand association, and uniqueness of brand association. Keyword: Structural Equation Modelling (SEM), brand knowledge, type, favourability, strength, and uniqueness of the brand association.

Novan

PENGARUH IPO PRICING DAN OWNERSHIP RETENTION TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN YANG BARU GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA

Dalam penelitian ini penulis mengangkat masalah pengaruh ownership retention dan IPO pricing terhadap nilai perusahaan. Penelitian dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang baru melakukan go public di Indonesia pada tahun 2000-2005. Dalam penelitian ini IPO pricing dibedakan menjadi dua macam, yaitu IPO pricing yang sudah disesuaikan dengan return pasar dan IPO pricing yang belum disesuaikan dengan return pasar. Data yang akan dianalisis bersifat cross section dengan jumlah sampel sebanyak 97 perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya pengaruh ownership retention dan IPO pricing terhadap nilai perusahaan. Keywords : Initial public offerings (IPO), ownership retention, IPO pricing.

Natalia Kusumaningrum

PERBANDINGAN ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SABUN PEMUTIH MEREK SHINZU'I DENGAN MEREK PURITY DI KOTA YOGYAKARTA

Tidak ada abstraksi

Neddy

ANALISIS POSISI PRODUK TELEPON SELULER MEREK SONY ERICSSON, NOKIA DAN SAMSUNG BERDASARKAN PERSEPSI KONSUMEN DI KOTA YOGYAKARTA

Industri telepon seluler mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di Indonesia. Ini menjadi hal menarik untuk dicermati, mengingat Indonesia juga merupakan pasar yang potensial bagi industri telepon seluler. Perkembangan pemakaian telepon seluler ini menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat Indonesia, padahal waktu pertama kali teknologi ini di perkenalkan, telepon seluler masih dianggap sebagai barang mewah. Telepon seluler pada perkembangannya menjadi alat komunikasi yang begitu populer. Banyak perusahaan yang kemudian berlomba-lomba menciptakan berbagai model dan jenis telepon seluler. Nokia sebagai pemimpin pasar telepon seluler di Indonesia pada akhirnya harus menghadapi persaingan yang jelas-jelas bisa mengancam posisinya sebagai market leader. Berbagai perusahaan mencoba merambah kedalam bisnis ini, mulai Samsung, Siemens, LG, bahkan Ben-Q pun ikut meramaikan persaingan ini. Pada tahun 2001 dua buah perusahaan terkemuka didunia, yaitu Ericsson dari Swedia dan Sony dari Jepang bergabung membentuk perusahaan baru menjadi Sony Ericsson. Sejak saat itu, perlahan tapi pasti Sony Ericsson mulai memperkenalkan banyak produk-produk barunya, sehingga pada akhirnya Sony Ericsson dalam penjualan produknya di Indonesia menempati urutan kedua setelah Nokia. Kondisi ini telah membuat persaingan di dalam bisnis telepon seluler menjadi semakin ketat, sehingga merupakan hal yang penting bagi perusahaan untuk mempengaruhi persepsi konsumen atas produk ayng dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan adalah dengan menggunakan strategi penempatan posisi produk yang tepat. Penulis sengaja memilih telepon seluler merek Sony Ericsson, Nokia dan Samsung karena ketiga merek ponsel ini yang cukup konsisten dalam mengeluarkan produk-produk barunya. Berangkat dari latar belakang diatas maka penulis ingin meneliti tentang "Analisis Posisi Produk Telepon Seluler Merek Sony Ericsson, Nokia dan Samsung Berdasarkan Persepsi Konsumen di Kota Yogyakarta". Untuk memperoleh data pada penelitian ini, maka penulis menyebarkan kuesioner kepada sebanyak 50 responden yang menggunakan atau mengetahui telepon seluler merek Sony Ericsson, Nokia dan Samsung. Pengolahan datanya dilakukan dengan menggunakan alat analisis validitas, reliabilitas, persentase, MDS dan bobot timbang. Dari hasil validitas dan reliabilitas kuesioner sebanyak 50 responden didapati bahwa instrumen kuesioner adalah layak untuk dilanjutkan. Sedangkan pada analisis MDS menunjukkan Sony Ericsson unggul pada tiga atribut yaitu, atribut harga beli, menu/fitur dan pelayanan garansi. Nokia unggul pada empat atribut, yaitu atribut harga jual, model, promosi dan kemudahan penggunaan. Dan samsung tidak memiliki keunggulan karena hanya menempati posisi ketiga. Urutan kepentingan yang dianggap penting oleh konsumen adalah Menu/fitur, Harga beli, Kemudahan penggunaan, Model yang bervariasi, Harga jual, Pelayanan garansi dan Promosi. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diawal penelitian tidak terbukti.

Agita Nugraha Ningrum

ANALISIS PENGARUH IKLAN TERHADAP MINAT PEMBELIAN TEH SOSRO DI YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh iklan televisi terhadap minat beli konsumen dan untuk mengetahui perbedaan minat konsumen dilihat dari profil konsumen. Penelitian menggunakan kuesioner dan dilakukan di kota Yogyakarta. Objek penelitian yang digunakan masyarakat umum yang pernah melihat iklan teh sosro di televisi. Contoh penelitian dipilih dengan metode purposive sampling yaitu dimana pengambilan elemen-elemen yang dimasukkan dalam sampel dilakukan dengan sengaja, dengan catatan bahwa sampel tersebut mewakili populasi yaitu responden yang diminta pendapatnya mengenai iklan teh sosro yang ditayangkan di televisi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis AIDA dan Chi-square. Dari hasil data yang diolah menggunakan AIDA menunjukkan bahwa iklan televisi cukup efektif mempengaruhi minat beli konsumen, karena pada tahapan AIDA terutama pada tahap action menunjukkan prosentase sebesar 78,46% sedangkan suatu iklan dikatakan efektif apabila mencapai prosentase sebesar 60% dari total jumlah responden. Untuk hasil analisis menggunakan metoda Chi Square menyimpulkan bahwa jika ditinjau dari profil: gender, usia, pekerjaan, dan pendidikan tidak ada perbedaan minat konsumen terhadap teh sosro. Tetapi untuk penghasilan konsumen menunjukkan ada perbedaan minat konsumen terhadap teh sosro. Kata kunci: iklan, teh sosro, minat konsumen.

Anita

PENGARUH ADVERTISING DAN PREVIOUS PURCHASE TERHADAP CURRENT PURCHASE PADA SABUN LUX

Perkembangan kondisi pasar yang sangat kompetitif mendorong perusahaan untuk lebih berkonsentrasi penuh dalam membuat strategi dalam
menawarkan dan memasarkan produk mereka. Salah satu sarana strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam menawarkan produk mereka untuk menarik minat konsumen akan produk yaitu melalui iklan . Iklan dapat mempengaruhi pemilihan merek yaitu dapat meningkatkan probabilitas bahwa konsumen akan berganti merek; dapat membujuk konsumen untuk tetap menggunakan merek yang sama; atau tidak berpengaruh pada pilihan kemungkinan-kenungkinan. Apabila konsumen memiliki pengalaman yang positif dengan pengunaan produk tertentu yang diiklankan akan menciptakan pembelian ulang daripada tahap selanjutnya akan terciptanya loyalitas terhadap merek tertentu. Berangkat dari latar belakang diatas maka penulis ingin meneliti tentang "Pengaruh Advertising dan Previous Purchase Terhadap Current Purchase Pada Sabun Lux. Untuk memperoleh data pada penelitian ini, maka penulis menyebarkan kuesioner kepada sebanyak 100 responden yang merupakan konsumen produk Sabun Lux atau semua yang pernah membeli Sabun Lux. Analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah analisis regresi berganda dan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil uji regresi, didapat hasil bahwa variabel iklan (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian ulang konsumen pada sabun Lux dan variabel pengalaman konsumen (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembelian pada sabun Lux. Sedangkan hasil uji korelasi, didapat hasil bahwa variabel iklan mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan pembelian pada sabun Lux dan variabel pengalaman konsumen mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan pembelian pada sabun Lux. ** keyword : Advertising, Previous Purchase, dan Current Purchase.

Theresia Rosalina

ANALISIS BRAND LOYALTY MIE INSTAN TERHADAP REPEAT PURCHASE DAN TRYING OTHER BRAND DI KOTAMADYA YOGYAKARTA
      (Studi Empiris Terhadap Mie Instan Merek Sarimi, Supermi, Indomie, Mie Sedaap Di Kotamadya Yogyakarta)

Persaingan ketat antar mie instan akan berdampak pada loyalitas konsumen yang akan mempengaruhi apakah konsumen akan loyal atau tidak terhadap produk tersebut. Dikatakan loyal apabila konsumen tetap melakukan pembelian terhadap salah satu produk tersebut, dan  sebaliknya konsumen yang tidak loyal akan mencoba mengkonsumsi mie instan yang satu ke mie instan yang lainnya. Perubahan loyalitas bisa selalu terjadi karena konsumen selalu mencari alternatif yang terbaik dan paling menguntungkan diantara alternatif lainnya. Jika dipasaran banyak ditemukan produk yang sejenis, maka konsumen dihadapkan pada banyak pilihan sehingga memungkinkan konsumen berkeinginan untuk mencoba mengkonsumsi produk lain. Penelitian yang berjudul "Analisis Brand Loyality Mie Instan Terhadap Repeat Purchase Dan Trying Other Brand Di Kotamadya Yogyakarta" diteliti dengan mengukur lima dimensi brand loyality, yaitu dimensi switcher, habitual behavior, satrisfied buyer, commited buyer. Penelitian ini mengambil 200 responden. Pada penelitian ini dikemukan 12 hipotesis yang harus dijawab. Analisis yang digunakan untuk menjaweab hipotesis ini adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasilnya (hasil uji regresi), didapat hasil bahwa variabel switcher, habital behavior, satisfied buyer, dan commited buyer barpengaruh secara significant terhadap trying other brand, dan variabel liking the brand berpengaruh secara significant terhadap repeat purchase. Kata kunci : Brand Loyality, Repeat Purchase, dan Trying Other Brand

Johan Onesiforus Suwondo

PENGARUH KETIDAKPUASAN KONSUMEN, KARAKTERISTIK KATEGORI PRODUK DAN KEBUTUHAN MENCARI VARIASI TERHADAP KEPUTUSAN PERPINDAHAN MEREK DEODORANT PADA ANAK REMAJA (ABG)

Beraneka ragamnya merek deodorant saat ini memberikan kesempatan bagi konsumen untuk dapat melakukan perpindahan merek. Perpindahan merek yang dilakukan oleh konsumen didorong dengan berbagai alasan, antara lain ketidakpuasan konsumen terhadap suatu merek produk, selain itu karekteristik kategori produk yang dapat dilihat dari fitur hedonis, keterlibatan, kekuatan preferensi, dan perbedaan persepsi juga menjadi suatu alasan yang mendorong konsumen untuk melakukan perpindahan merek deodorant. Selanjutnya, kebutuhan untuk mencari variasi yang dilakukan konsumen juga sebagai akibat dari beragamnya jenis merek, yang pada akhirnya menjadi motivasi tersendiri bagi konsumen untuk melakukan perpindahan merek. Tujuan dari penelitian yan dilakukan oleh penulis yakni untuk mengetahui pengaruh ketidakpuasan konsumen, karakteristik kategori produk dan kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan perpindahan merek deodorant, serta untuk mengetahui faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek deodorant di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2006. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni melalui kuesioner. Populasi dari penelitian ini adalah anak usia remaja (ABG) yang berusia 12-21 tahun, masih berstatus pelajar atau mahasiswa di sekolah atau universitas, dan berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah 100 anak usia remaja (ABG) yang berusia 12-21 tahun, masih berstatus pelajar atau mahasiswa di sekolah atau universitas, dan berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta. Alat analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, faktor ketidakpuasan konsumen, karakteristik kategori produk, dan kebutuhan mencari variasi mempunyai pengaruh terhadap keputusan perpindahan merek deodorant pada anak remaja (ABG). Sedangkan faktor yang paling mempengaruhi terhadap keputusan perpindahan merek deodorant adalah faktor karakteristik kategori produk.

Nathanael C.S.

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT-ATRIBUT YANG DITAWARKAN WARNET TREE HOUSE DI YOGYAKARTA

Media internet merupakan salah satu alat yang dapat membantu setiap individu maupun kelompok dalam memperoleh informasi yang selalu baru, kebutuhan tersebut semakin terpenuhi dengan dibuatnya berbagai macam situs yang dapat diakses untuk memudahkan pencarian informasi. Kota Yogyakarta adalah kota pelajar yang begitu banyak mahasiswa yang membutuhkan informasi lewat media internet. Oleh karena itu, banyak pengusaha yang berminat untuk membuka usaha di bidang bisnis warnet tersebut. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk memberikan kepuasaan kepada konsumen. Kepuasaan konsumen merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk dapat bersaing. Tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis ialah untuk mengetahui sikap konsumen pada warnet Tree House di Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut maka metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase untuk mengetahui profil pelanggan dan analisis IKP (indeks kepuasan konsumen) untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Kesimpulan yang didapat bahwa konsumen Warnet Tree House mayoritas ialah wanita dengan usia 18 - 23 tahun, berpendidikan perguruan Tinggi, pekerjaan sebagai Mahasiswa/pelajar dengan pendapatan per bulan Rp 500.000 – Rp 1.000.000,-. Hasil dari perhitungan analisis IKK ialah 201,48 dari skala 11 – 275 dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa sikap konsumen adalah puas. Kata Kunci : Kepuasan konsumen.

Ririn Safitri

PENGARUH SIMULTAN : STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN KEBIJAKAN KEUANGAN

Tidak ada abstraksi

Zulsater Sahata Saragi

PENGARUH TEKANAN KETAATAN DAN TEKANAN KESESUAIAN TERHADAP RESPON NOVICE ACCOUNTANT DIMODERASI OLEH FAKTOR KOMITMEN PROFESIONAL

Perilaku disfungsional seorang auditor dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berada dalam lingkup kerja auditor tersebut. Penelitian ini mengkaji pengaruh variabel Tekanan Ketaatan dan variabel Tekanan Kesesuaian terhadap respon novice accountant dengan dimoderasi oleh variabel Komitmen Profesional. Tekanan Ketaatan muncul dari individu yang mempunyai posisi otorita. Sedangkan Tekanan Kesesuaian lebih disebabkan dari adaptasi dalam lingkungan kerja akuntan. Keberadaan variabel Komitmen Profesional memoderasi pengaruh kedua variabel yang telah disebutkan sehingga diharapkan dapat mengatasi fenomena tekanan ketaatan dan tekanan kesesuaian. Pada penelitian ini novice accountant diwakili oleh para mahasiswa Program Profesi Akuntan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pemilihan tersebut sejalan dengan definisi novice accountant yang dikemukakan oleh Abdullah (2002) yaitu akuntan muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana akuntansi, dan masih terbatas pengalaman melakukan auditing. Alat utama pengumpulan data penelitian adalah kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Dengan tingkat signifikansi lima persen, hasil MRA menunjukkan bahwa variabel moderasi Komitmen Profesional secara statistik tidak signifikan mempengaruhi hubungan variabel Tekanan Ketaatan dan Tekanan Kesesuaian dengan respon novice accountant dalam proses auditing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada atau tidak adanya komitmen profesional tidak mempengaruhi respon novice accountant. Kata kunci : tekanan ketaatan, tekanan kesesuaian, komitmen profesional, novice
accountant.

Vivi John

PENGUKURAN KONSEKUENSI BRAND EQUITY BERDASARKAN DETERMINAN BRAND AWARENESS, BRAND LOYALTY, DAN PERCEIVED QUALITY TERHADAP CUSTOMER LOYALTY

Penelitian ini mengukur konsekuensi brand equity terhadap customer loyalty yang diuji melalui brand awareness, brand loyalty, dan perceived quality, serta mengukur variabel terkuat antara brand awareness, brand loyalty, dan perceived quality dalam membentuk brand equity. Hasil pengukuran membuktikan bahwa brand equity terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty. Pengukuran ini juga membuktikan bahwa variabel perceived quality paling kuat membentuk brand equity. Kata Kunci: Brand Awareness, Brand Loyalty, Perceived Quality, Brand Equity, Customer Loyalty.

Verawati Chandra

PENGARUH DUKUNGAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DI PERUSAHAAN PLASTIK BINTANG FAJAR SUKOHARJO

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada tidaknya pengaruh dukungan organisasi dan pengembangan karyawan terhadap komitmen organisasi yang meliputi komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif di Perusahaan Plastik Bintang Fajar Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Plastik Bintang Fajar Sukoharjo yang beralamat di Telukan Km. 7 Grogol, Sukoharjo. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu, dengan wawancara, observasi, sampel dan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang paling utama. Penulis menggunakan metode analisis prosentase dan analisis Structural Equation Model (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Penelitian ini mengambil sebanyak 180 responden yang dipilih secara purposive random sampling. Hasil penelitian dari analisis prosentase menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di Perusahaan Plastik Bintang Fajar Sukoharjo adalah kebanyakan wanita dengan usia yang produktif yaitu antara 21-30 tahun dengan tingkat pendidikan terakhir adalah SMP dan jenis pekerjaan adalah bagian operasional. Dari hasil analisis SEM dapat disimpulkan bahwa dukungan organisasi dan pengembangan karyawan mempengaruhi secara signifikan terhadap komitmen afektif dan komitmen kontinuan. Sedangkan dukungan organisasi dan pengembangan karyawan mempengaruhi komitmen normatif namun tidak secara signifikan.
Kata Kunci : dukungan organisasi, pengembangan karyawan, komitmen organisasi, komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen
normatif

Yurike Elias

PENGARUH JOB EMBEDDENESS TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA BANK BUKOPIN JAKARTA

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada tidaknya pengaruh dukungan organisasi dan pengembangan karyawan terhadap komitmen organisasi yang meliputi komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif di Perusahaan Plastik Bintang Fajar Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Plastik Bintang Fajar Sukoharjo yang beralamat di Telukan Km. 7 Grogol, Sukoharjo. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu, dengan wawancara, observasi, sampel dan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang paling utama. Penulis menggunakan metode analisis prosentase dan analisis Structural Equation Model (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Penelitian ini mengambil sebanyak 180 responden yang dipilih secara purposive random sampling. Hasil penelitian dari analisis prosentase menunjukkan bahwa karyawan yang bekerja di Perusahaan Plastik Bintang Fajar Sukoharjo adalah kebanyakan wanita dengan usia yang produktif yaitu antara 21-30 tahun dengan tingkat pendidikan terakhir adalah SMP dan jenis pekerjaan adalah bagian operasional. Dari hasil analisis SEM dapat disimpulkan bahwa dukungan organisasi dan pengembangan karyawan mempengaruhi secara signifikan terhadap komitmen afektif dan komitmen kontinuan. Sedangkan dukungan organisasi dan pengembangan karyawan mempengaruhi komitmen normatif namun tidak signifikan.
Kata Kunci : dukungan organisasi, pengembangan karyawan, komitmen organisasi, komitmen afektif, komitmen kontinuan, komitmen normatif

Tedja Setiadi Mukti Wibowo

PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN RUMAH MAKAN LOGAWA PURWOKERTO BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN KONSUMEN DAN PRIORITAS PERBAIKAN UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian adalah: (1) untuk mengetahui kinerja dari atribut-atribut pelayanan rumah makan Logawa, (2) untuk mengetahui indeks kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah makan Logawa, (3) untuk mengetahui atribut-atribut pelayanan yang masih memerlukan perhatian untuk dilakukan perbaikan berdasarkan pendapat responden/ konsumen. Metode analisis yang digunakan adalah: analisis prosentase, analisis indeks kepuasan pelanggan, dan analisis Prioritas Perbaikan (Priorities For Improvement). Hasil analisis adalah sebagai berikut: (1) kinerja atribut pelayanan di rumah makan Logawa 81,10% sehingga berdasarkan analisis data adalah baik; (2) indeks kepuasan rumah makan Logawa sebesar 81.20%, sehingga kepuasan konsumen terhadap pelayanan Rumah Makan Logawa Purwokerto adalah tinggi dan konsumen merasa puas terhadap pelayanan Rumah Makan Logawa Purwokerto jika dilihat melalui sembilan atribut pelayanan, yaitu menu, kualitas (rasa) produk, harga, keramahan karyawan, kecepatan penyajian, kebersihan, tata ruang, kenyamanan, dan keamanan; (3) dari sembilan atribut pelayanan Rumah Makan Logawa Purwokerto, atribut menu dan kualitas (rasa) masakan adalah atribut yang harus mendapatkan prioritas utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya, karena atribut ini memiliki tingkat kepentingan yang paling tinggi, tetapi tingkat kepuasannya masih rendah dibandingkan atribut-atribut yang lain.Kata Kunci: Kinerja pelayanan, indeks kepuasan konsumen, prioritas perbaikan.

Yohanes Parengkuan

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KOMPENSASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. USMANTEK

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan pengaruh dari Kepuasan Karyawan pada kompensasi dan Komitmen Organisasi dalam hubungannya terhadap Prestasi Kerja karyawan. Konsep Kepuasan Kompensasi terdiri dari Kompensasi Materiil dan Non Materiil. sedangkan Komitmen Organisasi terdiri dari tiga variabel, yaitu Kesetiaan, Kebanggaan, dan Kemauan Kerja. Sementara itu, konsep Prestasi Kerja dapat dilihat dari Kecakapan karyawan dalam bekerja. Penelitian ini menggunakan analisis Korelasi Rank Spearman yakni untuk mengetahui hubungan antara variabel Kepuasan Kompensasi dan Komitmen Organisasi terhadap Prestasi Kerja karyawan. Pada dasarnya Kepuasan Kompensasi dan Komitmen kerja karyawan hanya dapat meningkatkan Kepuasan kerja karyawan namun belum tentu dapat meningkatkan kinerja atau prestasi kerja mereka, karena kinerja karyawan dapat berupa kecakapan karyawan dalam bekerja yang dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas kerja mereka. Meskipun Kompensasi bukan merupakan satu-satunya faktor yang berdampak terhadap Prestasi Kerja karyawan, akan tetapi diyakini bahwa Kompensasi merupakan salah satu faktor penentu dalam menimbulkan kepuasan kerja karyawan yang tentu saja akan memberikan motivasi ( dorongan ) untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka. Jika seorang karyawan merasa bahwa usahanya dihargai dan jika perusahaan mampu dalam menerapkan sistem kompensasi yang dikaitkan dengan evaluasi pekerjaan, maka perusahaan tersebut secara tidak langsung telah dapat mengoptimalkan kinerja karyawan. Sedangkan konsep mengenai Komitmen karyawan terhadap Organisasi atau disebut juga dengan Komitmen Kerja berawal dari suatu kondisi yang dirasakan oleh karyawan yang dapat menimbulkan perilaku positip yang kuat terhadap organisasi kerja yang dimilikinya. Oleh karena itu, konsep Komitmen kerja karyawan dapat dilihat dari tahap awal seseorang bergabung dalam suatu organisasi. apabila seseorang tersebut memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi, maka akan memiliki kemauan, kebanggaan, serta kesetiaan dalam melaksanakan pekerjaan dan sebaliknya apabila seseorang tidak memiliki komitmen dalam bekerja, maka
seseorang tersebut tidak akan memiliki kinerja seperti yang diharapkan. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pemberian upah yang memadai maupun adanya pengakuan terhadap pekerjaan, adanya peluang promosi pekerjaan, dan penghargaan bagi karyawan yang telah berhasil dalam melaksanakan pekerjaan dengan sebaikbaiknya sehingga kepuasan kerja karyawan meningkat, maka secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kinerja mereka. Melalui penjelasan diatas, maka peneliti memiliki keinginan untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara variabel Kepuasan Kompensasi dan Komitmen Organisasi terhadap Prestasi kerja karyawan, yang diharapkan dapat memberikan masukan bagi perusahaan untuk kemajuan perusahaan dimasa mendatang. Kata Kunci : Kepuasan Kompensasi, Komitmen Organisasi, Prestasi Kerja

Rambu Raingu

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP
    RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA

Tidak ada abstraksi

Marganda Tua Simarmata

Analisis Perbedaan Gender terhadap Kinerja dan Karir Di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Selain kekayaan yang dimiliki perusahan berupa barang atau asset penting dalam menunjang terjadinya kegiatan kerja di organisasi atau perusahaan tidak kala pentingnya sumber daya manusia juga sangat perlu di perhatikan. Manusia adalah salah satu faktor yang penting dalam perusahaan dan merupakan asset yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan seiring dengan perkembangan tekhnologi yang semakin maju dengan pesat. Hal ini menunjukkan bagaimana pentingnya keberadaan sumber daya manusia di suatu perusahaan atau organisasi. Dengan kemampuan untuk merumuskan visi dan misi perusahaan serta kemampuan untuk memperoleh dan mengerahkan sumber-sumber daya lainnya untuk menerapkan strategi perusahaan  dan mewujudkannya dan membuktikan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan faktor penting yang dapat bertahan dan terus berkembang dalam menghadapi persaingan global. Tantangan yang dihadapi perusahaan dan organisasi bisa saja terjadi akibat dari dalam organisasi atau perusahaan itu sendiri, misalnya terjadinya diskriminasi,sosial, budaya yang sering menghambat atau sering terjadi kesalah pahaman antara atasan sama bawahan yang akibatnya berhubungan dengan kepuasan kerja karyawannya. Analisis Perbedaan Gender terhadap Kinerja dan Hasil Karir merupakan cara-cara yang dilakukan supervisor dalam mengidentifikasi atau tidaknya kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja menjadi hal yang begitu penting untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan. Dalam penelitian skripsi ini penulis mengangkat masalah Analisis Perbedaan Gender terhadap Kinerja dan Hasil Karir di Rumah Sakit Bethesda Yogakarta. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui ada apa tidaknya pengaruh gender terhadap kinerja dan hasil. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis variances dengan menggunakan uji T dalam pengujian hipotesanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Perbedaan Gender terhadap Kinerja dan Hasil Karir di Rumah Sakit Bethesda Yogakarta tidak terdapat atau tidak ada perbedaan gender dalam kesinambungan dan proses kinerja dan hasil karir didalam karyawan perusahaan ini.

Poltak Gerson Sitanggang

ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN MIE SEDAP PADA MAHASISWA/I UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

Salah satu tujuan perusahaan sekarang ini adalah dapat bersaing untuk mengatasi pasar agar memperoleh keuntungan semaksimal mungkin, serta mengadakan berbagai efisiensi biaya agar perusahaan dapat tetap eksis serta dapat berkembang dengan baik dalam dunia persaingan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk menghadapi persaingan tersebut banyak cara yang digunakan, salah satunya adalah melakukan promosi yang gencar, sehingga dapat merebut pangsa pasar yang lebih luas. Periklanan merupakan bagian dari bauran promosi yang dipergunakan oleh perusahaan untuk mengarahkan komunikasi dalam rangka mempromosikan produknya kepada sasaran pembeli. Skenario penting dari kiat pemasaran adalah mencoba mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang. Periklanan dapat berperan dalam memperbesar pangsa pasar maupun mempertahankan posisi pasar atau pelanggan yang ada. Para pesaing dalam suatu medan pasar terus dan harus berlomba secara
kompetitif meyakinkan kepada konsumen bahwa produk atau jasa yang ditawarkan lebih baik dari yang lainnya. Jadi, periklanan tidak hanya sebagai usaha atau kiat pemasaran, tetapi juga sebagai alat pemasaran untuk menjangkau konsumen. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan iklan Mie Sedap yang digunakan mempengaruhi konsumen dalam membeli Mie tersebut. Berdasarkan analisis persentase profil responden dapat disimpulkan sebagai berikut : jenis kelamin responden yang paling dominan dalam penelitian adalah Pria sebanyak 62 orang (62%), program studi Manajemen yaitu sebanyak 42 orang (42%), asal mahasiswa berasal dari Kawasan Indonesia Timur sebanyak 45 orang (45%) serta pendapatan (income) antara Rp.401.000-Rp.600.000 sebanyak 51 orang (51%). Tanggapan konsumen terhadap iklan produk Mie Sedap pada tahap attention sebesar 81%, pada tahap Interest sebesar 48%, pada tahap Desire sebesar 40% dan pada tahap Action sebesar 30%. Dari persentase hasil analisis AIDA diatas menunjukkan bahwa iklan produk Mie Sedap tidak efektif sampai pada tindakan mahasiswa/i Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta membeli produk Mie Sedap, sehingga hipotesis penelitian ini tidak terbukti. Kata Kunci : iklan, produk, mie sedap dan efektivitas.

Aprila Russiana Amelia

HUBUNGAN VARIABEL-VARIABEL STRES TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PAPUA DI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA

Di Indonesia peluang industri mobil untuk dapat berkembang cukup besar, karena mobil Mitsubishi Kuda saat ini merupakan salah satu sarana transportasi bagi sebagian masyarakat, khususnya golongan atas dan golongan menengah. Sebelum terjadi krisis ekonomi, industri mobil merupakan industri yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Apalagi pemerintah selama ini memberikan proteksi yang cukup besar terhadap industri ini. Berda sarkan data sekunder, jumlah penjualan tiga (3) tahun terakhir penjualan mobil menurut Gaikindo secara nasioanal tahun 2004 sekitar 354.331 unit dan tahun 2002 dan tahun 2003 sekitar 300.000 sampai dengan 350.000 unit. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan akan kenderaan (mobil) mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Secara umum semua perusahaan baik yang bergerak dibidang manufaktur maupun dibidang jasa mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk dapat menghasilkan laba dan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Hal itu dapat dicapai bila perusahaan dapat memasarkan produk atau jasanya dengan baik Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Mobil Mitsubishi Kuda di Daerah Istimewa Yogyakarta". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah Bagaimana Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Mobil Mitsubishi Kuda di Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini dilakukan pada pengguna mobil Mitsubishi Kuda di Dareah Istimewa Yogyakarta dengan sampel sebanyak 50 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut kepentingan dan atribut kepuasan mobil Mitsubishi Kuda. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan realibilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel.
Kemudian untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan alat analisis indek kepuasan konsumen. Dan dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa indek kepuasan konsumen berada pada tingkat PUAS (IKP sebesar 157,74) terhadap atribut yang ada. Dengan kata lain pihak pengelola mobil Mitsubishi Kuda telah mampu memberikan kepuasan yang terbaik bagi pelanggan atau konsumennya. Kata Kunci : Kepuasan, konsumen.

Sugi Yati

Analisis Strategi Generik Pada Konter W`Sell, Di Ramai Mall Yogyakarta

Sejalan dengan semakin berkembangnya industri diberbagai bidang pada era globalisasi sekarang ini, maka dampak yang dirasakan sebagai akibat dari perkembangan tersebut adalah terjadinya persaingan diberbagai bidang industri, termasuk didalam industri telepon genggam. Bertitik tolak dari hal tersebut akan dilakukan analisis terhadap salah satu perusahaan atau konter yang bergerak dalam bidang penjualan atau pemasaran telepon genggam. Adapun penelitian ini berjudul" Analisis Strategi Generik Pada Konter W`Sell di Ramai Mall Jogjakarta". Konter W`sell adalah salah satu diantara sekian banyak konter yang menjual telepon genggam dan berada di Ramai Mall, maka dari pada itu konter W`sell harus bisa memiliki keunggulan-keunggulan agar dapat bersaing dengan para pesaingnya didalam merebut pangsa pasar. Dalam proses analisis ini digunakan alat analisis Matrik Generik dengan melihat variabel keunggulan bersaing dan variabel cakupan persaingan perusahaan atau konter untuk direkomendasikan menjadi suatu keunggulan bagai perusahaan atau konter. Dalam penelitian ini data yang diperoleh dari kuesioner
karyawan W`sell dan kuesioner konsumen W`sell pada umumnya untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam analisis ini. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dengan alat analisis Matrik Generik ternyata diketahui bahwa keunggulan yang dimiliki konter berada pada tahap yang rendah yaitu pada sel keunggulan biaya dengan cakupan persaingan yang luas. Selain itu strategi yang diterapkan oleh konter W`sell adalah strategi generik pada keunggulan biaya. Kata kunci : Strategi Generik

Silvester Basri Mohon

EFEKTIVITAS IKLAN TEH BOTOL SOSRO PADA MEDIA AUDIOVISUAL DALAM MEMPENGARUHI AUDIENCE DI KOTA MADYA YOGYAKARTA

Perilklanan merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang penting bagi perusahaan dalam memasarkan produknya. Manfaat iklan tang terbesar adalah membawa pesan yang ingin di sampaikan oleh produsen ke pada khalayak ramai. Iklan menjangkau berbagai daerah yang sulit di jangkau secara fisik oleh produsen melalui berbagai macam media, seperti televisi, radio, majalah, surat kabar dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas iklan teh botol sosro pada media audiovisual dalam mempengaruhi keputusan pembelian audiens di Kota media Yogyakarta. Ada dua jenis data yang di gunakan dalam penelitian ini, yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder di peroleh dari literature-literatur yang berkaitan dengan topik penelitian, sedangkan data primer di peroleh dari riset lapangan melalui instrument penelitian. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan metode proposive Random Sampling. Ada pun metode yang di pakai dalam melakukan penelitian ini adalah, pertama, uji validitas dan reliabilitas. Metode ini di pakai untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas alat ukur yang disediakan (kuisioner). Kedua, analisis prosentase. Metode ini di pakai untuk mengetahui profil audiens yang relative dominant dalam penelitian ini. Ke tiga, analisis AIDA. Analisis ini di pakai untuk mengetahui besarnya prosentase pengaruh iklan pada media audiovisual dalam mempengaruhi keputusan pembelian audiens berdasarkan pada tahapan AIDA. Ke empat, analisis Likert Score. Analisi ini dipakai untuk mengetahui sejauh
mana efektivitas iklan the botol sosro pada media audiovisual, sedangkan untuk menguji rata-rata dari likert score setiap responden lebih besar di bandingkan nilai standar (dari likert score) maka di gunakan metode pengujian proporsi.

Herman Purwanto

PENGUKURAN KINERJA TRIO GROSIR & RETAIL MAGELANG BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN PELANGGAN DAN PRIORITAS PERBAIKAN

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian adalah: (1) untuk mengetahui kinerja dari atribut-atribut Trio Grosir & Retail, (2) untuk mengetahui indeks kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh TRIO Grosir & Retail, (3) untuk mengetahui atribut-atribut pelayanan yang masih memerlukan perhatian untuk dilakukan perbaikan. Metode analisis yang digunakan adalah: analisis prosentase, analisis indeks kepuasan pelanggan, dan analisis Prioritas Perbaikan (Priorities For Improvement). Hasil analisis adalah sebagai berikut: (1) dari hasil analisis Indeks kepuasan Pelanggan, diperoleh nilai indeks kepuasan sebesar 79,6 % sehingga mendekati nilai indeks kepuasan tertinggi sebesar 100%, ini berarti pelanggan sudah merasa puas terhadap kinerja pelayanan TRIO Grossir & Retail Magelang; (2) hasil pemetaan atribut dalam diagram prioritas perbaikan (priorities for improvement), menunjukkan bahwa atribut keramahan karyawan adalah atribut yang harus mendapatkan prioritas utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya, karena atribut ini memiliki tingkat kepentingan yang paling tinggi, tetapi tingkat kepuasannya masih rendah; (3) dilihat dari gap analysis, atribut jumlah kasir dianggap sangat penting oleh pelanggan dan sudah memberikan kepuasan yang besar bagi pelanggan.

D. Wahyu Wijayanto

HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN JOB INSECURITY TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN PT. BMB EKSPORT YOGYAKARTA

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksplanasi, yang bersifat noneksperimen dan bertujuan menjelaskan hubungan antarvariabel melalui pengujian hipotesis. Sampel dalam penelitian ini diambil secara simple random sampling terhadap karyawan lapangan, bagian sanding di PT. BMB Eksport Yogyakarta, dengan jumlah sampel 41 orang. Instrumen yang dipergunakan untuk mengukur variabel penelitian adalah kuesioner, dengan tingkat pengukuran ordinal dan didasarkan atas sistem penilaian Skala Likert. Variabel dalam penelitian ini adalah turnover intention sebagai variabel terikat (Y), komitmen organisasional (X1) dan job insecurity (X2) sebagai variabel bebas. Teknik analisis menggunakan Korelasi Rank Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara komitmen organisasional dengan turnover intention. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,888 (sangat kuat), dengan nilai probabilitas 0,000 (di bawah 0,05). Artinya bahwa semakin tinggi tingkat komitmen organisasional akan diikuti dengan turunnya tingkat turnover intention. Selanjutnya untuk variabel job insecurity menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara job insecurity dengan turnover intention. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,829 (sangat kuat), dengan nilai probabilitas 0,000 (di bawah 0,05). Artinya bahwa semakin tinggi tingkat job insecurity akan diikuti dengan naiknya tingkat turnover intention. Kata kunci: turnover intention, komitmen organisasional dan job insecurity.

Leo Andi Krisnawan

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DI YOGYAKARTA

Hidup Sehat merupakan dambaan setiap orang yang ada di dunia ini, baik orang yang masih muda, dewasa, bahkan orang yang sudah tuapun selalu ingin merasakan hidup yang sehat. Dimana terbebas dari sakit penyakit yang selalu mengganggu tubuh kita. Yogyakarta merupakan salah satu daerah dimana terdapat banyak produsen yang menjual produk Virgin Coconut Oil (VCO) yang dipercaya sebagai obat yang mujarap untuk menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan produk Virgin Coconut Oil (VCO) juga dipercaya dapat menjaga stamina tubuh dari setiap penyakit. Tetapi kepercyaan tersebut muncul dari setiap orang yang berbeda, sehingga akan muncul pula sikap yang berbeda terhadap produk Virgin Coconut Oil (VCO). Untuk mempelajari bagaimana sikap konsumen terhadap produk Virgin Coconut Oil (VCO) dapat digunakan dengan menganalisis sikap konsumen menggunakan alat analisis Multi Atribut Model (MAM), dari perhitungan menggunakan bantuan program komputer Excel dapat diketahui bahwa total sikap konsumen terhadap produk Virgin Coconut Oil (VCO) bernilai positif = 17,45.sedangkan atas dasar perhitungan masing masing atribut bernilai positif = 16,3306. Hal tersebut menandakan bahwa sikap konsumen terhadap produk Virgin Coconut Oil (VCO) adalah baik.

Neltji Cornelia Mellin Rosalin

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. PERTIWI AGUNG, BEKASI

Kinerja karyawan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan dalam mencapai kesukesan. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya adalah Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi. Kepemimpinan Transformasional dan Motivai merupakan dua hal yang saling berhubungan dalam peningkatan kinerja karyawan, karena faktor – faktor pendukung dari kepemimpinan transformasional ini secara langsung akan dapat memotivasi karyawan dalam meningkatkan hasil kerjanya. Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi harus diterapka secara bersama – sama. Karyawan yang mempunyai motivasi kerja tinggi akan selalu berusaha untuk mencapai hasil kerja yang meksimal. Hal ini akan lebih baik lagi jika didukung dengan penerapan kepemimpinan transformasional. Masalahnya disini adalah seberapa besr pengaruh motivasi yang tertanam dlam diri seorang karyawan dan peranan kepemiminan transformasionaldalam suatu perusahaan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Dengan melihat latar belakang ini penulis mengambil judul Hubugan Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi terhadap peningkatan kinerja karyawan. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Pertiwi Agung, Bekasi. Yang menjadi responden adalah 30 orang karywan bagian produksi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan dua
masalah variabel dalam keeratan hubungan antara dua macam variabel tersebut, dan uji z unutk menguji signifikasi dari korelasinya digunakan uji hipotesis dengan menggunakan distribusi z dengan signifikasi 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin yang terbanyak dari respoden adalah pria 60%, usia yang trbanyak adalah < 25 thn, pendidikan terakhir yang terbanyak dari responden yang terbayak adalah SLTA, dan lama kerja dari responden yang terbanyak adalah < 5 thn. Gaya Kepemimpinan Transformasional mempunyai hubungan yang sedang dan
signivikan antara variabel kapemipinan transformasional dan kinerja karyawan yangditujukan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.478 dan tingakat signifikansi 0.008. selain itu motivasi mempunyai hubungan yang sedang dan signifikansi antara motivasi terhadap variabel kineja karyawan. Yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.499 dan tingkat signifikansi 0.005. Kata kunci : Kepemimpinan, transformasional, Motivasi, dan Kinerja.

Dicky Andreanto

ANALISIS KETIDAK PUASAN ANTARA EKSPEKTASI DENGAN YANG DIRASAKAN KONSUMEN PADA PESAWAT UDARA "LION AIR" DI YOGYAKARTA

Penelitian ini merupakan survei pada pesawat udara "Lion Air" untuk mengevaluasi kualitas pelayanan yang diberikan pihak pesawat udara "Lion Air" apakah telah sesuai dengan kualitas pelayanan yang diharapkan penumpang pesawat udara "Lion Air". Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan antara kualitas pelayanan yang diharapkan konsumen dengan kualitas pelayanan yang dirasakan konsumen. Perbedaan yang terjadi anatara ekspektasi konsumen dengan yang dirasakan konsumen terhadap kualitas pelayanan akan menimbulkan ketidak puasan dimana besarnya ketidak puasan didapat dengan menggunakan metode SERVQUAL.A Dalam uji validitas dengan product moment pearsion, semua item pada kuesioner dinyatakan valid, dan dimasukkan dalam proses selanjutnya. Sedangkan hasil uji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Crooncbach hasilnya semua reliabel. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data dari kuesioner yang disebarkan, dengan mengukur skor rata-rata gap/ketidak puasan dan menguji hipotesis dengan menggunakan uji statistic non parametric Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi ketidak puasan yang signifikan pada semua dimensi (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empahty) antara kualitas pelayanan yang dirasakan dengan ekspektasi dari konsumen, karena kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak Taksaka belum sesuai dengan ekspektasi penumpang pesawat udara "Lion Air".

Andy Kristiyanto

SIKAP KONSUMEN KUCING PERSIA DI KOTA YOGYAKARTA

Memelihara kucing merupakan suatu hobi yang menyenangkan dan sudah menjadi gaya hidup. Salah satu jenis kucing ras yang dikenal di Indonesia adalah kucing persia. Sampai saat ini keberadaan kucing ras di dunia, tak terkecuali di Indonesia semakin diminati dan terus dilombakan dalam berbagai macam kontes. Di kalangan penggemarnya, kucing persia diminati karena kencantikan bulunya yang sangat panjang (tipe long hair), tebal, dan lembut seperti sutera serta memiliki karakter yang tenang dan jinak. Sesuai dengan namanya, kucing persia berasal dari Persia (sekarang Iran). Namun demikian, kucing ini sudah dipelihara dan dikembangbiakkan di negeri kita. (Saraswati, 2004 : VI) Dengan latar belakang di atas, penulis melakukan penelitian dengan judul "Sikap Konsumen Kucing persia Di Kota Yogyakarta", dengan menggunakan alat analisis data berupa : Teknik Prosentase, yang digunakan untuk mengetahui profil dari konsumen kucing Persia di Yogyakarta dengan pengadakan perbandingan ukuran prosentase pada kuisioner yang terdiri dari pertanyaan meliputi : jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan, dan kebutuhan membeli kucing. Selain itu juga digunakan Analisis Multriatribut Attitude Model, digunakan untuk mengukur perbedaan apa yang diinginkan konsumen dan apa yang diinginkan oleh penjual. Model ini menganalisis data yang diperoleh berdasarkan jawaban responden lewat kuisioner, sehingga dapat diketahui sikap konsumen terhadap kucing Persia. Dalam penelitian ini penulis
ingin mengetahui bagaimana profil konsumen Kucing Persia dan untuk mengetahui sikap konsumen Kucing Persia di Kota Yogyakarta. Dalam
penelitian ini, penulis membagikan kuisioner kepada 100 responden dimana responden tersebut adalah konsumen yang datang ke Cattery di Yogyakarta. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas, dapat dikatakan bahwa variabelvariabel kucing Persia adalah valid dan reliabel. Dari hasil Teknik Prosentase dapat diketahui bahwa profil konsumen Kucing Persia adalah wanita berusia 20- 30 th, pendidikan terakhir Perguruan Tinggi, pendapatan antara Rp 5000000 – Rp 10000000, dan untuk keperluan hobi. Sedangkan dari hasil analisis MAM dapat diketahui Ab = 0,3639 yang berarti bahwa sikap konsumen Kucing Persia di Kota Yogyakarta adalah sangat baik. Kata Kunci : Sikap Konsumen, Teknik Prosentase, Analisis MAM

Ady Kristiwibowo

ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN YANG DIHARAPKAN KARYAWAN RUMAH SAKIT EMANUEL PURWAREJA-KLAMPOK BANJARNEGARA

Ga ada abstraksi

Candy Paulina Paat

PENGARUH ASPEK KEPERCAYAAN DAN HAMBATAN UNTUK BERPINDAH MEREK TERHADAP LOYALITAS

Kebutuhan alat telekomunikasi bagi mahasiswa semakin meningkat, dan saat ini mahasiswa lebih menyukai alat telekomunikasi telepon seluler (ponsel). Telepon Seluler ini dapat dioperasikan jika menggunakan kartu seluler atau simcard. Saat ini di Indonesia terdapat Tiga perusahaan seluler besar, yaitu Telkomsel, Indosat dan Exelcomindo Pratama. Dari informasi yang ada Telkomsel menguasai pangsa pasar tidak kurang dari 50%. Kartu As merupakan produk dari Telkomsel untuk tipe ponsel GSM selain Simpati. Salah satu peminat kartu seluler As yaitu Mahasiswa. Dari penjelasan diatas maka tujuan penelitian ini adalah, menganalisis pengaruh Harga, Kualitas, Stok, Distribusi, Pelayanan, Citra Merek, Fasilitas Produk, Promosi dan Hambatan untuk berpindah Merek terhadap Loyalitas. Telkomsel sebagai perusahaan yang bergerak dibidang jasa telekomunikasi. muncul untuk memenuhi kebutuhan yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan. Jasa sendiri dapat diartikan sebagai "Setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak yang lain yang secara prinsip intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terkait pada suatu produk fisik" (Kotler,1997 : 476).
Untuk pelaksanaan penelitian obyek penelitian yang diambil yaitu Mahasiswa pengguna Kartu Seluler As. Sedangkan jumlah sampel yang akan diteliti yaitu sebanyak 100 responden. Alat analisis yang digunakan untuk penelitian ini yaitu alat analisis Regresi Berganda. Setelah pengolahan data dari hasil penyebaran kuisioner, untuk uji Validitas dan Reliabilitas hasil yang diperoleh yaitu keseluruhan atribut dinyatakan Valid dan Reliabel. Sedangkan untuk pengujian dengan menggunakan alat analisis Regresi Berganda, hasil yang diperoleh yaitu atribut Pelayanan, Fasilitas Produk dan Hambatan untuk berpindah Merek mempengaruhi Loyalitas, sedangkan atribut Harga, Kualitas, Stok, Distribusi, Citra Merek dan Promosi tidak mempengaruhi Loyalitas. Key Words : Harga (price), Kualitas (quality), Stok (stock), Distribusi (distribution), Pelayanan (service), Citra Merek (brand image), Fasilitas Produk (product facility), Promosi (promotion), Hambatan untuk berpindah Merek (switching barriers), Loyalitas

Bayu Prakoso

TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP MINUMAN BERENERGI MEREK KRATINGDAENG DI KOTA YOGYAKARTA

Adapun yang melatar belakangi tujuan penulisan ini, yaitu banyaknya persaingan bisnis minuman berenergi yang muncul sebagai akibat meningkatnya kebutuhan manusia akan minuman berenergi. Agar dapat bersaing perusahaan harus mampu memperbaiki dan meningkatkan kinerja terhadap konsumen agar persepsi konsumen baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap atribut-atribut minuman berenergi merek Kratingdaeng di Yogyakarta berdasarkan arti penting dan kinerja perusahaan dan untuk mengetahui profil konsumen yang pernah mengkonsumsi minuman berenergi merek Kratingdaeng di kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan alat analisis prosentase, yaitu untuk mengetahui karakteristik atau profil responden dan importance performance analysis. Dalam mendapatkan data, penulis menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden, dan 30 dari kuesioner itu di uji dengan analisis validitas dan reliabilitas, untuk mengetahui apakah data tersebut valid atau tidak dan reliabel atau tidak. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan konsumen terhadap minuman berenergi merek Kratingdaeng di kota Yogyakarta berada pada tingkat cukup memuaskan. Kata kunci: persepsi, importance performance, dan konsumen.

Victor Ndoen

ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA SALON RUDY HADISUWARNO DI KOTA YOGYAKARTA

Pada dekade terakhir, kualitas jasa semakin mendapatkan banyak perhatian bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif. Kualitas jasa yang baik dapat menimbulkan loyalitas konsumen, menarik konsumen baru, karena konsumen terpuaskan kebutuhannya. Pada akhirnya, melalui kepuasan konsumenlah perusahaan akan memperoleh keuntungan jangka panjang. Total quality service adalah komitmen yang tepat untuk mengoperasionalisasi konsep yang berfokus pada pelanggan, menetapkan standar kinerja jasa dan memelihara antusiasme pelanggan pada segala waktu dan pangsa pasar yang melibatkan manajer. Selain itu total quality service juga memperhatikan pekerja dengan menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif yang secara terusmenerus memperbaiki proses organisasi untuk memenuhi dan melampaui kebutuhan pelanggan. Kualitas merupakan salah satu faktor utama yang menentukan pilihan produk bagi pelanggan dan tujuan dari organisasi bisnis adalah untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat memuaskan pelanggan. Kepuasan pelanggan akan tercapai apabila kualitas produk yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas jasa terhadap kepuasan konsumen pada salon Rudy Hadisuwarno di Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis korelasi rank spearman diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang kuat dan signifikan antara variabel kualitas jasa terhadap variabel kepuasan dan ada hubungan yang kuat dan signifikan antara variabel kepuasan terhadap variabel kualitas jasa pada Salon Rudy Hadisuwarno di Kota Yogyakarta. Kata kunci: kualitas jasa, pelanggan, kepuasan,pelayanan

Fransiska Soeseno

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP HYPERMART SOLO GRAND MALL DI SURAKARTA

Ga ada abstraksi

Antik Dwi Sumarhayati

ANALISIS HUBUNGAN ANTARAKEPUASAN KERJA, MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. TARUNAKUSUMA PURINUSA SEMARANG

Peningkatan Sumberdaya Manusia merupakan prioritas utama bagi setiap organisasi untuk mencapai tingkat kinerja yang lebih baik. Kualitas ini tidak hanya menyangkut kemampuan dan ketrampilan, tetapi juga pengetahuan, sikap serta kepribadiannya. Untuk mengetahui perasaan, sikap dan kepribadian yang dimiliki oleh karyawan maka dirasa penting untuk mempelajari motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh kepuasan kerja dan motivasi kerja. Unsur – unsur yang penting yang digunakan dalam penilaian kinerja karyuawan diantaranya adalah kesetiaan, prestasi kerja, tanggungjawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa kepemimpinan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada dan seberapa besar hubungan antara faktor kepuasan kerja dan motivasi kerja dengan kinerja karyawan PT.
Tarunakusuma Purinusa. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental. Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Tarunakusuma Purinusa sejumlah 50 orang yang terdiri dari 31 orang wanita dan 19 orang pria. Obyek yang diteliti adalah hubungan antara kepuasan kerja, motivasi kerja, dengan kinerja karyawan. Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah : (1). Kepuasan kerja dengan indikator: jenis pekerjaan , penghargaan, suasana kerja dan teman kerja. (2). Motivasi kerja dengan indikator: rasa aman, kesempatan untuk maju, perusahaan dan jenis pekerjaan, teman dan atasan, gaji dan jam kerja, keadaan tempat bekerja. Variabel terikat adalah kinerja karyawan dengan indikator : kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, kepemimpinan. Untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja, motivasi kerja dengan kinerja karyawan di PT. Tarunakusuma Purinusa, Semarang digunakan alat analisis korelasi, yang perhitungannya menggunakan alat bantu komputer dengan program SPSS. Hasil dari perhitungan korelasi antara variabel kepuasan kerja dengan kinerja karyawan diperoleh hasil sebesar rs = 0,479, dan korelasi antara variabel motivasi kerja dengan kinerja karyawan diperoleh hasil sebesar rs = 0.510. Dengan hasil ini dapat diketahui bahwa variabel kepuasan kerja dan motivasi kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Tarunakusuma Purinusa.

Elman Victor Marihot Simangunsong

PERBANDINGAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KOMIK (MANGA) JEPANG DAN KOMIK (MANGA) INDONESIA DI TAMAN BACAAN SYLPHID JL KALIURANG KM 5,2 Gg DURMO NO 7 B YOGYAKARTA

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui sikap konsumen terhadap komik Jepang dan Indonesia berdasarkan atribut-atribut yang melekat pada produk; (2) ingin mengetahui sikap konsumen terhadap kemampuan bersaing antara komik Jepang dan Indonesia. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Adapun metode analisis yang digunakan adalah : (1) analisis presentase, (2) MAM yaitu model sikap dan perilaku, (3) model angka ideal. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) dilihat dari model sikap dan perilaku baik per atribut maupun secara keseluruhan, konsumen lebih cenderung menyukai komik Jepang dari pada komik Indonesia. Ini ditunjukkan dengan indikasi sikap konsumen sebesar 68.5544, sedangkan komik Indonesia sebesar 57.1506. dengan asumsi semakin besar maka konsumen akan puas. (2) Model angka ideal menunjukkan bahwa sikap konsumen juga lebih mengarah kepada komik Jepang dengan angka 5.03, sedangkan komik Indonesia adalah 13.37. dengan asumsi semakin kecil maka konsumen akan puas. Semantic Differential menunjukkan bahwa secara grafik titik-titik atribut dari komik Jepang berada disebelah kanan dari komik Indonesia yang artinya konsumen merasa puas dengan komik Jepang. Perbedaan yang paling mencolok adalah terdapat pada atribut gambar. Konsumen lebih menyukai gambar komik Jepang daripada Indonesia. Jika diperhatikan pola titik atribut antara kedua komik tersebut hampir sama, perbedaannya ada pada titik atribut gambar saja, artinya komik Indonesia masih bisa bersaing dengan komik Jepang, jika atribut gambar komik Indonesia diperbaiki. Kata Kunci : Model sikap dan perilaku, model angka ideal, semantic differential.

Christina Rumanti

PENGARUH LABA NEGATIF PERUSAHAAN DAN EPS CHANGE TERHADAP REAKSI PASAR

Ketika seorang investor akan menanamkan dananya pada suatu perusahaan, investor akan melihat Earnings Per Share suatu perusahaan. Earnings Per Share suatu perusahaan berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan modalnya dan untuk pengembangan perusahaan. Earnings Per Share perusahaan dapat berupa Earnings Per Share positif yang berarti perusahaan mendapatkan laba positif pada suatu periode maupun Earnings Per Share negatif yang berarti perusahaan mendapatkan laba negatif dari suatu periode. Earnings Per Share suatu perusahaan juga berpengaruh terhadap perubahan harga saham di pasar yang pastinya juga akan mempengaruhi reaksi pasar terhadap perusahaan tersebut. Pengukuran laba negatif menggunakan proksi yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya, yaitu cumulative average abnormal return (CAAR) dan Earnings Per Share. Penelitian ini menggunakan sample perusahaan sebanyak 46 perusahaan dengan jangka waktu penelitian selama 10 tahun. Suatu perusahaan dengan laba negatif di laporan keuangannya pada akhir periode, akan dapat memperbaiki kondisi perusahaannya dan akan mendapatkan laba positif pada periode selanjutnya. Hasilnya adalah bahwa ternyata pemunculan laba negatif dan perubahan EPS mempengaruhi reaksi pasar. Selain itu ternyata perusahaan yang pada periode ini mendapatkan laba negatif mampu untuk mendapatkan kembali laba positifnya pada periode selanjutnya. Tetapi kadang pasar tidak mengantisipasi kemungkinan perbaikan tersebut dab menghilangkan kesempatan untuk berinvestasi.Keyword : abnormal return, metode Fowler Rorke, earnings per share

Lisa Hapsari

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUK YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KAIN BATIK DI YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : (1) Faktorfaktor produk apa saja yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian kain batik dan (2) Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepentingan masingmasing faktor produk untuk dipertimbangkan konsumen dalam pembelian kain batik. Metode penelitian yang digunakan dalam riset ini adalah : (1) Survey lapangan dan wawancara mendalam, dan (2) Kuisioner. Setelah dilakukannya analisis faktor untuk mereduksi variabel dalam penelitian ini maka diketahui bahwa faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian kain batik adalah 7 faktor yaitu : Faktor kualitas, faktor merek, faktor harga, faktor kemasan, faktor ketersediaan, faktor acuan, faktor motif. Kemudian dapat diketahui pula tingkat kepentingan masing-masing faktor untuk dipertimbangkan konsumen dalam pembelian kain batik adalah tinggi. Hal ini terbukti setelah dilakukannya analisis tingkat kepentingan yang menghasilkan tingkat kepentingan masing-masing faktor yang tinggi. Kata kunci : Faktor yang dipertimbangkan konsumen, tingkat kepentingan.

Sigit Cahyo Putro

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT-ATRIBUT PT. BANK BUMI ARTA DI SURAKARTA

Penelitian yang berjudul "Analisis Sikap Konsumen Terhadap Atribut-Atribut PT. Bank Bumi Arta di Surakarta" ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap atribut-atribut PT. Bank Bumi Arta di Surakarta, dan untuk mengetahui profil konsumen. Digunakan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, persaingan ini menuntut bank-bank untuk dapat berkompetisi secara sehat dalam menghadapi persaingan tersebut. Para pemilik bank dan para karyawan diharapkan mengetahui siapa pelanggannya dan mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, dan mengetahui profil konsumen maka atribut yang diteliti meliputi pelayanan karyawan yang cepat, pelayanan karyawan yang ramah dan sopan, karyawan tanggap pada keluhan, kenyamanan, image bank, letak strategis dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan, penulis menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Untuk mengetahui profil konsumen digunakan alat analisis prosentase, dan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen digunakan analisis indeks kepuasan konsumen. Sebelum menggunakan alat analisis itu data yang diperoleh dari jawaban kuesioner yang dibagikan kepada responden, data itu diolah menggunakan progam SPSS. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan terhadap atribut-atribut yang ada di PT. Bank Bumi Arta Surakarta adalah tetap pada tingkat memuaskan tetapi kepuasan itu belum memenuhi apa yang diharapkan oleh pelanggan. Dan dalam hal ini tidak terdapat perbedaan kepuasan pelanggan ditinjau dari jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan pelanggan.

Samuel Oktovianus B. N

ANALISIS PENGARUH ATRIBUT 4 P DAN CITRA MERK (BRAND IMAGE) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA PRODUK SEPATU NIKE DI KOTA YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh 4 P (product, price, place, promotion) dan brand image terhadap kepuasan konsumen pengguna sepatu Nike di Yogyakarta. Penelitian dilakukan di Yogyakarta dengan sampel sebanyak 60 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut-atribut yang ada pada sepatu Nike. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, harus diuji terlebih dahulu tingkat validitas dan reliabilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian, digunakan alat analisis Regresi Berganda. Diperoleh hasil bahwa ada pengaruh yang kuat antara brand image terhadap kepuasan konsumen pengguna sepatu Nike di Yogyakarta denganh nilai adjusted sebesar R2 = 0,000. Sedangkan dari dimensi 4 P (product, price, place, promotion) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen pengguna sepatu Nike di Yogyakarta. Dari hasil pengujian yang diperoleh pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa hanya brand yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen pengguna sepatu Nike di Yogyakarta secara sendirisendiri maupun bersama-sama. Kata Kunci : kepuasan konsumen, 4 P (product, price, place, promotion), dan
brand image sepatu Nike.

FX. Iwan Sanjaya

PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA WARUNG INTERNET PT. LABA-LABA GROUP KLATEN

Warung internet pada saat ini merupakan peluang sekaligus lahan untuk menciptakan suatu usaha yang bagus sebab dewasa ini perkembangan teknologi dan informasi sangat besar serta dewasa ini konsumen banyak dituntut untuk melakukan berbagai perubahan dalam segala bidang yang ada, khususnya bidang informasi. Dengan adanya persaingan tersebut menjadikan manajemen Warnet Laba-Laba group untuk lebih giat aktif memajukan Warnetnya. Dengan demikian warnet Laba-Laba harus mampu memberikan kualitas layanan yang baik bagi konsumennya, agar konsumen merasa nyaman dalam menggunakan sarana dan prasana yang telah disediakan. Dengan adanya abstraksi tersebut penulis berkeinginan untuk melakukan penyusunan skripsi dengan judul "PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA WARUNG INTERNET PT. LABA-LABA GROUP KLATEN". Dalam hal ini apakah kualitas jasa dapat mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap warnet PT. Laba-Laba group Klaten. Penelitian ini diambil dari penelitian sebelumnya dari Parasuraman, Zeithaml dan Berry (1998:23), SERVQUAL berdasarkan pada lima dimensi kinerja jasa yaitu Fisik (Tangibles), Kandalan (Reliability), Daya tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empathy).Untuk penggunaan data yang ada dalam penelitian ini menggunakan 100 responden, dari konsumen warnet Laba-Laba group Klaten, dimana 100 responden sudah sangat mewakili jumlah konsumen yang ada. Kemaudian untuk alat uji instrument menggunakan teknik korelasi pearson product moment dan cronbach alph. Untuk alat analisis yang ada menggunakan regresi linier berganda sebab hal ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dimensi-demensi yang ada dari kualitas jasa terhadap loyalitas konsumen warnet PT. Laba - Laba Group Klaten. Setelah dilakukan analisis, maka dapat disimpulkan bawah berdasarkan uji t, Kualitas Jasa yang terdiri variabel Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty secara parsial atau sendiri-sendiri berpegaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Konsumen terbukti. Serta berdasarkan hasil uji f, secara simultan Kualitas Jasa yang terdiri dari variabel Tangibles (X1), Reliability (X2), Responsiveness (X3), Assurance (X4) dan Emphaty (X5), mempunyai pengaruh yang signifkan terhadap Loyalitas Konsumen pada Warung Internet PT. Laba-laba Group Klaten. Sehingga dalam analisis ini Reliability (Kehandalan) pada warnet PT. Laba - Laba Group Klaten sangat dominant terhadap loyalitas konsumennya.

Aries Prestanto

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KARAKTERISTIK PERSONAL PEMIMPIN PADA PT PERWITA KARYA DIVISI OTOMOTIF DI JOGJAKARTA

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menguji " Hubungan Kepemimpinan Transformasional dan Karakteristik Personal Pemimpin pada PT.Perwita Karya-divisi Otomotif di Jogjakarta", yaitu untuk mengetahui dimensi karakteristik personal pemimpin yang mempunyai hubungan paling erat dengan kharismatik, mengetahui dimensi karakteristik personal pemimpin yang mempunyai hubungan paling erat dengan motivasi inspirasional, mengetahui dimensi karakteristik personal pemimpin yang mempunyai hubungan paling erat dengan stimulasi intelektual, dan mengetahui dimensi karakteristik personal pemimpin yang mempunyai hubungan paling erat dengan konsiderasi individual. Jumlah subyek penelitian yang digunakan adalah 64 karyawan pada PT.Perwita Karya-divisi otomotif di Jogjakarta. Data penelitian ini di peroleh secara langsung dengan menggunakan kuesioner yang telah terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis data yang di gunakan dalam penelitian
ini adalah analisis prosentase untuk mengetahui hubungan karakteristik personal pemimpin dan responden yang paling banyak jumlahnya. Analisis rank spearman untuk mengetahui hubungan dimensi kepemimpinan transformasional dan karakteristik personal pemimpin.
Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik personal pemimpin berdasarkan lama bekerja paling banyak pemimpin telah bekerja 2-5 tahun sebanyak 33 (51,6%), berdasarkan lama menjabat paling banyak pemimpin telah menjabat selama lebih dari 2 tahun sebanyak 48 orang (75%), dan berdasarkan tingkat pendidikan S1 yaitu sebanyak 38 orang (59%). Karakteristik responden berdasarkan lama bekerja paling banyak responden telah bekerja 2-5 tahun yaitu sebanyak 51 orang (79%), dan berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak berpendidikan SMA sebesar 26 orang (40,6%). Kepemimpinan transformasional kharismatik berhubungan paling erat dengan karakteristik personal lama menjabat pemimpin dibandingkan dengan karakteristik personal pemimpin lainnya, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,485 (P<0,05). Kepemimpinan transformasional motivasi inspirasional berhubungan paling erat dengan karakteristik personal lama menjabat dibandingkan dengan karakteristik personal pemimpin lainnya, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,452 (P<0,05). Kepemimpinan transformasional stimulasi intelektual berhubungan paling erat dengan karakteristik personal tingkat pendidikan pemimpin dibandingkan dengan karakteristik personal pemimpin lainnya, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,338 (P<0,05). Kepemimpinan transformasional konsiderasi individu berhubungan paling erat dengan karakteristik personal lama menjabat pemimpin dibandingkan dengan karakteristik personal pemimpin lainnya, dengan nilai koefisien sebesar 0,515 (P<0,05). Kunci : kepemimpinan transformasional dan karakteristik personal pemimpin

Lia Dian Kurniawati

ANALISIS TARGET MARKET PRODUK MLM TIANSHI DI YOGYAKARTA

Pemasaran merupakan ujung tombak dari sebuah perusahaan didalam memasarkan produk atau jasa yang dihasilkannya. Pemikiran yang berorientasi pada pasar dewasa ini sudah merupakan persaingan global, dimana perusahaan tidak hanya sekedar memasarkan produk atau jasanya yang bagus, menetapkan harga yang menarik dan membuat produk atau jasa tersebut terjangkau oleh konsumen sasaran, tetapi perusahaan juga harus berkomunikasi dengan konsumen. Dewasa ini bisnis Multi Level Marketing sangat marak dalam memasarkan produknya yang menawarkan berbagai macam produk mulai dari makanan kesehatan, produk perawatan kecantikan sampai pada produk alat rumab tangga. Tianshi adalah salah satu dari sekian banyak bisnis MLM yang ada di Indonesia. Perusahaan ini memfokuskan pada bidang makanan kesehatan, dengan pertimbangan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mulai tumbuh akibat semakin mahalnya harga, yang harus dibayar ketika sakit, selain biaya pengobatan, juga harus kehilangan waktu yang berharga disamping juga efek samping dari pengobatan itu. Manusia semakin sadar untuk memperbaiki pola kehidupannya terutama dimulai dengan memperbaiki pola makan sehat dan alami, didukung dengan propaganda dari badan kesehatan dunia yang semakin menitikberatkan pentingnya menjaga kesehatan atau sering disebut sebagai makanan tambahan meningkat secara pesat. Hal ini mempengaruhi berkembangnya industri dibidang kesehatan, yang mengacu pada ahanbahan
alami. Bisnis MLM sangat menarik karena. terutama. modal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis ini relatif kecil, tempat yang digunakan fleksibel, waktu yang digunakan fleksibel, resiko yang ditimbulkan relatif kecil dan apabila bisnis ini dijalankan dengan serius, fokus dan sungguh-sungguh bisnis ini dapat mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih dalam lagi mengenai Analisis Target Market di Yogyakarta khususnya di PT Singa Langit Jaya dengan mengambil judul "ANALISIS TARGET MARKET PRODUK MLM TIANSHI DI YOGYAKARTA : Dalam penelitian ini penulis menggunakan Analisis prosentase, Analisis Cluster, Analisis Crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi pasar sasaran produk Tianshi di Yogyakarta adalah responden yang relatif lebih mengutamakan terhadap atribut-atribut yang ada. Cluster I adalah mereka yang mengutamakan atribut-atribut yang ada seperti manfaat produk, kualitas bahan produk, pemberian diskon, harga produk yang kompetitif tempat penyediaan produk atau stokis, promosi produk melalui alat bantu, open plan presentation, dan usaha komunikasi melalui seminar-seminar. Cluster 2 adalah mereka yang mengutamakan atribut-atribut seperti manfaat produk, kualitas bahan produk, dan kemasan produk. Cluster 3 dan cluster 4 adalah mereka yang kurang mengutamakan atribut-atribut yang ada. Sedangkan profil konsumen dari pasar sasaran produk Tianshi di Yogyakarta adalah wanita, status belum menikah, berusia 18 tahun sampai 24 tahun, pendidikan universitas/perguruan tinggi, pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa, dan pendapatan Rp. 500.000-Rp. 1.000.000.

Cornelis C.R. Titahena

ANALISIS PENGARUH BRAND, GRADE LABEL DAN IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MEMBELI PRODUK PEMANIS 3T PADA PT. INTI MANIS DI SEMARANG

PT.Inti Manis di Semarang merupakan perusahaan pemanis, dimana untuk memperkenalkan kepada konsumen pihak perusahaan berusaha untuk membuat brand, grade label dan terus menjaga image yang baik di mata konsumen. Tujuan penelitian yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikan pengaruh pemberian brand, grade label dan image terhadap keputusan konsumen dalam membeli pemanis pada PT.Inti Manis di Semarang baik secara parsial maupun bersama-sama dan untuk mengetahui variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan konsumen untuk membeli pemanis. Pengaruh brand, grade label dan image terhadap keputusan konsumen dianalisis dengan menggunakan model regresi berganda, diuji dengan T test dan F test dan Koefisien Determinasi. Hasil dari penelitian ini untuk mengetahui signifikan pengaruh pemberian brand, grade label dan image terhadap keputusan konsumen dalam memebeli pemanis pada PT.Inti Manis di Semarang. Berdasarkan hasil analisis data, maka kesimpulannya adalah bahwa ada pengaruh yang positif antara Brand, Grade Label dan Image terhadap keputusan konsumen. Jika diteliti secara terpisah (t test) pada masing-masing variabel, yaitu Brand, Grade Label dan Image maka memiliki pengaruh yang signifikan berpengaruh terhadap keputusan konsumen. Begitu juga dalam uji signifikansi secara bersamasama (F test) semua variabel diketahui berpengaruh terhadap keputusan konsumen. Maka dapat disimpulkan bahwa 0,856 / 85,6% variabel keputusan dependen) dipengaruhi oleh variabel independen yaitu : Brand, Grade Label dan Image sedangkan sisanya sebesar 14,4% disebabkan oleh variasi lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Kata kunci : Brand, Grade Label, Image dan Keputusan konsumen

Marissa Elizabeth Tobing

ANALISIS KINERJA SURAT BERHARGA SETELAH PENAWARAN PERDANA (IPO) PADA PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI INDUSTRI KEUANGAN TAHUN 2003- 2005

Telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai kinerja surat berharga setelah penawaran perdana atau Initial Public Offering (IPO). Baik di Negara-negara maju maupun di Negara-negara yang berkembang. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam jangka pendek return yang didapat investor positif atau mengalami outperformed. Sedangkan dalam jangka panjang mengalami underperfomance. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasikan penelitian yang telah dilakukan di negara lain yaitu untuk mengetahui apakah dalam jangka pendek kinerja surat berharga setelah penawaran perdana (IPO) mengalami outperfomed dan dalam jangka panjang kinerja surat berharga setelah penawaran perdana (IPO) mengalami underperfomance. Penelitian ini memfokuskan penelitian pada perusahaan yang bergerak dalam industri keuangan dan mengeluarkan saham perdana pada tahun 2003-2005 di Indonesia. Penelitian ini juga meneliti apakah ada perbedaan kinerja surat berharga setelah penawaran perdana (IPO) pada jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan harga perdana, harga penutupan hari pertama, harga saham bulanan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tersedia pada tahun 2003-2005. Alat analisis yang digunakan yaitu statistik parametrik dengan one sample ttest dan paired sample t-test.

Rio Candra Wirawan

ANALISIS ELEMEN-ELEMEN BRAND EQUITY UNTUK MENENTUKAN KEKUATAN DAN KELEMAHAN PRODUK SEPATU MEREK "ADIDAS"

Salah satu aset dalam kekuatan pemasaran adalah merek (brand). Dengan adanya merek, konsumen dapat dengan mudah membedakan produk yang akan dibelinya dengan produk lain sehubungan dengan kualitas, kepuasan, kebanggaan ataupun atribut-atribut lain yang melekat pada merek tersebut. Untuk itu, agar suatu perusahaan dapat menjadi perusahaan kelas dunia, intangible asset-nya, seperti brand equity (ekuitas
merek), perlu dikelola secara terus menerus. Merek sepatu Adidas adalah salah satu merek yang paling digemari oleh kalangan masyarakat dari sekian banyak merek sepatu yang beredar di pasaran, sehingga dapat dikatakan mempunyai brand equity yang kuat. Kekuatan brand equity diukur dari riset terhadap brand awareness, brand association, percieved quality, dan brand loyalty. Dalam penelitian ini, sampel adalah seratus orang responden yang merupakan mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana yang memiliki produk sepatu merek Adidas. Data yang diambil meliputi data kualitaitif dan data kuantitatif yang terdiri atas data primer dan sekunder yang diperoleh dari hasil observasi, studi pustaka, dan penyebaran kuisioner. Dari penelitian atribut-atribut brand equity (yaitu: riset brand awareness, riset brand association, riset brand percieved quality, dan riset brand loyalty), dapat diketahui bahwa produk sepatu merek Adidas memiliki konsumen yang memiliki tingkat awareness yang kuat, asosiasiasosiasi merek yang dapat dikembangkan secara konsisten pada produknya, tingkat performance yang melebihi importance konsumen, serta loyalitas konsumen pada tingkat satisfied buyer. Kata Kunci : brand equity, brand awareness, brand association, brand
percieved quality, brand loyalty.

Endy Fr. Angwarmase

"PENGARUH KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN: MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS PADA PT. SPORT GLOVE INDONESIA (SGI) DI SLEMAN-YOGYAKARTA)"

Karyawan merupakan salah satu factor penting bagi sebuah perusahaan agar dapat bertumbuh, berkembang dan mempertahankan kelangsungan hidupnya sehingga menciptakan organisasi yang sehat. Karyawan bias menjadi tolak ukur citra suatu organisasi. Mereka dituntut dalam hal kemampuan dan kualitasnya. Namun untuk menuntut hal itu, sudah sewajarnya bagi perusahaan untuk memberikan Kepuasan Kerja kepada para karyawannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana Kepuasan Kerja dan Motivasi yang diberikan kepada para karyawan di PT. Sport Sport Glove Indonesia. Langkah apa yang mempengaruhi Kepuasan Kerja karyawan di PT. Sport Glove Indonesia, apakah dengan komitmen organisasional atau Motivasi. Dari data yang telah didapat, peneliti kemudian membuktikannya melalui alat analisis yang disebut SEM (Structural Equation Modeling). Tujuannya adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Komitmen Organisasional dan Motivasi baik secara langsung maupun tidak langsung dan bagaimana pengaruh Komitmen Organisasional terhadap Motivasi. Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan antara variabel Komitmen Organisasi terhadap Motivasi. Sedangkan Komitmen Organisasional mempengaruhi Kepuasan Kerja secara positif dan signifikan melalui Motivasi dan Motivasi mempengaruhi Kepuasan Kerja secara positif dan signifikan. Kata Kunci : Komitmen Organisasional, Motivasi, Kepuasan Kerja, Structural Equation Modeling.

Daniel Kurniawan

STUDI EKSPERIMENTAL : PERANAN SELEBRITI SEBAGAI ENDORSER TERHADAP EFEKTIVITAS IKLAN

Dalam dunia periklanan saat ini, menggunakan selebriti sebagai endorser (bintang iklan) sudah menjadi teknik periklanan yang populer. Sudah banyak iklan-iklan yang beredar di Indonesia yang menggunakan selebriti sebagai juru komunikasi perusahaan untuk memperkenalkan produk mereka ke konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan selebriti sebagai endorser terhadap efektivitas iklan. Iklan yang diteliti adalah iklan produk minuman kesehatan Sido Muncul Vitamin C1000, yang dibintangi oleh duet RATU. Penelitian dilakukan di lingkungan civitas akademika Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta. Dimana besarnya sampel yang diteliti adalah sebanyak 200 sampel. Alat analisis yang digunakan adalah SEM dan ANOVA. Dimana analisis SEM digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi
efektivitas iklan. Sedangkan analisis ANOVA digunakan untuk melihat apakah terdapat perbedaan sikap responden terhadap iklan dan produk pada iklan yang ditampilkan dengan endorser dibandingkan dengan iklan yang tanpa endorser. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa faktor physical attractivenes berpengaruh positif terhadap attitude toward endorser dan correspondent inferences, faktor correspondent inferences berpengaruh negatif terhadap attitude toward endorser, faktor attitude toward endorser berpengaruh positif terhadap attitude toward advertisement, faktor attitude toward advertisement berpengaruh positif terhadap attitude toward product. Dan dari hasil analisis ANOVA menunujukkan bahwa ternyata terdapat perbedaan sikap terhadap kedua jenis iklan. Dari pemodelan SEM, iklan yang menggunakan endorser berpengaruh positif dan signifikan. Sedangkan iklan yang tidak menggunakan endorser ternyata berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklan yang menggunakan selebriti sebagai endorser lebih efektiv.

Setiawan Jatmiko

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN ROTI BOY DI YOGYAKARTA

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis yakni untuk mengetahui profil konsumen Matahari Departement Store Galeria mall, serta mengetahui faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian pakaian di Matahari Departement Store mall Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan analisis prosentase untuk mengetahui profil konsumen yang membeli pakaian di Matahari Departement Store. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 100 responden. Sebelum dianalisis lebih lanjut, kuesioner terlebih dahulu diuji dengan analisis validitas dan reliabilitas. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang paling mempengaruhi konsumen dalam pembelian pakaian di Matahari Departement Store Galeria mall digunakan analisis faktor (factor analysis) pada penelitian ini. Setelah dilakukan pengolahan data, ternyata dapat diketahui bahwa profil konsumen Matahari Departement Store Galeria mall Yogyakarta yakni, pria yang belum menikah maupun menikah, dengan usia ≥ 20-25 tahun, berpendidikan sampai dengan SMU, mempunyai profesi sebagai pelajar/mahasiswa, dan dengan tingkat penghasilan ≤ Rp. 1.000.000,00 per bulan. Sedangkan dari analisis faktor dapat diketahui bahwa ada 3 faktor yang paling mempengaruhi konsumen dalam pembelian pakaian di Matahari Departement Store Galeria mall Yogyakarta, yaitu yang pertama adalah Faktor Produk, yang kedua adalah Faktor Pendukung, dan yang terakhir adalah Faktor Promosi Penjualan.

Yulianto Prasetio

Analisis Faktor-faktor Yang Dipresepsikan Konsumen Dalam Pembelian Kartu Perdana Prabayar Indosat IM3 Di Yogyakarta

Tujuan penelitian yang dlakukan oleh penulis yakni untuk mengetahui profil konsumen pemakai kartu prabayar IM3 di Yogyakarta, serta mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian kartu perdana prabayar IM3 di Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan analisis faktor (factor analysis) untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang paling mempengaruhi pembelian kartu perdana IM3 di Yogyakarta dengan menggunakan 100 responden. Penelitian ini juga menggunakan analisis prosentase untuk mengetahui profil konsumen yang membeli kartu perdana prabayar IM3. Sebelum dianalisis lebih lanjut, kuesioner terlebih dahulu diuji dengan analisis validitas dan reliabilitas. Setelah dilakukan pengolahan data, ternyata ada 4 faktor yang paling mempengaruhi pembelian kartu perdana IM3 di Yogyakarta yaitu faktor 1 yaitu faktor produk dan pelayanan konsumen, Faktor 2 yaitu faktor promosi dan fasilitas tambahan, faktor 3 yaitu faktor SMS (Short Message Sent), faktor 4 yaitu faktor bonus Sedangkan dari analisis prosentase dapat diketahui bahwa profil konsumen pengguna kartu prabayar IM3 yakni wanita yang belum menikah dengan usia 21-25 tahun, berpendidikan minimal sampai dengan SMU, mempunyai pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa, dan dengan tingkat penghasilan per bulan Rp 750000,00-1.500.000,00. Kata Kunci:Alpha Cronbach, Product Moment, Factor Analysis, Marketing Mix, Perilaku Konsumen.

Ricky Setyawan

PENILAIAN KONSUMEN TERHADAP STRATEGI PERLUASAN MEREK LG ELECTRONIK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Perluasan merek (brand extension) merupakan strategi yang banyak dipilih oleh perusahaan dalam mengembangkan usahanya untuk melempar suatu produk ke pasar, mengingat didukung oleh merek yang kuat (parent brand) dan sudah dikenal. Merek yang kuat akan mengurangi resiko-resiko saat memasuki pasar yang baru, apalagi jika merek tersebut sudah diketahui dan akrab bagi konsumen. Selain itu perluasan merek juga dapat menekan resiko-resiko entah itu kegagalan produk, kerugian yang akan diterima bila produk tidak dapat bersaing atau kalah di dalam pasar, ataupun kerugian finansial sebab biaya untuk mengenalkan produk ke pasar akan membutuhakan biaya yang cukup besar dan dapat menangkap serta menciptakan pasar yang baru. Dalam penelitian ini, ingin diketahui penilaian konsumen terhadap strategi perluasan merek LG dan perbedaan penilaian konsumen terhadap variabel pendukung perluasan merek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.) survey lapangan dan wawancara, 2.) telaah atau kajian pustaka, 3.) analisis mean aritmatika, uji t dan chi square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian konsumen terhadap strategi perluasan yang dilakukan LG Elektronik adalah baik dan berdasarkan uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penilaian konsumen berdasarkan dimensi transfer, komplemen dan subtitusi sedangkan  dimensi kualitas terdapat perbedaan penilaian antara parent brand dan brand extension. Pada uji chi square menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan responden tidak mempengaruhi penilaian terhadap brand extension, namun pada usia terdapat perbedaan penilaian konsumen hanya pada dimensi kualitas, sedangkan untuk dimensi yang lain tidak terdapat perbedaan Kata Kunci: Dimensi Brand Extension dan Penilaian Konsumen

Fransiskus Andi Dwi Putra

"ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN KONSUMEN DALAM PEMAKAIAN JASA PENERBANGAN DOMESTIK PERUSAHAAN PENERBANGAN SWASTA: LION AIR, ADAM AIR DAN BATAVIA AIR"

Semakin banyaknya organisasi jasa dan semakin tingginya kontribusinya bagi pendapatan nasional suatu Negara memberikan indikasi pentingnya dan ketatnya persaingan di sektor jasa khususnya di bidang jasa penerbangan domestik dewasa ini. Di Indonesia jasa penerbangan meningkat sangat tajam. Adapun berbagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penerbangan ini antara lain adalah Lion Air, Adam Air, Batavia Air, dsb. Persaingan antara perusahaan penyedia jasa penerbangan tersebut sangat kompetitif. Mereka berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengguna jasa penerbangan. Penelitian ini dilakukan di kota Yogyakarta dengan menggunakan 50 responden, yang bertujuan untuk mengetahui faktor dan subfaktor yang terpenting dalam pemilihan penggunaan jasa penerbangan domestik perusahaan swasta Lion Air, Adam Air dan Batavia Air. Penelitian ini menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai alat analisis, dan Expert Choice sebagai software pengolahan data. AHP (Analytical Hierarchy Process) merupakan metode pengambilan keputusan yang peralatannya menggunakan sebuah struktur hirarki. Dalam metode ini, seorang pengambil keputusan membentuk suatu model dari suatu permasalahan yang kompleks ke dalam sebuah struktur hirarki yang menunjukan hubungan dari sebuah tujuan , faktor, sub faktor dan alternatif yang ada. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa profil pengguna jasa penerbangan domestik perusahaan swasta Lion Air, Adam Air dan
Batavia Air adalah pria berusia 17-27 tahun yang memiliki pekerjaan sebagai mahasiswa/pelajar dengan penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1.000.000. Sedangkan hasil analisis dari AHP (Analytical Hierarchy Process) dapat disimpulkan bahwa faktor yang terpenting adalah faktor harga dan sub faktor terpenting adalah harga murah/promosi. Dan alternatif pertama pilihan para pengguna jasa penerbangan domestik adalah Lion Air
Kata kunci: Analytical Hierarchy Process, faktor utama, alternatif pertama, jasa penerbangan.

 Alfanus Riwin Kurniawan

"ANALISA TANGGAPAN KONSUMEN TERHADAP KINERJA JASA PELAYANAN DI PT. PCP"

Dengan perkembangan yang semakin cepat maka dalam bekerja kita dituntut untuk dapat melakukan suatu pekerjaan dengan cepat. Tentunya banyak perusahaan yang berkembang di Indonesia, melalui alasan tersebut tentunya kita sangat membutuhkan suatu perusahaan jasa yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Apabila tidak ada suatu perusahaan jasa untuk mengirimkan suatu barang/jasa maka pekerjaan yang akan kita lakukan akan lebih sulit dan sangat membuang-buang waktu dan tentunya yang sangat merugikan perusahaan, yang seharusnya diguankan untuk pekerjaan lain harus digunakan untuk pekerjaan mengirim barang yang sebetulnya bisa dilakukan oleh perusahaan lain yang bergerak dalam bidang jasa. Kemudian dengan alasan tersebut penulis mengangkat judul "ANALISIS TANGGAPAN KONSUMEN TERHADAP KINERJA JASA PELAYANAN PT.PCP YOGYAKARTA". Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana tanggapan konsumen terhadap jasa PT,.PCP dan atribut kualitas jasa yang menjadi prioritas utama oleh konsumen PT.PCP. Penelitian dilakukan pada konsumen PT.PCP dengan sample 50 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesoiner yang berisi tanggapan mengenai atribut indeks kepuasaan pelanngan. Sebelim analisis data diperoleh dati pengisian kuesioner terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabiltas. Setelah dileakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua instrument dinyatakan valid dan reliable. Kemudian untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka
digunakan alat analisis indeks kepuasaan pelanggan. Dan hasil analisis diperoleh bahwa IKP kurang memuaskan dengan tingkat IKP= -90 terhadap atribut jasa yang ada . ini berarti palayanan PT.PCP dan fasilitas pendukung masih kurang berjalan dengan optimal sehingga PT.PCP harus segera memperbaiki semua yang kurang mendukung terhadap pelayanan agar tingkat indeks kepuasaan pelanggan semakn baik. Kata kunci: kepuasaan

Bun Li Cuan

STUDI EKSPERIMENTAL BRAND FAMILIARITY AND ADVERTISING REPETITION EFFECT

Untuk membangun sebuah brand knowledge konsumen yang baik pada iklan yang unfamiliar dan merek yang unfamiliar dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan penayangan iklan di televisi secara repetisi.Reaksi setiap pemirsa terhadap suatu iklan tertentu bervariasi, tetapi pada dasarnya iklan yang baru atau unfamiliar buat pemirsa akan menarik perhatian untuk melihat secara lebih seksama dan intensif. Skripsi yang berjudul Sudi Eksperimental Brand familiarity and Advertising Repetition Effect , bertujuan untuk meneliti apakah ada perbedaan sikap antara pemirsa yang familiar dengan yang tidak familiar dengan melihat penayangan iklan di televisi secara repetisi dengan menggunakan media televisi Alat analis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Two way ANOVA dengan program komputer SPSS. Metode penelitian eksperimental yang di pakai adalah One Shot Case of Study Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2006. teknik pengumpulan data
yang digunakan yakni kuesioner. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa/i UKDW sedangkan yang menjadi sampel adalah mahasiswa yang di ambil secara acak dengan maksud agar dapat terwakilkannya Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sikap antara
konsumen familiar dan konsumen tidak familiar. KATA KUNCI: Brand Familiartiy, dan Advertising Repetition

Budi Setyo Santoso

PENGARUH DAN HUBUNGAN DINAMIS PERUBAHAN DIVIDEND YIELD DAN PRICE EARNING RATIO TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM

Penelitian ini menguji pengaruh dan hubungan dinamis perubahan harga saham dengan perubahan dividend yield dan perubahan price earning ratio. Data yang digunakan adalah semua perusahaan yang terdaftar di BEJ yang membagikan dividend yield minimal 2 tahun berturut-turut periode tahun 1999 sampai tahun 2004. Model yang digunakan untuk menguji adalah kointegrasi dan error correction model dengan prosedur seperti yang dikemukakan oleh Johansen. Error correction model dengan prosedur Johansen digunakan karena variabel yang diuji lebih atau dua variable. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada data yang tidak stasioner pada tingkat aras (level), maka semua data dilakukan pada derajat satu [I(1)] dan semuanya stasioner. Oleh karena itu dilajutkan dengan uji kointegrasi yang hasilnya menunjukkan bahwa residual dari hubungan variabel kointegrasi stasioner dan memiliki paling banyak tiga vektor kointegrasi (untuk tingkat signifikasi 1%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan DY dan PER berpengaruh terhadap perubahan HG. Hasil uji error correction model diperoleh nilai adjusted EC-term (signifikan pada alfa 1%), hal ini berarti bahwa masing-masing variabel memiliki hubungan dinamis saling berpengaruh. Kata Kunci: Stasioner, Kointegrasi, ECM, Harga Saham, Dividend Yield, Price Earning Ratio.

Teguh AndreWijaya

PENGARUH PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PT GRAMEDIA ASRI MEDIA STUDI KASUS TOKO BUKU GRAMEDIA JALAN SUDIRMAN YOGYAKARTA

Pada penggunaan aplikasi web, antara client dan server dimungkinkan untuk melakukan pertukaran informasi. Akan tetapi, untuk menampilkan hasil yang berupa informasi atau proses dari server, client harus melakukan refresh pada seluruh user interfacenya, meskipun sebenarnya informasi yang berubah hanya sebagian kecil saja. Pada aplikasi Registrasi Mahasiswa konvensional, user dapat mengakses server berkali-kali ketika user melakukan penambahan atau pembatalan matakuliah. Hal ini menyebabkan user harus mengganti user interface berkali-kali pula. Untuk mengatasi masalah ini, dapat digunakan sebuah teknologi, yaitu JavaScript Remote Scripting. JavaScript Remote Scripting memberikan kemampuan pada client script untuk mengakses server script. Dengan menggunakan client script, user interface dapat diperbaharui tanpa harus mengganti user interface secara keseluruhan. Apabila client script dapat mengakses server script maka user interface dapat menampilkan informasi atau proses dari server tanpa harus melakukan refresh pada layar client. Tugas Akhir ini menerapkan JavaScript Remote Scripting dengan kasus Registrasi Mahasiswa. Dengan menerapkan JavaScript Remote Scripting ini diharapkan aplikasi registrasi mahasiswa ini memiliki user interface yang lebih responsif.

Mikhael Sogen

HUBUNGAN SIKAP KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT PADA RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menguji secara empiris hubungan Sikap. Kerja terhadap Kinerja Perawat pada Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Dalam sikap kerja beberapa hal yang diteliti diantaranya adalah Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional dan Keterlibatan Kerja. Kinerja seringkali menjadi peubah gayut (dependen variabel). Kinerja merupakan faktor penentu keberlansungan organisasi dan merupakan ukuran keberasilan organisasi dan keefektifan manajemen atau keefektifan pemimpin. Selain mutu manajemen, salah satu faktor penting yang menjelaskan kinerja adalah sikap kerja. Subjek penelitian yang digunakan adalah perawat di Rumah sakit Bethesda khususnya di ruangan III, IV, J, H dan N yang berjumlah 50 responden. Data penelitian diperoleh lansung dengan menggunakan kuesioner atau angket setelah itu diuji validitasnya dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Rank Spearman. Hasil korelasi menunjukan bahwa antara sikap kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta adanya hubungan yang signifikan. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hipotesis penelitian yang diajukan. Kata kunci: Sikap Kerja, Knerja.

Djarau Matu Ati Kala

ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP IKLAN DI MAJALAH SEPAKBOLA BOLAVAGANZA BERDASARKAN MULTIATRIBUTE ATTITUDE MODEL

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap konsumen terhadap atribut iklan majalah sepakbola Bolavaganza beserta profilnya dan apakah ada perbedaan sikap konsumen berdasarkan karakteristiknya. Disamping itu, dengan persaingan yang semakin ketat di dunia bisnis, membuat setiap perusahaan yang ada di tuntut untuk mampu menetapkan strategi yang tepat dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya agar tercapai suatu kepuasan. Di sini perusahaan majalah sepakbola Bolavaganza menyediakan suatu penawaran atribut- atribut iklan kepada konsumennya agar mereka dapat merasa puas. Untuk mengetahui apakah tiap- tiap atribut itu dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka perusahaan dapat menganalisis sikap konsumen terhadap tiap- tiap atribut iklan yang ditawarkan. Menganalisis sikap konsumen merupakan salah satu prinsip utama yang mendukung pengembangan strategi pemasaran suatu perusahaan. Adapun metode atau alat analisis yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah dengan menggunakan uji Validitas dan Reliabilitas, analisis Multiatribute attitude model (MAM). Melalui analisis tersebut diketahui bahwa sikap konsumen terhadap atribut- atribut iklan yang ditawarkan oleh majalah sepakbola Bolavaganza baik/ puas. Dari hasil analisis diperoleh bahwa konsumen pria lebih banyak dari pada wanita. Jumlah pria 52 % dan jumlah untuk wanita 48 %, umur konsumen lebih banyak pada umur 21- 30 tahun dengan jumlah 39 % dengan pekerjaan terbanyak pelajar/ mahasiswa dengan jumlah 42 %, tingkat pendapatan yang terbanyak dibawah Rp 1.000.000,00 dengan jumlah 53 %, pendiddikan terbanyak tamatan SLTA dengan jumlah 51 %, sedangkan status yang terbanyak belum menikah dengan jumlah 74 %. Hasil kepentingan dari tiap- tiap atribut iklan dengan memperoleh urutan pertama adalah Informasi tentang karakteristik merek yang diinginkan (Marketplace Information), kemudian disusul oleh atribut iklan Informasi tentang produk yang tersedia di pasar (Marketplace Information), Iklan memberi hiburan (Entertainment value), Iklan membuat perasaan orang senang (Entertainment value), Iklan lebih menyenangkan dari pada berita di majalah (Entertainment value), Iklan dapat meningkatkan taraf hidup (Economic effect), dan urutan yang terakhir adalah Lebih baik berinvestasi di iklan untuk perbaikan produk (Economic effect). Dari semua data yang telah maka sikap konsumen dapat dihitung menggunakan analisis Multiatribute attitude model (MAM), yang hasilnya adalah puas dan mendekati skala sangat puas atau dengan kata lain mendekati apa yang diharapkan. Bila dilihat dalam skala sikap, hal ini menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap majalah sepakbola Bolavaganza adalah cenderung baik. Kata Kunci: Multiatribute attitude model (MAM), majalah sepakbola, Chi square

Hery Hariyadi

PENGARUH KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP LOYALITAS MEREK SABUN CUCI SUNLIGHT DI KOTA YOGYAKARTA

Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan merek terhadap loyalitas merek sabun cuci Sunlight. Peneliti memilih kampung kepuh sebagai objek penelitian dikarenakan letak kampung ini berada pada wilayah kota Yogyakarta. Data diperoleh dengan cara observasi, yaitu dengan menyebarkan 50 kuesioner kepada 50 responden yang memakai sabun cuci Sunlight. Kepercayaan merek diukur dengan variabel Brand Characteristic, Company Characteristic, Consumer-Brand Characteristic. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis prosentase untuk mengetahui karakteristik konsumen sabun cuci "Sunlight" dan analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengaruh kepercayaan merek terhadap loyalitas merek sabun cuci Sunlight. Berdasarkan hasil analisis data, maka kesimpulannya adalah bahwa ada pengaruh yang positif antara atribut kepercayaan merek terhadap loyalitas merek. Jika diteliti secara terpisah (t_test) pada masing-masing atribut kepercayaan merek, yaitu brand characteristic, company characteristic, dan consumer-brand characteristic, masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan berpengaruh terhadap loyalitas merek. Begitu juga dalam uji signifikansi secara bersama- sama (F_test) semua atribut kepercayaan merek diketahui berpengaruh terhadap loyalitas merek. Maka dapat disimpulkan bahwa 0,784 atau 78,4% variasi kesetiaan merek sabun cuci Sunlight dipengaruhi oleh variabel independen Brand Characteristic, Company Characteristic, Consumer-Brand Characteristic sedangkan sisanya sebesar 20,6% disebabkan oleh variasi lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Kata kunci : Kepercayaan merek, Loyalitas merek

Frendy Adianto Stephanus

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT – ATRIBUT KOSMO FACTORY OUTLET SEBAGAI TEMPAT BERBELANJA BUSANA JALAN JUWADI NO.11 KOTA BARU - YOGYAKARTA

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap atribut - atribut Kosmo Factory Outlet sebagai tempat berbelanja busana di Yogyakarta. Atribut-atribut yang diteliti meliputi atribut produk, atribut harga, atribut pelayanan, atribut promosi dan atribut tempat. Semakin baik kinerja atribut yang ditawarkan terhadap kepentingan konsumen maka kepuasan konsumen yang diperoleh akan semakin tinggi. Oleh sebab itu atribut–atribut produk menjadi salah satu pertimbangan bagi pelanggan dalam memilih produk, atribut produk itu sendiri menentukan besar kecilnya volume penjualan. Perusahaan pun dituntut untuk dapat meningkatkan atribut - atribut produknya agar dapat meningkat kepuasan tersendiri bagi pelanggannya. Suatu perusahaan seperti Factory Outlet harus dapat menciptakan kepuasan bagi konsumennya, dan juga mampu memahami kebutuhan yang diinginkan oleh konsumennya. Penelitian dilakukan pada konsumen Kosmo Factory Outlet di Yogyakarta dengan sampel sebanyak 100 responden. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, dengan pertimbangan apakah pengunjung pernah membeli produk busana di Kosmo. Alat utama untuk mengumpulkan data dari responden adalah kuesioner. Hasil uji validitas dan reliabilitas kuesioner menunjukan bahwa kuesioner valid dan layak untuk dipakai sebagai alat pengumpul data. Selanjutnya untuk mengetahui profil konsumen yang berbelanja busana di Kosmo Factory Outlet digunakan analisis prosentase. Sebelum. Kemudian untuk mengetahui kepuasan kosumen terhadap atribut – atribut Kosmo Factory Outlet sebagai tempat berbelanja busana digunakan alat analisis Indeks Kepuasan Konsumen. Setelah dilakukan pengolahan data, maka diperoleh kesimpulan profil konsumen Kosmo Factory Outlet kebanyakan wanita, dengan usia >20 – 30 tahun, dengan status belum menikah, berpendidikan tamat SMU / sederajat, mempunyai pekerjaan sebagai pelajar / mahasiswa, dengan tingkat pendapatan per bulan > Rp 500.000,00 – Rp 1.000.000,00. Sedangkan dari hasil perhitungan analisis indeks kepuasan konsumen diketahui bahwa konsumen merasa puas terhadap atribut – atribut Kosmo Factory Outlet. Kata Kunci: Kepuasan, Kosumen.

Hendro Setianto

REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN MERGER DAN AKUISISI

Masa Krisis moneter di Indonesia pada akhir tahun 1997 sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia, terutama di pasar modal Indonesia.
Hal ini tercermin dari perubahan harga saham yang naik turun secara tidak teratur. Banyak perbankan yang gulung tikar dan terpaksa melakukan merger dan akuisisi dengan tujuan untuk memperoleh sinergi, strategic oppurtunities, meningkatkan efektifitas dan megeksploitasi mispricing di pasar modal. Keputusan merger dan akuisisi tidak terlepas dari masalah biaya pelaksanaan yang mahal dan hasilnya pun belum tentu sesuai dengan yang diharapkan. Pengumuman merger dan akuisisi merupakan salah satu studi peristiwa, karena mengandung informasi yang dapat membuat pasar bereaksi positif ataupun negatif pada tanggal merger dan akuisisi yang diuji dengan adanya abnormal return yang diterima oleh para pelaku pasar. Pengumuman merger dan akuisisi yang dikeluarkan diharapkan memiliki kandungan informasi, dimana pasar akan memberikan sinyal kepada para pelaku pasar tarutama sinyal mengenai prospeknya. Sinyal yang baik dapat dilihat dengan adanya reaksi positif yang dapat menyebabkan harga sahamnya naik, sebaliknya jika reaksi pasarnya negative maka harga sahamnya tetap atau mungkin turun.
Dalam penelitian ini penulis ingin meneliti apakah ada perbedaan harga saham sebelum dan setelah melakukan pengumuman merger dan akuisisi pada perbankan dengan study kasus setelah krisis moneter tahun 1998 sampai 2005. Penulisan skripsi ini menggunakan teknik statistik parametrik dengan menggunakan Paired Sampel T-Test untuk melihat reaksi pasar terhadap pengumuman merger dan akuisisi, dengan melihat apakah terdapat perbedaan harga saham sebelum dan sesudah pengumuman merger dan akuisisi. Data diambil mulai tahun 1998 sampai dengan tahun 2005. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa pasar tidak beraksi terhadap pengumuman merger dan akuisisi, hal ini terbukti dengan nilai Paired Sampel T-Test tidak signifikan. Kata kunci: Perubahan Harga Saham, Paired Sampel T-Test, Meger dan Akuisisi

Artha Maya Juliana

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KUALITAS dan MINAT MASUK PADA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA DENGAN MENGGUNAKAN CONJOINT ANALYSIS

Saat ini pendidikan merupakan bagian penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Patut disyukuri bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingya pendidikan. Untuk mewadahi calon mahasiswa, banyak diantaranya perguruan tinggi yang telah dibuka oleh pemerintah maupun swasta. Persaingan seamkin ketat dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang dibangun. Universitas Kristen Duta Wacana merupakan salah satu perguruan tinggi yang sedang berlomba-lomba menjadi yang terbaik di antara ratusan perguruan tinggi di Yogyakarta dan ribuan perguruan tinggi di Indonesia. Dengan persaingan yang semakin ketat, UKDW masih mampu bertahan sampai saat ini. Untuk menjadi yang terbaik, salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengetahui perilaku konsumen dan calon konsumennya. Skripsi yang berjudul "Analisis Faktor-Faktor Kualitas dan Minat Masuk Pada Universitas Kristen Duta Wacana Dengan Menggunakan Conjoint Analysis" ini mencoba meneliti mengenai faktor-faktor apakah yang dinilai penting dalam kualitas dan minat masuk pada UKDW. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis conjoint dengan program SPSS 12. Dari hasil penelitian, ternyata status akreditasi dengan peringkat A dinyatakan berkualitas baik dan memiliki minat masuk yang tinggi. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar UKDW dapat lebih meningkatkan status akreditasinya menjadi A, agar rekomendasi mahasiswa/i terhadap calon mahasiswa/i lainnya menjadi lebih baik, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan citra yang sudah terbentuk sebelumnya.

Christiningsih Oktavia

ASOSIASI MEREK TERHADAP OLI MOTOR TOP ONE DI KOTA PURWOKERTO

Ga ada abstraksi

Albert Rahman Prayogo

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA PT. SETIAJI MANDIRI YOGYAKARTA

Memasuki era globalisasi sekarang ini perkembangan dalam perekonomian sangatlah pesat, setiap perusahaan mempunyai keunggulan kompetitif dalam menghadapi para pesaingnya dengan melakukan koordinasi dari setiap fungsi perusahaan yang ada, baik fungsi produksi , pemasaran, keuangan maupun sumber daya manusia. Hal ini dilakukan dalam upaya memuaskan kebutuhan dan keiginan konsumen. Melihat kondisi masyarakat di Indonesia kebanyakan menengah kebawah dan kebutuhannya masih susah dicukupi. Apalagi dalam pembuatan rumah, pasti memikirkan biaya yang cukup besar. Di samping sudah adanya genteng, tetapi harga masih mahal dan berat. Ada pula seng, tetapi membuat kondisi menjadi panas sekali. Oleh karena itu PT. Setiaji Mandiri memproduksi asbes plat/enternit dan gelombang. Dimana a sbes tersebut ringan, lentur dan tidak begitu panas. Asbes di buat sebagai alternatif dalam pembuatan atap suatu bangunan, biasanya terbuat dari genteng atau seng. Dengan harga yang relatif lebih murah dibanding dengan seng maupun genteng, maka biasanya ya ng banyak menggunakan adalah kalangan menengah bawah atau bangunan -bangunan yang bersifat semi permanen. Kecuali dari segi harga yang lebih murah, dengan menggunakan asbes dalam hal pengerjaannya juga lebih cepat serta membutuhkan penyangga yang relatif lebih sedikit dibanding bila menggunakan genteng. Kemudian dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat saat ini perusahaan perlu memanfaatkan sumber dayanya dengan optimal, termasuk berusaha menciptakan atau melakukan rekayasa yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen, misalnya
menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan memiliki citra yang baik perusahaan dapat tetap  bersaing, merebut dan bahkan memenagkan persaingan pasar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ol eh PT. Setiaji Mandiri Yogyakarta
diperoleh hasil bahwa berdasarkan SWOT dari pengolahan data yang ada maka dapat dijelaskan strategi yang paling unggul adalah STRATEGI SO, yang meliputi : (a) Optimalisasi jumlah produk PT. Setiaji Mandiri telah unggul, (b ) Peningkatan kualitas produk unggul dalam kualitas produk, hal ini dapat dijadikan kekuatan sekaligus peluang yang dimiliki perusahaan karena dengan ini perusahan dapat mengembangkan atau melakukan inovasi produknya. Dengan demikian hipotesis pada Bab II yang menyatakan bahwa situasi lingkungan pemasaran didukung dengan analisis pengembangan produk perusahaan, terbukti, (c) Memperbesar pangsa pasar telah unggul luas pangsa pasar hingga ke luar Pulau Jawa dan sebagian pulau Sumatra, (d) Melayani konsumen dengan baik sehingga konsumen loyal, PT. Setiaji Mandiri telah unggul dalam loyalitas konsumen, sehingga menjadi kekuatan serta strategi pemasaran mempunyai pengaruh yang kuat untuk memajukan PT. Setiaji Mandiri agar tercapai visi dan misi perusahaan, terbukti. Kata Kunci : SWOT, strategi, persaingan.

A.A. Sri Herma Yanti

STRATEGI DIVERSIFIKASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DI CV. BUNGA HARIMAU, TAMPAKSIRING GIANYAR BALI

Salah satu jalan yang ditempuh oleh CV. Bunga Harimau Gianyar untuk meningkatkan volume penjualan produk adalah dengan menerapkan strategi diversifikasi produk. Strategi ini dilaksanakan agar volume penjualan yang diharapkan dapat tercapai, dengan demikian posisi perusahaan ditinjau dari tingkat voume penjualan produk dapat dapat diketahui. Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi
pokok permasalahan adalah : 1. Apakah strategi diversifikasi produk yang dilaksanakan oleh CV. Bunga Harimau Tampaksiring Gianyar akan dapat meningkatkan volume penjualan? 2. Di posisi manakah perusahaan berada kalau ditinjau dari volume penjualan produk ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :1. Untuk mengetahui strategi diversifikasi produk yang dilaksanakan oleh CV. Bunga Harimau Tampaksiring Gianyar akan dapat meningkatkan volume penjualan 2. Untuk mengetahui posisi manakah perusahaan berada kalau ditinjau dari volume penjualan produk.
Untuk memecahkan permasalahan tersebut digunakan teknik analisis yaitu strategi diversifikasi produk dan matrik Boston Consulting Group BCG). Berdasarkan hasil pembahasan, maka didapat kesimpulan : l. Strategi diversitikasi yang dilaksanakan oleh CV. Bunga Harimau Gianyar
menyebabkan volume penjualan mengalami fluktuasi. Fluktuasi ini disebabkan oleh faktor eskternal perusahaan dan faktor internal perusahaan. Faktor eksternal perusahaan diantaranya : kondisi perusahaan, faktor politik dan hukum, faktor sosial budaya, faktor persaingan dan industri, faktor teknologi, faktor konsumen dan faktor pemasok. Sedangkan faktor internal perusahaan diantaranya : faktor produksi, faktor pemasaran; kondisi keuangan dan kondisi sumber daya manusia. 2. Posisi perusahaan berdasarkan matrik ,BCG ditinjau dari volume penjualan di CV. Bungan Harimau adalah di posisi sapi perah (cash cow). Hal ini didasari dari pertumbuhan pasar sebesar 7,39%, dimana angka tersebut kurang dari 10% maka tingkat pertumbuhan pasar adalah rendah, yang berarti peluang bisnis yang ada di pasar dimana perusahaan itu melayani konsumennya adalah rendah dan pangsa pasar relatif adalah 1,087, dimana angka tersebut lebih dari 1. Ini berarti perusahaan memiliki pangsa pasar lebih tinggi dari pesaing. Saran-saran yang dapat disampaikan berkaitan dengan strategi diversifikasi produk untuk meningkatkan volume penjualan di CV. Bunga Harimau, Tampaksiring Gianyar adalah 1. Dalam upaya mencapai peningkatan volume penjualan melalui penerapan strategi diversifikasi produk, perusahaan harus terus mengikuti perkembangan yang terjadi di lingkungan eksternal perusahaan agar perusahaan dapat memproduksi produk sesuai dengan keinginan konsumen pada saat itu. 2. Mengingat posisi volume penjualan CV. Bunga Harimau pada saat ini adalah di posisi sapi perah (cash cow), maka sebaiknya perusahaan melaksanakan kegiatan strategi marketing mix, sehingga volume penjualan dapat berubah ke posisi bintang (star).

Theresia Au Batuwael

ASOSIASI MEREK KOSMETIK SARI AYU di KOTA YOGYAKARTA

Penelitian ini meneliti tentang asosiasi merek kosmetik Sari Ayu di Kota Yogyakarta. Dengan menggunakan Analisis Persentase, diperoleh hasil konsumen Sari Ayu sebagian besar adalah wanita, berusia 21 – 25 tahun, pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa, dengan pendidikan terakhir SMA, dan berpenghasilan Rp.500.000 – Rp.1.000.000 per-bulan. Penelitian ini menggunakan 10 atribut untuk diuji apakah atribut-atribut tersebut membentuk sebuah image dari Sari Ayu. Atribut-atribut yang diuji yaitu: mereknya terkenal, tidak menimbulkan alergi (telah lulus alergi tested), cocok untuk semua jenis kulit orang Asia, dibuat dari bahan tradisional/alami, menciptakan kesan alami ketika digunakan, produknya lengkap, kemasannya menarik, harganya terjangkau, produknya mudah diperoleh, iklannya menarik. Dengan menggunakan Analisis Cochran Q test, diperoleh hasil bahwa asosiasi yang membentuk image Sari Ayu ada 5 yaitu: mereknya terkenal, dibuat dari bahan tradisional/alami, kemasannya menarik, harganya terjangkau, dan produknya mudah diperoleh. Keyword : bauran pemasaran, asosiasi merek (Brand Associations), citra merek (Brand image), analisis Cochran Q Test.

Anita Rosmawati

ANALISIS EFEKTIFITAS IKLAN INDOMIE GORENG "KRIUK" TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI KOTA YOGYAKARTA

Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengkomunikasikan produknya dengan menggunakan iklan sebagai medianya, karena iklan merupakan salah satu instrumen yang dapat membantu konsumen dalam menentukan tindakan-tindakan pembelian produk. Hal ini disebabkan karena didalam iklan terdapat informasi-informasi yang diperlukan konsumen, walaupun tidak semua iklan mampu menarik minat. Ada macam-macam saluran  pesan, antara lain melalui media pers, radio, televisi, dan lain-lain. Salah satu media yang paling diminati oleh perusahaan dalam mengiklankan produknya yaitu melalui media audio visual atau televisi. Walaupun biaya yang dikeluarkan relatif besar, media televisi dianggap memiliki keunggulan yaitu bersifat audio, visual, emotion, prestisius dan kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi khalayak. Oleh karena itu penulis ingin meneliti tentang efektifitas iklan melalui media televisi. Pada kesempatan ini penulis memfokuskan pada salah satu merek dagang yang terkenal diiklankan di televisi yaitu Indomie Goreng "Kriuk". Sedangkan artribut yang mempengaruhi adalah alur cerita, jingle, endoser dan slogan . Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada para konsumen dengan jumlah 100 responden. Setelah data diperoleh, penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan alat analisis validitas, reabilitas, prosentase, Analisis AIDA. Dari hasil kuesioner di peroleh jumlah konsumen terbanyak adalah wanita dengan jumlah prosentase 55 %, usia konsumen terbanyak berusia 24 hingga 31 tahun sebanyak 42 %. Berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalah sebagai mahasiswa atau pelajar sebesar 45 %, sedangkan berdasarkan pendidikan terakhir yang paling tinggi prosentasenya adalah SLTA sebesar 40 % dan berdasarkan penghasilan dalam satu bulan lebih dari Rp. 1.500.000,- per bulan sebesar 33% Melalui analisis AIDA dengan menggunakan sample proporsi dapat diketahui tahap Attention sebesar 71,50 %, tahap Intterest sebesar 87,48%, tahap Desire sebesar 83,85% dan tahap Action sebesar 91,89%. Dari analisis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa iklan Indomie goring "Kriuk" efektif dalam mempengaruhi tanggapan konsumen untuk melakukan pembelian, karena lebih dari 60 % konsumen melakukan tindakan pembelian ( Action ) terhadap produk Indomie goreng "Kriuk".
Key word : Iklan, Minat Konsumen, Keputusan Pembelian.

 Freddy Iston Hasil Marbudi Pangaribuan

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP STRUKTUR MODAL DAN KINERJA PERUSAHAAN : STUDI EMPIRIS PADA FAMILY BUSINESS GROUP YANG TERDAFTAR DI BEJ

The aim of this research is to examine the effect of corporate governance's internal mechanism that is institutional ownership, on both firm performance and firm capital structure. To the extent, the moderating effect of managerial ownership on the relationship between institutional ownership, firm performance and capital structure will be examined as well. The sample of this research is drawn from companies within the big six family owned business in Indonesia proposed by Sato (2001), which are listed at The Jakarta Stock Exchange from 1998 until 2005. Using the Moderated Regression Analysis (MRA) Model, the result of this research shows that both institutional and managerial ownership fail to demonstrate their direct and moderated effect on performance and capital structure. These findings suggest that corporate governance implementation in Indonesia is still ineffective. The main caused of this ineffectiveness is the investor perception towards investment climate in Idonesia. The frail of economic, social and political circumstances create the "short term-focused" toward investment return. Moreover, the slow achievement of collusion, corruption, and nepotism (KKN) eradication has resulted in sudden-withdrawal of investor's investment. Hence, the internal control mechanism of corporate governance which is long-term focused and associated with KKN eradication cannot be successfully implemented. Keywords: Institutional ownership, managerial ownership, performance, capital structure

Agustinus Sigit Prasetyo

ANALISIS ASOSIASI MEREK TERHADAP TAPE RECORDER MEREK POLYTRON

 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi saat ini banyak membawa pengaruh terhadap perekonomian, gaya hidup, strategi pemasaran dan berbagai macam bisnis lainnya. Perbedaan pada konsumen dapat diklarifikasi dalam keinginan sumber daya, lokasi, perilaku maupun praktekpraktek membelinya. Penulis memilih judul "Analisis Asosiasi Merek Terhadap Tape Recorder Merek Polytron" dengan studi kasus di Universitas Kristen Duta Wacana, karena dalam benak setiap orang sering muncul kesan-kesan terhadap suatu merek. Kesan-kesan yang terkait dengan merek akan semakin meningkat dengan seringnya konsumen mengkonsumsi suatu produk dan penampakan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Asosiasi merek (Brand Association) adalah segala hal yang berkaitan tentang merek dalam ingatan seseorang. Asosiasi tidak hanya eksis, namun juga mempunyai tingkat kekuatan. Keterkaitan asosiasi dengan merek akan lebih kuat jika dilandaskan pada banyak pengalaman dengan produk. Berbagai asosiasi yang diingat konsumen dapat dirangkai, sehingga bisa membentuk brand image di dalam benak konsumen. Singkatnya, brand image adalah sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dalam benak konsumen. Untuk mengetahui asosiasi-asosiasi tersebut, diperlukan suatu alat analisis untuk menentukan sumber-sumber asosiasi mana saja yang benar-benar terbukti valid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asosiasi-asosiasi merek yang ada pada produk tape recorder merek Polytron. Untuk membentuk asosiasi konsumen, kita harus mengetahui dan mengenal terlebih dahulu atribut-atribut yang dimiliki sebagai kekuatan perusahaan dalam memasarkan produknya, dimana atribut-atribut terpilih tersebut diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner. Dalam metode penelitian ini, penulis membagikan kuesioner kepada responden sebanyak 50 orang dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Untuk mempermudah analisis data yang diperoleh dari jawaban responden terhadap pertanyaan, maka digunakan alat analisis Persentase untuk mengetahui tentang profil responden dan Uji Cochran untuk mengetahui asosiasi-asosiasi yang terdapat pada produk tape recorder merek Polytron. Berdasarkan analisis Persentase, dapat disimpulkan bahwa profil konsumen produk tape recorder merek Polytron mayoritas berjenis kelamin wanita sebesar 54%, berusia antara 20 – 23 tahun sebesar 56%, berstatus belum menikah sebesar 88%, dan memiliki pendapatan Rp 500.000,00 – Rp 1.000.000,00/bulan sebesar 46%. Berdasarkan hasil Analisis Cochran yang diperoleh dari hasil akhir proses Uji Cochran dengan cara mengeluarkan salah satu atribut asosiasi mulai dari atribut yang mempunyai proporsi jawaban "Tidak" terbanyak, terdapat 6 atribut asosiasi yang mampu membentuk brand image produk tape recorder merek Polytron yang antara lain yaitu "kualitas suaranya bagus", "reputasi perusahaannya baik", "inovasi terhadap produknya selalu dilakukan oleh perusahaan", "produknya mudah dioperasikan", "produknya mudah didapatkan", dan "mereknya bergengsi". ** Key Word: Brand Association, Brand Image

 Hotmian Rumini Manurung

" STUDI EXPERIMENTAL: ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN FAKTOR TERHADAP MINAT BACA DAN MINAT BELI BUKU PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN MAHASISWA FAKULTAS TEOLOGIA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA"

Pada penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan bagaimana tingkat kepentingan atribut terhadap minat baca dan minat beli buku dikalangan mahasiswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjawab apakah ada perbedaan tingkat kepentingan faktor terhadap minat baca dan minat beli buku antara mahasiswa fakultas ekonomi dengan mahasiswa fakultas teologia. Faktor yang akan diukur tingkat kepentingannya antara lain, kelompok acuan, motivasi, jenis buku dan harga buku. untuk mengukur tingkat kepentingan maka alat analisis yang dipakai ialah analisis conjoint, dengan alat analisis ini juga akan dibentuk kombinasi stimuli yang akan menjadi acuan untuk membuat kuesioner yang akan disebarkan kepada 150 responden.

Yusak Hadi Winata

 ANALISIS PENGARUH KUALITAS JASA PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN FLEXI DI YOGYAKARTA

Dengan semakin berkembangnya keadaan ekonomi saat ini yang ditandai dengan adanya era globalisasi serta tersedianya arus informasi yang cepat dan kemajuan teknologi yang pesat. Tidak dapat dipungkiri, sektor telekomunikasi termasuk salah satu faktor yang paling prospektif. Hal ini disebabkan telekomunikasi merupakan sarana yang vital dalam menunjang pembangunan ekonomi nasional. Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang jasa telekomunikasi, menimbulkan munculnya operator-operator jasa penyedia telekomunikasi. Karena dalam hal bisnis telekomunikasi merupakan bisnis yang bergerak dalam bidang jasa dimana kepuasan pelanggan menjadi faktor utama dan faktor penentu supaya pelanggan tetap setia (loyal) terhadap perusahaan pemberi jasa tersebut. Salah satu faktor keberhasilan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan secara prima kepada pelanggan, sehingga akan memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan serta tercapainya suatu kepuasan pelanggan. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Pengaruh Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Flexi di Yogyakarta". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana pengaruh kualitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, apakah dimensi kualitas jasa (reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangibles) mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan sekaligus mencari perbedaan tingkat kepuasannya. Penelitian dilakukan di PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Kandatel Yogyakarta dengan sampel sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil respoden dan tanggapan mengenai atribut kualitas pelayanan PT. Telkom. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, harus diuji terlebih dahulu tingkat validitas dan reabilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian digunakan alat analisis Regresi Berganda dan Chi Square. Diperoleh hasil bahwa ada pengaruh yang kuat antara kualitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Flexi di Yogyakarta dengan nilai adjusted sebesar R2 = 0,714. Dari dimensi kualitas jasa, variabel empathy dan tangibles mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dari Analisis Chi Square diperoleh hasil tidak ada perbedaan tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas jasa pelayanan PT. Telkom. Kata Kunci : kepuasan, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangibles

Dita Rosa Masatu

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN GENDER DAN EXPERIENCE SEBAGAI VARIABEL MODERAT

Studi ini menguji gender dan experience sebagai variabel moderat yang memperkuat pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention dan juga komitmen organisasi terhadap turnover intention. Gender dibedakan menjadi pria dan wanita, sedangkan pengukuran experience dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : masa kerja 0- 4 tahun (establishment), 5-8 tahun (advancement), dan > 9 tahun (maintenance). Adanya pengaruh variabel moderating diukur dengan menggunakan alat analisis moderated regression analysis (MRA). Hasilnya menunjukkan gender tidak memperkuat pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap turnover intention, tetapi experience memperkuat pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention, tetapi tidak memperkuat pengaruh komitmen organisasi terhadap turnover intention. Keyword: Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Turnover Intention, Gender, dan Experience

Obet Rahmat Cahyono

Implikasi Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Publik di BEJ

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh keputusan keuangan, yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan publik di BEJ. Penelitian ini menggunakan proksi IOS (Investment Opportunity Set) sebagai proksi variabel laten keputusan investasi, yaitu total asset growth (TAG), price earning ratio (PER), market to book assets ratio (MBAR), rasio capital expenditure to book value assets (CEBVA), dan current assets to total assets ratio (CATA). Keputusan pendanaan sebagai variabel laten di proksi melalui rasio Book debt to equity ratio (DER), book debt to assets ratio (DAR), long term debt equity ratio (LDER), dan market debt equity ratio (MDER). Kebijakan dividen sebagai variabel laten di proksi melalui Dividend yield (DY) dan dividend payout ratio (DP). Nilai perusahaan sebagai variabel laten di proksi melalui Free cash flow(FCF), market value (MV), dan excess return to market (ER). Dengan menggunakan confirmatory factor analysis ternyata dari 14
variebel di atas, diperoleh 7 variabel yang dapat menjelaskan dan membentuk variabel laten, PER dan MBAR untuk variabel keputusan investasi, DER dan DAR untuk variabel keputusan pendanaan, DP dan DY untuk kebijakan dividen, dan MV untuk variabel nilai perusahaan. Dengan menggunakan structural equation model dibuktikan: keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, keputusan pendanaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, keputusan investasi berpengaruh negatif terhadap keputusan pendanaan, keputusan investasi tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen, dan kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap keputusan pendanaan. Keyword: investment decision, financing decision, dividen policy, firm value, struktural equation model.

Lia Yesi Ningrum

PENGARUH KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN NASABAH BNI CABANG UGM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Apakah ada perbedaan tingkat kepuasan mahasiwa berdasarkan profil responden, dan 2) Apakah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Duta Wacana sudah merasa puas dengan atribut kualitas jasa yang ditawarkan. Pengumpulan data lewat metode kuesioner. Data tersebut diolah dan diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan metode statistik korelasi product moment. Kemudian untuk menganalisis data tersebut digunakan Analisis Kepuasan Konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana merasa puas terhadap atribut kualitas jasa Universitas Kristen Duta Wacana dan Dari hasil analisis chi-square dapat disimpulkan bahwa tidak ada tingkat perbedaan kepuasan mahasiswa terhadap atribut kualitas jasa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Duta Wacana. Hal ini dapat dilihat dari hasil Indek Kepuasan Konsumen sebesar 288, tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar jenis kelamin t hitung (0,422) lebih kecil dari t tabel (7,815), tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar jurusan t hitung (0,867 ) lebih kecil dari t tabel (7,815), tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar angkatan t hitung (0,00) lebih kecil dari t tabel (21,026), dan tingkat perbedaan kepuasan terhadap kualitas jasa atas dasar asal t hitung (0,059) lebih kecil dari t tabel (7,815). Kata Kunci : Kualitas Jasa, Kepuasan Mahasiswa, Atribut Kualitas Jasa, Index Kepuasan Konsumen.

Stevanus Kristanto

PENGARUH EMOTIONAL BRANDING DAN BRAND IDENTITY UNTUK MENILAI LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP LAGU "KUPU-KUPU MALAM"

Sebuah lagu tentunya diciptakan agar orang yang mendengarkan tersentuh perasaannya atau emosionalnya. Nurani manusia akan terhanyut saat manusia mendengarkan sebuah lagu yang menyentuh emosionalnya dan akan mengekspersikan emosionalnya ke dalam sebuah tindakan. Maka dari itu, perusahaan musik berupaya menyentuh emosional seseorang dengan cara memproduksi sebuah lagu untuk merangsang panca indra mereka.Tidak sampai disitu saja, selain menyentuh emosional seseorang, ternyata lagu juga menyentuh imajinasi seseorang. Imajinasi memungkinkan sebuah lagu menembus batas dan meraih hati konsumen, jadi tidak heran bila lagu-lagu yang diciptakan menyampaikan pesan baik secara langsung maupun tersirat untuk dapat mengejutkan konsumen. Agar emosional yang ada pada lagu tersebut dapat ditangkap oleh panca indra pendengar, maka lagu tersebut membutuhkan sebuah identitas yang membedakan antara lagu yang satu dengan lagu yang lainnya. Dimana identitas tersebut dapat berupa identitas produk, identitas person. Penelitian ini menguji pengaruh emotional branding dan brand identity terhadap loyalitas konsumen. Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh antara variabel Emotional Branding terhadap Brand Identiy, menganalisa pengaruh antara variabel Brand Identity terhadap Loyalitas konsumen, menganalisa pengaruh antara variabel Emotional Branding terhadap Loyalitas konsumen. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas  Kristen Duta Wacana di Yogyakarta. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 200 responden secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Models (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil dari analisis SEM dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang mengatakan bahwa variabel " Pengalaman Pancaindera mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Brand as Product" terbukti, hipotesis 2 yang mengatakan bahwa variabel " Pengalaman Pancaindera mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Brand as Person" terbukti, hipotesis 6 yang mengatakan bahwa variabel " Imajinasi mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loyalitas" terbukti, hipotesis 7 yang mengatakan bahwa variabel " Brand as product mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loylitas" terbukti, hipotesis 8 yang mengatakan bahwa variabel " Brand as Person mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loyalitas" terbukti. Namun ada beberapa hipotesis yang menarik antara lain hipotesis 3 yang mengatakan bahwa variabel " Pengalaman Pancaindera mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loyalitas" tidak terbukti, hipotesis 4 yang mengatakan bahwa variabel " Imajinasi mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Brand as Product" tidak terbukti, hipotesis 5 yang mengatakan bahwa variabel " Imajinsi mempunyai pengaruh positif terhadap variable Brand as Person" tidak terbukti. Kata kunci: Kupu-Kupu Malam, Structural Equation Models (SEM), Emotional Branding, Brand Identity, dan Loyalitas

Silvia Cahyono

PENGARUH EMOTIONAL BRANDING DAN BRAND IDENTITY UNTUK MENILAI LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP SINETRON "MALIN KUNDANG"

Dewasa ini, dunia entertainment selalu dijadikan fenomena oleh para masyarakat. Salah satu fenomena yang ada di dunia entertainment adalah terjadi peniruan (imitation). Sedangkan, yang dapat digolongkan relatif mudah dan menarik untuk diimitasi di dunia seni dan entertainment adalah sinetron. Hal ini dikarenakan sinetron disukai, diperuntukkan, dan merambah ke semua kalangan usia dan jenis kelamin. Ditambah lagi, sinetron memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat, karena sinetron ditayangkan melalui sebuah media komunikasi yang dinilai paling efektif, yaitu televisi. Selain itu, sebuah sinetron dapat mempengaruhi emosional dari para konsumen yang bertindak sebagai pemirsa (Emotional Branding) (Gobe, 200:36). Emosional para pemirsa dapat dipengaruhi melalui pengalaman pancaindera yang di dapat oleh pemirsa melalui sinetron yang ditontonnya. Pengalaman pancaindera dapat dengan mudah didapatkan oleh pemirsa, jika sinetron yang disaksikannya memiliki atribut yang unik, sehingga memudahkan mereka untuk mengingat dan mengenal sinetron yang disaksikannya tersebut. Dimana atribut merupakan bagian dari brand as Product, yang juga merupakan identitas dari sebuah merek (Brand Identity) (Aker, 1996:79). Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1). Menganalisa pengaruh variabel Emotional Branding terhadap variabel Brand Identity? (2). Menganalisa pengaruh variabel Brand Identity terhadap variabel Loyalitas? (3). Menganalisa pengaruh variabel Emotional Branding terhadap variabel Loyalitas? Jumlah responden yang dikumpulkan adalah sebanyak 200 orang, yang terdiri dari semua mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Sedangkan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Models (SEM). Hasil penelitian ini sangat menarik karena: hipotesis 2 yang menyebutkan bahwa "variabel Pengalaman Pancaindera mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Brand as Organization", terbukti. Hipotesis 3 yang menyebutkan bahwa "variabel Pengalaman Pancaindera mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loyalitas", terbukti. Hipotesis 4 yang menyebutkan bahwa "variabel Imajinasi mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Brand as Product", terbukti. Hipotesis 5 yang menyebutkan bahwa "variabel Imajinasi mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Brand as Organization", terbukti. Hipotesis 6 yang menyebutkan bahwa "variabel Imajinasi mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loyalitas", terbukti. Namun yang paling menarik dalam temuan ini adalah: hipotesis 1 yang menyebutkan bahwa "variabel Penglaman Pancaindera mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Brand as Product", tidak terbukti. Hipotesis 7 yang menyebutkan bahwa "variabel Brand as Product mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loyalitas", tidak terbukti, dan hipotesis 8 yang menyebutkan bahwa "variabel Brand as Organization mempunyai pengaruh positif terhadap variabel Loyalitas", juga tidak terbukti. Keywords: Malin Kundang, Structural Equation models (SEM), Emotional Branding, Brand Identity, dan Loyalitas.

Yunita

ASOSIASI MEREK TERHADAP PRODUK MINUMAN TEH HIJAU NU GREENTEA DAN ZESTEA DI KOTA YOGYAKARTA

Semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis saat ini, membuat setiap perusahaan untuk lebih mencermati bahwa di dalam bisnis begitu ketat. Bagi perusahaan tidak hanya menjual produk- produknya mereka untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar- besarnya akan tetapi mereka juga saling berjuang untuk dapat menempatkan produk- produk mereka diposisi yang paling tinggi dalam benak konsumen. Hal ini juga terjadi pada perusahaan- perusahaan minuman khususnya teh hijau termasuk pada produk Nu Greentea dan Zestea yang juga saling bersaing.Tentu saja dilihat dari sini, konsumen memiliki asosiasi- asosiasi yang berbeda terhadap Nu Greentea dan Zestea. Merek sangat berperan penting karena pembedaan satu produk dengan produk yang lainnya sangat tergantung pada merek yang ditampilkan. Merek yang
memiliki asosiasi merek yang unik dapat dibuat berdasarkan atribut produk yang unik, nama yang unik, kemasan yang unik serta didukung oleh strategi promosi dan iklan yang sesuai cenderung lebih cepat berhasil dibandingkan merek yang biasa- biasa saja. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asosiasi merek terhadap minuman teh hijau Nu Greentea dan Zestea. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan dua alat analisis yaitu Analisis Prosentase untuk mengetahui profil responden, dan Analisis Cochran untuk mengetahui asosiasi merek Nu Greentea dan Zestea Dengan menggunakan kedua alat analisis tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan secara keseluruhan bahwa konsumen Nu Greentea dan Zestea kebanyakan adalah wanita, berusia 21- 25 tahun, pekerjaan konsumen adalah sebagai pelajar/ mahasiswa dan berpendapatan > Rp. 500.000- Rp. 1.000.000. Dan diketahui pada kedua produk minuman Nu Greentea dan Zestea tidak ada perbedaan dalam asosiasi merek yang membentuk brand image. Adapun asosiasi yang membentuk brand image kedua produk teh hijau antara Nu Greentea dan Zestea adalah aroma, rasa, tempat dan promosi. Kata Kunci: Merek, Asosiasi merek, Brand image

Suwarni

PENGARUH AGENCY PROBLEM DAN INSIDE SHAREHOLDERS TERHADAP DIVERSIFIKASI

This research is an extension of Denis et.al (1997), which try to examine the effect of agency problem an inside shareholder on company's diversification policy. Different from Denis et.al (1997), this research also intent to examine the effect of diversification on firm value and the effect of inside shareholder on agency problem as well The inside shareholder will be divided into two categories which are: managerial ownership (stock held by the managers) and stock held by the company's subsidiaries. The Herfindahl Index will be used to measure the level of diversification, whilist the agency problem will be measured using the ratio of selling and general administrative cost. Moreover, the existence of company's excess value derive from the company's diversification will be used to identify the firm value. Using the purposive random sampling method, the total sampel darwn from the Jakarta Stock Exchange from 2002 to 2005 are 160 companies with the exception for companies within the financial sector. By means of multiple linear regression with panel data, the result show positive and significant effect of agency problem on company's diversification policy. It suggest that the more the company being diversified into segment the more the agency problem persist. On the contrary, the result fail to demonstrate the effect of diversification on firm value as well as the effect of inside shareholder on both agency problem and diversification. These findings suggest that the existence of agency problem is very subtle in Indonesia and the existence of inside shareholder is not intended to reduce the agency problem. Keywords: Managerial ownership, agency problem, agency cost, diversification, excess value

Johan Riyanto

ANALISIS ASOSIASI MEREK MOTOR YAMAHA MIO DI YOGYAKARTA

Salah satu aset tak terwujud dalam suatu perusahaan adalah ekuitas yang diwakili oleh merek. Merek dan segala sesuatu yang diwakilinya merupakan aset yang paling penting, karena hal ini merupakan dasar keuntungan kompetitif dan sumber penghasilan masa depan. Merek yang merupakan aset perusahaan yang sangat vital dan bernilai itu sebenarnya adalah seperangkat asosiasi merek biasanya terangkai dalam berbagai bentuk yang bermakna. Dimana suatu asosiasi merek adalah segala hal yang berkaitan dengan ingatan konsumen tentang sebuah merek. Kondisi persaingan usaha yang semakin ketat saat ini, perusahaan perlu memanfaatkan sumber dayanya dengan optimal, termasuk berusaha menciptakan atau melakukan rekayasa yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen, misalnya melalui citra merek produknya. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli, dan karena itu keahlian paling utama dari pemasar adalah kemampuanya untuk menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merek. Perusahaan yang mempunyai citra merek yang kuat mempunyai alternatif untuk bersaing pada tingkat harga dan spesifikasi produk. Dengan memiliki citra merek yang kuat perusahaan dapat tetap bersaing, merebut dan bahkan memenangkan persaingan pasar. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Asosiasi Merek Motor Yamaha Mio di Yogyakarta". Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asosiasi merek motor Yamaha Mio dalam benak konsumen di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada yang pernah menggunakan dan mengetahui tentang sepeda Motor Yamaha Mio di Yogyakarta dengan sampel sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai asosiasi dari Motor Yamaha Mio. Sebelum dilakukan analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan realibilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan alat analisis Cochran Q test. Dan dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa pengukuran asosiasi merek motor Yamaha Mio ini adalah asosiasi merek dalam benak konsumen terhadap sepeda motor Yamaha Mio adalah model/desain produk yang menarik, kualitas/mutu produk baik, lebih praktis dalam penggunaan dan harga baru terjangkau oleh konsumen. Kata Kunci : Asosiasi merek, Citra merek

Vincentia Elly Monica

ANALISIS BRAND LOYALTY TERHADAP PRODUK MIE INSTAN MEREK INDOMIE DI KOTA YOGYAKARTA

Pada saat bergerak menuju the era of choice, perusahaan tidak mampu lagi memaksa pelanggan untuk membeli produk mereka, perusahaan akan kesulitan mengelola pelanggan mereka. Perusahaan harus selalu tanggap dengan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. Selain itu untuk menjamin konsumen melakukan pembelian ulang dan menjamin kelangsungan hidup perusahaan perlu menjaga loyalitas pelanggannya. Pelanggan yang loyal umumnya akan melanjutkan pembelian merek tersebut walaupun dihadapkan pada banyak alternatif merek produk pesaing yang manawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dipandang dari berbagai sudut atributnya. Ada banyak merek produk mie instan dalam dunia bisnis makanan sekarang ini yang sangat bervariasi, seperti Mie Instan Indomie, Mie Sedaap, Mie Sarimi, Mie Supermie, dll. Masing-masing produk menawarkan harga, rasa, dan atribut-atribut lain yang sangat bersaing. Hal ini akan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan terhadap suatu merek mie instan. Mie Instan Indomie merupakan salah satu merek mie instan yang cukup lama beredar di pasar dan memiliki brand yang cukup kuat dalam benak konsumen. Berdasarkan hasil survei Indonesia Customer Loyalty Index 2005 yang dilakukan oleh SWA dan Mars, di kategori mie instan, total Loyalty Index (LI) Indomie lebih unggul dari pesaing utamanya, Mie Sedaap yaitu 71,0: 70,7. Hal ini menunjukkan Indomie memiliki brand loyalty yang sangat kuat dibanding pesaing-pesaingnya. Berdasarkan alasan tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti sampai pada tingkat manakah loyalitas masyarakat yang berdomisili di Kota Yogyakarta terhadap mie instan merek Indomie, sehingga Penulis memilih judul "Analisis Brand Loyalty Terhadap Produk Mie Instan Merek Indomie di Kota Yogyakarta". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Brand Loyalty masyarakat yang berdomisili di Kota Yogyakarta terhadap produk mie instan merek Indomie.
Penelitian ini dilakukan kepada 100 responden, khususnya responden berdomisili di Yogyakarta yang sudah pernah membeli dan mengkonsumsi mie instan merek Indomie. Dalam pengujian kuesioner ini menggunakan metode analisis data yaitu: uji validitas dan reliabilitas, skala likert, analisis prosentase, rata-rata, dan standar deviasi. Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat bahwa tingkat loyalitas masyarakat Yogyakarta terhadap mie instan merek Indomie berada pada tahap liking the brand. Sebagian besar memang menyukai merek Indomie tetapi untuk merekomendasikannya terkadang responden masih enggan. Hal ini dapat disebabkan oleh banyaknya produk mie instan di pasar dengan rasa dan harga yang bersaing. Kata kunci: the era of choice, brand, brand loyalty, liking the brand

Roy Ariawan

ANALISIS PERBANDINGAN ASOSIASI MEREK TEH BOTOL SOSRO DAN FRESTEA DI KOTA YOGYAKARTA

Dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat saat ini perusahaan perlu memanfaatkan sumber dayanya dengan optimal, termasuk berusaha menciptakan atau melakukan rekayasa yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen, misalnya melalui citra merek produknya. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat dan jasa tertentu kepada pembeli, dan karena itu keahlian paling utama dari pemasar adalah kemampuanya untuk menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merek. Perusahaan yang mempunyai citra merek yang kuat mempunyai alternatif untuk bersaing pada tingkat harga dan spesifikasi produk. Dengan memiliki citra merek yang kuat perusahaan dapat tetap bersaing, merebut dan bahkan memenangkan persaingan pasar. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil konsumen teh botol Sosro dan Frestea, asosiasi merek teh botol Sosro dan Frestea dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan asosiasi merek teh botol Sosro dan asosiasi merek Frestea ditinjau dari profil konsumen. Untuk analisis datanya, penulis memakai alat analisis, yaitu analisis prosentase, analisis uji cochran dan analisis chi square. Analisis prosentase berguna untuk mengetahui profil konsumen pada produk teh botol Sosro dan Frestea. Analisis uji cochran berguna untuk mengetahui asosiasi-asosiasi yang terdapat pada produk teh botol Sosro dan Frestea. Sedangkan dengan analisis chi square berguna untuk mengetahui apakah ada perbedaan asosiasi merek ditinjau dari profil konsumen. Asosiasi merek merupakan dasar untuk kualitas pembentukan citra merek dan ekuitas merek Bagi pemasar, asosiasi merek berguna dalam banyak hal, terutama untuk pengambilan keputusan dan perluasan merek produknya, sedangkan bagi konsumen bisa dijadikan untuk dasar dalam pemilihan merek yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanya,.dengan menggunakan 100 responden di kota Yogyakarta, penelitian ini mencoba mengidentifikasikan asosiasi merek dari teh merek Sosro, dan Frestea melalui metode Cochran Q test. Hasil penelitian menunjukan 8 asosiasi untuk Sosro dan untuk Frestea ada 6 asosiasi. Sedangkan berdasarkan hasil analisis chi square yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan asosiasi merek Sosro dan Frestea ditinjau dari profil responden diketahui bahwa ada ada 2 perbedaan asosiasi merek teh botol Sosro, yaitu perbedaan asosiasi merek teh botol sosro dari segi jenis kelamin terhadap harga yang terjangkau dan perbedaan asosiasi merek teh botol sosro dari segi pekerjaan terhadap produk mudah didapat. Selain itu juga terdapat 1 perbedaan asosiasi merek Frestea, yaitu perbedaan asosiasi merek frestea dari segi golongan usia terhadap produk mudah didapat. Kata kunci : Asosiasi Merek

Diana Sovianto

PENGARUH KETIDAKPUASAN KONSUMEN, KARAKTERISTIK KATEGORI PRODUK DAN KEBUTUHAN MENCARI VARIASI TERHADAP KEPUTUSAN PERPINDAHAN MEREK SABUN MANDI CAIR PADA MAHASISWA DI YOGYAKARTA

Banyak macam produk dalam dunia bisnis sekarang ini, menimbulkan semakin banyak ragam produk yang ditawarkan oleh perusahaan pada industri yang sama. Salah satu produk tersebut adalah produk-produk toiletries seperti sabun mandi cair. Beragamnya merek sabun mandi cair saat ini memungkinkan konsumen mempunyai keinginan untuk berpindah ke meek lain. Perilaku  perpindahan merek pada pelanggan merupakan suatu fenomena yang kompleks yang dipengaruhi oleh faktor-faktor keperilakuan, pesaingan, dan waktu. Seorang konsumen yang mengalami ketidakpuasan pada masa pasca-konsumsi mempunyai kemungkinan akan merubah perilaku keputusan belinya dengan mencari alternative merek lain pada konsumsi berikutnya untuk meningkatkan kepuasanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketidakpuasan konsumen, karakteristik kategori produk, dan kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan pepindahan meek sabun mandi cair di Yogyakarta yang dimoderasi oleh kebutuhan mencari variasi. Penelitian ini dilakukan kepada 100 responden, khususnya mahasiswa, yang berdomisili di Yogyakarta. Dalam pengujian kuesioner ini menggunakan metoda analisis data yaitu: uji validitas dan reliabilitas, dan analisis regresi berganda. Dari hasil analisis ini diketahui bahwa ketidakpuasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek. Sedangkan karakteristik kategori produk tidak berpengaruh terhadap perpindahan merek. Dan dapat juga diketahui bahwa ketidakpuasan konsumen dan karakteristik kategori produk yang dilakukan konsumen tidak bergantung pada kebutuhan mencari variasi.
Kata Kunci : Ketidakpuasan, Konsumen, dan Merek

Amelia Trisnawaty Handayani

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Rotiboy di Yogyakarta

Dalam hal produk makanan, konsumen sangat sensitive dan peka. Sedikit saja tidak sesuai standard kualitas maka konsumen tidak akan berpikir dua untuk kali untuk mengkonsumsinya kembali. Salah satu produk makanan yang umumdan cukup disukai oleh masyarakat adalah roti. Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis yakni untuk mengetahui profil konsumen Rotiboy, serta mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian Rotiboy di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan analisis faktor (factor analysis) untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang paling mempengaruhi pembelian Rotiboy, dengan menggunakan 100 responden. Penelitian ini juga menggunakan analisis prosentase untuk mengetahui profil konsumen yang membeli dan mengkonsumsi Rotiboy. Sebelum dianalisis lebih lanjut, kuesioner terlebih dahulu diuji dengan analisis validitas dan reliabilitas. Setelah dilakukan pengolahan data, ternyata ada empat faktor yang paling mempengaruhi pembelian Rotiboy yaitu faktor produk dan citra merek, faktor promosi, faktor harga, dan faktor lokasi. Sedangkan dari analisis prosentase dapat diketahui bahwa profil konsumen Rotiboy yakni wanita yang belum menikah dengan usia 21-30 tahun, pendidikan terakhir
sampai dengan SMU, mempunyai pekerjaan sebagai pelajar/ mahasiswa, dan dengan tingkat penghasilan Rp 750.000-Rp 1000.000 per bulan.
Kata Kunci:Alpha Cronbach, Product Moment, Factor Analysis, Marketing Mix, Perilaku Konsumen.

Liana Anggraini

ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK WEIGHT REDUCTION PROGRAM (WRP) BODY SHAPE DI KOTA YOGYAKARTA

Dewasa ini banyak sekali ditawarkan produk-produk pelangsing dengan berbagai macam bentuk dan merek, yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen. Dengan banyaknya produk pelangsing yang beredar, maka akan menimbulkan berbagai asosiasi terhadap merek atau produk tersebut pada diri konsumen. Asosiasi adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Kesan-kesan yang terkait dengan merek akan semakin meningkat dengan semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan semakin seringnya kemunculan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Berbagai asosiasi merek yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut citra merek atau brand image. Brand image yaitu sekumpulan asosiasi yang terbentuk di benak konsumen. Makin banyak asosiasi yang saling berhubungan maka semakin kuat brand image yang dimiliki oleh merek tersebut. Adapun tujuan dari penelitian yang berjudul "Asosiasi Konsumen terhadap Produk WRP Body Shape di Kota Yogyakarta" ini adalah untuk mengetahui bagaimana asosiasi konsumen terhadap produk WRP Body Shape tersebut. Penelitian dilakukan terhadap 60 orang responden di kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah uji cochran, dimana uji ini berguna untuk mengukur seberapa jauh konsumen mengaitkan sebuah merek dengan atributnya, sehingga nantinya akan membentuk brand image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 asosiasi yang melekat pada produk WRP Body Shape, yaitu iklannya menarik, tersedia di supermarket atau swalayan-swalayan, rasanya enak, efektif membakar timbunan lemak, tidak ada efek samping (aman dikonsumsi), dan penggunaannya praktis.

Dewi Puspa Rahayu

PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED, RESIDUAL INCOME, EARNINGS, OPERATING CASH FLOWS DAN ROI TERHADAP RETURN YANG DITERIMA OLEH PEMEGANG SAHAM (Studi Empiris Pada Perusahaan Bisnis Keluarga Terkemuka Yang Terdaftar Di BEJ)

The company's performance is a measurement used by investors to invest their capital in share of stock. Valuation approaches available in order to measured company's performance consist of conventional concept and value based management concept. Conventional concept is a measurement where earnings and cash flow often used as primary indicators in order to valuing company's performance. While value based management concept is a measurement to increase shareholder wealth as the main purpose of company. The objective of this research is to examine those performance measurement and also to know which performance measures that the most significant effect to the stockholders' returns. This research used Return as dependent variable. While independent variables consist of Economic Value Added (EVA), Residual Income (RI), Earnings (EAT), Operating Cash Flows (OCF), and Return on Investment (ROI). Samples of this research was taken from the notable family business companies based on Sato's identification on Indonesia's family business (2001) which listed in Jakarta Stock Exchange (JSX) from 1999 until 2004 which result on 18 companies. This study used multiple linier regression with pooled data, which aim to see the contribution from each independent variables influenced stockholders' return. The result show only residual income that has a significant influence to the stockholders return. Keywords: Return, Economic Value Added, Residual Income, Earnings, Operating Cash Flows, Return on Investment.

Tanto

Analisis Pengaruh Brand Equity Dengan Pembentukan Loyalitas Pelanggan Pada Produk Shampoo Clear, Head & Shoulder, dan LifeBuoY

Kegiatan pemasaran perusahaan bersaing semakin ketat terutama memasuki abad 21 ini, menuntut perusahaan untuk selalu inovatif dalam mengembangkan usahanya. Persaingan perusahaan untuk memperebutkan pelanggan tidak lagi terbatas pada atribut produk atau kegunaan suatu produk, melainkan sudah dikaitkan dengan merek yang mampu memberikan citra khusus bagi pemakainya Para pemasar pada umumnya menginginkan bahwa pelanggan yang diciptakannya menjadi pelanggan setia atau loyal. Salah satu upaya untuk menjadikan seorang pelanggan loyal adalah dengan penciptaan ekuitas merek. Mengelola ekuitas merek (brand equity) dalam persaingan yang kompetitif seperti sekarang ini dapat menjadi keunggulan bersaing bagi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan dan laba serta dapat meningkatkan preferensi konsumen terhadap sebuah merek. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Pengaruh Brand Equity dengan Pembentukan Loyalitas Pelanggan pada Produk Shampoo Clear, Head & Shoulder, dan LifeBuoy ". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana pengaruh faktor-faktor brand equity yang meliputi brand awareness, perceived quality dan brand association dalam pembentukan loyalitas pelanggan terhadap merek (brand loyalty) Penelitian ini dilakukan kampus Universitas Kristen Duta Wacana, dengan sampel sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil respoden dan tanggapan mengenai atribut yang ada pada shampo Clear, Head & Shoulder dan Lifebuoy. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, harus diuji terlebih dahulu tingkat validitas dan reabilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian digunakan alat analisis Regresi Berganda dan Chi Square. Dan hasil analisis diperoleh hasil bahwa secara parsial faktor-faktor brand equity yang mempengaruhi pada pembentukan loyalitas terhadap merek adalah perceived quality dengan nilai thit 4,041 pada shampo Clear, 3,440 pada Head & Shoulder, dan 3,463 pada shampo Lifebuoy. Dari Analisis Chi Square diperoleh hasil tidak ada perbedaan tingkat loyalitas pelanggan pada shampo Clear ditinjau dari karakteristik responden yang meliputi gender, usia, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan, pada shampo Head & Shoulder ada perbedaan loyalitas ditinjau dari pendapatan, dan pada shampo Lifebuoy ada perbedaan loyalitas ditinjau dari pekerjaan dan pendapatan. Kata Kunci : Persaingan, Loyalitas, Merek, Ekuitas Merek (Brand awareness, brand association, dan perceived quality).

Widya Martina

PENGARUH KEYAKINAN DAN SIKAP TEHADAP KEINGINAN MEMBELI SHAMPOO DOVE DI YOGYAKARTA

Promosi merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan suatu program pemasaran, karena promosi pada hakikatnya adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Diantara berbagai bauran pemasaran yang ada, iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang banyak digunakan perusahaan dalam memperkenalkan produknya. Ada berbagai macam alternatif media periklanan yang dapat digunakan perusahaan untuk mempromosikan, diantaranya surat kabar, radio, majalah, televisi, dan lain-lain. Penelitian ini menguji apakah beliefs memiliki pengaruh terhadap attitude dan apakah attitude (sikap) memiliki pengaruh terhadap intention (minat). Variabel-variabel beliefs yang ada dalam penelitian ini antara lain adalah model iklan, desain iklan, pesan iklan, dan brand image. Obyek penelitian yang ada di dalam penelitian ini adalah iklan shampoo Dove yang ada di majalah dengan model iklan musisi Maia Ahmad. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 200 responden secara purposive sampling dan diuji dengan menggunakan alat analisis Structural Equation Model (SEM). Hasil dari penelitian SEM dapat disimpulkan bahwa variabel model iklan, desain iklan, dan brand image secara signifikan mempengaruhi sikap(attitude), kemudian sikap (attitude) terhadap iklan juga signifikan mempengaruhi minat (intention). Sedangkan untuk variabel pesan iklan tidak signifikan mempengaruhi sikap konsumen. Kata kunci: iklan, model iklan, desain iklan, pesan iklan, brand image, sikap (attitude), minat (intention), SEM, shampoo Dove

Gita Nurrika

PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DETERJEN MEREK RINSO

Perkembangan kondisi pasar yang sangat kompetitif mendorong perusahaan untuk lebih berkonsentrasi penuh dalam membuat strategi dalam menawarkan dan memasarkan produk mereka. Promosi merupakan salah satu strategi untuk menawarkan dan memasarkan produk bagi perusahaan untuk menarik minat konsumen dalam membeli. Promosi dapat mempengaruhi pemilihan merek yaitu dapat meningkatkan probabilitas bahwa konsumen akan berganti merek; dapat membujuk konsumen untuk tetap menggunakan merek yang sama; atau tidak berpengaruh pada pilihan kemungkinan-kemungkinan. Komunikasi dari mulut kemulut (Word of Mouth) merupakan salah satu bentuk promosi yang effektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk, karena informasi yang disampaikan dapat diterima secara lebih baik atas adanya rasa percaya dari penerima informasi terhadap sumber informasi. Apabila konsumen memiliki pengalaman yang positif terhadap suatu produk, maka akan menciptakan pembelian ulang dan kemudian akan tercipta loyalitas terhadap merek tertentu. Selain dari itu konsumen akan menceritakan pengalamannya tersebut kepada orang lain sehingga dapat menjadi referensi bagi orang lain dalam mengambil keputusan pembelian. Berangkat dari latar belakang diatas, maka penulis ingin meneliti tentang "Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Deterjen Merek Rinso" Untuk memperoleh data pada penelitian ini, maka penulis menyebarkan kuesioner sebanyak 150 responden yang merupakan konsumen produk deterjen Rinso atau semua yang pernah menggunakan deterjen Rinso. Pengujian kuesioner dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas dan uni dimensional. Analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, didapat hasil bahwa variabel WOM berdasarkan sumber pelaku (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian deterjen merek Rinso dan Variabel WOM berdasarkan efektivitasnya tidak berpengeruh secara signifikan terhadap  keputusan pembelian deterjen Rinso. Kata Kunci: komunikasi dari mulut ke mulut, keputusan pembelian, regresi linier berganda

 Fanny Irawati Sosiawan

SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT YANG DITAWARKAN TOKO BUKU GRAMEDIA YOGYAKARTA

Dengan semakin bertambahnya minat baca di kalangan masyarakat, maka membuat masyarakat membutuhkan tempat dimana mereka bisa memperoleh buku-buku tersebut dengan mudah. Yogyakarta telah lama dikenal sebagai kota pelajar sehingga banyak pelajar dari berbagai pelosok menuntut ilmu di kota ini, bahkan tidak sedikit pula yang berasal dari luar negri. Hal ini menyebabkan permintaan akan produk buku semakin tinggi. Toko Buku Gramedia telah lama dikenal di kalangan masyarakat sebagai toko buku yang mempunyai prestice yang baik di kota Yogyakarta. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka pihak perusahaan perlu memperhatikan sikap konsumen sehingga kepuasan dan kepercayaan konsumen dapat terwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis profil konsumen, menganalisis sikap konsumen, dan menganalisis apakah ada perbedaan sikap konsumen terhadap atribut yang ditawarkan Toko buku Gramedia berdasarkan profil konsumen. Dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan, penulis menyebarkan kuesioner kepada responden dan setelah itu diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Distribusi Frekuensi, analisis Multiatribute Attitude Model (MAM), dan analisis Chi Square. Dengan menggunakan alat analisis di atas maka diperoleh hasil analisis prosentase berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak adalah Pria yaitu sebesar 59%, berdasarkan status yang terbanyak adalah belum menikah yaitu sebasar 83%, berdasarkan usia yang terbanyak adalah 20-30 tahun yaitu sebasar 65%, berdasarkan tingkat pendidikan responden yang terbanyak adalah perguruan tinggi yaitu sebesar 46%, berdasarkan jenis pekerjaan yang terbanyak adalah pelajar/mahasisiwa yaitu sebesar 60% dan berdasarkan pandapatan yang terbanyak adalah > Rp 500.000-Rp 750.000 yaitu sebesar 61%. Dari hasil analisis MAM dapat disimpulkan bahwa sikap konsumen secara keseluruhan terhadap atribut yang ditawarkan Toko Buku Gramedia sebesar 16,17 yang terletak pada interval 0-80 hasilnya adalah sangat baik. Dari hasil analisis Chi Square dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan sikap konsumen terhadap atribut yang ditawarkan Toko Buku Gramedia berdasarkan jenis kelamin, status, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Kata kunci: Sikap, Multiatribute Attitude Model, Chi Square

Elfrida Girsang

PERBANDINGAN EVALUASI PASIEN TERHADAP KINERJA RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA ANTARA IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS DENGAN MODIFIED IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS

Dengan adanya Rumah sakit Bethesda Yogyakarta, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap kinerja pelayanan Rumah sakit Betehesda Yogyakarta yang ditentukan oleh tingkat kepuasan dan kepentingan pasien dibandingkan dengan persepsi pasien terhadap kinerja perusahaan setelah pasien merasakan. Kepuasan pasien ditentukan dengan kualitas pelayanan antara yang dirasakan (perceived service) dan pelayanan yang dirasakan (expected service). Dalam pengumpulan data yang diperlukan, penulis menggunakan kuesioner yang berjumlah 50 exemplar yang dibagikan kepada pasien di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Dalam penelitian ini penulis menggunakan alat ananlisis validitas dan reliabilitas, analisis prosentase, dan analisis Modified Importance-Performance Analysis. Dari hasil analisis ini penulis dapat mengetahui bahwa kebanyakan pasien Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta adalah pria yang berusia 20 tahun-30 tahun berstatus sudah menikah dan berpendidikan perguruan tinggi dengan memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta, daerah asal kebanyakan dari Yogyakarta. Penulis menemukan bahwa terbukti ada perbedaan antara kuadran Importance-Performance Analysis dengan kuadran Modified Importance-Performance Anlysis. Keywords: Performance measurement, Hospitals, Satisfaction

Yohanes Pramudyanto

Pengaruh Citra Institusi, Kepuasan, Kualitas Pelayanan dan Rintangan Berpindah Terhadap Kesetiaan Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Kristen Duta Wacana

Banyaknya tawaran pilihan produk sejenis semakin membuat konsumen sebagai target market mudah beralih pilihan, menyesuaikan produk mana yang dapat memenuhi harapannya. Organisasi akan lebih baik jika mempertahankan pelanggan, daripada harus mencari pelanggan baru mengingat biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. Ada beberapa usaha untuk membuat pelanggan itu menjadi setia, yaitu diantaranya yang akan dibahas dalam penelitian ini meliputi kualitas layanan, citra instutusi, kepuasan pelanggan dan rintangan berpindah. Pembahasan ini untuk menguji hubungan antar variabel, yaitu kualitas dengan citra, kualitas dengan kepuasan, kualitas dengan kesetiaan, citra dengan kesetiaan, kepuasan dngan citra, kepuasan dengan kesetiaan dan rintangan berpindah dengan kesetiaan. Penelitian yang dilakukan mengambil seting Prodi manajemen Universitas Kristen Duta Wacana dan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa kuesioner yang berisi pertanyaan tertulis kepada responden. Banyaknya sampel yang digunakan adalah 200 responden melalui pengambilan secara acak. Sedangkan untuk menganalisis data, menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui program AMOS 4.1. Hasil yang didapat setelah dilakukan uji hipotesis adalah kualitas memiliki pengaruh pada kepuasan dan citra institusi, kepuasan memiliki pengaruh pada citra institusi dan kesetiaan. Temuan lainnya mengatakan bahwa kualitas, citra institusi dan rintangan berpindah tidak memiliki hubungan pada kesetiaan. Kata kunci: Kesetiaan, Kualitas layanan, Kepuasan pelanggan, Citra institusi dan Rintangan berpindah

 Yessy Wijaya

STRATEGI PEMASARAN KLINIK KECANTIKAN LONDON BEAUTY CENTRE DI KOTA YOGYAKARTA

London Beauty Centre adalah Pusat Perawatan kecantikan Kulit yang berdiri pada tanggal 19 Juli 1998, memiliki 27 cabang yang tersebar di Indonesia. Strategi pemasaran yang sudah dijalankan selama ini lebih banyak mengacu pada Marketing Mix (4P). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui posisi strategi dan strategi  pemasaran khususnya Marketing Mix yang sudah dilakukan maupun yang sebaiknya dilakukan oleh LBC dalam rangka mengembangkan pangsa pasarnya. Alat analisis yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah Matrik Internal-Eksternal (IE) dan Analisis SWOT. Sebagai pendukung dalam penelitian ini, penulis menggunakan jajak pendapat dengan menyebar kuisioner kepada 40 responden, dimana 10 responden adalah pihak yang berkepentingan dalam LBC dan 30 responden adalah  konsumen LBC. Hasil analisis menunjukkan strategi pemasaran (4P) yang ditetapkan dan dijalankan LBC selama ini sudah cukup baik, hanya saja LBC perlu meninjau kembali 4P yang sudah ada . Selain itu masalah manajemen SDM juga perlu diperhatikan lebih lagi. Karena produk perawatan kecantikan adalah produk jasa maka pemasaran internal, eksternal dan interaktif perlu dijalankan. Mengingat munculnya pesaing baru diiringi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, LBC perlu menetapkan dan menjalankan strategi pemasaran khususnya marketing mix karena hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam mempertahankan kondisi dan posisi perusahaan dalam menghadapi pasar persaingan yang kompetitif. Kata Kunci : Marketing Mix, Matrik Internal-Eksternal dan Analisis SWOT.

Respati Sapto Widodo

PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL DAN SIKAP TERHADAP MINAT UNTUK MEMBELI MOTOR HONDA NEW SUPRA FIT

Persaingan ketat antara produsen sepeda motor saat ini, menuntut produsen berlomba-lomba untuk menciptakan sepeda motor yang bisa menarik konsumen untuk membeli dengan segala kelebihan dan kekurangan masingmasing dari tiap produsen motor. Berbagai inovasi telah dilakukan PT. Astra Honda Motor (AHM) terhadap produk sepeda motor terutama sepeda motor jenis bebek, dan itu terbukti dengan diluncurkannya Honda New Supra Fit yang merupakan pengembangan dari produk sebelumnya yaitu Honda Supra Fit lama. Yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui apakah Faktor Eksternal (factor external) mempunyai pengaruh pada sikap (attitude) konsumen dan apakah Sikap konsumen mempunyai pengaruh pada Minat (interest) untuk membeli. Ketiga hal diatas sangat menarik untuk  diteliti, dan berpengaruh terhadap produk Honda New Supra Fit yang sekarang ini menjadi motor yang berharga murah dari Honda tapi bergaya mewah. Untuk menganalisis masalah diatas penulis mengambil 200 responden yang bukan pengguna motor Honda saat ini sebagai sample dengan menggunakan Metode Convenience Sampling yang dilakukan di kotamadya Yogyakarta dan dianalisis dengan menggunakan alat analisis Structural Equation Model (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil dari analisis perhitungan SEM dapat disimpulkan bahwa Hipotesis
1 yaitu: Faktor Eksternal mempunyai pengaruh pada sikap konsumen terbukti. Begitu juga Hipotesis 2 yaitu: Sikap konsumen mempunyai pengaruh pada minat untuk membeli terbukti. Kata kunci: Faktor Eksternal (factor external), Sikap (attitude), Minat (interest), Teori Tindakan Beralasan (theory of reasoned action), Structural Equation Model (SEM).

 Verawati

HUBUNGAN MARKETING MIX TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (STUDI KASUS PRODUK CMD)

Dunia saat ini semakin kompetitif, lingkungan bisnis bisa berubah setiap saat. Begitu pula dengan barang-barang yang dijual secara konvensional maupun Muliti Level Marketing (MLM) selalu mengalami perkembangan. Jadi para pelaku dunia usaha dituntut selalu merespon setiap perubahan dengan memainkan strategi organisasinya. Salah satu perusahaan network marketing adalah PT. Sinergiplasindo Dinamika dengan produknya CMD (Concentrace Trace Mineral drops). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara marketing mix terhadap loyalitas konsumen. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 50 responden dan diambil secara acak. Alat analisis yang digunakan adalah Korelasi Rank Spearman. Sedangkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: Variabel produk, price, dan place memiliki hubungan pada loyalitas konsumen produk CMD. Sedangkan variable promosi tidak memiliki hubungan pada loyalitas konsumen. Keyword: Multi Level Marketing (MLM), Marketing Mix, Loyalitas dan Korelasi Rank Spearmen.

Jon Lenon

PENGARUH MANAGERIAL OWNERSHIP DAN INSTITUTIONAL OWNERSHIP TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN YANG DI UKUR DENGAN LABA AKUNTANSI DAN LABA PASAR (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh managerial ownership dan institutional ownership terhadap kinerja perusahaan yang di ukur dengan laba akuntansi dan laba pasar. Managerial ownership merupakan proporsi kepemilikan saham oleh manajer, institutional ownership merupakan proporsi kepemilikan saham oleh lembaga/organisasi. Sampel dari penelitian ini adalah industri manufaktur yang terdaftar sejak tahun 1998-2004 dengan metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan sebagai alat analisis menggunakan program E-Views3. Ada 19 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian ini. Proxy dari laba akuntansi adalah Tobin's Q (TQ) dan laba pasar adalah abnormal return (AR). Analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa managerial ownership dan institutional ownership tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan yang di ukur dengan laba akuntansi dan laba pasar baik ditinjau dari α sebesar 1%, 5%, maupun 10%.
Keywords: Managerial ownership, institutional ownership, Tobin's Q, abnormal return.

Paskalis Dika Hely Wardana

PENGARUH KEPERCAYAAN DAN SIKAP TERHADAP LOYALITAS

Dalam memenangkan persaingan dalam dunia pemasaran adalah bukan hanya melalui peningkatan penjualan tetapi memfokuskan pada perolehan pelanggan sebanyak-banyaknya dan mempertahankan loyalitas pelanggannya dengan peningkatan kepuasan pelanggan. Maka skripsi ini ingin meneliti hubungan antara kepercayaan dan sikap konsumen terhadap loyalitas pelanggan terhadap suatu produk. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah shampoo SUNSILK kemasan botol. Cara mengumpulkan data adalah dengan menyebarkan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan khusus kepada responden. Banyak sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 responden melalui pengambilan dengan metode purposive random sampling. Sedangkan untuk menganalisis data adalah dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) atau Model Persamaan Struktural melalui program AMOS 4.1. Dan hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap sikap dan sikap mempunyai pengaruh yang kuat terhadap loyalitas. Kata kunci: Kepercayaan, Sikap, Loyalitas, purposive random sampling, Structural Equation Model (SEM)

Vianney

PENGARUH MEKANISME KONTROL CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA SAHAM (Studi Empiris pada Perusahaan Financial dan Non Financial di Bursa Efek Jakarta)

The Objective of this research is to examine the effect of internal and external control mechanism of corporate governance on stock return. According to the ownership structure of agency theory, the internal control mechanism will be divided into three categories that are; managerial ownership and public ownership. Whilst, the external control mechanism will be measured using the existence of external auditor within the company. The sample of this research will be divided into two categories which are; financial sector represented by companies within banking industry and non-financial sector represented by the manufacture companies. The aim of sample separation is to get the comparative analysis toward the stock abnormal return performance derive from corporate governance implementation between the two different samples. Using the purposive random sampling method, the total sample for the manufacture companies are 121 and banks are 14, which all are listed at The Jakarta Stock Exchange (JSX) from 2000 to 2004. By means of the fixed effect regression model, this research in general, fail to demonstrate the significant effect on both external and internal control mechanism of corporate governance on stock abnormal return in Indonesia. However, the result does confirm and consistent with many previous research which are as well fail to explain the effect of corporate governance implementation on stock return in Asia. Moreover, the research finding suggest that the need for law enforcement is critical as an entrenchment for the implementation of corporate governance practices, in order to obtain the investor's self-belief  on Indonesia's investment climate. Keywords : Corporate governance, managerial ownership, institutional ownership, public ownership, board ratio, external auditor, stock abnormal return.

Jane Lidya Manatar

TARGET DIVIDEND PAYOUT RATIO DAN SPEED ADJUSMENT DI BURSA EFEK JAKARTA (PENELITIAN PADA TAHUN 1997-2004)

Penelitian ini membahas terget dividen payout ratio dan speed of adjustment pada perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah delta dividend per share, earning pershare dan dividend per share. Jumlah sampel (n) dari penelitian ini adalah 159 sampel. Peneliti ingin mengetahui seberapa besar dividen payout ratio dan speed of adjustment di Indonesia. Hasil analisis menunjukan bahwa target dividen payout ratio dan speed of adjustment pada tahun 1999-2004 sebesar 0.92 dan 0.28 Keywords : Trading Day, Return, Monday Effect, Day Of The Week, Week-Four Effect, Rogalski Effect.

Christina Kurniasari

PENGARUH DIVIDEND YIELD TERHADAP PRICE EARNINGS RATIO DENGAN IOS SEBAGAI VARIABEL MODERASI

The objective of this research is to empirically examine the effect of dividend yield on price earning ratio (PER) with the investment opportunity set (IOS) as a moderating variable. The sample of this research is drawn from companies within manufacture industry which are listed at The Jakarta Stock Exchange from 2002 to 2004. Using the purposive random sampling the total sample used in this research are 44 companies. Five stock price to fixed assets based measurements of investment opportunity set (IOS) are used to examine the appropriate proxy for IOS and the moderating effect of these proxies on the relationship between dividend yield and price earning ratio in Indonesian, they are; Property Plant and Equipment to Firm Value (PPE), Depreciation to Firm Value Ratio (DEP), Gross Property Plant and Equipment to Market Value of The Firm Ratio (GPPE), Book Value of Gross Property, Plant and Equipment to The Book Value of Assets Ratio (BGPPE), and Depreciation to Total Assets Ratio (DEPTA). Furthermore the data is analyzed using the Moderated Regression Analysis (MRA). The result show that dividend yield has the positive effect on price earning ratio. On the contrary, only BGPPE shows it significant moderating effect, that is strengthtening the effect of dividend yield on price earning ratio. Moreover this result suggest that the appropriate IOS measurement for Indonesian companies is BGPPE.
Keywords: Dividend Yield, Price Earning Ratio (PER), Property Plant and Equipment to Firm Value (PPE), Depreciation to Firm Value Ratio
(DEP), Gross Property Plant and Equipment to Market Value of The Firm Ratio (GPPE),Book Value of Gross Property, Plant and Equipment to The Book Value of Assets Ratio (BGPPE), and Depreciation to Total Assets Ratio (DEPTA).

Dyah Ayu Susilowati

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL DAN VARIABEL MAKRO EKONOMI YANG MEMPENGARUHI BETA SAHAM SELAMA KRISIS MONETER (Studi Empiris pada Perusahaan Bisnis Keluarga Terkemuka yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta)

This research aim to examine the effect of fundamental variables which are asset growth, liquidity, financial leverage, total asset turn over, return on investment and macro economic variables which are inflation and rate of interest, on stock beta. The samples of this research are taken from the big family business companies listed at the Jakarta Stock Exchange (JSX), which result on 23 companies. These companies moreover, are in line with Sato's identification on Indonesia's family business. The period of this research is from 1998 – 2001, which aims to examine the effect of monetary crisis on beta of stock. This research use the model of multiple regression with pooled data. Dependent variable is beta and independent variables are fundamental variables and macro economic variables. The result of this research show that all variables simultaneously have significant influence on systematic risk (beta). Partially there are three variables that have 5% significant influence on stock beta which are liquidity, total asset turn over and interest rate. Keywords: fundamental variables, macro economic variables and beta.

Agung Isaac Halomoan

PENGARUH HARI PERDAGANGAN TERHADAP RETURN SAHAM: PENGUJIAN WEEK-FOUR EFFECT DAN ROGALSKI EFFECT DI BURSA EFEK JAKARTA

Penelitian ini membahas masalah pengaruh hari perdagangan terhadap return saham, antara lain adalah pengujian week-four effect dan rogalski effect di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah return saham harian tahun 2003-2004. Return saham harian merupakan observasi dalam penelitian ini, jumlah observasi (n) dari penelitian ini sebesar 12.069 observasi. Peneliti ingin mengungkap keberadaan Monday Effect, anomali day of the week, Rogalski Effect di Bursa Efek Jakarta. Hasil analisis menunjukan bahwa hari perdagangan berpengaruh terhadap return saham, Monday effect tidak berhasil diidentifikasi, Week-Four Effect dan Rogalski effect terbukti terjadi di BEJ. Keywords : Trading Day, Return, Monday Effect, Day Of The Week, Week-Four Effect, Rogalski Effect.

Michael Iron Pratama

KEMAMPUAN RASIO PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, HUTANG DAN DIVIDEND YIELD MEMPREDIKSI KEBIJAKAN DIVIDEN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi tingkat pengembalian investasi berupa pendapatan dividen. Penelitian ini akan menguji apakah rasio profitabilitas, likuiditas, hutang dan dividend yield mampu menjadi alat untuk memprediksikan besarnya return investasi berupa pendapatan dividen. Investor membeli saham dari perusahaan publik dan akan mendapatkan dividen atau capital gain sebagai tingkat pengembaliannya. Penelitian ini lebih memfokuskan dividen sebagai pengembalian investasi tersebut. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas diukur menggunakan Return on Investment, rasio likuiditas dengan menggunakan Current Ratio, rasio hutang dengan menggunakan Debt to Equity Ratio dan dividend yield diukur dengan perbandingan antara jumlah dividen per saham yang diterima oleh investor pada saat tertentu dengan harga sahamnya pada saat itu. Penelitian ini mengambil sampel dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama kurun waktu dari tahun 1994 sampai tahun 2004. Data yang dikumpulkan berasal dari Indonesian Capital Market Directory. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa profitabilitas, likuiditas, hutang dan dividend yield dapat digunakan untuk memprediksi tingkat pengembalian investasi berupa pendapatan dividen. Profitabilitas, likuiditas dan dividend yield mempunyai hubungan yang positif dengan terhadap jumlah dividen yang dibayarkan. Hal ini berarti bahwa jumlah dividen yang diterima investor akan meningkat seiring dengan meningkatnya profitabilitas, likuiditas dan dividend yield. Sementara itu disisi lain, tingkat leverage keuangan dari suatu perusahaan memiliki hubungan yang negatif terhadap kebijakan dividen. Ini berarti semakin tinggi leverage keuangan suatu perusahaan maka dividen yang dibayarkan semakin kecil. Keyword: Dividend, Return, Profitability Ratio, Liquidity Ratio, Debt Ratio, Dividend Yield.

Vicktor Jandry Marunduri

HUBUNGAN INTERDEPENDENSI KEBIJAKAN PENDANAAN DAN KEBIJAKAN INVESTASI PERUSAHAAN JASA DI INDONESIA

Penulis dalam penelitian ini membahas masalah Hubungan Interdependensi Kebijakan Pendanaan dan Kebijakan Investasi Perusahaan Jasa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang bergerak disektor Real Estate dan Properti yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Kanonikal. Data yang digunakan adalah komponen aktiva dan pasiva perusahaan Real Estate dan Properti tahun 2001-2004. Komponen aktiva dan pasiva perusahaan merupakan observasi dalam penelitian ini, jumlah observasi (n) dari penelitian ini sebesar 144 observasi. Peneliti ingin mengungkap Hubungan Interdependensi Kebijakan Pendanaan dan Kebijakan Investasi Perusahaan Jasa di Indonesia. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat Hubungan Interdependensi Kebijakan Pendanaan dan Kebijakan Investasi. Keywords : Real Estate Investment Trusts (REITs), komponen aktiva, komponen pasiva, canonical correlation, canonical weight, dan canonical loading.

Erwin Yonata

Pengaruh Citra Perusahaan, Kepuasan, Kualitas Pelayanan dan Rintangan Berpindah terhadap Kesetiaan Pelanggan pada Warnet "Cha Net"

The loyalty of customer is widely accepted as a critical factor in long-term success of sevices institution. The purpose on this study is to explore impact of service quality, satisfaction, institutional image and switching barrier to costumer loyalty. Questionnaire was used as an instrument for data collection. Structural equation modelling was used to analyze the data. Results indicate that service quality and customer satisfaction are two important routes to costumer loyalty. Kata kunci: loyalty, sevice quality, customer satisfaction, corporate image and switching barrier.

Yohanis Jawu Hagga

EFEKTIVITAS IKLAN TELEVISI PRODUK SIMCARD GSM IM3 DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN MAHASISWA UKDW YOGYAKARTA

Banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengkomunikasikan produknya dengan menggunakan iklan sebagai medianya yaitu dengan tujuan agar produk tersebut dikenal oleh konsumen dan tidak hanya dikenal akan tetapi diharapkan agar konsumen tertarik dan kemudian membeli produk tersebut. Salah satu media yang paling diminati oleh perusahaan dalam mengiklankan produknya yaitu melalui media audiovisual atau televisi, walaupun biaya yang dikeluarkan relatif besar, media televisi dianggap mempunyai keunggulan yang bersifat audio, visual, motion, dan kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi khalayak sasaran. Oleh karena itu penulis meneliti tentang efektivitas iklan melalui televisi. Pada kesempatan ini penulis memfokuskan pada salah satu produk yang terkenal diiklankan di televisi yaitu produk simcard GSM IM3. Sedangkan atribut yang mempengaruhi adalah visualisasi, alur cerita, jingle, endorser, dan slogan. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada para konsumen sebanyak 100 responden. Metode yang digunakan adalah non probability sampling, dimana semua unsur populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel penelitian. Jenis probability sampling yang digunakan adalah convenience sampling yaitu responden dengan mudah didapatkan dan dimintai tanggapannya. Melalui analisis AIDA diketahui pada tahap attention sebesar 67.05%, tahap interest sebesar 23.45%, tahap desire sebesar 34.25%, dan tahap action sebesar 42.35%. Sedangkan untuk mengetahui apakah iklan tersebut efektif atau tidak digunakan alat analisis proporsi, dan diketahui bahwa ternyata  ilan produk simcard GSM IM3 tersebut tidak efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kata Kunci: AIDA, Efektivitas Iklan, Proporsi.

Leonardy

ANALISIS ASOSIASI MEREK PRINTER CANON DAN HEWLETT PACKARD (HP) DIBENAK KONSUMEN DI KOTA YOGYAKARTA

 Sekarang ini banyak sekali jenis atau merek printer yang beredar di pasaran. Masing-masing merek memiliki karakteristik atau keunggulan yang berbeda-beda. Dengan semakin banyaknya merek printer yang beredar maka semakin ketat pula persaingan diantara produsen printer. Melihat kebutuhan konsumen akan printer, maka banyak beredar berbagai macam merek printer, diantaranya adalah Printer Canon, Printer Hewlett Packard (HP), Printer Lexmark, Printer Epson, Printer Minolta, Printer Samsung dan sebagainya. Persaingan yang ketat tersebut menuntut produsen Printer untuk dapat membuat suatu produk yang benar-benar berkualitas dan bermanfaat. Baik dari dari segi fungsi, kualitas, kecepatan, ketahanan, bentuknya, sehingga konsumen dapat menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Dalam penelitian ini  penulis mengambil judul "Analisis Asosiasi merek Printer Canon dan Hewlett Packard (HP) dalam Benak konsumen di kota Yogyakarta". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asosiasi merek Printer Canon dalam benak konsumen di kota Yogyakarta, untuk mengetahui asosiasi merek Printer Hewlett Packard (HP) dalam benak konsumen di kota Yogyakarta dan untuk mengetahui Apakah terdapat perbedaan asosiasi merek Printer Canon dan Hewlett Packard (HP) dalam benak konsumen ditinjau dari profil konsumen yang terdiri dari jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan. Analisis data, penulis memakai alat analisis Prosentase, analisis uji Cochran, dan analisis Chi Square. Analisis Prosentase berguna untuk mengetahui profil konsumen, Analisis Cochran berguna untuk mengetahui asosiasi-asosiasi merek yang terdapat pada printer Canon dan Hewlett Packard (HP), sedang analisis Chi square berguna untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan asosiasi merek Printer Canon dan Hewlett Packard (HP) dalam benak konsumen ditinjau dari profil konsumen yang terdiri dari jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis Prosentase profil konsumen pengguna printer Canon dan Hewlett Packard (HP) adalah pria, usia >12-21 tahun, pendidikan terakhir SMU/SMK, pekerjaan pelajar/mahasiswa. Hasil penelitian dengan analisis Cochran disimpulkan asosiasi merek printer Canon adalah hasil cetak berkualitas tinggi, kemampuan menangani kertas meliputi (ketebalan, ukuran, jenis kertas), model/desain produk yang menarik, daya tahan/keawetan, kemudahan dalam memperoleh produk, kemudahan dalam pengoperasian. Sedang asosiasi merek printer Hewlett Packard (HP) adalah hasil cetak berkualitas tinggi, kemampuan menangani kertas meliputi (ketebalan, ukuran, jenis kertas), model/desain produk yang menarik, harga terjangkau, daya tahan/keawetan, kemudahan dalam memperoleh produk, kemudahan dalam pengoperasian. Hasil penelitian dengan analisis Chi Square adalah ada perbedaan asosiasi merek dalam benak konsumen. Untuk printer Canon yaitu (jenis kelamin dengan kemudahan dalam memperoleh produk, pekerjaan dengan kemudahan dalam memperoleh produk) sedang printer Hewlett Packard (HP) yaitu (jenis kelamin dengan model/desain yang menarik, usia dengan model/desain yang menarik, pekerjaan dengan model/desain yang menarik). Kata Kunci: Asosiasi Merek

Anita

Ga ada Judul

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis yakni untuk mengetahui profil konsumen Toko Roti dan Kue Le Gitz', serta mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian Roti dan Kue Le Gitz' di Klaten. Penelitian ini menggunakan analisis faktor (factor analysis) untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang paling mempengaruhi pembelian Roti dan Kue Le Gitz', dengan menggunakan 50 responden. Penelitian ini juga menggunakan analisis prosentase untuk mengetahui profil konsumen yang membeli Roti dan Kue Le Gitz'. Sebelum dianalisis lebih lanjut, kuesioner terlebih dahulu diuji dengan analisis validitas dan reliabilitas. Setelah dilakukan pengolahan data, ternyata hanya ada 1 faktor yang paling mempengaruhi pembelian Roti dan Kue LeGitz' yaitu faktor produk dan kenyamanan konsumen. Sedangkan dari analisis prosentase dapat diketahui bahwa profil konsumen Toko Roti dan kue Le Gitz' yakni wanita yang belum menikah maupun yang sudah menikah dengan usia > 20-25 tahun, berpendidikan sampai dengan SMU, mempunyai pekerjaan sebagai pegawai swasta/negeri, dan dengan tingkat penghasilan per bulan < Rp 750000,00.

Wahriana Ari Suryawan

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DALAM MEMODIFIKASI SEPEDA MOTOR DI BENGKEL ASTRO MOTOR YOGYAKARTA

Dalam perkembangan dunia otomotif saat ini khususnya sepeda motor banyak model dan tipe yang ditawarkan. Ada sebagian konsumen yang merasa kurang puas dengan tampilan kendaraannya yang terkesan standar, maka hal seperti itu menyebabkan para pemilik kendaraan sepeda motor untuk melakukan inovasi dan memodifikasi pada sepeda motor yang dimilikinya. Munculnya trend tersebut, banyak ditemui pada bengkel-bengkel dan pusat modifikasi yang menyediakan jasa serta menjual berbagai macam asesoris dan kelengkapan untuk menunjang proses modifikasi yang dibuthkan motor konsumen tersebut. Dari sekian banyak para pemilik kendaraan modifikasi tentu ada yang menganut berbagai aliran dalam memodifikasi sepeda motornya, misalnya aliran exstrem, yaitu dengan melakukan perombakan total pada semua bagian sepeda motor, polos serasi "Poser" dengan memberikan kesan polos dan bersih pada sepeda motornya, dan masih banyak aliran-aliran yang dianut oleh para pemodifikasi yang mempengaruhi para pemilik sepeda motor atau penggemar modifikasi untuk melakukan pemodifikasian diantaranya dikarenakan perkembangan trend, ingin tampil beda, gaul, kreatifitas atau karena variable lainnya. Untuk menunjang terwujudnya keinginan dalam memodifikasi maka para penggemar modifikasi mempunyai pilihan tempat atau bengkel dalam memodifikasi sepeda motornya. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Kepuasan Konsumen Dalam Modifikasi Sepeda Motor pada Bengkel ASTRO Motor di Yogyakarta". Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah bengkel ASTRO telah memberikan kepuasan bagi konsumennya dalam modifikasi dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepuasan konsumen modifikasi ditinjau dari dalam profil konsumen, yang meliputi: jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan/bulan dan sumber pembiayaan modifikasi pada Bengkel ASTRO Motor di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada pengguna bengkel dan modifikasi pada Bengkel ASTRO Motor di Yogyakarta dengan sampel sebanyak 100 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut kepentingan dan atribut kinerja. Sebelum dilakukan analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan realibilitasnya. Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan alat analisis indek kepuasan pelanggan dan analisis chi-square. Dan dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa indek kepuasan pelanggan sebesar 166,622 letak posisi indek kepuasan pada skala terletak pada range antara interval puas dan hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan kepuasan pelanggan terhadap atribut ditinjau dari profil pelanggan adalah tidak terbukti, hal ini karena tingkat kepuasan konsumen terhadap semua atribut memiliki perbedaan. Kata Kunci : kepuasan, konsumen, indek.

Henson Wijaya

INTERAKSI ANTARA CONATIVE ANTECENDENT, AFFECTIVE ANTECENDENT, CONATIVE ANTECENDENT TERHADAP LOYALITAS PADA GAME CENTER DI YOGYAKARTA

Yogyakarta known where the student came from all over Indonesia and to get study in Yogyakarta, That's whay we have to admit that there a lot of consumen in Yogyakarta. That consumen variates from a students to a non students, a local and non local people, one things that become a few common thing among them is they ready to spend a certain number money for pleasure or for fun so they can relax for a while. From the fact that Yogyakarta has a large number consumen there is one kind of business in Yogyakarta that ready to use this fact to make a profit, and that business call game center. The fact that Yogyakarta has a great number of consumen become a motivation for a game center to raise. The other fact beside that in Yogyakarta has a great number of consumen is there is a lot number game center raise, and there is not few from raise game center is closed due to there is no consumen. The fact that there is a big number of consumen in Yogyakarta and the oher fact that there is a big number game center closed among a big number a game center raise. The writer wil analysis with the title "Interaktion between Cogninitive Antecendent, Affective Antecendent, Conative Antecendent to loyality in game center in Yogyakarta".

Richard Joppy. JR

HUBUNGAN VARIABEL KUALITAS JASA DENGAN KEPUASAN KONSUMEN PADA PELANGGAN SALON LELLIDEWI PENGUDHISALIRA DI KOTA YOGYAKARTA

Pada dekade terakhir, kualitas jasa semakin mendapatkan banyak perhatian bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena kualitas jasa dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif. Kualitas jasa yang baik dapat menimbulkan kepuasan konsumen, menarik konsumen baru, karena konsumen terpuaskan kebutuhannya. Pada akhirnya, melalui kepuasan konsumenlah perusahaan akan memperoleh keuntungan jangka panjang. Persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, karena semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan para konsumen. Hal ini menyebabkan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur maupun jasa, berlomba untuk menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Agar dapat bertahan dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan harus mampu memasarkan produknya dengan baik kepada konsumen. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Hubungan Variabel Kualitas Jasa Dengan Kepuasan Konsumen Pada Pelanggan Salon Lellidewi Pangudhisalira Di Kota Yogyakarta". Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: apakah terdapat hubungan variabel kualitas jasa dengan kepuasan konsumen pada pelanggan Salon Lellidewi Pangudhisalira Di Kota Yogyakarta Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui hubungan variabel kualitas jasa dengan kepuasan konsumen Pada Pelanggan Salon Lellidewi Pangudhisalira Di Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis dengan rank spearman dengan uji Z, diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang kuat dan signifikan antara variabel kualitas jasa terhadap variabel kepuasan konsumen dan sebaliknya ada hubungan yang kuat dan signifikan antara variabel kepuasan konsumen terhadap variabel kualitas jasa pada Salon Lellidewi Pangudhisalira Di Kota Yogyakarta. Kemudian dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas jasa dan kepuasan konsumen perlu dimaksimalkan cara dengan mengurangi gap antara harapan dan kinerja secara keseluruhan dan memberikan kepuasan yang superior kepada pelanggan, sehingga dalam jangka panjang pelanggan akan loyal pada jasa-jasa atau produk yang dihasilkan oleh salon. Kata Kunci : Kualitas jasa dan kepuasan konsumen.

Immanuel Petra Kastanya

PENGARUH KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP LOYALITAS MEREK SABUN DETERGEN RINSO COLOUR AND CARE DI KOTA BANTUL

Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan merek terhadap loyalitas merek sabun detergent Rinso colour and care. Peneliti memilih desa Sribitan sebagai objek penelitian dikarenakan letak desa ini berada pada wilayah kabupaten Bantul. Data diperoleh dengan cara observasi, yaitu dengan menyebarkan 50 kuesioner kepada 50 responden yang memakai sabun detergent Rinso colour and care. Kepercayaan merek diukur dengan variabel Brand Characteristic, Company Characteristic, Consumer-Brand Characteristic. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis prosentase untuk mengetahui karakteristik konsumen sabun detergent Rinso colour and care dan analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengaruh kepercayaan merek terhadap loyalitas merek sabun detergent Rinso colour and care. Berdasarkan hasil analisis data, maka kesimpulannya adalah bahwa ada pengaruh yang positif antara atribut kepercayaan merek terhadap loyalitas merek. Jika diteliti secara terpisah (t test) pada masing-masing atribut kepercayaan merek, yaitu brand characteristic, company characteristic, dan consumer-brand characteristic, masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan berpengaruh terhadap loyalitas merek. Begitu juga dalam uji signifikansi secara bersama- sama (F test) semua atribut kepercayaan merek diketahui berpengaruh terhadap loyalitas merek. Maka dapat disimpulkan bahwa 0,779 atau 77,9% variasi kesetiaan merek sabun detergent Rinso colour and care dipengaruhi oleh variabel independen Brand Characteristic, Company Characteristic, Consumer-Brand Characteristic sedangkan sisanya sebesar 22,1% disebabkan oleh variasi lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Kata kunci : Kepercayaan merek, Loyalitas merek

Mannauly. I. M. Sitorus

ANALISIS KESEHATAN BANK SWASTA NASIONAL MENGGUNAKAN METODE CAMEL

Penelitian tentang Analisis Kesehatan Bank Swasta Nasional dengan menggunakan metode CAMEL ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan pada Bank swasta nasional dengan indicator CAMEL yaitu : Capital Adeqecy ratio (CAR),Return on Assets (ROA), kualitas Aktiva Produktif (ASSET), biaya operasi terhadap pendapatan operasi (EFISIENSI), dan loan to Deposit Ratio (LDR). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa indicator – indicator CAMEL menunjukkan pada Bank Swasta Nasional tingkat kesehatan bervariatif. Hal ini dapat dilihat perkembangannya atau perbaikan nya yang dilakukan Bank Swasta Nasional dari analisis menggunakan CAMEL.

Indra Mesoria

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO, HONDA VARIO, DAN SUZUKI SPIN DI YOGYAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling penting sebagai pertimbangan dalam penilaian sepeda motor Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin dan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi dalam penilaian sepeda motor Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin. Penelitian ini mengambil 50 orang responden pengguna motor matik yang berada di wilayah Kota Yogyakarta sebagai sampel penelitian. Metoda pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara purposive random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis persentase untuk mengetahui sekelompok responden yang paling banyak jumlahnya. Analisis data juga menggunakan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu metode pengambilan keputusan, yang peralatan utamanya adalah sebuah hirarki. Analisis AHP untuk mengetahui faktor yang paling penting sebagai pertimbangan dalam penilaian sepeda motor matik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian motor matik adalah faktor produk dengan bobot prioritas 0,70. Faktor kedua yang menjadi pertimbangan konsumen dalam motor matik adalah faktor harga dengan bobot prioritas 0,66. Faktor ketiga yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembalian motor matik adalah promosi dengan bobot prioritas 0,59. Faktor keempat yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian motor matik adalah lokasi dengan bobot prioritas 0,48. Sub faktor produk yang memiliki bobot prioritas yang paling besar adalah kehandalan mesin dengan bobot prioritas 0,94. Sub faktor harga yang memiliki bobot prioritas prioritas yang paling besar adalah harga terjangkau dengan bobot prioritas 0,86.Sub faktor lokasi yang memiliki bobot prioritas prioritas yang paling besar adalah lokasi suku cadang dengan bobot prioritas 0,87. Sub faktor promosi yang memiliki bobot prioritas prioritas yang paling besar adalah promosi melalui televisi dengan bobot prioritas 0,92. Motor matik yang menjadi alternatif utama yang dipilih konsumen berdasarkan keseluruhan atribut adalah Yamaha Mio, alternatif kedua adalah Honda Vario, dan alternatif ketiga adalah Suzuki Spin. Kata kunci: Analytical Hierarchy Process (AHP), motor matik.

Agus Kuswanto

ANALISIS STRATEGY BERSAING PADA CV.TUNAS JAYA MAGELANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi bersaing yang dilakukan oleh perusahan dan memformulasikan rancangan strategi bersaing yang baru yang dapat diterapkan oleh perusahaan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di massa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan dalam riset ini adalah: (1) Studi kasus, (2) Survei lapangan dan wawancara, dan (3) Telaah/kajian literatur.
Penelitian ini menggunakan 4 metode analisis data. Yang pertama adalah analisis stuktur industri dari Michael Porter untuk melihat stuktur  industri otomotif mobil yang ada secara global. Yang kedua adalah analisis lingkungan perusahaan untuk melihat besar kecilnya pengaruh ke-4 faktor ( kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman ) terhadap kondisi perusahaan. Yang ketiga adalah analisis pesaing untuk melihat peta kekuatan pesaing secara umum dalam persaingan. Dan yang terakhir adalah analisis bauran pemasaran untuk melihat kegiatan pemasaran yang ditinjau dari 4 P yaitu ; Price, Product, Place, dan Promotion. Hasil dari evaluasi yang dilakukan dalam penelian ini adalah bahwa strategi bersaing yang dilakukan oleh perusahaan sampai saat ini sudah cukup baik, hal itu bias terlihat dari tingkat penjualan perusahaan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu dan juga laba perusahan yang semakin meningkat. Namun seiring berjalanya waktu, maka persaingan juga akan semakin ketat. Daripada itu, penulis mencoba untuk membuat rancangan strategi yang semakin ketat di masa yang akan datang. Dalam membuat rancangan strategi baru tersebut , penulis menggunakan empat metode. Hasilnya adalah bahwa untuk menghadapi persaingan yang
semakin ketat tersebut penulis merekomendasikan rancangan strategi yang baru yaitu diferensiasi produk, fokus, strategi SO, WO, ST, WT, dan pemusatan pada kegiatan promosi perusahaan.

 Heru Santoso

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP RUMAH MAKAN MURAH ENAK DI YOGYAKARTA JAWA TENGAH

Dalam sebuah perusahaan, pemasaran merupakan sarana bagi perusahaan untuk memperoleh pangsa pasar seluas-luasnya dan mencukupi kebutuhan maupun keingginan dari para konsumennya. Penelitian terhadap atribut-atribut yang ditawarkan sebuah perusahaan penting untuk dilakukan agar perusahaan dapat membangun kepuasan konsumen melalui atribut yang ditawarkannya tersebut. Penelitian ini juga akan mempermudah perusahaan untuk dapat memenuhi keinginan konsumen. Rumah Makan Murah Enak berusaha mengetahui sikap konsumen terhadap atribut yang ada. Dengan menggunakan sumber data yang diperoleh dari kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang identitas konsumen maupun atribut-atribut yang ditawarkan oleh Rumah Makan Murah Enak. Dari data kuisioner tersebut akan diuji dengan menggunakan uji validitas dan reabilitas. Dengan penelitian ini penulis menggunakan analisis indeks kepuasan konsumen yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang paling banyak adalah berjenis kelamin laki-laki sebesar 60%, berusia antara 40-49 tahun, dengan pekerjaan terbanyak adalah pegawai negeri/swasta sebesar 36%, dan berpenghasilan <500.000 sebesar 28% yang dikarenakan harga produk yang dijual di rumah makan Murah Enak tersebut dapat dijangkau oleh semua kalangan dan tidak hanya dapat dibeli oleh kalangan tertentu saja. Hasil dari indeks kepuasan konsumen sendiri menunjukkan pada angka 232,31 yang terletak pada skala memuaskan yang berarti konsumen telah merasa puas dengan atribut-atribut yang diberikan Rumah Makan Murah Enak.

Eva Anggraeni

ASOSIASI MEREK DALAM MEMBENTUK BRAND IMAGE PADA PRODUK SHAMPOO PANTENE DI KOTA YOGYAKARTA

Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, terlebih dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini menyebabkan perusahaan – perusahaan baik yang bergerak dibidang industri manufaktur maupun bidang jasa, berlomba untuk menghasilkan produk atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen. Secara umum baik perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur maupun dibidang jasa mempunyai tujuan yang sama yaitu utnuk dapat memasarkan produk maupun jasanya dengan baik. Merek tidak hanya sekedar nama, istilah, simbol atau kombinasinya tetapi merek adalah janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan keutamaan, manfaat dan pelayanan kepada pelanggan. Janji itulah yang membuat konsumen mengenal merek tersebut lebih dari merek lain. Pengalaman positif konsumen dalam pemilihan merek suatu produk akan memberikan kesan tersendiri dalam benak konsumen. Apabila konsumen dalam memilih merek tertentu telah mempunyai pengalaman positif terhadap suatu merek, maka konsumen tidak akan meninggalkan merek tersebut. Karena merek merupakan simbol yang memberi makna yang terbaik untuk memuaskan diri konsumen Kondisi ini membuat perusahaan dituntut untuk mengembangkan kualitas produk maupun kemampuan dalam mencari peluang baru agar tetap bisa bertahan. Untuk itu perusahaan harus dapat membentuk image (kesan) yang baik dibenak konsumen. Sehingga calon konsumen memiliki penilaian tertentu dan mengasosiasikan dirinya dengan produk tersebut. Pada kesempatan ini penulis memfokuskan pada salah satu merek dagang yang terkenal yaitu Shampoo Pantene.
Melalui analisis arithmatic mean dapat diketahui bahwa brand image yang terbentuk dibenak konsumen terhadap shampoo Pantene yaitu 3,97 dan masuk pada kategori baik. Berdasarkan analisis faktor tidak semua variabel tidak dapat dikelompokkan karena berdasarkan teori tidak bisa dikelompokkan menjadi satu.dan melalui analisis regresi linier berganda hanya ada satu variabel yang signifikan atau mempunyai pengaruh dalam membentuk brand image shampoo Pantene yaitu variabel strength of brand association. Keyword: asosiasi merek, brand image, type, favorability, strength, dan uniqueness of brand association

 Haryono Julianto

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN MOTOR HONDA DI BANJARNEGARA TERHADAP BENGKEL AHASS 1650 CV. KOMPO MOTOR BANJARNEGARA

Semakin meningkatnya Permintaan konsumen akan sepeda motor maka semakin meningkat pula Penawaran yang ada. Berbagai macam merk yang ada ditawarkan dipasaran. Hal ini tentu saja juga menyebabkan meningkatnya usaha pendukung seperti bengkel sepeda motor. PT. Astra Internasional Tbk yang merupakan leader dalam bisnis penjualan sepeda motor berusaha melengkapi pelayanananya dengan mendirikan bengkel khusus sepeda motor merk Honda yaitu AHASS. AHASS 1650 CV. Kompo Motor merupakan salah satu kantor cabang di Banjarnegara dibawah naungan Astra secara langsung. Dalam memberikan pelayanan, AHASS 1650 CV. Kompo Motor mengutamakan kepuasan konsumennya. Hal ini dilakukan karena mereka sadar bahwa kepuasan tersebut mendatangkan banyak keuntungan yaitu terciptanya hubungan yang harmonis antara perusahaan dan konsumen, memberikan dasar yang baik untuk bagi pembelian ulang. Terciptanya loyalitas konsumen dan memberikan rekomendasi dari mulut kemulut yang menguntungkan bagi konsumen. Dengan mengangkat judul "Analisis kepuasan konsumen motor Honda di
Banjarnegara tehadap bengkel AHASS 1650 CV. Kompo Motor Banjarnegara." Dengan alat analisis yang relevan, maka akan diperoleh hasil penelitian terhadap responden secara valid dan reliabel. Menganalisis karakteristik atau profil responden akan diperoleh angka terkecil dan terbesar dalam bentuk prosentase. Dengan kata lain akan didapatkan jumlah prosentase terbesar untuk masing-masing profil responden. Selanjutnya menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja terhadap atribitatribut pelayanan jasa bengkel AHASS 1650 CV. Kompo Motor Banjarnegara. Hasil dari kedua variebel ini dikalikan maka akan diperoleh IKP. Indeks ini akan menunjukan apakah konsumen puas atau tidak dengan jasa bengkel AHASS 1650 CV. Kompo Motor Banjarnegara. Kemudian dengan analisis Chi-square akan diketahui ada tidaknya perbedaan kepuasan konsumen terhadap Jasa bengkel AHASS 1650 CV. Kompo Motor Banjarnegara dilihat dari profilnya. Berdasarkan hasil analisis maka dapat diketahui bahwa profil konsumen AHASS 1650 CV. Kompo Motor adalah pria, statusnya sudah menikah, memiliki usia 25-30 tahun, pendidikan akhirnya adalah sampai dengan SMU, pekerjaannya sebagai Pegawai Swasta dengan pendapatan > Rp 500.000 – Rp 1.000.000 per bulan. Konsumen tersebut merasa puas dengan atribut-atribut pelayanan jasa service AHASS 1650 CV. Kompo Motor. Hasil analisis Chi square menunjukan H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut AHASS 1650 berdasarkan profil jenis kelamin, status, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, tingkat penghasilan per bulan Kata kunci: analisis validitas, reliabilitas, analisis prosentase, analisis IKP (Indeks Kepuasan Pelanggan), dan analisis Chi-square

Ratna Kurniasari

PENGARUH RINTANGAN PENGALIHAN, KELUHAN, DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS SALON GEMINI DI TEMANGGUNG

 Loyalitas konsumen tercipta karena adanya hubungan harmonis antara pelanggan dengan perusahaan dan hubungan harmonis ini tercipta karena adanya rasa puas dari konsumen. Tujuan dan maksud utama hubungan pemasaran adalah mencapai hubungan konsumen dan membangun kesetiaan. Pada kesempatan ini penulis memfokuskan pada salah satu usaha jasa yaitu salaon Gemini. Penulis ingin mengetahui seberapa besar pengaruh rintangan pengalihan, keluhan dan indeks kepuasan konsumen terhadap loyalitas di salon Gemini. Melalui analisis indeks kepuasan konsumen yaitu sebesar 397,21 secara umum konsumen sudah puas erhadap salon Gemini. Melalui analisis faktor, faktor kepentingan dan kepuasan harus digabung menjadi indeks kepuasan agar bisa dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan analisis regresi berganda, dari ketiga variabel (rintangan pengalihan, keluhan, dan indeks kepuasan) tidak ada yang signifikan karena ketiganya mempunyai nilai diatas 0,05. Keyword : loyalitas konsumen, rintangan pengalihan, keluhan, indeks kepuasan konsumen

Agustina Yuanita Hendro

PENGARUH BESARNYA COST TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN SIZE PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh besarnya total cost operasional terhadap financial distress dengan size perusahaan sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini akan menguji apakah besarnya total cost operasional akan mempengaruhi financial distress dengan size perusahan sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini mengambil sampel data semua Perusahaan yang mengalami financial distress yang diwakili oleh perusahaan yang didelisting dan memiliki nilai ekuitasnya negative dalam kurun waktu 5 tahun. Model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model regresi dengan variabel moderasi (Ghozali, 2005). Dalam penelitian ini tidak hanya digunakan data saat ini, tetapi juga digunakan nilai masa lalu (lagged), maka model analisis yang digunakan adalah model lag yang didistribusikan (distributed-lag-model) (Gujarati, 1978). Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Cost terhadap Financial Distress dengan size perusahaan sebagai variabel pemoderasi atas kelompok Cost yang menunjukkan bahwa Financial Distress sebagai variabel pemoderasi yang bersama-sama Cost mempengaruhi Financial Distress. Pada perbaikan model dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Cost terhadap Financial Distress dengan size perusahaan tetap sebagai variabel pemoderasi setelah ditambahkan uji White. Hasilnya menunjukkan bahwa pengujian dan perbaikan model ternyata sebagai variabel pemoderasi. Keyword: Cost , Financial distress, Size perusahaan

Yeanne Hadi Santoso

"MINAT MASYARAKAT KOTA MAGELANG TERHADAP SEPEDA MOTOR MEREK HONDA JENIS VARIO"

Pesatnya perkembangan teknologi otomotif membuat persaingan industri ini semakin ketat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya jenis sepeda motor yang terus bermunculan. Salah satu trend sepeda motor sekarang ini adalah sepeda motor matic. Penelitian yang berjudul Minat Masyarakat Kota Magelang Terhadap Sepeda Motor Merek Honda Jenis Vario ini bertujuan untuk mengetahui minat konsumen terhadap sepeda motor Honda jenis Vario di Magelang, untuk mengetahui atribut apa saja yang menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan sepeda motor, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan minat konsumen sepeda motor Honda jenis Vario dari segi: karakteristik pemakai, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada 100 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel kuota (quota sampling), yaitu metode memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang diinginkan. Setelah data diperoleh, penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan alat Analisis Prosentase, Analisis Fishbein Extended, dan Chi Square. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa minat masyarakat kota Magelang terhadap sepeda motor Vario adalah cukup berminat. Untuk atribut yang menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan sepeda motor adalah atribut teknologi. Sedangkan hasil analisis Chi Square yang telah dilakukan, dilihat dari perbedaan konsumen yang telah memakai sepeda motor Honda jenis Vario dan yang belum pernah memakai sepeda motor Honda jenis Vario terdapat perbedaan minat karena x hitung > dari x2. Sedangkan dilihat dari segi karakteristik jenis kelamin terdapat perbedaan minat karena x hitung sebesar 38.003 > x2 tabel sebesar 12.5916, maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini disebabkan karena responden yang paling berminat pada sepeda motor Vario ini adalah wanita, karena sepeda motor Vario merupakan sepeda motor matic yang mudah untuk dikendarai sehingga cocok apabila digunakan untuk wanita. Sedangkan pada karakteristk usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan adalah x hitung < x2 tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak ada perbedaan minat konsumen. Hal ini disebabkan karena sepeda motor Vario dapat dipakai oleh semua kalangan tanpa harus membedakan usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan atau tidak ada perbedaan dalam hal pemilihan sepeda motor.
Key word: Minat, Fishbein Extended

Herwan Wijaya

ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN INDOMIE GORENG DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MAHASISWA/I UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

Kegiatan pemasaran dewasa ini sudah sangat berkembang dan semakin banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengkomunikasikan produknya dengan menggunakan iklan sebagai medianya, karena iklan merupakan salah satu instrumen yang dapat membantu konsumen dalam menentukan tindakan pembelian produk. Hal ini disebabkan karena di dalam iklan terdapat informasiinformasi yang diperlukan konsumen, walaupun tidak semua iklan mampu menarik minat. Ada macam-macam saluran pesan, antara lain melaui media pers, radio, televisi dan lain-lain. Salah satu media yang paling diminati oleh perusahaan dalam mengiklankan produknya yaitu melalui media audio visual atau televisi. Walaupun biaya yang dikeluarkan relatif besar, media televisi dianggap memiliki keunggulan yaitu bersifat audio, visual, emotion, prestisius dan kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi khalayak. Oleh karena itu penulis meneliti tentang Efektivitas Iklan melalui media televisi. Pada kesempatan ini
penulis memfokuskan pada salah satu merek dagang yang terkenal yang diiklankan di televisi yaitu Indomie Goreng. Sedangkan atribut yang mempengaruhi adalah jingle (alunan musik), alur cerita iklan, model iklan  dan slogan iklan. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada konsumen dengan jumlah 100 responden. Setelah data diperoleh, penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan alat analisis validitas, reliabilitas, prosentase dan analisis AIDA. Dari hasil kuesioner diperoleh jumlah konsumen terbanyak adalah Pria dengan jumlah prosentase 72%, status konsumen terbanyak adalah tidak menikah sebanyak 95%, usia konsumen terbanyak adalah antara 22-24 tahun sebanyak 61%, fakultas konsumen terbanyak adalah Fakultas Ekonomi sebanyak 33%, berdasarkan pendapatan/uang saku konsumen yang terbesar adalah antara Rp 1.000.001 - Rp 1.500.000 sebanyak 50%. Melalui analisis AIDA pada tahap Attention sebesar 96%, pada tahap Interest sebesar 67%, pada tahap Desire sebanyak 60%, pada tahap action sebesar 53%. Dari analisis ini dapat ditarik simpulan bahwa iklan Indomie Goreng efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian produknya oleh konsumen karena lebih dari 50% konsumen melakukan tindakan pembelian (Action) terhadap produk Indomie Goreng. Kata Kunci : Efektivitas Iklan, Pengambilan Keputusan Konsumen

Estiningsih Dyah Utami

SIKAP KONSUMEN TERHADAP ROKOK SAMPOERNA MILD DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikonsumsi, sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Produsen rokok berlomba dalam mengeluarkan produknya dan mereka harus berkompetisi dengan para pesaingnya. Mereka berusaha memproduksi produk dengan memperhatikan keinginan para konsumen dan produk harus sesuai dengan kebutuhan konsumen. Semua ini dilakukan produsen agar dapat mempertahankan jumlah konsumen yang setia terhadap produk mereka. Pada kesempatan ini, penulis memfokuskan pada salah satu produk rokok, yaitu Sampoerna Mild. Sedangkan atribut-atribut yang mempengaruhi sikap konsumen antara lain: harga, rasa, kemasan, kadar tar&nicotine, kemudahan memperoleh, promosi, dan kualitas. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner dengan jumlah 100 responden yang berdomisili di Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu sampling dimana pengambilan elemen-elemen dimasukkan dalam sample tersebut secara representatif. Setelah data diperoleh, penulis mengolah data tersebut dengan menggunakan alat analisis Prosentase untuk profil responden, analisis validitas dan reliabilitas, Multiatribute Attitude Model (MAM), dan Chi Square. Dari hasil kuesioner diperoleh jumlah konsumen yang terbanyak adalah pria dengan jumlah 77%, usia konsumen 21-25 tahun 54%, pendidikan terakhir SLTA 50%, Pekerjaan pelajar/mahasiswa dengan jumlah 40%, Penghasilan per bulan 1-1,5 juta 44%. Melalui analisis MAM diperoleh skor sikap konsumen sebesar 90.25, ini menunjukkan bahwa sikap konsumen adalah baik atau dengan kata lain ternyata rokok Sampoerna Mild disenangi oleh konsumen. Sedangkan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan sikap konsumen berdasarkan profilnya, penulis menggunakan analisis Chi Square dengan hasil tidak adanya perbedaan profil konsumen dilihat dari jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Ini menjelaskan bahwa rokok Sampoerna Mild dapat diterima oleh semua kelompok atau lapisan konsumen. Kata kunci: sikap konsumen, rokok sampoerna mild

Oni Kristian Wijaya

PERBANDINGAN ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP KARTU PRABAYAR SIMPATI DAN XL BEBAS DI KOTA YOGYAKARTA

Saat ini perkembangan industri seluler di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan industri seluler ini menyebabkan penjualan handset ponsel dan kartu seluler (SIM Card) meningkat dengan pesat pula. Di sisi lain, perkembangan industri seluler menyebabkan banyak perusahaan tertarik masuk dalam industri ini. Operator–operator Seluler baru pun bermunculan dan menciptakan persaingan yang semakin lama semakin ketat. Masing–masing operator berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan berusaha menciptakan image yang baik tentang produknya, yaitu SIM Card dan layanan operator seluler di benak para pelanggannya. Berbagai asosiasi yang diingat konsumen dapat dirangkai sehingga membentuk sebuah brand image di dalam benak konsumen. Dengan mengetahui asosiasi terhadap suatu merek, maka perusahaan dapat menentukan strategi yang akan digunakan dalam menarik konsumen untuk melakukan pembelian. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa penulis tertarik untuk meneliti tentang "Perbandingan Asosiasi Konsumen terhadap Kartu Prabayar Simpati dan XL Bebas di Kota Yogyakarta" Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi konsumen terhadap kartu prabayar Simpati dan XL Jempol di kota Yogyakarta. Data primer diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner. Data dari kuesioner ini kemudian dianalisis dengan Uji Cochran Q menggunakan program SPSS. Dari hasil analisis Cochran Q diketahui bahwa asosiasi konsumen terhadap kartu prabayar Simpati adalah: Harga kartu perdana terjangkau, Jangkauan sinyal luas, Kekuatan sinyal baik, Voucher pulsa mudah diperoleh, dan Fitur (features) lengkap (Adanya GPRS, MMS, 3G dan lainlain) sedangkan asosiasi konsumen terhadap kartu prabayar XL Bebas adalah: Harga kartu perdana terjangkau, Harga Voucher pulsa (elektronik dan fisik) terjangkau, Voucher pulsa mudah diperoleh, dan Variasi denominasi nilai Voucher Pulsa banyak. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat perbedaan asosiasi konsumen antara kartu prabayar Simpati dengan XL Bebas. Selain itu diketahui pula bahwa asosiasiasosiasi yang terbentuk di benak konsumen tidak banyak. Perusahaan perlu mengambil strategi tertentu agar terbentuk lebih banyak asosiasi di benak konsumen. Semakin banyak asosiasi yang terbentuk di benak konsumen, semakin kuat brand image dari produk yang bersangkutan. Semakin kuat brand image, semakin kuat pengaruhnya terhadap konsumen dalam menentukan pilihan atau melakukan pembelian. Keyword: Brand Associations, Brand Image

Yuiana Hukom

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KUALITAS DAN MINAT MASUK  UNIVERSITAS SWASTA DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN CONJOINT ANALYSIS

Perkembangan teknologi yang semakin pesat akhir-akhir ini membuat universitas baik negeri maupun swasta juga ikut berkembang dengan pesat, hal ini dengan sendirinya menimbulkan persaingan antara universitas-universitas khususnya yang ada di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang dianggap penting dalam penilaian kualitas dan minat masuk universitas swasta di Yogyakarta.
Faktor-faktor yang digunakan sebagai stimulus untuk apa yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih universitas adalah: universitas, status akkreditasi, fakultas, SPP tiap semester, dan fasilitas. Faktor-faktor tersebut kemudian diolah dengan SPSS versi 12.0 dengan alat analisis conjoint. Dari hasil pengolahan data diketahui faktor yang dianggap penting dari keenam faktor tersebut dan memiliki minat masuk yang tinggi adalah status akreditasi.

Tomy

PERILAKU KONSUMEN BERALIH MEREK (BRAND SWITCHING) DALAM PEMBELIAN PRODUK HAND PHONE DI KOTA YOGYAKARTA

Pada skripsi yang berjudul "Perilaku Konsumen Beralih Merek (Brand Switching) Dalam Pembelian Produk Hand Phone Di Kota Yogyakarta" akan menguji apakah ada pengaruh pembentukan himpunan pertimbangan serta akibat langsung dan tidak langsung dari ukuran himpunan pertimbangan terhadap perilaku beralih merek? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah pengalaman sebelumnya mempengaruhi secara signifikan terhadap pengetahuan produk dan kepuasan, apakah pengetahuan produk mempengaruhi secara signifikan terhadap kepuasan dan pencarian media, apakah kepuasan mempengaruhi terhadap pencarian media dan himpunan pertimbangan tapi tidak signifikan, apakah pencarian media mempengaruhi secara signifikan terhadap himpunan pertimbangan, apakah himpunan pertimbangan mempengaruhi secara signifikan terhadap pencarian pengecer, apakah kepuasan, himpunan pertimbangan dan pencarian pengecer mempengaruhi tapi tidak signifikan secara langsung terhadap perilaku beralih merek. Penulis menggunakan metode analisis Model Persamaan Struktural (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 200 responden secara purposive sampling. Namun setelah dilakukan data screening hanya 194 sampel yang layak diproses lebih lanjut. Dari hasil analisis SEM dapat disimpulkan bahwa empat hipotesis yang mempengaruhi secara tidak langsung perilaku beralih merek secara signifikan, yaitu pengalaman sebelumnya terhadap pengetahuan produk, pengetahuan produk terhadap pencarian media, pencarian media terhadap himpunan pertimbangan, dan himpunan pertimbangan terhadap pencarian pengecer. Kemudian empat hipotesis yang mempengaruhi secara tidak langsung perilaku beralih merek secara tidak signifikan, yaitu pengalaman sebelumnya terhadap kepuasan, pengetahuan produk terhadap kepuasan, kepuasan terhadap pencarian media, kepuasan terhadap himpunan pertimbangan. Serta tiga hipotesis yang mempengaruhi secara langsung perilaku beralih merek secara tidak
signifikan, yaitu kepuasan, himpunan pertimbangan dan pencarian pengecer. Dari hipotesis tersebut dapat kita simpulkan bahwa perilaku beralih merek dipengaruhi secara tidak langsung oleh variabel pengalaman sebelumnya, pengetahuan produk, himpunan pertimbangan, dan pencarian media. Untuk itu dalam bidang pemasaran yang harus diperhatikan adalah bagaimana membuat orang atau konsumen untuk mengenal dan mengingat produk hand phone yang dipasarkan, sehingga konsumen memiliki referensi sebagai bahan pertimbangan. Kata kunci: pengalaman sebelumnya (prior experience/PE), pengetahuan produk (product knowledge/PK), pencarian media (media search/MS), kepuasan (satisfaction/SEPC), himpunan pertimbangan (consideration set/C), pencarian pengecer (retail search/RS), perilaku beralih merek ( brand switching behavior/BS).

Ricky Affandi

ANALISIS 4P PADA KEPUASAN KONSUMEN PADA CHARMY SNOW ICE DI PLAZA AMBARUKMO YOGYAKARTA

Adapun latar belakang dari tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap atribut - atribut Charmy Snow Ice sebagai tempat penjualan Snow Ice di Yogyakarta. Dimana atribut-atribut ditawarkan akan mempengaruhi kepuasan konsumen dalam memberikan keputusannya membeli suatu produk yang ditawarkan, atribut yang dipakai dalam penelitian ini meliputi atribut produk, atribut harga, atribut pelayanan, atribut promosi dan atribut tempat. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin baik atribut yang ditawarkan terhadap kepentingan konsumen maka kepuasan konsumen yang diperoleh akan semakin tinggi. Penelitian ini dilakukan pada konsumen Charmy Snow Ice di Yogyakarta dengan sampel sebanyak 100 responden, Untuk mengetahui profil konsumen yang menyantap Snow Ice di Charmy Snow Ice maka alat analisis yang digunakan adalah analisis prosentase. Responden tersebut kemudian diberi kuesioner yang berisikan tentang profil responden dan tanggapan mengenai atribut kepentingan dan atribut kepuasan Charmy Snow Ice. Sebelum dianalisis lebih lanjut kuesioner tersebut terlebih dahulu diuji tingkat validitasnya dan reliabilitasnya, Setelah dilakukan pengujian ternyata diperoleh hasil bahwa semua kosumen dinyatakan valid dan reliable. Kemudian untuk mengetahui kepuasan kosumen terhadap atribut – atribut Charmy Snow Ice sebagai tempat menyantap Snow Ice pada penelitian ini, maka digunakan alat analisis Indeks Kepuasan Konsumen. Setelah dilakukan pengolahan data, maka diperoleh kesimpulan bahwa konsumen Charmy Snow Ice kebanyakan wanita, dengan usia >20 –25 tahun, dengan status belum menikah, berpendidikan tamat SMU / sederajat, mempunyai pekerjaan sebagai pelajar / mahasiswa, dengan tingkat pendapatan per bulan > Rp 500.000,00 – Rp 1.000.000,00. sedangkan dari hasil perhitungan analisis indeks kepuasan konsumen ialah sebesar 18,35 dari skala 15,4 – 20,2 dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa sikap kosumen berada pada tingkat puas. Kata Kunci: Indeks Kepuasan Konsumen, Kosumen, Ice Cream.

Florentina Wenseslia

ANALISIS KUALITAS JASA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KONSUMEN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERILAKU PURNA PEGGUNAAN JASA PENERBANGAN BATAVIA AIR

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas jasa terhadap kepuasan konsumen yang berdomisili di Yogyakarta terhadap perusahaan jasa penerbangan Batavia Air. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan konsumen terhadap perilaku purna penggunaan jasa penerbangan Batavia Air. Pengaruh kualitas jasa terhadap kepuasan dianalisis dengan menggunakan model regresi berganda, diuji dengan t Test dan f Test. Dan pengaruh kepuasan terhadap perilaku purna penggunaan dianalisis dengan menggunakan analisis Crosstab dan Chi- Square. Berdasarkan hasil analisis data, maka kesimpulannya adalah bahwa ada pengaruh positif antara kualitas jasa terhadap kepuasan.Jika diteliti secara terpisah ( t test ) pada masing-masing variabel kualitas jasa, didapati memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan. Begitu juga dalam uji signifikan secara bersama-sama ( F test ) diketahui kualitas jasa berpengaruh terhadap kepuasan. Maka dapat disimpulkan bahwa 0,559 atau 55,9% variabel kepuasan(dependent) dipengaruhi oleh variabel independent yaitu: jasa (pelayanan perusahaan, pelayanan karyawan) dan fasilitas. Sedangkan sisanya sebasar 44,1% disebabkan oleh variasi lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Dan berdasarkan hasil analisis Chi-Square, diketahui X² hitung lebih kecil dari X² tabel maka Ho diterima, berarti tidak ada perbedaan perilaku konsumen berdasarkan profil konsumen. Berdasarkan analisis crosstab diketahui perilaku konsumen purna penggunaan jasa Batavia Air berperilaku positif, hal tersebut dapat dilihat respon konsumen yang positif kepada Batavia Air. Kata kunci: Pengaruh kualitas jasa, kepuasan, perilaku konsumen

Evita Ratna Sari

ANALISIS KETERLIBATAN KONSUMEN DALAM PROSES PEMILIHAN PRODUK LEMARI ES

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan konsumen dalam proses pemilihan produk almari es dan untuk mengetahui perbedaan keterlibatan konsumen dilihat dari profil konsumen. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan dilakukan di kota Yogyakarta. Objek penelitian yang diteliti masyarakat umum yang menggunakan almari es merek Panasonic, LG, Sharp, Toshiba, dan Samsung. Penelitian ini jumlah sampel yang digunakan 100 responden dan dipilih dengan metode purposive sampling yaitu dimana dimana pengambilan elemen-elemen yang dimasukkan dalam sampel dilakukan dengan sengaja, dengan catatan bahwa sampel tersebut mewakili populasi yaitu responden yang menggunakan dan ikut terlibat dalam pembelian produk almari es dengan merek Panasonic, LG, Sharp, Toshiba, dan Samsung. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis Faktor, Deskriptif dan Anova. Dari hasil data yang diolah menggunakan analisis Faktor dapat dinyatakan dari delapan jenis pertanyaan dalam kuesioner berhasil dikelompokkan menjadi tiga variabel atau faktor yang menjadi penentu keterlibatan konsumen, yaitu faktor minat, fungsi dan nilai. Hasil penelitian pada faktor analisis menunjukkan bahwa konsumen dalam memilih produk almari es sangat mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan konsumen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keterlibatan konsumen terhadap pemilihan produk almari es tergolong tinggi berdasarkan variabel minat, variabel fungsi, dan variabel nilai. Untuk hasil analisis Anova menyimpulkan bahwa secara keseluruhan terdapat perbedaan keterlibatan konsumen berdasarkan usia, pekerjaan dan pendapatan. Artinya dari segi usia yang lebih dewasa, mempunyai pekerjaan yang mapan dan penghasilan sendiri akan lebih jeli dan selektif dalam memilih suatu produk terutama merek almari es yang berkualitas. Kata kunci: keterlibatan konsumen, almari es, minat, fungsi, nilai

Billy Anthoni Parinsi

PERILAKU FREE RIDING TERHADAP PENGUMUMAN LABA

The concern of this studys is to investigate market reaction in responding to the good and bad news earning announcements. When one firm releases propriatary information, it will affect to the market's expectation of future earnings to the competitor. Financial information released by a firm will convey information about other firms. Financial information will caused an intra-industry information transfer called free riding. The samples are the good and bad news earning announcements of 2001-2005 from LQ45 firms listed at the Jakarta Stock Exchange. The investigates using quasiexperimental research design. The results imply that there is free riding behavior from market actors in responding to the good news earning announcements from treatment sample but it fails to find the free riding behavior from market actors in responding to the bad news earning announcements. This study also finds a number of phenomena that reflected the market anomaly. Keywords:free riding, good news, bad news, quasi-experimental, treatment sample, and control sample.

Balance Naturani Manik

" PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI SPBU SEMAKI KOTA YOGYAKARTA "

Kendaraan bermotor ( motor dan mobil ) di kota yogyakarta menunjukkan angka peningkatan dari tahun ke tahun baik dalam jumlah dan tipenya. Pertimbangan antara perbandingan kendaraan dan banyaknya bahan bakar yang akan dikumsumsi menjadi salah satu wacana yang harus diperhatikan. SPBU ( stasiun pengisian bahan bakar umum ) misalnya, akan sangat diperhatikan keberadaanya. Karena akan memberikan hubungan pengaruh dan timbal balik untuk mencari bagi SPBU dan membutuhkan bagi konsumen pemilik kendaraan. Dengan alasan tersebut maka penulis mengangkat judul "ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI SPBU SEMAKI KOTA YOGYAKARTA". Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana profil konsumen terhadap kualitas pelayanan SPBU semakiki kota yogyakarta berdasarkan ( jenis kelamin, usia, pendidikan , pendapatan, dan pekerjaan ) dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan berdasarkan konsep dimensi jasa SERVQUAL ( tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty ). Penelitian ini menggunakan alat analisis Manova ( GLM Multivariant ) untuk mengidentifikasi variable kualitas pelayanan yang mana, nyata dan secara baik mempengaruhi kepuasan pelanggan SPBU semaki kota yogyakarta berdasarkan konsep SERVQUAL. Penelitian ini juga memakai analisis prosentase untuk profil konsumen berdasarkan ( jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan ), analisis validitas dan reliability untuk menguji kelayakan kuesioner dan menguji konsistensi dari responden, analisis factor dan rotated component matrix untuk mencari ( penyaringan ) dimensi variable yang lebih jelas dan nyata untuk variabel pelayanan dan kepuasan dari 5 dimensi SERVQUAL Setelah dilakukan pengolahan data , ternyata hanya ada 2 faktor variable pelayanan ( tangible dan emphaty ) dan 3 faktor variable kepuasan yaitu ( tangible, responsiveness, dan emphaty ) yang nantinya akan membentuk variable pelayanan yang mana akan mempengaruhi variable kepuasan di SPBU semaki kota yogyakarta. Setelah itu maka akan muncul hasil variable pelayanan manakah yang benar – benar mempengaruhi kepuasan pelanggan dan yang tidak mempengaruhi pelanggan yaitu : pelayanan tangibel ( bukti fisik ) mempengaruhi kepuasan tangibel ( bukti fisik ), responsiveness ( daya tanggap ), emphaty ( empati ) dan pelayanan emphaty ( empati ) mempengaruhi kepuasan tangibel ( bukti fisik ), emphaty ( empati ) di SPBU Semaki Kota Yogyakarta. Kata kunci: Dimensi Servqual dan Manova ( GLM Multivariant )

Titik Suryaningrum

ANALISIS PENGARUH PERILAKU MONOKRONIK DAN PERILAKU TIPE A (TYPE A BEHAVIOR PATTERN) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DAN STRES KERJA PADA STAF PENGAJAR (DOSEN) UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA

Penelitian ini mencoba untuk menguji pengaruh dari perilaku monokronik dan perilaku Tipe A (Type A Behavior Pattern) terhadap produktivitas kerja dan stres kerja. Sebagai objek dari penelitian ini adalah staf pengajar (dosen) Universitas Kristen Duta Wacana. Penelitian ini menggunakan empat variabel yang meliputi perilaku monokronik dan perilaku Tipe A (Type A behavior pattern) sebagai variabel dependen atau variabel bebas serta produktivitas kerja dan stres kerja sebaai variabel dependen atau variabel terikat. Dalam menganalisis penelitian ini menggunakan metode korelasi dan regresi linier berganda.Pengujian dilakukan dengan Uji regresi linier Berganda, Uji t – Test, dan Uji F – Test. Dari penelitian ini diperoleh pengaruh yang signifikan dari variabel independen (perilaku monokronik dan perilaku Tipe A (Type A Behavior Pattern) terhadap variabel dependen stres kerja. Penelitian ini juga memperoleh pengaruh yang tidak signifikan mengenai variabel independen (perilaku monokronik dan perilaku Tipe A (Type A Behavior Pattern) terhadap variabel dependen dan produktivitas kerja. Kata kunci : Perilaku Monokronik,Perilaku Tipe A (Type A Behavior Pattern), Produktivitas Kerja,Stres Kerja.

Ika Tamariskha

PERBANDINGAN ASOSIASI MEREK TERHADAP PRODUK ROKOK CLAS MILD DAN STAR MILD DI KOTA YOGYAKARTA

Kegiatan pemasaran perusahaan bersaing semakin ketat terutama memasuki abad 21 ini, menuntut perusahaan untuk selalu inovatif dalam mengembangkan usahanya. Persaingan perusahaan untuk memperebutkan pelanggan tidak lagi terbatas pada atribut produk atau kegunaan suatu produk, melainkan sudah dikaitkan dengan merek yang mampu memberikan citra khusus bagi pemakainya. Asosiasi merek merupakan dasar untuk kualitas pembentukkan citra merek dan ekuitas merek. Bagi pemasar asosiasi merek berguna dalam banyak hal, terutama untuk pengambilan keputusan dan perluasan produknya, sedangkan bagi konsumen bisa dijadikan untuk dasar dalam pemilihan merek yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Perusahaan yang mempunyai citra merek yang kuat mempunyai alternatif untuk bersaing pada tingkat harga dan spesifikasi produk. Dengan memiliki citra merek yang kuat perusahaan dapat tetap bersaing, merebut dan bahkan memenangkan persaingan pasar. Keunggulan persaingan yang didasarkan pada fungsi merek dapat menghasilkan citra merek yang positif serta menciptakan keunggulan kinerja dan profitabilitas perusahaan, laba jangka panjang dan potensi pertumbuhan. Dalam industri rokok, rokok
mild sedang menjadi trend dengan konsep low tar and nikotin, situasi tersebut menjadi ladang bagi perusahaan rokok untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Banyak perusahaan dengan mereknya masing-masing berebut untuk bisa memimpin pasar. Berbagai cara dilakukan dari promosi, seperti menjadi sponsor dalam event-event tertentu dan lain sebagainya. Dengan latar belakang tersebut penulis mengangkat judul "Perbandingan Asosiasi Merek Terhadap Produk Rokok Clas Mild Dan Star Mild Di Kota Yogyakarta". Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimanakah konsumen rokok di kota Yogyakarta mengasosiasikan rokok Clas Mild dan Star Mild. Dengan menggunakan 100 responden di kota Yogyakarta, penelitian ini mencoba mengidentifikasi asosiasi merek dari rokok merek Clas Mild, dan Star Mild melalui metode Cochran Q test. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 6 (enam) asosiasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan citra dan ekuitas merek Clas Mild yaitu harga murah, produk mudah diperoleh, kemasan menarik, promosi gencar kadar nikotin rendah, slogan mudah diingat. Sedangkan untuk Star Mild menunjukkan 7 (tujuh) asosiasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan citra dan ekuitas merek yaitu harga murah, produk mudah diperoleh, kemasan menarik, kadar nikotin rendah, logo menarik, popularitas, dan slogan mudah diingat. Kata kunci : Merek, Asosiasi Merek.

Deky Ivanto

ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP INDUSTRI MALL DI YOGYAKARTA

Saat ini Yogyakarta telah diwarnai dengan persaingan yang begitu ketat antara mall satu dengan mall yang lainnya, terutama mall yang menawarkan produk sejenis. Dalam menghadapi keadaan seperti itu, maka mall berusaha menyediakan atau menawarkan produk yang sesuai dengan selera konsumen. Dengan banyaknya persaingan yang muncul menuntut mall untuk lebih gencar dalam mengenalkan produknya kepada masyarakat luas. Salah satu dampak persaingan yang ada, adalah industri pusat belanja atau mall yang saat ini muncul dan berkembang dengan sangat pesat didaerah-daerah perkotaan, seperti: Malioboro Mall, Ramai Mall, Galeria Mall, Saphire Square, Ambarukmo Plaza. Dengan adanya 5 mall tersebut tentu membawa perubahan gaya hidup yang berbeda yang semula berbelanja di pasar tradisional maka akan beralih untuk berbelanja di mall, didukung juga dengan kenyamanan dan keamanan serta dapat mencari hiburan karena mall dapat juga disebut one stop shopping, faktor-faktor inilah yang mendorong konsumen untuk pergi ke sebuah mall dan memunculkan asosiasi konsumen terhadap sebuah mall diantaranya tempat hiburan, tempat belanja, keamanan saat berkunjung, kenyamanan saat berkunjung, harga yang kompetitif, tempat yang luas, lokasi yang strategis, tempat eksibisi seperti pameran, lomba dan jumpa artis, variasi produk atau outlet bermacam-macam, tempat berkunjunya kalangan menengah ke atas, dan tempat one stop shopping. Konsumen juga diberi pilihan untuk pergi ke mall mana dan yang ingin mereka datangi bukan mengacu pada nama mall tersebut tetapi lebih mengacu kepada konsumen, atau mall mana yang diingat oleh konsumen. Adapun yang menjadi rumusan penelitian ini adalah asosiasi apa yang terbentuk dibenak konsumen tentang mall. Objek penelitian yang dianalisis adalah Mall dan responden yang diteliti adalah orang yang pernah pergi ke Mall dalam 1 tahun terakhir. Karena dalam 1 tahun terakhir, responden sudah tahu variasi produk atau outlet yang masih atau sudah hilang pada sebuah mall. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, untuk alat analisisnya menggunakan Analisis Cochran untuk mengetahui asosiasi konsumen terhadap Mall. Dari uji hipotesis, maka asosiasi yang terbentuk dibenak konsumen terhadap Mall adalah tempat hiburan, tempat belanja, tempat eksibisi, menawarkan variasi produk atau outlet bermacam-macam, dan tempat one stop shopping. Kata Kunci: Mall, Asosiasi konsumen

Candra Yan Wijaya

"ASOSIASI MEREK TERHADAP KARTU TELEPON SELULAR IM3 DI UKDW YOGYAKARTA"

Persaingan dalam dunia pemasaran dewasa ini semakin ketat. Setiap perusahaan dituntut untuk dapat selalu melakukan inovasi terhadap produk atau jasanya sesuai dengan kebutuhan konsumen dan tuntutan jaman, tidak terkecuali untuk perusahaan telekomunikasi yang termasuk di dalamnya adalah para operator kartu selular untuk handphone. Saat ini semakin banyak saja operator yang melirik pasar di Indonesia ini, hal ini disebabkan karena pasar untuk produk-produk telekomunikasi di Indonesia masih sangat luas. Dengan persaingan yang sangat ketat tersebut, setiap operator berusaha untuk mendapatkan pangsa pasar sebesar-besarnya. Banyak strategi yang dilakukan oleh setiap perusahaan operator tersebut untuk dapat menarik hati konsumen agar konsumen menggunakan produknya. Merek merupakan salah satu aset perusahaan yang dapat digunakan untuk menarik hati konsumen. Keberhasilan merek memenangkan hati dari para konsumennya dapat diukur dari segi asosiasi merek. Asosiasi merek sendiri adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Adapun penelitian ini mengangkat judul "Asosiasi Merek Terhadap Kartu Telepon Selular IM3 di UKDW Yogyakarta". sedangkan yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah asosiasi merek kartu telepon selular IM3 di UKDW Yogyakarta? Penelitian ini dilakukan di Unoversitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Untuk mengetahui asosiasi merek dari kartu selular IM3, maka digunakan uji Cochran, namun sebelumnya harus diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitas dari kuesioner yang di gunakan. Setelah kuesioner dinyatakan valid dan reliabel, maka dilakukan uji Cochran dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS. Dari Uji Cochran tersebut di dapat hasil bahwa yang menjadi asosiasi merek dari kartu selular IM3 di UKDW ada 6 atribut dari 12 atribut yang diujikan. Keenam atribut tersebut adalah produk IM3 mudah diperoleh, biaya SMS IM3 kompetitif, masa aktif IM3 cukup lama, jaringan IM3 luas,
sinyal IM3 kuat, dan harga pulsa isi ulang IM3 kompetitif. Kata Kunci : Persaingan, Merek dan Asosiasi Merek.

Edmond Edwind Anggellies

PENGARUH CUSTOMER SATISFACTION, INTERPERSONAL BONDS, DAN IMAGE TERHADAP PERILAKU SETIA KONSUMEN PADA SALON ERFANS DI KOTA YOGYAKARTA

Pemasaran moderen memerlukan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik, menawarkannya dengan harga yang menarik, dan membuatnya mudah didapat oleh pelanggan sasaran. Agar perusahaan dapat bertahan menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan harus mampu memasarkan produk atau jasanya dengan baik kepada konsumen Persaingan perusahaan untuk memperebutkan pelanggan tidak lagi terbatas pada atribut produk atau kegunaan suatu produk, melainkan sudah dikaitkan dengan kesetiaan pelanggan menjadi suatu isu yang pokok di dalam riset dan praktek karena pengaruhnya yang terbukti di suatu organisasi bisnis. Penelitian ini mengidentifikasi faktor kepuasan pelanggan, hubungan pribadi, dan citra yang secara positif dihubungkan dengan kesetiaan pelanggan di industri kecil sektor jasa salon. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul "Analisis Pengaruh Customer Satisfaction, Interpersonal Bonds, dan Image Terhadap Perilaku Setia Konsumen Pada Salon Erfans di Kota Yogyakarta". Penelitian ini dilakukan pada salon Erfans, dengan sampel sebanyak 100 responden. Setelah data dikumpulkan kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner. Setelah dinyatakan valid dan eliabel kemudian data dianalisis dengan alat analisis Regresi Linear Berganda. Berdasarkan perhitungan Regresi Linear Berganda diperoleh hasil
yang menunjukkan bahwa customer satisfaction dan interpersonal bonds tidak signifikan dalam mempengaruhi perilaku setia konsumen, sedangkan Image menunjukan ada pengaruh yang signifikan dalam mempengaruhi perilaku setia konsumen pada salon Erfans. Kata Kunci: Customer Satisfaction, Interpersonal Bonds, Image, Kesetiaan Konsumen, dan Regresi Linear Berganda.

Rita Ratna Dewi

PENGARUH MARKETING MIX DAN SIKAP TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN MASKAPAI PENERBANGAN NON GARUDA

Semakin banyaknya bisnis yang bergerak dalam bidang jasa, membuat persaingan menjadi semakin ketat. Sebagai contoh pada bidang jasa penerbangan. Para penyedia jasa penerbangan berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaik agar konsumen tidak berpindah kepenyedia jasa sejenis lainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh bauran pemasaran terhadap sikap konsumen serta menganalisa pengaruh sikap konsumen terhadap loyalitas. Obyek penelitian ini adalah maskapai penerbangan non Garuda dengan menggunakan responden sebanyak 200, sesuai dengan alat analisis yang digunakan. Penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil dari analisis SEM dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang menguji produk mempengaruhi sikap konsumen terbukti, hipotesis 2 yang menguji harga mempengaruhi sikap konsumen tidak terbukti, hipotesis 3 yang menguji tempat mempengaruhi sikap konsumen tidak terbukti, hipotesis 4 yang menguji promosi mempengaruhi sikap konsumen tidak terbukti, hipotesis 5 yang menguji customer service mempengaruhi sikap konsumen terbukti, dan hipotesis 6 yang menguji sikap konsumen mempengaruhi loyalitas terbukti. Kata kunci: Produk, harga, tempat, promosi, customer service, sikap konsumen, loyalitas, SEM

Rosa Widiawaty

PENGARUH TIGA ELEMEN PRODUK TERHADAP SIKAP DAN NIAT UNTUK SETIA ATAU BERGANTI PRODUK PADA PRODUK MIZONE

Permintaan dan penawaran produk mengalami peningkatan dewasa ini. Meningkatnya permintaan dan penawaran berakibat pada meningkatnya persaingan pada industri. Persaingan di dalam industri memberikan dampak kepada konsumen. Konsumen berpeluang untuk memilih alternatif pilihan produk dan memperoleh kualitas produk serta dapat memperbesar nilai uang mereka. Namun banyak produk tidak memberikan jaminan kepada konsumen bahwa konsumen akan mendapat apa yang mereka inginkan dan hal tersebut menimbulkan ketidaksetiaan konsumen, sehingga dengan mudahnya pindah ke produk lain. Penelitian ini menguji pengaruh tiga elemen produk terhadap sikap dan niat untuk setia atau berganti produk. Adapun tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh langsung Kualitas Inti terhadap Sikap, menguji Kualitas Relasional terhadap Sikap, menguji Persepsi Nilai terhadap Sikap, menguji Sikap terhadap Niat Berganti Produk, dan menguji Sikap terhadap Niat Setia. Obyek penelitian ini adalah Produk Mizone dengan menggunakan responden sebanyak 202, sesuai dengan alat analisis yang digunakan. Penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil dari analisis SEM dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang menguji Core Quality mempengaruhi Attitude tidak terbukti, hipotesis 2 yang menguji Relational Quality mempengaruhi Attitude tidak terbukti, hipotesis 3 yang menguji Perceived Value mempengaruhi Attitude terbukti, hipotesis 4 yang menguji Attitude mempengaruhi Switching Loyalty terbukti, dan hipotesis 5 yang menguji Attitude mempengaruhi Loyalty Intention terbukti. Kata kunci: Kualitas Inti (Core Quality), Kualitas Relasional (Relational Quality), Persepsi Nilai (Perceived Value), Sikap (Attitude), Niat Berganti Produk (Switching Loyalty), Niat Setia (Loyalty Intention), SEM

Deny Sugianto

ANALISIS HUBUNGAN SIMULTAN ANTARA PROFITABILITAS PERUSAHAAN, DIVIDEN, DAN HARGA SAHAM. (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ)

Research has been concluded that the relationship between profitability, dividend and stock price are independently. In fact, this matter are inseparably and simultaneously since the fluctuation of company's earning will have an impacts on the distribution of dividend, and also with the market reaction which is reflected on the stock price fluctuation. The objective of this research is to examine the simultaneous relationship
between company's profitability, dividend, and stock price. Using the purposive random techniques, the sample are drawn from manufacture companies listed at the Jakarta Stock Exchange during 1994-2004 and resulted on 13 companies. By using the Two Stage Least Square (2SLS) the result fail to support the hypothesis which predict the simultaneous relationship between the three variables. However it is found the interdependent relationship between company's profitability and stock price. Meanwhile, the dividend do not have any simultaneous relationship with the other two variables, however its positive and significant relationship with the stock price is supported. Keywords: Profitability, dividend, stock price, simultaneous relationship.

Dennis Yoseph Talaksoru

ANALISIS KUALITAS JASA TERHADAP SIKAP KONSUMEN PASCA PENGGUNAAN JASA PERJALANAN WISATA BPW "MARITUR" YOGYAKARTA

Penelitian ini mencoba untuk menganalisis hubungan atau pengaruh kualitas jasa terhadap sikap konsumen pasca penggunaan, khususnya pada BPW "MARITUR". Kinerja Perusahaan yang berkualitas akan mempengaruhi perilaku setia konsumen terhadap suatu jasa. Pentingya factor tersebut dalam pengembangan kesetiaan konsumen adalah karena 3 sifat penting jasa yaitu : Intangibility, Inseparability, dan Heterogenity. Kinerja perusahaan yang baik cenderung akan mempengaruhi sikap konsumen dapat mengkomunikasikan harapan dan keluhannya pada perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan alat analisis regresi linier berganda guna membuktikan kebenaran hipotesis. Responden sebanyak 100 oarang dengan menggunakan Random Sampling. Pengukuran kinerja jasa dilakukan atas dasar pendekatan berkualitas pelayanan SERVQUAL yang meliputi : Tangible, Reliability, Responsibility, Assurance dan emphaty. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dariindependen variable (Responsibility,Emphaty,Assurance) terhadap dependend variable Sikap Konsumen. Keyword : tangible, responsibility, reliability, assurance, empahaty,Sikap Konsumen

Teti Suryaningtyas

ANALISIS KUALITAS JASA, OVERALL SATISFACTIONDAN TERHADAP SIKAP KONSUMEN SERTA IMPLIKASINYA PADA JASA PENERBANGAN PESAWAT GARUDA INDONESIA

Penelitian ini mencoba untuk menganalisis "Kualitas Jasa, kepuasan paripurna konsumen ( Overall Satisfaction ) dan sikap konsumen terhadap minat penggunaan jasa kembali ( Repeat Purchase ) ". Khususnya pada jasa penerbangan Garuda Indonesia pasca terbakarnya pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 GA 200. Pembentukan sikap dan pola prilaku konsumen terhadap penggunaan jasa merupakan hasil dari pengalaman yang dirasakan oleh konsumen itu sendiri. Konsumen yang merasa puas mungkin akan mengembangkan sikap yang mendukung jasa yang dinikmatinya ( Favorable ), bersikap positif tentang jasa yang dinikmati, merekomendasikan perusahaan kepada pihak lain, setia. Sebaliknya jasa yang gagal memenuhi fungsi sebagaimana yang diharapkan dengan mudah menimbulkan sikap negatif ( Unfavorable ). Hal ini akan berdampak pada sikap negatif konsumen, bahkan berpindah untuk lebih memilih penawaran jasa lain. Penelitian dilakukan dengan alat analisis regresi linier berganda untuk membuktikan kebenaran hipotesis. Responden sebanyak 100 orang dengan purposive random sampling. Standar pengukuran kualitas jasa pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitas pelayanan SERVQUAL ( Pasuraman,zeithmal,dan Berry;1988 ) yang meliputi faktor tangible,reliability,responsibility,assurance,dan emphaty. Serta faktor kepuasan konsumen dengan adanya tanggapan konsumen. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel tangible,responsibility,emphaty,dan tanggapan terhadap variabel
dependen sikap konsumen. Keyword : Tangible,reliability,responsibility,assurance,emphaty,satisfaction,sikap konsumen.

Stevani Virginia

SIKAP MAHASISWA UKDW TERHADAP IKLAN DI TELEVISI

Iklan merupakan bagian dari promosi, sebagai salah satu bentuk sarana komunikasi antara perusahaan dengan konsumen. Melalui iklan perusahaan dapat memperkenalkan produk atau jasa kepada masyarakat luas. Dalam melakukan pengiklanan ada beberapa media yang dapat dipergunakan. Media tersebut antara lain media cetak dan elektronika. Media Iklan cetak berupa majalah, surat kabar, poster, brosur, dll Sedangkan media iklan elektronika berupa televisi dan radio. Kemajuan jaman membuat tingkat persaingan semakin tinggi. Hal ini membuat perusahaan harus pandai memilih media promosi yang tepat. Televisi merupakan salah satu media promosi yang sampai saat ini masih menjadi pilihan perusahaan dalam mengiklankan produk atau jasa mereka. Televisi dianggap sebagai media yang cukup efektif jika dibandingkan dengan media lain. Hal ini disebabkan jangkauan yang ditawarkan oleh televisi jauh lebih luas. Selain itu televisi juga dapat menampilakan sesuatu secara visual dan audiovisual. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh sebuah biro periklanan diketahui bahwa konsumen mempergunakan jeda iklan untuk melakukan aktifitas lain atau mengganti saluran televisi. Penelitian ini dilakukan terhadap pria dan wanita yang berasal dari latar belakang berbeda. Hasil riset tersebut membuat penulis tertarik untuk mengetahui sikap mahasiswa UKDW terhadap iklan serta apakah usia, jenis kelami, dan uang saku per bulan mempengaruhi sikap mahasiswa UKDW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mhasiswa UKDW memiliki sikap positif terhadap iklan di televisi. Selain itu sikap mahasiswa UKDW terhadap iklan di televisi ada yang tidak dipengaruhi dan ada yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan uang saku per bulan. Kata kunci: Sikap, pengaruh profil responden, Iklan

Chandra Oktavianus Budiman

ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SUSU L-MEN DI KOTA YOGYAKARTA

Dewasa ini banyak sekali ditawarkan produk-produk kesehatan dengan berbagai macam bentuk dan merek, yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen. Dengan banyaknya produk kesehatan yang beredar, maka akan menimbulkan berbagai asosiasi terhadap merek atau produk tersebut pada diri konsumen. Asosiasi adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. Kesan-kesan yang terkait dengan merek akan semakin meningkat dengan semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan semakin seringnya kemunculan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Berbagai asosiasi merek yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut citra merek atau brand image. Brand image yaitu sekumpulan asosiasi yang terbentuk di benak konsumen. Makin banyak asosiasi yang saling berhubungan maka semakin kuat brand image yang dimiliki oleh merek tersebut. Adapun tujuan dari penelitian yang berjudul "Asosiasi Konsumen terhadap Produk susu L-MEN di Kota Yogyakarta" ini adalah untuk mengetahui bagaimana asosiasi konsumen terhadap produk susu L-MEN tersebut. Penelitian dilakukan terhadap 60 orang responden di kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah uji cochran, dimana uji ini berguna untuk mengukur seberapa jauh konsumen mengaitkan sebuah merek dengan atributnya, sehingga nantinya akan membentuk brand image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 asosiasi yang melekat pada produk susu L-MEN, yaitu iklannya menarik, kegiatan promosinya gencar, tersedia di supermarket atau swalayan-swalayan, harganya terjangkau, rasanya enak, kandungan protein dan kalsium tinggi, tidak ada efek samping (aman dikonsumsi).

Milka Yulita

BRAND LOYALTY,REPEAT PURCHASE , DAN TRYING OTHER BRAND PRODUK PASTA GIGI MEREK PEPSODENT DI KOTA YOGYAKARTA

Pada saat bergerak menuju the era of choice, perusahaan tidak mampu lagi memaksa pelanggan untuk membeli produk mereka, perusahaan akan kesulitan mengelola pelanggan mereka. Perusahaan harus selalu tanggap dengan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. Selain itu untuk menjamin konsumen melakukan pembelian ulang dan menjamin kelangsungan hidup perusahaan perlu menjaga loyalitas pelanggannya. Pelanggan yang loyal umumnya akan melanjutkan pembelian merek tersebut walaupun dihadapkan pada banyak alternatif merek produk pesaing yang manawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dipandang dari berbagai sudut atributnyaPepsodent merupakan salah satu merek pasta gigi yang cukup lama beredar di pasar dan memiliki brand yang cukup kuat dalam benak konsumen. Berdasarkan hasil survei Indonesia Customer Loyalty Index (ICLI) yang dilakukan oleh SWA, di kategori pasta gigi, total Loyalty Index (LI) Pepsodent lebih unggul dari pesaing-pesaingnya. Hal ini menunjukkan Pepsodent memiliki brand loyalty yang sangat kuat dibanding pesaing-pesaingnya. Berdasarkan alasan tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti sampai pada tingkat manakah loyalitas masyarakat yang berdomisili di Kota Yogyakarta terhadap pasta gigi Pepsodent, dan sejauh mana konsumen yang loyal terhadap Pepsodent tersebut melakukan Repeat Purchase dan Trying Other Brand. Oleh karena itu penulis memilih judul" Brand Loyalty,Repeat Purchase ,dan Trying Other Brand Produk Pasta Gigi Merek Pepsodent di Kota
Yogyakarta". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh tingkatan Brand Loyalty Pepsodent terhadap Repeat Purchase ,dan Trying Other Brand masyarakat yang berdomisili di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan kepada 100 responden, khususnya responden
berdomisili di Yogyakarta yang sudah pernah membeli dan mengkonsumsi pasta gigi merek Pepsodent. Dalam pengujian kuesioner ini dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan untuk menjawab hipotasis adalah analisis Regresi Berganda metode Stepwise Regression. Berdasarkan hasilnya (uji regresi) didapat hasil bahwa Variabel Satisfied Buyer, Liking the Brand, Committed Buyer memberikan pengaruh positif terhadap Repeat Purchase, dan dalam metode ini variabel Liking The Brand memberikan pengaruh paling besar terhadap Repeat Purchase. Sedangkan variabel Switcher adalah satu-satunya variabel yang berpengaruh paling besar terhadap Trying Other Brand. Kata kunci: Brand Loyalty, Repeat Purchase, Trying Other brand.

Evlin Handayani

CORPORATE OWNERSHIP, KARAKTERISTIK DEWAN dan BIAYA KEAGENAN : ANALISIS HUBUNGAN SIMULTAN (Studi empiris pada perusahaan manufacture yang terdaftar di BEJ selama th 2000-2004)

Pemisahan antara kepemilikan (principal) dan pengelolaan perusahaan (manager) akan mengakibatkan adanya perbedaan kepentingan antara pemilik dan manager yang disebut dengan masalah keagenan atau konflik keagenan. Konflik keagenan yang terjadi antara pemilik dan agen (manager) ini akan memicu terjadinya biaya yang disebut biaya keagenan. Untuk mengurangi konflik keagenan dan biaya keagenan diperlukan mekanisme control internal dan eksternal corporate governance. Penelitian ini menguji keefektivitasan mekanisme control internal corporate governance yaitu karakteristik dewan dan corporate ownership untuk mengurangi konflik keagenan dan biaya keagenan. Dalam penelitian ini, untuk mengukur magnitude konflik keagenan maka biaya keagenan diukur dengan LATO dan LOPEX. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya pada perusahan manufaktur yang terdaftar di BEJ selama tahun 2000-2004. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode panel data yang menghasilkan 105 observasi. Metode statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode two stage least square (2SLS). Hasil pengolahan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan simultan antara karakteristik dewan dan biaya keagenan dengan hasil yang lebih baik apabila biaya keagenan diukur dengan menggunakan beban operasional (LOPEX). Hasil pengolahan data dalam penelitian ini juga menunjukkan terdapat pengaruh antara corporate ownership terhadap karakteristik dewan dan biaya keagenan.
Kata kunci : masalah keagenan, biaya keagenan, corporate ownership, mekanisme control internal corporate governance.

 Yuli Andreas Simangungsong

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO, HONDA VARIO DAN SUZUKI SPIN DI YOGYAKARTA

Kebutuhan akan alat transportasi sangatlah penting bagi masyarakat perkotaan. Sepeda motor jenis matic merupakan salah satu alat transportasi yang menjadi pilihan karena kepraktisan dan kemudahan dalam pemakaiannya. Penelitian ini dilakukan di kota Yogyakarta dengan menggunakan 50 responden yang bertujuan untuk mengetahui faktor, sub faktor dan alternatif yang terpenting dalam pembelian sepeda motor Yamaha Mio, Honda Vario, dan Suzuki Spin di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai alat analisis dan Expert Choice sebagai software pengolahan data. Prinsip kerja AHP adalah menyederhanakan masalah-masalah kompleks yang tidak terstruktur menjadi sebuah struktur hirarki yang menunjukkan hubungan dari sebuah tujuan, faktor, sub faktor dan alternatif yang ada. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan penilaian untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tertinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profil pengguna sepeda motor Yamaha Mio, Honda Vario dan Suzuki Spin adalah pria berusia 16-25 tahun yang memiliki pekerjaan sebagai mahasiswa/pelajar, belum menikah dan berpenghasilan rata-rata perbulan kurang dari Rp 1.000.000. Sedangkan hasil analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) dapat disimpulkan bahwa faktor yang terpenting adalah faktor performa, sub faktor yang terpenting adalah sub faktor akselerasi dan alternatif pilihan pertama para pengguna sepeda motor automatic adalah Yamaha Mio. Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process, Faktor utama, Alternatif utama, Pembelian sepeda motor automatic

Stepanus

ANALISIS BRAND LOYALTY TERHADAP PRODUK SABUN MUKA MEREK BIORE DI KOTA YOGYAKARTA

Kegiatan pemasaran perusahaan bersaing semakin ketat terutama memasuki abat 21 ini, menuntut perusahaan untuk selalu inovatif dalam mengembangkan usahanya. Persaingan perusahaan untuk memperebutkan pelanggan pada saat bergerak menuju The era of choice, perusahaan tidak mampu lagi memaksa pelanggan untuk membeli produk mereka. Perusahaan harus selalu tanggap dengan apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan konsumen. Selain itu untuk menjamain konsumen melakukan pemblian ulang dan menjamin kelangsungan hidup, perusahaan perlu menjaga loyalitasnya. Pelanggan yang loyal umunya akan melanjutkan pembelian merek tersebut walaupun di hadapkan pada banyak alternative merek produk pesaing yang menawarkan karakteristik yang lebih unggul di pandang dari berbagai sudut atributnya. Ada banyak merek produk sabun muka yang sudah beredar pada saat ini dengan berbagai macam variasi, seperti sabun muka merek Biore, sabun muka merek Dove, sabun muka merek Pond's, dll. Masing-masing produk menawarkan manfaat, kelebihan, dan atribut-atribut lain yang sangat bersaing. Hal ini akan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan terhadap suatu merek sabun muka. Sabun muka merek Biore merupakan salah satu produk sabun muka yang sudah lama beredar di pasaran dan memiliki brand yang cukup kuat dalam benak konsumen. Berdasarkan alasan tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti sampai pada tingkat manakah loyalitas masyarakat yang berdomisili di kota Yogyakarta terhadap sabun muka merek Biore , sehingga penulis memilih judul "Analisis Brand Loyalty Terhadap Sabun Muka Merek Biore di Kota Yogyakarta". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Brand Loyalty masyarakat yang berdomisili di kota Yogyakarta terhadap produk sabun muka merek Biore. Penelitian ini di lakukan kepada 100 responden, khusunya responden yang berdomisili di Yogyakarta yang sudah pernah membeli dan menggunakan sabun muka merek Biore. Dalam pengujian kuesioner ini menggunakan metode analisis data yaitu: uju validitas dan reliabilitas, skala likert, analisis prosentase, rata-rata, dan standar deviasi. Dari hasil penelitian yang di peroleh; dapat di lihat bahwa tingkat loyalitas  masyarakat kota Yogyakarta terhadap sabun muka merek Biore berada pada tahap liking the brand. Sebagian besar memang menyukai merek Biore tetapi untuk merekomendasikanya terkadang responden masih enggan hal ini dapat di sebabkan oleh banyaknya produk sabun muka di pasar dengan fungsi dan kwalitas yang bersaing. Kata kunci: the era of choice, brand, brand loyalty, liking the brand

 Eva Rohulina Sidauruk

STUDY EKSPLORATIF NILAI PELANGGAN (CUSTOMER VALUE) PADA BISNIS RESTORAN CEPAT SAJI

Restoran cepat saji merupakan restoran yang menyediakan makanan dengan cepat begitu makanan dipesan. Walaupun demikian apakah pelanggan merasakan manfaat sehingga memperoleh nilai dengan makan di restoran cepat saji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai yang diperoleh pelanggan dari menggunakan produk dan jasa restoran cepat saji. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mendorong pelanggan dalam menggunakan produk dan jasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (qualitative method research) yang menggunakan grounded theory. Penelitian ini belum lazim digunakan dalam sejarah pembuatan Tugas Akhir mahasiswa di Universitas Kristen Duta Wacana khususnya Fakultas Ekonomi, oleh karena itu peneliti kesulitan dalam menemukan referensi yang mendukung penelitian ini. Walaupun demikian, peneliti berusaha menyelesaikan penelitian ini dengan sebaik mungkin. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan responden yang menggunakan produk dan jasa dari restoran cepat saji. Untuk metode pengumpulan sampel peneliti menggunakan purposive sampling (sampling sengaja, sampling bertujuan). Penggunaan purposive sampling dikarenakan peneliti mempunyai judgment pribadi dalam memilih individu-individu yang ada di sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggan memperoleh manfaat atau benefit. Pelanggan juga harus mengeluarkan biaya dan pengorbanan sehingga mereka mendapatkan nilai atau value. Keyword: Customer Value, Restoran cepat saji

Alfa Nur Ekawati

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KUALITAS dan MINAT MENGGUNAKAN KARTU PASCABAYAR XPLOR dari XL dengan CONJOINT ANALYSIS

Bisnis jasa berubah secara cepat dalam dunia usaha. Setiap perusahaan dituntut untuk mendesain strategi pemasaran yang bisa meningkatkan keunggulan kompetitifnya. Desain strategi pemasaran merupakan realisasi sistem dan proses bisnis tersebut. Salah satu bidang yang memiliki kompetisi tinggi adalah dunia telekomunikasi. Setiap perusahaan jasa telekomunikasi ingin eksis dalam memberikan kualitas yang diharapkan oleh pelanggan. Hal ini merupakan tujuan utama perusahaan jasa telekomunikasi. Dalam penelitian ini, penulis berusaha untuk mengetahui bentuk pelayanan utama yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan, pada khususnya bagi pelanggan pascabayar Xplor dari XL. Penelitian berjudul Analisis Faktor-faktor Kualitas dan Minat Menggunakan Kartu Pascabayar Xplor dengan Conjoint Analysis bertujuan untuk menguji faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap minat dan kualitas di benak konsumen Xplor. Penelitian yang dilakukan terhadap 100 responden di Grha XL, Jalan Pangeran Mangkubumi Nomor 20-22, dianalisis menggunakan metode conjoint. Ini adalah sebuah metode yang mengombinasikan jumlah nilai dari masing-masing atribut yang digunakan untuk mengetahui bagaimana preferensi konsumen terhadap produk khususnya Xplor. Berdasarkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini diketahui bahwa minat menggunakan Xplor pada konsumen sangat berpengaruh dengan tarif Xplor per detik. Dari segi kualitas, responden memilih fitur dan layanan sebagai pertimbangan utama. Kata kunci: Pemasaran, kualitas jasa, kualitas pelayanan, persepsi konsumen, perilaku konsumen.

Thomas Welianto

ASOSIASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SHAMPO REJOICE DI UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA

Asosiasi merek adalah segala kesan yang muncul di benak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek. , asosiasi tidak hanya eksis begitu saja, namun asosiasi merek mempunyai tingkat kekuatan, merek akan semakin meningkat atau kuat dengan semakin banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan semakin seringnya kemunculan merek tersebut dalam strategi komunikasinya. Berbagai asosiasi merek yang saling berhubungan akan menimbulkan suatu rangkaian yang disebut citra merek atau brand image. Brand image yaitu sekumpulan asosiasi yang terbentuk di benak konsumen. Makin banyak asosiasi yang saling berhubungan maka semakin kuat brand image yang dimiliki oleh merek tersebut. Untuk mengetahui asosiasi-asosiasi tersebut di perlukan alat analisis untuk menentukan mana sumber asosiasi yang dapat dipercaya atau valid. Tujuan penelitian ini iallah untuk mengetahui asosiasi-asosiasi yang ada pada shampo merek Rejoice. Untuk membentuk asosiasi konsumen tersebut perlu mengetahui terlebih dahulu atribut-atribut yang dimiliki sebagai kekuatan, itu berguna untuk mengukur seberapa jauh konsumen mengaitkan sebuah merek dengan atributnya, sehingga nantinya akan membentuk brand image. Dimana atribut-atribut yang terpilih tersebut merupakan hasil penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden di kota Yogyakarta. Untuk mempermudah analisis data yang diperoleh dari jawaban 100 orang responden, maka alat analisis yang digunakan analisis porsentase dan uji chochran, dari analisis porsentase dapat ditarik kesimpulan profil konsumen dari produk shampo Rejoice yang sangat dominan adalah wanita yang berusia > 20 – 30 tahun, mempunyai pekerjaan sebagai Mahasiswa/i Universitas Kristen Duta Wacana, dan pendapatan per bulannya sebesar > Rp 500.000 – Rp 800.000. Sedangkan hasil penelitian dengan menggunakan uji chochran menunjukkan bahwa ada 5 asosiasi yang melekat pada produk shampo Rejoice. Asosiasi tersebut adalah: mampu melembabkan rambut, menghaluskan rambut, membuat rambut mudah diatur, harga terjangkau, tersedia di toko/supermarket, dll.

Ginawati Sarlin Ruku

ANALISIS FENOMENA NILAI PELANGGAN (CUSTOMER VALUE) TERHADAP LOW FARE PADA PERUSAHAAN AIRLINES

Konsep tentang nilai (value) sangat penting untuk mencapai sukses pemasaran. Nilai (value) dapat digambarkan sebagai penilaian secara menyeluruh manfaat yang diterima konsumen dibandingkan dengan biaya yang sudah dikeluarkan serta pengorbanan yang dirasa untuk mendapatkan manfaat tersebut. Dalam penelitian ini, penulis meneliti tentang industri jasa penerbangan di Indonesia, khususnya mengenai penerapan tarif rendah (low fare) yang diwujudkan oleh maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai (value) yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai penggguna jasa penerbangan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang bersifat kualitatif, yaitu metode penelitian grounded theory dengan model penelitian yang disebut grounded research. Grounded theory dikembangkan oleh Glaser dan Strauss pada tahun 1960an. Tujuan dari grounded theory adalah untuk mengembangkan teori mengenai fenomena penelitian. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview) terhadap para responden pengguna jasa penerbangan. Pada penelitian ini penulis menggunakan sampel bertujuan (purposive sample). Hasil dari penelitian ini menggambarkan arti nilai (value) sesungguhnya yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai pengguna jasa penerbangan. Pada kenyataannya, penulis menemukan bahwa nilai (value) yang dipersepsikan oleh konsumen tidak diperolehnya ketika mereka menggunakan jasa penerbangan untuk kategori low cost carrier (LCC), artinya jika mereka membandingkan dengan kategori yang sejenis. Tetapi, nilai (value) itu muncul dan dapat dirasakan oleh konsumen karena memperoleh manfaat ketika mereka membandingkan jasa transportasi udara dengan transportasi lain. Keyword: value, grounded theory, low fare, maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC)

Eddy Susanto

"PENGARUH SIKAP KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN CARREFOUR - YOGYAKARTA"

Carrefour dipandang sangat representatif untuk mewakili kelompok pasar moderen di Yogyakarta. Sehingga peneliitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap konsumen terhadap loyalitas konsumen Carrefour di Yogyakarta. Dalam penelitian ini teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Untuk pengujian instrument digunakan analisis validitas dengan teknik koefisien korelasi product moment dan dengan uji reliabitas dengan teknik Alpha Cronbach. Jawaban-jawaban kuisioner tersebut dianalisis dengan rumus Regresi Linier Berganda guna mengetahui keeratan pengaruh antara produk, harga, tempat, promosi, dan pelayanan secara bersama-sama terhadap loyalitas konsumen Carrefour. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh faktor harga, promosi, dan pelayanan terhadap loyalitas konsumen Carrefour di Yogyakarta. Kata Kunci : Carrefour, Loyalitas konsumen

Chandra Kristianto

ANALISIS BRAND LOYALTY TERHADAP PRODUK PELUMAS MESIN MEREK TOP ONE DI KOTA YOGYAKARTA

Pada saat ini variasi atau jenis produk pelumas mesin dipasaran sudah cukup banyak, konsumen dihadapkan pada begitu banyak pilihan merek pelumas mesin, baik produk buatan dalam negri sendiri ataupun pelumas mesin import, seperti Castrol, Repsol, Federal, Shell dan perusahaan pelumas mesin tersebut sudah tidak mampu lagi memaksakan agar para konsumen yang memiliki kendaraan bermotor untuk terus loyal kepada produk mereka. Salah satunya yang diangkat sebagai bahan penelitian oleh penulis adalah pelumas mesin merek Top One. Oli Top One sudah cukup lama berada dipasaran dan sudah cukup bnayak memiliki konsumen, namun apakah perusahaan mengetahui sampai mana batasan konsumen tersebut loyal kepada Top One? Dan sampai manakah tingkat loyalitas konsumen yang berdomisili di Kota Yogyakarta sehingga penulis memilih judul " Analisis Brand Loyalty Terhadap Produk Pelumas Mesin Merek Top One di Kota Yogyakarta ". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Brand Loyality masyarakat yang berdomisili di Yogyakarta terhadap produk pelumas mesin merek Top One. Penelitian ini dilakukan kepada 100 responden yang dipilih secara  acak, khususnya masyarakat yang berdomisili di Yogyakarta dan pernah
membeli dan menggunakan pelumas mesin merek Top One di kendaraannya. Dalam pengujian kuisioner ini menggunakan metode analisis data yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, skala likert, analisis presentase rata rata, dan standart deviasi. Dari variabel yang ada yaitu Switcher, Habitual Buyer, Satisfied Buyer, Liking the Brand dan Commited Buyer dapat dilihat bahwa konsumen di Yogyakarta adalah pada tahap Liking the Brand, sebagian memang menyukai produk Top One akan tetapi mereka jarang untuk merekomendasikannya, karena banyak pula produk pelumas mesin merek lainnya. Kata kunci : multi merek, brand loyality, liking the brand

Nova Wila Siela Barus

STUDY EKSPERIMENTAL ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN FAKTOR-FAKTOR IKLAN TESTIMONIAL DOVE DI TELEVISI TERHADAP PERSEPSI AWARENESS DAN TRUST KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS CONJOINT

Iklan Testimonial dikenal sebagai iklan yang mengemukakan pendapat seorang endorser terhadap sebuah produk, setelah ia mengkonsumsinya. Iklan testimonial juga bisa berbentuk kalimat yang diucapkan (pengakuan atas sebuah fakta atau kesaksian) atau ditulis yang berasal dari public figure atau masyarakat biasa terhadap sebuah produk yang dinilainya memiliki kualitas bagus. Public figure yang digunakan dalam penelitian ini yaitu selebritis, seperti Maia Ahmad dalam iklan shampoo dan conditioner Dove; tokoh masyarakat, seperti Wyne Prakusya dalam iklan shampoo Dove dan orang awam dalam iklan shampoo, conditioner maupun sabun Dove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor iklan testimonial Dove di televisi, yaitu model iklan, pesan iklan dan jenis produk Dove manakah yang paling penting dipertimbangkan konsumen dalam persepsi awareness (kesadaran) dan trust (kepercayaan) konsumen terhadap iklan testimonial Dove di televisi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis conjoint. Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor yang paling penting dipertimbangkan konsumen dalam persepsi awareness (kesadaran) konsumen terhadap iklan testimonial Dove di televisi adalah pesan iklan. Faktor yang paling penting dipertimbangkan konsumen dalam persepsi trust (kepercayaan) konsumen terhadap iklan testimonial Dove di televisi adalah model iklan. Kata kunci: Iklan Testimonial Dove di Televisi, Persepsi Awareness, Persepsi Trust.

Ineke Tunggal

PENGARUH MARKETING MIX & SUBJETIVE NORM TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN CAFE DI YOGYAKARTA

Permintaan dan penawaran pada industri jasa hiburan malam cafe terjadi peningkatan di Yogyakarta. Meningkatnya permintaan dan penawaran berakibat pada meningkatnya persaingan pada industri tersebut, perusahaan-perusahan jasa yang ada pada industri bisnis tersebut berusaha memberikan variabel-variabel yang diyakini dapat membuat konsumen menjadi loyal terhadap apa yang mereka tawarkan. Penelitian ini menguji pengaruh marketing mix dan subjective norm terhadap loyalitas konsumen cafe di Yogyakarta. Adapun tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh produk terhadap loyalitas konsumen, menganalisis pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen, menganalisis pengaruh tempat terhadap loyalitas konsumen, menganalisis pengaruh promosi terhadap loyalitas konsumen, menganalisis pengaruh pelayanan terhadap loyalitas konsumen, menganalisis pengaruh subjective norm terhadap loyalitas konsumen. Obyek penelitian dalam penelitian ini semua orang yang pernah menggunakan jasa hiburan malam di Yogyakarta selama enam bulan terakhir, penelitian ini mengambil sampel sebanyak 100 responden secara acidental sampling. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil dari analisis regresi berganda disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang menguji pengaruh produk terhadap loyalitas konsumen tidak terbukti, hipotesis 2 yang menguji pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen tidak terbukti, hipotesis 3 yang menguji pengaruh tempat terhadap loyalitas konsumen tidak terbukti, hipotesis 4 yang menguji pengaruh promosi terhadap loyalitas konsumen tidak terbukti, hipotesis 6 yang menguji pengaruh subjective form terhadap loyalitas konsumen tidak terbukti. Hanya ada 1 hipotesis yang terbukti yaitu hipotesis 5 yang menguji pengaruh pelayanan terhadap loyalitas konsumen. Kata kunci : marketing mix, subjective norm, regresi berganda, cafe.

 Eveline Julian Anthonius

ANALISIS PENGARUH BUDAYA TOLERANSI KEKUASAAN TERHADAP PERSEPSI KARIR (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA)

Budaya mempunyai pengertian yang cukup luas dan dapat dilihat dari berbagai aspek. Budaya merupakan suatu kebiasaan atau tradisi yang biasa menimbulkan berbagai dampak posistif maupun negatif bagi orang yang menjalankannya, baik bagi budaya individual maupun budaya kelompok organisasi. Salah satu aspek budaya yang dimaksud dalam penelitian ini adalah budaya menurut perspektif dari penelitian-penelitian sebelumnya, yang meliputi : 1) budaya kelompok masyarakat yang lebih mementingkan dirinya sendiri, atau kelompok masyarakat yang mementingkan kebutuhan kelompok, hal ini disebut budaya individualism vs collectivism. 2) budaya suatu kelompok masyarakat dalam hal toleransinya terhadap kekuasaan yang ada di sekelilingnya cenderung tinggi atau rendah, budaya ini disebut power distance, 3) budaya kelompok masyarakat yang cenderung mempunyai keberanian mengambil resiko atau cenderung menghindari resiko disebut budaya uncertainty avoidance, 4) budaya kelompok masyarakat yang cenderung bertindak secara tegas tanpa memperhatikan hubungannya dengan orang lain, atau cenderung bertindak dengan mempertimbangkan hubungan baiknya dengan orang lain dalam hal mengambil keputusan, aspek budaya tersebut masculine vs feminisme. Dengan latar belakang tersebut penulis kemudian mengangkat judul " Analisis Pengaruh Budaya Toleransi Kekuasaan Terhadap Persepsi Karir (Studi Kasus Pada Mahasiswa perguruan tinggi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta)". Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: Seberapa jauh perbedaan Budaya Toleransi Kekuasaan berpengaruh terhadap Persepsi Karir. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa/i Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta dengan memilih sampel secara acak pada Keempat Fakultas sebanyak 90 responden.
Untuk membuktikan hipotesis yang ada pada penelitian ini maka digunakan analisis ANOVA dan Regresi Berganda. Dan dari analisis diperoleh hasil bawah ada Budaya Toleransi Kekuasaan responden rata-rata yang tinggi, sedangkan nilai rata-rata Persepsi Karir responden rendah, artinya persepsi karir cenderung pada birokratik, Budaya Toleransi Kekuasaan mempunyai hubungan dan pengaruh terhadap Persepsi Karir. Artinya Tinggi-rendahnya Budaya Toleransi Kekuasaan akan menentukan Persepsi Karir seseorang meskipun masih pada persepsi mahasiswa dan Budaya Toleransi Kekuasaan mempunyai hubungan dan pengaruh yang positif terhadap Persepsi Karir Birokratik, dan sebaliknya Budaya  toleransi Kekuasaan mempunyai hubungan dan pengaruh negatif terhadap Persepsi Non Birokratik yang terdiri Profesional dan Enterpreneur atau Pengusaha. Kata Kunci : budaya toleransi kekuasaan dan persepsi karir

Fiftin Emma Tampubolon

PENGARUH DUKUNGAN ORGANISASI DAN PROGRAM FORMAL PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KEPUASAN KERJA STUDI KASUS PADA KARYAWAN PT. INDONESIA POWER UBP (UNIT BISNIS PEMBANGKITAN) MRICA, BANJARNEGARA

Dalam organisasi pemerintah maupun swasta, peranan sumber daya manusia sangat penting karena suatu organisasi dikembangkan demi kepentingan manusia juga. Selain itu, perkembangan organisasi sangat tergantung pada sumber daya manusianya. Apabila kinerja sumber daya manusia tidak maksimal, maka kinerja organisasi tidak akan optimal. Salah satu kinerja sumber daya manusia adalah kepuasan kerja.  Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja antara lain gaji yang diperoleh, kesempatan untuk dipromosikan, kejelasan dalam bekerja, dan hubungan antar manusia dalam berorganisasi. Apabila pekerja merasakan kepuasan dalam bekerja, maka organisasi dapat mengembangkan dan menempatkan pekerja pada jabatan yang sesuai minat dan tujuan karirnya, mempermudah penyusunan tenaga kerja intern, sehingga dapat mengurangi biaya pengadaan tenaga kerja luar, memperolah tenaga kerja yang loyal dan berdedikasi, dan setiap saat dapat menyiapkan tenaga kerja yang cakap untuk mengganti kedudukan tenaga kerja yang keluar atau promosi dalam organisasi. Penelitian ini dilakukan pada karyawan PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Mrica dengan memilih sampel secara acak sebanyak 80 responden. Responden tersebut kemudian diberikan kuesioner yang berisikan tentang identitas Perawat dan tanggapan mengenai variabel dukungan organisasi, program formal pengembangan karir dan kepuasan kerja. Sebelum analisis data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner tersebut harus terlebih dahulu diuji
tingkat validitasnya dan realibilitasnya. Setelah dilakukan pengujian terny